TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 170


__ADS_3

Keindahan taburan bintang di langit malam telah pasti tersimpan dengan baik di memori ku, di mulai dari ufuk barat, timur, utara hingga selatan. Mereka sesuatu yang sangat padu.


Ketika aku melihat bintang-bintang di langit malam aku mengerti kenapa manusia begitu terhipnotis oleh keindahan nya. Konstelasi yang megah, sinar yang memukau hati serta misterinya memikat manusia selama berabad-abad. Aku menyukai nya.


Mata ku menerawang kembali teringat oleh kisah ku yang begitu menantang. Bukankah itu terlalu kejam? Di kehidupan masa depanku, aku hanya menjalani kehidupan yang sangat mewah jauh dari peperangan yang membahayakan nyawa manusia. Tapi sekarang?


"Huhhhh.... Aku hanya bisa menghela nafas..."


Ku tatap keheningan malam yang menyerbu pandangan ku, aku bisa melihat bagaimana menyeramkan nya hutan itu dari tempat ku berdiri, aku berada di balkon kamar ku.


Dua hari telah berlalu, ini adalah hari ke tujuh perjalanan mereka namun sampai detik ini mereka belum kembali.


Ku arah kan pandangan mata ku menatap ke bawah, aku melihat pangeran Crystaldy dan pangeran Darren sedang duduk di kursi yang tersedia di sana. Raut wajah kedua nya tampak suram, mereka benar-benar sedang menunggu kepulangan mereka semua.


Sesekali aku melihat mereka berdua terlihat gelisah dan sangat khawatir. Ya, aku tau menunggu hal yang tak pasti itu memang sulit.


Dari tempat ku berdiri aku sama sekali tak melihat cahaya dari balik kegelapan hutan itu, dan pada akhir nya mereka tak pulang tepat hari ini.


Ku arah kan pandangan mata ku menatap ke balkon kamar Neftaza, aku melihat Hazel keluar dari pintu balkon itu, ia terbang ke arah ku dengan raut wajah yang sudah pasti bisa ku tebak. Ia terlihat sangat khawatir.


"Bagaimana keadaan Ryu? Apa Neftaza bisa berkomunikasi dengan nya?" Ucap ku, aku menatap nya dengan tatapan datar. Ia berhenti tepat di atas pagar balkon kamar ku.


"Tadi nya bisa, tapi setelah nya tidak..." Jawab nya khawatir.


"Apa maksud mu?" Ucap ku terkejut.


"Kita kehilangan komunikasi dengan mereka..." Ucap nya, aku semakin bingung sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka?


"Kita harus bergegas mencari mereka Hazel..." Ucap ku, seraya ku langkah kan kaki ku kembali masuk ke dalam kamar ku.


Aku meraih sebuah pistol yang sudah ku siap kan di atas tempat tidur ku, dengan beberapa pisau beracun yang sudah siap di gunakan.


Aku membawa semua nya dengan cepat, aku mengabaikan perkataan Hazel yang selalu mendengung di kedua telinga ku.


"Ella... Kita harus menunggu sebentar lagi... Bersabar lah..." Ucap Hazel yang terbang menyusul ku dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


Aku mengabaikan nya, ku turuni anak tangga itu dengan cepat. Sesampainya di bawah aku melihat Neftaza yang sudah berpakaian lengkap dengan senjata nya, tak hanya dia Gazelle dan Esmeralda juga sudah berpakaian lengkap dengan senjata yang sudah melekat di tubuh mereka.


"Mana arah yang harus kita ambil?" Ucap ku menatap mereka bertiga dengan serius.


"Bagaimana jika kita berpencar?" Ucap Gazelle, aku hanya memandangi mereka semua.


"Apa kau yakin putri? Bagaimana dengan kemampuan kalian?" Ucap ku menatap mereka serius.


"Kami tak selemah itu putri, percayalah kami hampir bisa menyamai mu..." Ungkap Esmeralda penuh keyakinan, sedang kan Gazelle mengangguk menyetujui tekat Esmeralda.


"Baik lah..." Ucap ku, seraya ku arah kan pandangan mata ku menatap ke arah pangeran Crystaldy dan pangeran Darren yang berjalan ke arah kami dengan tegas.


