TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 131


__ADS_3

Aku terduduk di pojokan teras dengan di samping kanan ku Casper dengan Neftaza di samping kiri ku. Aku menatap kedua orang yang ingin aku bantu yang sedang tersenyum menatap kami bergantian.


Mungkin mereka akan merasa sangat aneh ketika melihat kami semua memakai cadar dan jubah berwarna hitam yang begitu kontras dengan kulit kami yang terlihat putih bersih.


Ah, maksud ku mereka mungkin merasa curiga ketika kami berpakaian seperti ini.


Aku menatap raut wajah kakek itu yang terlihat sudah sangat tua dan keriput dimana-mana. Apa aku bodoh? Kakek itu sudah tua ya wajar kalau keriput. Aneh...


"Terimakasih, kakek sudah menolong adik saya... Ia menghilang dari kami beberapa saat yang lalu..." Ucap Hasper yang duduk di samping Adevan dengan tatapan nya menatap kakek ramah.


"Nona itu hanya singgah, aku benar-benar tak menolong nya..." Ucap kakek itu tersenyum hangat.


"Hemmm... Apa kakek ingin pergi ke kerajaan Rosewaltz? Kami bisa membantu kakek..." Ucap Felis menatap mereka berdua.


"Bagaimana kalian tau tuan?" Ucap Adevan penuh curiga.


"Sebenarnya, salah satu dari kami mendengar ucapan kakek dan tuan ini..." Ucap Felis menunjuk ke Adevan.


"Aku Adevan tuan..." Ucap Adevan menatap Felis...


"Ahhh iya tuan Adevan, kami bisa membantu kalian untuk menyamar..." Ucap Airen menjelaskan...


"Benarkah?" Ucap Adevan bersemangat.


Kami semua mengangguk.


Mendengar penjelasan Neftaza, akhir nya kakek itu dan Adevan ingin melakukan penyamaran untuk segera pergi dari tempat ini. Aku bisa melihat betapa semangat nya mereka ketika mereka mendapat kan solusi untuk pergi ke kerajaan Rosewaltz


Tak hanya itu, kami bersepakat akan memberikan keping uang untuk perjalanan mereka, karena kami tau jika kakek dan Adevan tidak memiliki uang sepeser pun.


Kami di izinkan menginap di rumah mereka dengan perasaan bersyukur karena masih bisa menemukan orang-orang baik dalam perjalanan kami.


___________


Aku terbangun merasakan hangat nya kulit ku yang terkena sinar matahari pagi, aku membuka mata ku menatap ke sekitar, aku bisa melihat beberapa dari mereka sudah terbangun dan bersiap-siap untuk melakukan perjalanan yang panjang.

__ADS_1


Ku arah kan pandangan mata ku menatap Neftaza yang masih tertidur lelap di samping kiri ku, aku segera membangunkan nya. Tapi, dia hanya melenguh kesal, mengabaikan perkataan ku.


"Ya sudahlah... Lo memang kebo kalau udah tidur nyaman begini..."


Aku beranjak turun dari tempat tidur, berjalan ke arah belakang rumah untuk membersihkan tubuh ku yang tak mandi beberapa hari. Ini hal yang wajar bukan? Hahaha....


Sekitar lima belas menit sudah aku membersihkan tubuh ku, aku menggunakan pakaian yang baru tak lupa pula aku menyiapkan pakaian baru untuk yang lain.


Kakek dan Adevan belum terbangun, mungkin mereka kelelahan karena melakukan aktivitas yang panjang kemarin.


Aku menyiapkan beberapa makanan di atas meja untuk santapan kami dan tuan rumah karena mengizin kan kami untuk tinggal.


"Kau ingin makan apa?" Ucap ku menatap Gazelle yang baru keluar dari kamar mandi.


"Hemm... Apapun itu... El, terimakasih atas pakaian nya..." Ucap nya tersenyum kepada ku.


Tak beberapa lama kemudian, kami semua sudah siap membersihkan tubuh kami dan memakan sarapan kami yang sangat sehat untuk penambah energi.


