
Hari ini adalah hari dimana kami akan pergi ke kaisaran Bleferald.
"Apa semuanya telah siap Clever?" tanyaku ketika melihat ia sedang membersihkan tangannya dari butiran debu.
Clever adalah kesatria pribadiku, walau aku tidak menyukai nya tapi dia tetap menjadi kesatria pribadiku, aku akan mencoba akrab dengan nya.
"Aku akan mengikuti kereta kalian dari belakang, putri." ucapnya melihatku lalu pergi meninggalkan ku menuju kuda nya.
Ku alihkan pandangan ku ke sekitar, tampak beberapa kesatria sibuk mempersiapkan barang bawaan para pangeran ke kereta kuda.
"Ela, senjata apa yang kau bawa untuk berburu?" ucap Neftaza seraya mendekati ku.
"Aku akan membawa pedang dan panah." ucapku menoleh ke arahnya.
"Ok lah.. aku juga membawa keduanya." seru Neftaza sembari masuk ke dalam kereta kuda.
Aku pun menyusul nya memasuki kereta kuda. Suara derap langkah kaki kuda mengiringi perjalanan kami kali ini. Ku lihat pangeran Hasper duduk di atas kudanya di barisan paling depan begitupun pangeran Casper.
"Gimana make up gue? udah kelihatan jeleknya?" tukasnya memperhatikan hasil make up nya di depan cermin.
"Yah, sejak kapan Lo cantik.!" jawabku bercanda.
"Ah Lo gak nyadar, punya sahabat cantik begini di bilang jelek." ucapnya menoleh sebentar dan melanjutkan aktivitas nya.
"Haha, gue bercanda kali...!" Tawaku pecah mendengar Neftaza mendengus kesal.
Aku dan Neftaza berdandan ala nerd, tapi ku rasa masih cantik sih hehe...
Ku alihkan pandangan ku ke arah jendela kereta, tepat di samping jendela adalah Clever sedang serius menunggangi kudanya.
"Kau terlihat tampan Clever." Tukasku menggoda nya.
__ADS_1
Ia menoleh ke arah ku dengan wajah bersemu merah, bola matanya yang berwarna hitam pekat tampak begitu indah ketika di tatap secara langsung. Dia malu. Astaga menjaili nya bisa membuat ku tertawa. Sebenarnya ia memang memiliki wajah tampan bukan hanya dia tetapi semua kesatria yang di miliki oleh ayah dan kami memang memiliki wajah tampan yang tak kalah dari Hasper dan Casper.
"Ada apa? Apa putri terpesona akan ketampanan yang aku miliki?" ucapnya seraya tersenyum ke arahku.
Blush... Dia memang tampan. Lebih tampan ketika ia tersenyum.
"Iya aku terpesona.. Kau memang tampan." ucapku tersenyum menatapnya.
Kami berdua tersenyum hangat, seperti nya kami sudah mulai dekat. Hemm... Aku baru sadar jika kami di kelilingi oleh pria tampan. Benar apa yang di katakan Neftaza yang penggila pria tampan, perasaan itu menyenangkan. Sungguh. Kau bisa mencuci matamu setiap hari ketika melihat pria tampan selalu berada di samping mu.
"Putri," terdengar kembali suara Clever memanggil ku.
"Ada apa Clever?"
"Kita sudah sampai di kekaisaran Alverdine. Untuk jaga-jaga perhatikan riasan putri sebelum turun dari kereta kuda." ucapnya memperingati ku.
Terdengar suara hiruk pikuk dari luar kereta, ku alihkan pandangan mataku menatap Neftaza sebelum menatap keadaan di sekitar melalui celah-celah gorden jendela.
"Yuhu, tenang saja.. Gue mah selalu siap kapan pun dan dimana pun.." Ucapnya seraya merapikan pakaian nya.
Kereta berhenti, pintu kereta terbuka pelan dari luar. Tampak pangeran Hasper telah berdiri di depan pintu kereta, di arahkan tangannya ke arah ku.
Berjalan aku menghampiri nya seraya tangan kiri ku arahkan ke tangannya. Aku turun dari kereta kuda di bantu oleh pangeran Hasper begitupun Neftaza.
Ku alihkan pandangan ku ke sekitar, banyak para pangeran dan juga putri dengan para kesatria nya sudah berada di istana Alverdine menuju ke aula utama.