"Apa kita benar-benar harus berpencar?" Ucap Hazel mengkhawatirkan sesuatu.


"Percayalah kepada kami Hazel..." Ucap Gazelle yakin.


"Aku, putri Gazelle dan pangeran Darren akan pergi ke selatan menyusul pangeran Hasper dan yang lain nya..." Ucap ku, mereka semua mengangguk.


"Baik lah aku mengerti..." Ucap Neftaza yakin.


"Baiklah jika kalian memang benar-benar ingin pergi, gunakan ini dengan baik..." Ucap Hazel, seraya menyerah kan sebuah botol kecil ke arah pangeran Darren.


"Itu adalah racun yang sangat mematikan, dalam hitungan menit musuh yang terkena racun itu akan mati dengan damai..." Ucap nya tersenyum.


"Terimakasih Hazel..." Ucap pangeran Darren, seraya ia menyimpan botol itu di balik pakaian nya.


"Ini adalah penawar nya, walau aku tak berpikir jika kalian ceroboh tapi tetap lah menyimpan penawar nya... Dan ini adalah ramuan penyembuh, jika kalian terluka gunakan ramuan ini..." Ucap Hazel kembali, seraya ia menyerahkan dua buah botol kecil berwarna merah ke arah pangeran Darren kembali.


"Kami tidak akan seceroboh itu Hazel..." Jawab pangeran Darren seraya ia meraih kedua botol itu, kemudian ia memasukkan nya ke dalam pakaian nya.


"Ingat ini... Kita akan bertemu besok jam dua belas siang di arah matahari terbenam... Kalian harus datang ke sana tepat waktu... Apapun yang terjadi... Aku percaya pada mu Neftaza..." ucap ku, mereka semua mengangguk.


"Percayalah, gue bakal bawa mereka semua ke sana besok..." Jawab Neftaza penuh tekat.


"Baik lah... Kami akan pergi sekarang..." Ucap ku, seraya menatap ke arah putri Gazelle dan pangeran Darren, mereka berdua mengangguk.

__ADS_1


Kami berenam keluar dari mansion, tidak. Maksud ku bertujuh dengan Hazel yang sudah berada di dalam tas milik Neftaza.


Kami semua menggunakan kuda dengan bantuan lampu senter untuk melihat, di saat seperti ini aku sangat iri dengan pangeran Darren dan pangeran Crystaldy, mereka bisa melihat dalam kegelapan.


"Hati-hati..." Teriak Putri Gazelle, ketika mereka bertiga bergerak terlebih dahulu.


Hak... Hak... Hak...


Terdengar suara Neftaza yang menunggangi kuda dengan cepat ke arah sisi utara hutan. Ku tatap ia yang sedang fokus menatap sekitar dengan memakai jubah berwarna hitam pekat yang menutupi tubuh nya. Sesekali aku melihat nya menoleh ke belakang.


"Sekarang..." Teriak ku, seraya menarik tali kekang kuda ke arah selatan hutan.


Hak... Hak... Hak...


Terdengar suara pangeran Darren yang sudah berada di depan kami berdua, sesekali aku menatap ke arah nya yang tak perlu menggunakan senter maupun benda apapun untuk membantu nya melihat dalam kegelapan.


Ku arah kan pandangan mata ku menatap ke sekitar, sesekali aku menoleh ke belakang untuk melihat mansion ku yang terlihat sangat terang dari sini.


Waktu berlalu dengan cepat, kami bertiga sama sekali tak melihat cahaya apapun yang mendekat.


Apa mereka dalam bahaya? Kenapa mereka tak menghubungi ku sama sekali? Sebenarnya apa ada sesuatu yang benar-benar terjadi? Zu, dimana kalian?


Kuda kami terus berlari tanpa henti menuju ke arah selatan hutan yang sangat gelap tanpa cahaya apapun, hutan yang sangat rimbun menutupi sinar cahaya bulan yang ingin masuk ke dalam hutan.


_


_


_


"Minal aidzin walfaidzin semuanya.! Mohon maaf lahir dan batin. Jika author ada salah tolong di maafin yah...


Maksa loh hihi...^_^❤️❤️❤️"


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2