
Ia berjalan berdiri di samping ku menatap ke luar jendela seraya meminum minuman yang ada di tangan nya.
"Apa kau masih menyukai Airen, putri?" Ungkap nya yang membuat ku sangat terkejut.
"Bagaimana kau mengetahui nya pangeran?" Ungkap ku menahan terkejutan ku.
"Sejak kau memandangi nya ketika kita berkemah di pinggir pantai..." Ungkap nya yang menatap ku lekat.
"Benarkah?" Ungkap ku tak percaya.
"Entahlah... Aku tidak tau dengan perasaan ku sekarang..." Ungkap ku seraya menatap pangeran Airen yang sedang berbicara dengan Casper.
"Tapi, jika ku ingat aku tidak merasa marah ketika ia menatap putri Esmeralda..." Ungkap ku seraya menatap pangeran Felis yang juga menatap ku.
"Apakah Airen cinta pertamamu?" Ungkap nya yang membuat ku semakin merasa aneh.
"Hemmm...." Aku mengangguk.
"Dulu, aku juga mengalami hal yang sama seperti mu, aku menyukai seorang perempuan yang sangat cantik... Namun, ia tak menyukai ku..." Ungkap nya yang menatap ke luar jendela dengan raut wajah sendu.
"Benarkah? Lalu dimana perempuan itu?" Ungkap ku penasaran.
"Ia meninggal..." Ungkap nya yang semakin terlihat sendu.
"Mungkin kah jika perempuan itu adalah putri Daffania Alfonsa?" Ungkap ku tanpa ragu.
Ia menatap ku aneh.
"Bagaimana kau mengetahui nya putri?" Ungkap nya yang tak percaya.
"Aku hanya menebak nya..." Ungkap ku menatap ke luar jendela.
Wah beneran? Daffania? Dia memang cantik tapi dandanan nya uhhh,,, menor banget. Eh pikiran ku berdosa banget...
"Kisah cinta yang tragis pangeran, aku yakin kau akan menemukan perempuan yang bisa mencintai mu dengan tulus..." Ungkap ku menatap nya tersenyum.
"Terimakasih putri, ku harap kau juga menemukan cinta sejati mu..." Ungkap nya membalas senyuman ku.
____________
Bulan bersinar dengan terang, menerangi setiap belahan planet yang melintasi nya.
Ku arah kan pandangan mata ku menatap Hasper dan Casper yang sedang bersiap-siap untuk melaksanakan rencana mereka dengan di temani oleh pangeran Felis dan pangeran Airen. Mereka akan menyelinap masuk ke dalam istana untuk menemui ayah.
"Semangat!!!" Ungkap Neftaza menyemangati mereka berempat yang berjalan keluar dari kamar.
__ADS_1
"Sekarang giliran kita berdua..." Ungkap ku menatap Neftaza yang berdiri dengan memegang sebuah pistol yang ia letakkan di tubuh nya.
"Apa kalian yakin?" Ungkap pangeran Darren yang terlihat sangat cemas.
"Percayalah, kalian hanya perlu berhati-hati di sini... Jika terjadi sesuatu kabari kami..." Ungkap Neftaza serius.
Ku langkah kan kaki ku dengan perlahan di ikuti oleh Neftaza. Kami berdua menyamar sebagai laki-laki cantik, jangan salah... Make up kami tidak terlihat murahan bahkan kami benar-benar menggunakan pakaian pria yang sangat ribet, lipat sana lipat sini, seperti buntalan lontong.
Kami melangkah perlahan dengan sikap tubuh yang santai agar tidak menimbulkan curiga dari siapapun. Saat kami melewati kamar pangeran Reverdine, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dari kamar nya..
Aku dan Neftaza terkejut, namun bersikap biasa-biasa saja agar mereka tidak curiga kepada kami berdua.
Dengan langkah perlahan kami menuruni anak tangga dan berjalan ke arah kursi yang ada di dekat pintu.
"Bersikap lah santai..." Ungkap ku menatap Neftaza yang terlihat sangat penasaran.
"Apa kita harus mengikuti nya?" Ungkap nya yang pura-pura berbisik kepada ku.
"Cukup menarik... Baiklah..." Ungkap ku menyetujui nya.