Berdiri kami di depan sebuah pintu kayu berukuran besar berwarna cokelat dengan ukiran-ukiran naga yang di cat berwarna emas terang. Pintu besar itu terbuka, tampak seorang Kasim menghampiri kami.
"Silahkan masuk para pangeran dan putri, kaisar telah menunggu kedatangan kalian." Tukasnya setengah menunduk seraya di arahkan nya kedua telapak tangannya ke arah aula.
"Jangan lengah." Terdengar suara pangeran Hasper di depan kami.
__ADS_1
Ku langkahkan kaki ku memasuki ruangan diikuti oleh para kesatria ku yang juga berjalan di belakang begitupun para pangeran dan putri serta kesatria milik mereka.
Ku arahkan pandangan mataku ke seluruh ruangan itu tampak terlihat dekorasi ruangan yang cukup mewah berwarna cokelat keemasan. Terlihat kaisar duduk di atas singgasana kekaisaran tampak juga dua orang pangeran duduk di samping kanan kirinya. Kekaisaran Alverdine memiliki dua orang pangeran dengan sikap yang bertolak belakang.
Ku alihkan pandangan ku ke samping kanan dan kiri terlihat para pangeran dan putri duduk di tempat sesuai urutan kekuasaan kerajaan dengan sebuah meja besar berisi penuh hidangan di hadapan mereka.
"Salam yang mulia. Hasper Zenquille, putra pertama dari kerajaan Rosewaltz, memberi hormat." Ucap pangeran Hasper sembari membungkuk kan tubuhnya menghadap mereka yang duduk di hadapan kami. Dan begitupun kami semua yang berasal dari kerajaan Rosewaltz.
"Saya terima hormat kalian, duduklah di tempat kalian yang seharusnya." Ucap nya angkuh. Aish,,, aku membencinya.
Kami duduk di antara kerajaan Everlatz dan kerajaan Neverlanz. Posisi kerajaan Rosewaltz berada di no dua setelah kerajaan Everlatz. Kerajaan Everlatz adalah kerajaan yang sangat kuat di bidang kemiliteran, terdengar dari rumor kerajaan Everlatz mendukung kekaisaran Bleferald, jika di bilang kerajaan Everlatz sekutu dari kekaisaran Everlatz.
Sedangkan kerajaan Neverlanz tak kalah kuat dari kerajaan kami, hanya sedikit lemah di bidang perekonomian.
Terdengar suara pukulan gong tanda pesta ini di mulai. Kaisar Blefer beranjak dari tempat duduknya, berdiri ia seraya melihat ke arah tamu undangan. Kami berdiri satu persatu mengikuti untuk mendengarkan apa yang akan di sampaikan nya.
"Hari ini aku kaisar Blefer, kaisar dari kekaisaran Bleferald, berdiri di hadapan kalian semua untuk merayakan ulang tahun putera mahkota kekaisaran Bleferald, Alverdine Blefer." Ucapnya seraya mendekati putra mahkota Alverdine lalu ia mengangkat tangan sebelah kanan ke atas pundak putra mahkota Alverdine.
Putra mahkota Alverdine bertingkah dengan angkuhnya di hadapan kami.
"Kalian telah datang di pesta ulang tahun ku, semoga kalian betah berada di sini" Ucap nya tersenyum palsu.
Bisakah ia mengucapkan terimakasih? Haishh...
Kaisar Blefer meneruskan ucapan singkat nya dan bla bla bla.. Tampak semua orang menghormati kaisar dengan sangat hati-hati mungkin kah di pikiran mereka memiliki pemikiran yang berbeda dari sikap yang mereka perlihatkan? Entahlah...
Ku alihkan pandangan ku ke salah satu kerajaan yang menarik perhatian ku. Jika di lihat secara teliti mereka memiliki raut wajah yang sangat tenang, tidak seperti kerajaan lain yang mencoba menarik perhatian keluarga kekaisaran. Apa yang terjadi?Hemm...
Mereka berasal dari kerajaan Switzerland. Kerajaan yang sangat indah, pernah ku mendengar dari ayah bahwa mereka termasuk kerajaan yang memberontak peraturan kaisar. Mungkin aku bisa bersekutu dengan mereka.
Jangan lupa like vote dan komen yah...
__ADS_1
❤️❤️❤️