TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 101


__ADS_3

Hak... Hak... Hak...


Terdengar suara Hasper yang menunggangi kuda dengan cepat ke arah sisi barat hutan. Ku tatap ia yang sedang fokus menatap sekitar dengan memakai jubah berwarna hitam pekat yang menutupi tubuh nya. Sesekali aku melihat nya menoleh ke belakang.Ku tarik tali kuda ku dengan cepat mengikuti Hasper dan yang lain.


Kami sudah menempuh perjalanan selama kurang lebih empat jam, sekarang kami beristirahat di bawah pohon besar yang menghadap langsung ke sebuah danau yang cukup luas di hadapan kami. Kami sudah keluar jauh dari wilayah bangsa Elf, namun kami tidak tau tepat dimana kami sekarang.


Aku duduk bersandar di dahan pohon besar yang tumbang dengan sebuah air minum berada di genggaman tangan ku. Ku tatap Neftaza yang berdiri mengambil beberapa bungkusan di atas kuda, tampak ia berbalik dengan membawa bungkusan itu di kedua tangannya.


"Apa itu?" Ungkap ku penasaran menatap kepada nya.


Ia menatap ku dan menghampiri ku.


"Ini rebusan ubi, bibi Lena yang ngasih ke gue tadi..." Ungkapnya seraya membuka ikatan bungkusan kain itu di atas tanah.


Tampak beberapa potongan ubi jalar berwarna ungu dan beberapa ubi kayu yang telah matang berada di bungkusan itu.


Aku mengambil satu potong ubi jalar dan langsung memakannya.


Ku arahkan pandangan mata ku ke sekeliling danau yang ada di hadapan ku, tampak di seberang danau terdapat sebuah tempat yang sangat membuat ku penasaran.


Aku beranjak berdiri berjalan ke pinggir danau, kemudian aku mengambil teropong ku untuk melihat apa hal yang ku lihat di sana.


Setelah ku telusuri beberapa detik, ternyata di sana terdapat sebuah bangunan yang terbengkalai di atas tebing. Sepertinya dulu di tempat itu terdapat beberapa manusia yang hidup di sana.



"Apa kau melihatnya?" Ungkap Casper yang berjalan ke arah ku.


"Sepertinya puluhan tahun yang lalu, itu adalah sebuah kastil.." Ungkap nya lagi.


"Bisa jadi kastil terlarang..." Sambung Neftaza yang berjalan menghampiri kami berdua.


"Kastil terlarang? Apa Lo korban film horor?" Ungkap ku menatap ke arahnya.


"Bisa jadi..." Ungkapnya acuh seraya berjalan ke arah Hasper yang sedang mencuci tangan nya di air danau.

__ADS_1


"Apa kau penasaran El?" Ungkap Casper yang menatap ku serius.


"Entahlah..."


Aku tidak mengerti kenapa aku sedikit tertarik dengan tempat itu.


"Apa Gege lihat, di atas kastil itu terdapat sebuah tempat yang berwarna ungu..." Ungkap ku masih menatap tempat itu tanpa menggunakan teropong.


"Ya aku melihatnya, tapi sebaiknya kita tidak perlu pergi ke sana..." Ungkap nya yang tersenyum kepada ku sebelum berbalik kembali ke arah pohon besar.


Aku hanya terdiam menatap kastil itu yang membuat ku sangat penasaran, namun aku harus mengesampingkan perasaan penasaran itu agar semua nya menjadi baik-baik saja.


"Kita harus cepat bergerak sebelum hari semakin gelap..." Ucap Casper sedikit berteriak memanggil ku.


Aku berbalik berjalan ke arah kuda ku yang ku ikat di pohon kecil tak jauh dari kuda mereka. Ku tatap mereka bertiga yang sudah bersiap-siap menunggangi kuda dengan masih memperhatikan sekitar.


