
Ku alihkan pandangan mataku ke sekitar, dari kejauhan tampak sekumpulan kunang-kunang terbang menerangi hutan yang akan kami lalui.
"Wow..." takjub Neftaza...
"Bukankah ini seperti hutan di pegunungan smoky, Tennessee, Amerika Serikat?" Ungkapnya seraya menoleh ke arahku.
Aku manatap nya dan mengangguk. Memang benar hutan di pegunungan smoky, Amerika serikat memiliki keindahan kunang-kunang yang berkumpul setiap tahunnya di hutan-hutan yang terdapat di pegunungan smoky, Amerika serikat. Tapi ini berada di dunia mereka.
"Kalian tahu, biasanya para manusia atau makhluk-makhluk yang hidup di tempat seperti ini, mereka menggunakan kunang-kunang sebagai pencahayaan malam." Ungkap Hasper seraya menggerakkan tangan kanannya ke atas menyentuh kunang-kunang yang terbang di depannya.
"Benarkah?" Ungkapku menatap kunang-kunang yang terbang mengelilingiku.
"Kami pernah membacanya di buku yang ada di perpustakaan." Ucap Casper mendekatiku seraya menangkap seekor kunang-kunang di kedua telapak tangannya lalu membukanya dan membiarkan kunang-kunang itu terbang menjauhi kami.
Pemandangan itu hanya kami nikmati beberapa menit saja, kami harus pergi mencari perlindungan untuk tidur malam ini.
"Apa kau menemukan tempat Hazel?" Ungkapku menatap ke arahnya yang terbang menghampiri ku.
"Ikuti aku..." Ia berbalik terbang menjauhi ku.
Ku langkahkan kakiku sedikit berlari mengikuti Hazel begitupun mereka bertiga. Lima menit kami berlari, kami berhenti di depan sebuah gua yang cukup tertutup oleh rumput-rumput yang menjulang tinggi.
"Aku hanya menemukan gua ini... " Ungkap Hazel terbang di hadapan kami.
"Apa tidak masalah jika kita tidur di gua itu?" Ungkapku sedikit khawatir.
Namun terdengar suara ranting terpijak oleh Hasper yang berjalan masuk ke dalam gua itu, dengan Casper berada di belakang mengikuti nya.
"Ayolah... santai aja." Ungkap Neftaza enjoy seraya berjalan masuk mengikuti mereka.
Ku langkah kan kakiku pelan masuk ke dalam hutan dengan perasaan yang cukup membuatku sedikit takut. Ini bukan berada di tempat yang aman, bahkan aku tak mengetahui kami berada di wilayah siapa. Ah,,, tapi aku tetap mengikuti mereka.
Ku tatap dinding-dinding gua yang sedikit menakutkan karena terdapat sarang laba-laba yang memenuhi gua ini. Kembali ku tatap mereka bertiga yang sedang memastikan bahwa gua ini bisa di jadikan untuk tempat kami beristirahat.
Ku tatap Neftaza yang sedang mengeluarkan alas tidur dan selimut untuk masing-masing kami berempat. Ternyata mereka memutuskan untuk tinggal di gua ini.
__ADS_1
"It's ok..."
Aku menghampiri mereka seraya merentangkan alas tempatku tidur. Aku sangat kelelahan, aku ingin tidur terlebih dahulu.
"Selamat malam.." Ungkapku memejamkan mata, terlelap.
---------------
"Mmmmmmmm..." Aku merasakan tubuhku di tindih kuat oleh suatu benda berat, aku membuka mataku dan mereka membungkam mulutku dengan tangannya. Aku mencoba memberontak tapi aku kesulitan bernafas, dan akhirnya aku pingsan. Sebelum aku pingsan aku melihat Hasper dan Casper sedang melawan mereka, aku melihat mereka menyerang gege ku dengan buasnya. Aku hanya bisa melihat mereka sekilas sebelum aku menutup mataku.
Ku buka mataku perlahan. Aku merasakan sakit di bagian tanganku, aku terbangun seraya melihat sekitar. Aku dimana?
Aku menolehkan kepalaku ke belakang, ternyata tanganku terikat oleh tali yang terbuat dari kulit pohon. Kembali ku alihkan pandangan mataku ke sekitar, aku tak menemukan apapun, di sini sangat gelap.
Aku mencoba melepas tali yang mengikat kedua tanganku tapi aku tak bisa melepaskannya karena ini terlalu kencang.
Ini bukan mimpi kan? Haishhh.....
