
Kedua mataku terbuka saat handphone ku bergetar di bawah bantal ku. Aku mencarinya dan mengambilnya untuk melihat notifikasi alarm pukul tujuh pagi. Tubuhku berbalik menatap Nefta yang masih tertidur nyenyak di tempat tidur dengan memeluk bantal guling nya.
Terduduk aku seraya mengangkat tanganku ke atas, untuk merenggangkan tubuhku sebagai awal kegiatan pagi. Aku beranjak berdiri, pandangan mataku terjatuh pada ruangan yang gelap tanpa adanya sinar matahari pagi. Sangat di sayangkan.
Kembali ku arahkan pandangan mataku ke samping, Hasper dan Casper masih tertidur sangat lelap dengan posisi nya yang terlihat elegan untuk kaum bangsawan. Memang jiwa-jiwa kaum kaya.
Aku berjalan ke salah satu sudut dinding, aku mencuci muka dengan air Aqua yang ku keluarkan dari ruang dimensi ku. Huh,,, menyegarkan. Aku meletakkan botol Aqua di sudut tanah, aku berbalik berjalan menghampiri sebuah meja. Aku terduduk seraya menyiapkan sarapan pagi untuk kami.
Aku mengeluarkan beberapa potong sandwich dan jus buah. Aku menikmati sepotong sandwich dengan memegang handphone ku. Aku membuka galeri ku yang penuh dengan foto saat aku berada di zaman modern.
Aku meletakkan nya dan mengambil jus apel untuk ku minum.
"Hwahhhhhh...."
Ku gerakkan kepalaku menuju asal suara itu, tampak Neftaza menguap seraya merenggangkan tubuhnya.
"Tidur mu nyenyak?"
"Lumayan lah..." Ungkapnya beranjak berdiri berjalan ke sudut ruangan untuk mencuci mukanya.
Ia kembali berjalan ke arahku dengan handuk di tangannya, ia membasuh mukanya dengan handuk itu ketika ia sudah duduk di sampingku. Kemudian ia berputar meletakkan handuknya di kursi belakangnya.
"Ini terlalu gelap.." Ungkap nya seraya mengambil sepotong sandwich di hadapannya.
"Hemmm..."
"Apa tidur kalian nyenyak?" Tukas Hasper beranjak berdiri ke arah kami dengan di belakangnya Casper sedang berjalan mengikuti.
Aku dan Neftaza mengangguk.
Kembali ku arahkan pandangan mataku ke arah pundak Neftaza, tampak Hazel duduk dengan tubuh mungilnya yang terasa lesu setelah bangun tidur. Mungkin memang butuh waktu untuk mencerna segala sesuatu hal saat kita baru terbangun.
"Hazel,,, minumlah jus apel itu."
"Ok.." Ungkap nya seraya terbang ke arah meja.
----------------------
Sesekali telapak tangan kananku bergerak menutupi mulutku yang terus menguap karena kelelahan memainkan handphone ku. Aku merasa bosan berada di ruangan ini, seperti berada di dalam penjara.
"Huhh,,, aku ingin mencuci mukaku..."
Aku berjalan ke arah sudut ruangan tempat ku mencuci muka tadi pagi. Ku gerakkan tubuhku sedikit membungkuk untuk menyiram wajahku dengan air. Rasa kantukku perlahan menghilang. Ku usap wajahku dengan telapak tanganku agar memudahkan ku untuk melihat tanpa terhalangi oleh tetesan air.
Kembali ku letakkan botol Aqua di sudut tanah, ku berbalik berdiri pergi. Tunggu, aku berbalik kembali memperhatikan sudut tanah yang basah terkena air, aku melihat sesuatu. Sebuah lubang kunci terletak di kayu bagian bawah sudut.
"Bukankah jika ada lubang kunci maka akan ada kuncinya? Ya, aku harus mencarinya..."
__ADS_1
Ku beranjak melangkah kan kakiku ke semua sudut yang tersisa, aku membasahi tanah sudut dengan air yang ku bawa. Namun aku tidak menemukan apapun, aku terus mencari dan mencari tanpa memperdulikan rasa kelelahan sedikit pun.
"Kau sedang mencari apa?" Ucap Neftaza berjalan menghampiri ku.
Aku menoleh ke arahnya.
"Aku mencari sebuah kunci..."
"Untuk apa?" Ungkapnya penasaran.
"Aku menemukan lubang kunci di sudut sana..." Ungkapku seraya menunjuk tempat yang ku bicarakan.
"Benarkah?" Ungkapnya semangat.
Aku mengangguk, kembali mencari kunci itu lagi. Ku alihkan pandangan mataku ke seluruh ruangan, tampak Neftaza menyelusuri dinding kayu membantu ku mencari kunci, sedangkan Hasper dan Casper sedang fokus membicarakan sesuatu.
