
Kegelapan mulai menyelimuti pandangan semua mata makhluk hidup, dengan suara sunyi menyertai peristiwa tersebut. Pandangan mata ku tak sengaja menatap pangeran Darren yang sedang berdiri di depan mansion, aku mengawasi pergerakan nya yang sedikit terlihat ambigu. Ia meletakkan sebuah tongkat pendek yang ku yakini adalah sebuah teropong.
Kemudian tampak ia berbalik berlari masuk ke dalam mansion dengan tergesa-gesa. Ia menghilang dari pandangan ku, aku berbalik melangkah kan kaki ku berjalan ke luar dari kamar.
Ku turuni anak tangga dengan tergesa-gesa seraya tatapan ku menatap pangeran Darren dan pangeran Crystaldy yang tampak gelisah dan khawatir, mereka berbicara di ruang depan dengan Neftaza tampak datang mendekati mereka.
"Apa yang kalian lihat?" Ucap Neftaza tergesa-gesa.
"Lihat lah di luar..." Balas pangeran Darren, seraya ia berjalan mendahului kami ke pintu keluar.
Kami bertiga mengikutinya tanpa henti, sesampai nya di depan mansion pangeran Darren menyerah kan sebuah teropong di atas meja tempat ia berdiri tadi, ia memberikan teropong itu kepada pangeran Crystaldy. Dengan segera aku dan Neftaza mengeluarkan teropong juga.
"Lihat di sudut kanan, tepat di bawah pohon besar itu..." Ucap pangeran Darren menunjuk ke arah sebuah pohon besar yang berada di sebelah kanan padang rumput.
Kami bertiga mengikuti arahan nya, saat ku fokus kan pandangan mata ku menatap tempat tersebut aku sangat terkejut ketika melihat seseorang yang sangat kita kenal sedang melakukan perkemahan di sana.
"Apa aku tak salah lihat? Itu pangeran Reverdine Bleferald?" Ucap Neftaza menatap kami bergantian, raut wajah nya tampak kurang yakin.
"Tadi nya aku juga berpikir jika aku salah lihat, tapi ternyata memang dia putri..." Balas pangeran Darren geram.
"Bagaimana jika ia menyadari keberadaan kita?" Ucap Neftaza cemas.
"Tenang, sihir pelindung tak mudah terbuka dengan begitu saja." Ucap Hazel yang tiba-tiba terbang keluar dari balik saku Neftaza.
Aku hanya terdiam memikirkan kemungkinan apa yang terjadi, kami semua tau jika pangeran Reverdine Bleferald adalah seorang penyihir yang kuat, tidak pasti dia sangat kuat.
Saat ku arah kan pandangan mata ku menatap beberapa laki-laki lain yang berada di sekitar pangeran Reverdine Bleferald, aku sedikit merasa ngeri ketika aku melihat tubuh mereka yang memiliki rata-rata tubuh yang besar dan kuat, apalagi di tambah dengan tangan kanan pangeran yang tampak seperti bukan orang biasa. Mungkin kah dia juga penyihir?
"Siapa mereka?" Ungkap ku ketika melihat sekitar delapan atau sembilan orang berjalan mendekati perkemahan itu dari sisi arah yang berlawanan dengan membawa obor yang memenuhi salah satu tangan mereka.
Mereka semua terdiam, hanya bisa saling tatap tanpa mengetahui jawaban dari pertanyaan ku.
"Sepertinya aku pernah melihat salah satu dari mereka." Ucap pangeran Darren seraya menurunkan teropong nya, ia menatap kami dengan serius.
__ADS_1
"Setiap tahun semua kerajaan akan melakukan pertandingan untuk mencari kesatria bukan? Laki-laki yang mempunyai kulit lebih cerah dari yang lain adalah salah satu nya. Lihat lah dia lebih teliti, walau dia seorang kesatria ia berasal dari keluarga seorang Duke besar di kerajaan ku." Jelas pangeran Darren.
Kembali ku arahkan pandangan mata ku menatap sekumpulan yang mendekat ke arah perkemahan itu, tampak tangan kanan pangeran Reverdine menyambut kedatangan mereka dan menyuruh mereka untuk masuk ke dalam sebuah tenda kerajaan.