Ku raba dinding yang berada di belakangku, lembab. Aku paling tidak suka tempat lembab seperti ini. Ku gerakkan badan ku berusaha untuk berdiri, namun aku terjatuh. Kakiku juga terikat oleh tali, lagi-lagi aku kesusahan.
"Uhhhh...."
Aku mendengar suara lenguhan tak jauh dari samping kanan ku. Aku mencoba bergerak ke arahnya, ternyata aku bisa merasakan samar-samar bahwa itu adalah Gege Hasper...
"Gege... Apa kau baik-baik saja?" Ungkapku seraya mencoba memaksakan mataku untuk melihat keadaannya.
Aku mencium bau amis, ini adalah bau amis darah segar. Apa Hasper terluka? Dia masih belum sadar sepenuhnya, sebenarnya apa yang terjadi?
"Ela..." Ungkapnya sedikit kesakitan.
Aku mencoba mengeluarkan sebuah pisau lipat di depan ku, aku menggerakkan tubuhku agar tanganku bisa mencapai pisau itu. Aku memaksakan tanganku untuk menggapainya.
"Dapat..." Ungkapku seraya mencoba menggesek pisau itu di tali yang mengikat tanganku. Aku sedikit kesusahan karena mereka mengikat ku dengan sangat kencang.
"Haishhh..." Ucapku kesal.
Kembali ku coba, menggesekkan pisaunya... Dan berhasil,,, lalu aku mengiris tali yang mengikat kedua kakiku. Aku mengeluarkan senter dan mencoba mengiris tali yang mengikat Hasper.
__ADS_1
Kembali ku arahkan senter ke arah wajah Hasper. Darah,,, ia terluka.Ya Tuhan, kenapa ini bisa terjadi kepadanya? Aku sedikit merasa menyesal karena keadaan Hasper yang sungguh membuatku sakit. Ia terluka, bagian wajahnya sedikit lebam dan lengannya tergores sayatan pedang.
"Ahhh..." Lenguh nya ketika aku menyentuh lengannya. Aku mencoba membantunya bersandar di dinding. Kemudian aku mengeluarkan kotak P3K, dan mulai membersihkan darahnya. Ku obati kemudian ku plaster semua luka yang terbuka.
"Apa kau baik-baik saja Ela?" Ungkapnya menatapku dengan tatapan sedikit sendu.
"Aku baik-baik saja Gege, sebaliknya gege lah yang banyak terluka..." Ungkapku masih memperban lengan nya.
"Selesai..."
"Ini adalah luka biasa Ela, kau tau itu..." Ungkapnya seraya memperbaiki posisi duduknya.
Aku mengangguk. Ah... aku melupakan Casper dan Neftaza. Ku beranjak berdiri dan berbalik mencari mereka, namun aku tidak melihat mereka sama sekali di ruangan ini.
Ini,,,, ini adalah penjara. Ku coba menyinari seluruh ruangan dengan senter yang ku pegang. Ku arahkan senter itu ke depan ruangan aku di kurung, ternyata di penjara depan ku adalah Neftaza dan Casper. Mereka di kurung di sana.
"Husthhhh.... husthhh... husthhh..." Aku mencoba membangunkan mereka, namun mereka tidak bergerak sedikitpun. Ku arahkan senterku ke arah mata Neftaza, agar ia merasa silau.
"Uhhh..." Lenguhnya seraya membuka matanya.
"Apa kau baik-baik saja?" Ungkapku pelan menatap ke arahnya. Ia melihatku dengan sedikit terkejut. Ia mengabaikan pertanyaan ku dan menoleh ke arah belakang. Tampak dari raut wajahnya, ia merasakan sakit di bagian lengannya. Ia bergeser mencoba melepaskan tali itu dengan menggesekkan nya di dinding yang sedikit runcing di samping nya.
Cukup lama ia menggesekkan nya, namun berhasil... Ia membuka tali yang mengikat kakinya kemudian beranjak berdiri menghampiri Casper yang masih pingsan di pojok dinding sebelah kanannya.
Aku membantu Neftaza dengan mengarahkan senter ke arah Casper. Ia membuka tali yang mengikat Casper menggunakan pisau.
Seperti Hasper, Casper mengeluarkan banyak darah di bagian dadanya. Neftaza mencoba membuka baju Casper, ternyata itu adalah sayatan pedang yang cukup dalam dan panjang. Neftaza mulai membersihkan darahnya. Terdengar lenguhan dari Casper walau ia masih pingsan. Itu terlalu sakit? Semoga ia baik-baik saja...
-
-
-
Jangan lupa like vote dan komen yah...
❤❤❤
__ADS_1