"Huhhh..." Aku menghela nafas kasar tanpa sadar.
"Apa kau menemukan nya?" Ungkap Neftaza melihat ke arahku.
Aku menggeleng kan kepalaku dengan lesu.
"Apa yang kalian cari?" Terdengar suara Casper mendekat ke tempatku berdiri.
"Aku mencari sebuah kunci Gege..."
"Aku menemukan sebuah lubang kunci di sana, jadi aku berinisiatif untuk mencari kunci..."
"Kau menemukan lubang kunci?"
Aku mengangguk.
"Aku tadi pagi tak sengaja melihat kunci di pojok dinding kayu itu..." Ungkapnya seraya berjalan ke sudut ruangan tempatku menemukan lubang kunci.
"Benarkah?" Ucap Neftaza menoleh ketika mendengar ucapan Casper melihat sebuah kunci itu.
Aku benar-benar bodoh. Haishh...
Aku mengikutinya begitupun Neftaza. Terlihat Casper sedang mengambil kunci itu di atas sudut dinding kayu. Ya benar, itu memang kunci nya. Kembali ku arahkan pandangan mataku ke samping kanan, tampak Hasper berjalan ke arah kami.
"Coba masukan kunci itu Gege..." Ungkap Neftaza semangat dengan suara manjanya itu.
Tampak Casper menunduk mencoba membuka nya dengan kunci yang ia temukan. Cukup lama ia mencobanya, kami hampir mengira jika itu bukanlah kunci yang cocok. Namun ketika kami ingin kembali, terdengar suara gemuruh dari balik tanah.
"Apa yang terjadi?"
Tiba-tiba tanah itu terbelah menjadi dua, dan kami semua terjatuh ke dalamnya.
__ADS_1
"Ahhhh..." Teriak kami semua.
"Uhuk... uhuk... uhuk.... Apaan ini, banyak sekali debunya?!"
Aku terbatuk merasakan debu masuk ke dalam hidung dan mulutku, terlalu banyak debu di sekitar ku terjatuh. Aku terkejut. Apa yang terjadi? Beberapa saat kemudian debu-debu itu sedikit menghilang, membuat ku bisa melihat sedikit. Ku gerakkan kepalaku melihat ke atas, ternyata pintu itu tertutup kembali setelah menjatuhkan kami di sini.
"Pantat gue sakit, kampr*t...." Ungkap Neftaza kesal seraya bangkit berdiri membersihkan mengelus pant*t nya.
Tampak juga Hazel tertimbun debu di dekat Neftaza, haha... Sangat kasihan.
"Apa kalian baik-baik saja?" Ucap Hasper di hadapanku seraya mengibas-ngibaskan debu yang menghalangi pandangannya. Kemudian ia membantu ku berdiri. Aku meraih tangannya dan berkata...
"Aku baik-baik saja Gege,,,"
"Uhuk... Uhukk... Uhukk.. Aku yang paling sial, tertimbun debu, huh..." Ungkap Hazel kesal seraya terbang berputar-putar menghilangkan debu yang masih melekat di tubuhnya.
"Hah,,, aku tak menyangka jika kita akan terjatuh seperti ini.." Ungkap Casper masih merasa kesal.
"Haha,,, pintu yang menakjubkan..."
"Upss,,, aku salah bicara... hehe..."
Aku bergidik ngeri ketika mereka melihatku dengan tatapan kesalnya. Ah, gak lagi deh...
"Btw, kita dimana?" Ungkap Neftaza memperhatikan sekitar.
"Keg nya kita makin jauh jatuh ke tanah."
"Huh..."
Kami melihat di depan kami terdapat sebuah lorong yang cukup panjang. Aku melihat di ujung lorong ini terdapat sebuah cahaya yang menyilaukan mata. Mungkin itu jalan keluarnya.
Tapi itu terlalu jauh, kenapa keluarga kerajaan membangun lorong yang panjang nya tak kurang dari seratus meter sih? Aku bingung. Sumpah....T - T
"Lagi-lagi kita akan berjalan jauh..." Ungkap Neftaza tak kalah kesal dariku.
"Huhh..." Aku hanya menghela nafas kasar.
"Nikmati saja,,, hahaha..." Tawa Casper mengejek kami.
"Jangan mengeluh." Ungkap Hasper dingin tanpa menoleh ke arah kami.
Nj*r,,,, dingin banget Abang gue yang satu itu. Untung lu Abang gue, kalau kagak udah gue jitak elu mah... wkwk...
(Abaikan kekesalan angela guys.. hehe...)
Jangan lupa like vote dan komen yah...
__ADS_1
❤❤❤