"Apa kau mengenal nya?" Ucap Neftaza.
"Dia berhasil menjadi kesatria tingkat pertama di kerajaan ku, dia lah yang menjaga ayah ku. Kesatria Arendelle Emborgent. Putra dari Duke besar Fledemor Emborgent."
"Kesatria tingkat pertama? Kalah telak." Ucap Neftaza lesu, sepertinya ia memikirkan jika ia bertarung dengan Arendelle maka ia lah yang kalah.
"Sepertinya kesatria Arendelle memihak kepada kekaisaran... Lalu apa yang terjadi dengan ayah mu?" Ucap pangeran Crystaldy, ia terlihat sedikit khawatir dan kemarahan terbesit di mata nya.
"Tenang lah... Kita semua tau jika ayah dan ibu kalian tak mengetahui siapa yang berada di kerajaan mereka bukan? Mungkin jika mereka tau, mereka pasti sudah merencanakan sesuatu. Aku tak percaya keluarga kalian sebodoh itu." Ucap Hazel tegas.
"Benar apa yang di katakan Hazel, lebih baik kita segera masuk." Ucap ku menatap mereka bergantian.
Sesampainya di dalam, aku menatap mereka semua yang terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Mungkin lima puluh persen, karena dia adalah saudara Abang mu." Ucap nya menatap ku lekat.
"Bukan kah itu terlalu besar?" Ucap Neftaza dengan suara sedikit keras.
"Jika ia tak menginjak batas itu, tetap tak masalah." Jawab Hazel menatap ku.
"Lalu jika ia mengetahui perbatasan itu, ia akan merasakan keberadaan sihir itu maksud mu?" Ucap Neftaza khawatir.
Hazel mengangguk.
"Bagaimana jika salah satu dari kita keluar dan mengalihkan perhatian mereka?" Tanya ku, mendapat tatapan dari mereka semua.
"Apa kau yakin? Kita tak memiliki sihir yang kuat apalagi Zu dan Ryu tidak berada di dekat kita." Jawab Hazel marah.
"Tapi aku bisa mengalihkan perhatian mereka." Tukas pangeran Crystaldy yakin.
__ADS_1
"Tidak, itu akan lebih berbahaya untuk nyawa mu." Balas Hazel berteriak kepada nya.
Kami kembali terdiam, tak beberapa lama kemudian tampak Gazelle dan Esmeralda berjalan ke arah kami dengan raut wajah yang masih terlihat nyaman tanpa kekhawatiran sedikit pun.
"Gege, apa yang terjadi?" Ucap Esmeralda kepada Crystaldy yang menatap nya.
"Lihat lah cahaya api di sana, itu pangeran Reverdine Bleferald." Jawab nya menunjuk ke arah luar mansion.
Mereka berdua terkejut, kenyamanan yang tertera di wajah mereka hilang seketika. Kekhawatiran mulai melekat di mata mereka.
"Tunggu, selama ini apa kalian mendengar tentang kejahatan pangeran Reverdine Bleferald?" Tanya ku, karena sebelum nya aku tak pernah mendengar apapun kecuali hari itu. Hari dimana ia menggandakan tubuh nya untuk mengelabui ku dan Neftaza.
"Tidak... Mereka adalah pangeran kekaisaran, jika hanya rumor pun yang menyebarkan akan di penggal kepala nya, siapa yang berani?" Jawab pangeran Crystaldy serius.
"Baik lah, kita harus melepaskan kekhawatiran hal ini untuk sejenak... Mereka tak akan pergi sebelum besok pagi..." Ucap ku meyakin kan mereka.
"Benar, kita masih punya waktu untuk beristirahat malam ini." Sambung Hazel mengangguk.
"Tapi apapun yang terjadi jangan sampai lemah." Sambung ku tegas.
"Persiapkan diri kalian mulai sekarang." Ucap ku menatap mereka bergantian.
"Baik lah, kita akan mendengar mu putri." Jawab pangeran Darren mengangguk.
Kami semua kembali ke kamar masing-masing agar mempersiapkan diri untuk sesuatu yang akan terjadi.
_
_
_
❤️❤️❤️
__ADS_1