Ku tatap wajah pangeran Reverdine yang menggunakan cadar berjalan menuruni anak tangga dengan satu laki-laki di belakangnya memakai pakaian serba berwarna hitam seperti seorang ninja, mungkin itu adalah kesatria pribadinya.
Ku arahkan pandangan mata ku ke arah mereka berdua yang berhenti di depan sebuah meja yang terdapat satu orang laki-laki yang memakai pakaian seperti seorang Kasim sedang menunduk menunggunya.
"Tunggu, bukan kah itu pakaian Kasim yang ada di kerajaan kita?" Ungkap ku mengingat nya.
"Bener, itu memang benar-benar Kasim kerajaan kita..." Ungkap nya mengiyakan perkataan ku.
Kami berdua berusaha untuk mendengar perbincangan mereka, namun kami tidak bisa mendengar suara apapun.
"Sialan..." Ungkap Neftaza tanpa sengaja.
Cukup lama mereka berbicara, tiba-tiba Kasim itu pergi dengan tergesa-gesa ke arah jalan yang menuju ke jalan istana.
Saat ku arah kan pandangan mata ku menatap pangeran Reverdine, ia berjalan keluar ke sebuah jalan yang berlawanan dengan Kasim itu.
"Bagaimana ini? Kita harus mengikuti siapa?" Ungkap ku bingung.
"Ikuti pangeran itu, gue udah chat Casper plus foto dari Kasim itu..." Ungkap nya santai.
"Gercep banget Lo..."
"So, pasti... Yok lah..." Ungkap nya seraya berjalan mengikuti pangeran Reverdine yang berhenti di depan sebuah toko pakaian.
Kami berdua menunggu mereka keluar, namun mereka tidak terlihat sama sekali.
__ADS_1
"Sepertinya kita di bodohi..." Ungkap ku kesal.
"Karena sudah begini, ayok lah jalan-jalan..." Ungkap Neftaza yang berbalik pergi ke arah jalan yang menuju ke pusat kota.
"Ok lah..." Ungkap ku mengikutinya yang berjalan santai dengan pandangan ku menatap ke sekitar.
Dari kejauhan kami bisa melihat kerumunan orang yang sangat ramai dengan cahaya lampu yang bertebaran dimana-mana.
"Padahal ceritanya kita hilang, eh masih ada suasana keg gitu..." Ungkap Neftaza yang terdengar sangat kesal.
"Ku rasa memang udah ada setiap malam nya kali.." Ungkap ku seraya berjalan di sampingnya.
"Kita nih mau cari informasi atau mau jalan-jalan sih? Kok jadi gak sesuai sama alur ceritanya?" Ungkap ku menoleh ke arahnya.
"Keduanya jadi lah..." Ungkap nya berjalan cepat ke arah kerumunan.
Tiba-tiba pandangan mata ku tak sengaja melihat beberapa laki-laki yang cukup mencurigakan berdiri di samping tiang lampu dengan penampilan seperti seorang perampok.
Ku tatap mereka yang berjalan pergi dengan bergiliran ke arah sebuah tempat yang cukup aneh yang berada di jalan yang cukup sepi.
"Nef, Lo lihat mereka kan?" Ungkap ku yang menatap nya sedang memakan sebuah sate.
"Ya, sangat mencurigakan..." Ungkap nya yang masih mengunyah.
"Buang dulu tuh sate... Ini lagi serius kampr*t..."
Kami berdua mengikuti para laki-laki itu dengan waspada, sesekali aku melihat mereka menoleh ke kanan ke kiri yang terlihat sangat mencurigakan.
Tampak para laki-laki itu berhenti di sebuah gang yang sangat sepi, terlihat salah satu dari mereka mengeluarkan sesuatu dari balik baju nya.
Aku dan Neftaza bersembunyi di balik dinding kayu yang cukup aman untuk melihat pergerakan mereka.
Terlihat sebuah cahaya berwarna merah di sebuah botol yang mereka keluarkan, mereka terlihat bersenang-senang melihat sesuatu yang berada di dalam botol tersebut.
Seseorang yang mengeluarkan botol tadi mulai membuka penutup nya, dan muncullah sebuah asap yang mengepul berwarna merah kehitaman yang berwujud seperti manusia.
_
_
_
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
❤❤❤
__ADS_1