TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 32


__ADS_3

Hari sangat cepat berganti malam. Kami sedikit kedinginan di dalam gua ini. Walau tidak terlalu banyak angin yang masuk, namun hawa yang di hasilkan air terjun itu sangat dingin.


Aku menoleh ke arah Neftaza, tampak ia sedang memejamkan mata. Dia hanya terpejam bukan tertidur.


"Nef..!" Panggilku pelan seraya mendekati nya.


"Hemm..." Tanpa menoleh ke arahku.


"Bukan kah kita harus membuat api, di sini terlalu dingin, lihatlah mereka!." Ucapku melihat ke arah mereka begitupun Neftaza membuka mata seraya melihat ke arah mereka.


"Jika kita membuat api di sini, apa tidak terlalu bahaya? Kalau terlihat dari luar gimana? Gue dari tadi juga mikirnya begitu. Apalagi asapnya kalau gak keluar ke arah hutan ya ngumpul di dalam gua, emang kita bisa nafas kalau asap nya ngumpul di sini? kagak kan?" Ucapnya lagi.


"Gue juga ngerti, tapi kasihan mereka." tukasnya kasihan melihat ke arah mereka yang kedinginan.


"Astaga, Lo repot-repot buat api mending Lo ambil alas sama selimut di ruang dimensi Lo." Ucap Neftaza menyarankan.


"Kenapa gak ngomong dari tadi kampr*t.." Di saat seperti ini aku lupa tentang itu, haishh...


"Eh, tapi apa gak bahaya kalau kita ngeluarin selimut dari ruang dimensi kita?" Ucapku lagi.


Terlihat Neftaza sedang berpikir serius karena hal itu. Tiba-tiba ia berbicara...


"Tenang, gue punya cara..!" Ungkapnya lalu ia terduduk tegap menghadap ke arah mereka.


"Gege..!" Panggil Neftaza ke arah pangeran Hasper dan Casper. Kemudian mereka menoleh seraya mendekati kami.


"Bukankah kalian kedinginan Gege?" tanya Neftaza kepada mereka berdua.


Mereka hanya mengangguk.


"Tadi, aku dan El sempat berpikiran untuk membuat perapian di sini tapi itu akan sangat berbahaya. Dan kami memutuskan untuk mengambil selimut di ruang dimensi kami, tapi mereka pasti akan terkejut dengan hal itu.." Ucap Neftaza menyampaikan isi pikiran nya.


Tampak pangeran Hasper menghampiri mereka semua.


"Hemm.." Pangeran Hasper berdehem. Membuat mereka melihat ke arahnya.


"Kalian kedinginan bukan?" Tanyanya lagi.


"Iya pangeran, kami sangat kedinginan." Ucap putri Esmeralda dengan badan bergetar kedinginan.


"Aku bisa membuat tubuh kalian hangat, namun aku harus membocorkan rahasia kami dan itu akan sangat berbahaya bukan?" Ucapnya membuat mereka kebingungan.

__ADS_1


"Aku tidak ingin rahasia kami terbongkar hanya ingin menolong kalian para pangeran dan putri." Ungkapnya lagi.


Mereka seakan mengerti dengan maksud pangeran Hasper, kemudian mereka semua saling pandang dan mengangguk.


"Kami para pangeran dan putri bersumpah untuk tidak membocorkan hal apapun yang kami ketahui dari kalian pangeran dan putri kerajaan Rosewaltz." Mendengar itu pangeran Hasper menoleh ke arah kami dan kami mengangguk ke arah pangeran Hasper.


"Sumpah adalah hal yang sangat sakral bagi kami, dan sumpah kami bisa di andalkan oleh kalian. Bahkan jika kami mengingkari nya itu adalah hal yang sangat tabu untuk kami langgar." Ucap pangeran Darren Faxaga meyakinkan kami.


"Semoga ucapan kalian bisa kalian pegang sendiri." Ucap pangeran Hasper seraya kembali ke arah kami.


Aku dan Nefta masing-masing mengambil alas dan selimut lima pasang dari ruang dimensi kami.


Ku arahkan pandangan ku arah mereka seraya memberikan selimut kepada pangeran Casper. Mereka sangat terkejut dengan hal itu.


"Bahkan aku bisa memunculkan ranjang yang sangat hangat." Ungkapku membuat mereka lebih terkejut.


"Jangan terlalu banyak terkejut, ini adalah hal yang biasa bagi kerajaan kami." Ungkap pangeran Casper dingin.


"Terimakasih..!" Ucap mereka seraya menerima selimut itu dan kemudian membentangkan alasnya untuk tempat mereka tidur.