Ketika kami baru selesai makan, Kakek dan Adevan terbangun, mereka menyantap sarapan pagi yang kami siapkan. Itu adalah beberapa makanan yang baru pertama kali mereka rasakan.


Mungkin mereka akan merasa aneh, darimana kami mendapatkan makanan ini? Namun kami hanya menjawab nya jika kami memasak nya sewaktu mereka masih tertidur. (Ini mah jawaban yang absurd banget).


"Tak perlu berterimakasih nak, kalian juga membantu kami dengan baik..." Ucap kakek itu tersenyum.


"Kapan kakek dan tuan Adevan pergi ke kerajaan Rosewaltz?" Ucap ku penuh penasaran.


"Sekarang nona..." Ucap Adevan tersenyum kepada ku.


"Berhati-hatilah kek... Ini keping uang dan beberapa bungkus makanan untuk perjalanan kalian..." Ucap Neftaza memberikan satu kantong besar yang berisi keping uang dan beberapa bungkus makanan kepada Adevan.


"Terimakasih tuan dan nona..." Ucap kakek itu tersenyum.


Ku tatap Adevan yang berjalan ke samping rumah untuk mengambil satu ekor kuda yang membawa barang bawaan di gerobak belakang nya.


Kakek dan adevan menatap kami seraya sedikit membungkuk sebelum meninggalkan kami.

__ADS_1


"Semoga kita bisa bertemu lagi..." Ucap ku menatap mereka yang berjalan ke arah kiri hutan menuju ke sebuah desa yang cukup jauh dari rumah ini.


____________


Berjam-jam sudah kami berjalan melewati hutan yang begitu luas di sekitar ku, aku sangat membutuh kan kendaraan. Namun apa yang harus aku keluar kan? Tak mungkin mobil, jalanan di hutan ini cukup sempit dan jalan nya pun tak rata.



Bukan tak rata, ini mah penuh dengan semak-semak. Sepeda? Apa aku perlu mengeluarkan sepeda? Tapi jalan nya sangat menyulit kan kami jika bersepeda. Aku pun tak tau apa mereka bisa menggunakan sepeda atau tidak.


Tunggu saja, aku akan mengeluarkan sepeda ketika kami sudah berada di tempat yang sedikit nyaman untuk menggunakan sepeda.


"Kita perlu beristirahat..." Ucap Esmeralda yang terdengar kelelahan.


"Bertahan lah sebentar lagi, kita harus mencari tempat yang tidak penuh dengan semak-semak seperti ini..." Ucap Cristaldy berhenti menatap Esmeralda dengan penuh kekesalan.


Bukan hanya Esmeralda, aku pun merasakan kelelahan yang amat lelah. Kedua kaki ku seperti mati rasa berjalan sangat jauh melewati jalanan yang seperti ini. Aku sangat bingung memikirkan orang-orang yang menyukai gunung, ah apa mereka tidak merasakan kelelahan?


Akhirnya kami beristirahat di bawah pohon yang tak penuh dengan semak-semak, seperti nya tak jauh dari sini terdapat sebuah padang rumput yang luas.


Aku membaringkan tubuh ku di atas tanah seraya merentangkan tangan ku untuk mengambil udara sebanyak-banyaknya.


Aku sangat membutuh kan mu Zu, tapi aku belum ingin, mereka melihat keberadaan Zu dan Ryu.


Ku gerak kan tubuh ku untuk duduk bersandar di batang pohon yang tumbang di belakang ku, aku menatap Hazel yang terbang melintasi wajah ku ke arah Casper yang berada di dekat Airen. Seperti nya mereka membahas tentang racun atau apapun itu.


Tunggu, bubuk yang di taburkan oleh Casper ke para penjahat itu, apakah racun? Aku sangat penasaran bagaimana mereka mempelajari cara membuat racun? Aku tak pernah melihat nya membuat nya ataupun memberikan racun kepada orang lain kecuali ketika mereka menebarkan bubuk racun ke para penjahat itu.


Aku akan bertanya kepada nya nanti, sekarang aku hanya membutuh kan energi untuk bisa berdiri melanjutkan perjalanan yang masih sangat jauh.


_


_


_

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...


❤❤❤


__ADS_2