Aku menunggangi kuda ku seraya ku tarik tali kuda berjalan dengan perlahan mengikuti Hasper dan Neftaza, sedangkan Casper dan kudanya berada di belakang ku bersama beberapa barang bawaan yang di beri sebagai oleh-oleh dari bibi Lena. Mungkin sejenis makanan.


Sesekali kami berhenti untuk sekedar berisitirahat dan makan. Semakin lama kami menunggangi kuda semakin cepat kami sampai di suatu tempat yang sangat menakjubkan. Kalian tau, ini pantai.


________


Matahari telah terbenam di sisi barat meninggalkan kegelapan yang tertinggal dengan jelas mengisahkan kecanduan akan penerangan.


Kami berhenti di depan sebuah gua yang tak jauh dari pantai yang kami lewati dengan tumpukan-tumpukan beberapa tulang binatang berada di pinggir gua.


Ku tatap Hasper yang turun dari kuda untuk memeriksa keadaan gua tersebut, tampak ia melangkah kan kaki nya masuk ke dalam gua dengan senter berada di tangan kanan nya.


Ku arahkan pandangan mata ku ke arah Neftaza yang berbicara menatap ku.


"Ini bukan gua yang aman deh..." Ungkap nya yang memperhatikan gua itu.


Aku hanya mengangguk menyetujui pemikiran nya.


Kembali ku arahkan pandangan mata ku ke arah Casper yang turun dari kudanya melangkahkan kaki masuk ke dalam gua menyusul Hasper.

__ADS_1


Aku dan Neftaza hanya saling menatap menunggu mereka berdua keluar dengan keadaan baik-baik saja.


Cukup lama kami menunggu, terdengar suara teriakan yang menggema dari dalam gua berbarengan dengan suara lolongan yang sangat menggelegar. Aku dan Neftaza sangat terkejut, kemudian tampak lah Hasper dan Casper keluar berlari dengan cepat ke arah kami.


"Cepat pergi..." Ungkap Hasper yang membuat kami sedikit terkejut.


Dengan cepat mereka berdua menunggangi kudanya dan kami berempat menunggangi kuda dengan kecepatan penuh berlari meninggalkan gua itu. Sesekali aku menoleh ke belakang untuk memastikan berapa srigala yang mengejar kami.


Aku sangat terkejut, di belakang kami terdapat sekawanan srigala yang berlari dengan cepat, kurang lebih berjumlah tujuh sampai sembilan serigala yang mengejar. Aku mengerahkan semua tenaga ku untuk tetap tenang menunggangi kuda dengan cepat mengikuti Hasper yang sudah berada di depan.


Tak beberapa lama kemudian, kami berhasil kabur dari sekawanan srigala itu.


"Hufth... Untung lah..." Ungkap Casper di belakang ku menghela nafas lega.


Aku dan Neftaza hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat mereka berdua yang sangat bodoh masuk ke kandang serigala yang lapar, masih untung bisa kabur jika tidak habislah sudah.


"Kita akan beristirahat di sini..." Ungkap Hasper yang turun dari kudanya dan mengikatnya di pohon.


Kami bertiga turun dari kuda mengikuti Hasper yang mengistirahatkan tubuh nya di pepohonan yang cukup rimbun dengan daun-daun kering berserakan dimana-mana.


Ku arahkan pandangan mata ku ke sekeliling hutan, tampak di sekeliling hutan hanya terdapat pepohonan yang tumbuh besar menjulang ke atas dengan beberapa semak-semak belukar berada di sepanjang sisi selatan hutan.


Ku tatap Hasper yang berdiri, ia sibuk membuat perapian dengan Casper yang mencari kayu bakar di sekitar tempat kami beristirahat.


Ku baringkan tubuh ku di atas daun-daun kering yang berada di samping akar pohon besar. Aku menatap pohon tempat peristirahatan kami yang sangat tinggi dengan beberapa burung sudah tertidur di ranting pohon.


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...


❤❤❤

__ADS_1


(Maaf telat update 🙏, punya kesibukan yang gak bisa di tunda)


__ADS_2