Kami pun memulai hal yang sama. Kami bentangkan alas selimut kemudian kami berbaring di atasnya, tak lupa pula membentang kan selimut untuk menutupi tubuh kami agar kami tetap hangat dari dinginnya udara malam ini.


Ku harap di saat kami tertidur tidak ada gangguan apapun dari makhluk-makhluk itu.


-------------


Udara pagi terasa langsung menusuk ke kulitku.Terbangun aku dari tempat tidurku. Ku senderkan tubuh ku di dinding gua seraya ku arahkan pandangan mataku ke sekeliling. Hanya aku yang terbangun.


Ku arahkan kembali pandangan ku ke jam tangan yang aku pakai. Masih pukul lima pagi. Matahari terbit sekitar pukul enam pagi. Masih satu jam lagi sinar matahari menyinari benua ini.


Aku terdiam duduk di sini selama tiga puluh menit. Aku hanya terdiam memikirkan apa yang akan terjadi, apakah kami akan keluar dari sini dengan keadaan selamat? Entahlah... Itu membuat ku terganggu.


Aku beranjak berdiri dari tempatku sekarang, aku melangkahkan kakiku pelan-pelan menuju air terjun itu.


Aku membasuh wajahku. Sangat dingin, seperti es. Ku basuh lagi tangan dan kakiku yang terlihat kotor karena tanah. Aku menikmati air yang mengenai tubuhku.


"El.." Menoleh aku ke arah suara itu. Ternyata pangeran Hasper terbangun. Ia menghampiri ku seraya membasuh mukanya.


"Kau bangun terlalu pagi." Ucapnya lagi.


"Cukup lama aku tertidur Gege, aku terbangun karena merasa pegal tidur di alas yang keras." Ungkapku menyeringai ke arahnya.

__ADS_1


"Namun setelah membasuh muka dengan air ini, aku merasa segar kembali."


"Apa kau melihat makhluk-makhluk itu lagi?" Ucapnya seraya mencoba melihat ke arah luar air terjun itu.


"Hemm,, seperti nya mereka telah pergi sejak kemarin."


"Jangan lengah, kita tidak tahu jika mereka sedang bersembunyi untuk menunggu kita keluar atau tidak." Ucapnya seraya kembali ke tempat tidurnya.


"Aku akan lebih waspada Gege!"


Berjalan aku mendekati Neftaza.


"Lo memang kebo Nef.." Ucapku seraya mencoba membangunkan Neftaza yang masih meringkuk nyaman.


"Biarkan ia istirahat." Ucap pangeran Felis melihat ke arah Neftaza.


Aku menoleh ke arahnya, ternyata mereka sudah terbangun dari tidur panjangnya.


"Dasar, putri kebo.." Ungkap pangeran Arien.


"Aku bukan kebo, aku hanya kelelahan karena berlari kemarin." Ungkap Neftaza terbangun seraya mengucek-ngucek matanya.


'Memang gak bisa jaga image ini anak, heran deh' batinku.


Mereka semua tertawa melihat Neftaza yang kekanak-kanakan. Kemudian mereka bangkit menuju ke arah air terjun untuk membasuh muka.


Ku alihkan pandangan ku ke belakang, ku ambil ikatan kain putih yang berisi makanan itu ke arah depanku. Aku mengeluarkan setandan pisang dan roti untuk kami sarapan pagi ini.


"Apa kalian masih mempunyai makanan?" Tanyaku ke arah mereka.


"Kami masih punya cukup makanan untuk hari ini." Ungkap Gazelle sembari mengambil kain putih yang berisi makanan.


Aku melihat ke arah pangeran Darren dan pangeran Cristaldy. Sepertinya mereka kehilangan makanan yang mereka letakkan di atas kuda itu.


"Kita akan saling berbagi makanan selama kita hidup di sini." ungkapku ke arah mereka.


Mereka semua mengangguk. Aku tidak khawatir untuk menghabiskan makanan yang kami bawa dari kekaisaran. Karena aku dan Neftaza bisa mengambil makanan di ruang dimensi kami.


Kami mulai terduduk manis sembari menikmati makanan yang ada di hadapan kami. Ku rasa makanan pagi ini cukup menambah stamina kami untuk petualangan berikutnya. Haha,,, aku hanya menganggap ini sebagai petualangan di banding penyelamatan hidup begitupun Neftaza. Tapi, tidak dengan yang lain. Haish... aku merasa kasihan.


Jangan lupa like, vote dan komen yah...

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2