
Ku langkahkan kaki ku berjalan ke arah Hasper yang terlihat serius membaca buku, aku menatap nya yang terlihat seperti seorang profesor muda yang sangat tampan.
Jika ku ingat, aku sangat menyukai kisah seorang perempuan yang menikah dengan atasan nya, seperti mahasiswi dengan dosen nya atau karyawan dengan boss nya.
Ah.. Aku jadi ingat pasangan Couple Park di drama "What's Wrong With Secretary Kim", Hasper mirip seperti Park Seo Jon Oppa. Mereka sangat mirip, astaga... Apa yang ku pikirkan sih?
(Menggelengkan kepala)
"Apa ada sesuatu yang menarik Gege?"
Ucap ku seraya duduk di kursi yang ada di samping nya dengan sebuah meja berada di tengah.
"Ahh... Hanya melihat pergerakan mereka..." Ungkap nya yang menatap ku sekilas.
"Apa benar mereka mulai mendekati kita?" Ungkap ku penasaran.
Hasper hanya mengangguk.
"Apa seharusnya kita bersembunyi?"
"Itu lebih baik..." Ungkap nya yang beranjak berdiri mengambil sesuatu di dalam jubah nya.
"Tadi kami menemukan sesuatu di dalam gua, dan ini lah yang menyebabkan kita dalam bahaya..." Ungkap nya seraya membuka bingkisan.
Tampak lah sebuah batu permata yang berbentuk seperti liontin bunga mawar, sangat mirip dengan liontin yang di simpan Hasper.
"Bukan kah ini bentuknya sama?" Ungkap ku menatap nya.
"Benar, maka dari itu aku sengaja mengambilnya untuk memastikan jika tebakan ku tidak salah..." Ungkap nya lagi.
Sebenarnya ada apa dengan permata berwarna hitam dan bentuk nya sangat mirip dengan liontin milik ibu kami? Apakah ini semua ada kaitannya?
_______
Selama beberapa hari kami hanya berkemah di sini tanpa pergi kemana-mana. Terkadang kami menunggu pemilik sihir hitam itu untuk muncul, namun tiba-tiba mereka menghilang tanpa jejak. Aneh bukan?
Sekarang adalah hari terakhir kami berada di sini, sekarang kami hanya menunggu waktu untuk terusir dari sini.
"Kita pulang?" Ungkap Neftaza yang menghampiri ku dengan sebuah tas berada di pinggangnya.
Aku mengangguk.
"Kita akan kembali beberapa bulan lagi...!!!" Ungkap ku menatap sekitar.
"Apa seharusnya kita berjalan-jalan?" Ungkap Casper yang menatap kami bergantian.
Kami semua saling tatap dan kemudian mengangguk.
"Baiklah..."
Langkah kaki kami tampak seirama berjalan di pinggir pantai menikmati keindahan laut biru yang sangat luas, sesekali aku melihat seekor bintang laut yang terdampar di pasir putih dengan beberapa cangkang kosong berada di sepanjang pantai.
Aku bisa mendengar ombak yang muncul bergantian dengan suara kicauan burung yang sangat merdu di sekitar kami.
__ADS_1
Sesampainya di ujung pantai, aku bisa melihat sebuah bebatuan tebing yang menghalangi perjalanan kami untuk menuju ke pantai satunya. Dengan terpaksa kami melewati bebatuan itu dengan hati-hati.
Namun aku sangat terkejut, di balik bebatuan ini. Maksud ku pantai yang akan kami tuju terdapat sekumpulan makhluk yang mengejar Casper sedang memakan bangkai yang sangat besar, itu seperti seekor gajah.
Dengan langkah perlahan kami mundur dengan berhati-hati agar tidak menimbulkan suara sedikit pun. Sesekali aku bisa melihat salah satu dari mereka menatap sekitar seperti merasakan sesuatu, kami hanya terdiam sebelum kembali bergerak untuk meninggalkan tempat itu sejauh mungkin.
Padahal kami hanya ingin berjalan-jalan namun malah bertemu dengan makhluk karnivora seperti mereka, bukan hanya itu mereka adalah makhluk kanibal.
"Huhhh.... Syukurlah..." Terdengar Neftaza menghela nafas.
Kami kembali berjalan ke arah tempat kami berkemah, namun ketika aku tak sengaja menatap ke belakang aku melihat salah satu makhluk itu muncul di dekat bebatuan sedang menatap ku.
"Lari..." Ungkap ku tanpa berpikir panjang.
Sedangkan mereka bertiga tak sempat berfikir dan malah berjalan santai.
"Lihat di belakang kalian..." Ungkap ku berlari tanpa menoleh.
"Sialan..." Terdengar suara Neftaza sangat kesal berlari di belakang ku.
Aku berlari dengan sekuat tenaga menatap arah depan ku, namun dengan samar-samar aku melihat sebuah sihir tak jauh dari ku berbentuk seperti lingkaran.
Mungkinkah itu jalan pulang?
"Cepat..." Ungkap ku berteriak karena melihat lingkaran itu semakin mengecil.
Sesampainya di dekat lingkaran itu aku langsung melompat seraya memejamkan mata ku.
"Awww... Pant*t ku..."
Ku rasakan tubuh ku terjatuh di atas tanah yang sangat keras. Dengan sekejap aku membuka mata ku seraya mengelus pant*t ku yang mendarat terlebih dahulu.
"Sialan..."
Aku segera beranjak berdiri menepuk-nepuk tangan ku dan ku tatap sekitar yang cukup asing dari ingatan ku.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang berteriak di belakang ku.
Bug...
"Ahhh... Dahi gue..."
Aku menoleh menatap Neftaza yang jatuh menatap pohon besar.
"Hahahaha... Pendaratan yang tak mulus."
Tiba-tiba muncul lah Hasper dan Casper yang mendarat paling sempurna...
"Gak adil ini mah..." Ungkap Neftaza kesal.
"Kalian baik-baik saja?" Ungkap Hasper yang berdiri menghampiri ku.
Aku mengangguk.
__ADS_1
Aku sangat lega kami sudah kembali di benua tempat tinggal kami tanpa mengalami gangguan dari makhluk-makhluk itu.
Namun perasaan lega ku hilang dengan seketika, aku melihat satu makhluk terjatuh tersungkur di dekat Neftaza.
Kami berempat sangat terkejut, dengan cepat Hasper menebas makhluk itu dengan pedang nya sebelum makhluk itu menyerang kami.
"Huh... Syukurlah..."
Aku benar-benar menghela nafas lega.
"Tapi dimana ini?" Ungkap Hazel yang tiba-tiba keluar dari tas milik Neftaza.
Kami berlima menatap sekitar hutan yang lumayan asing di ingatan kami.
"Ini seperti hutan... Tunggu, bukan kah ini hutan belakang istana?" Ungkap ku mencoba mengingat kembali.
"Benarkah?" Ungkap Neftaza tak yakin.
"Benar, ini adalah hutan belakang istana..." Ucap Casper yang berjalan.
Kami semua berjalan dengan tergesa-gesa ke arah istana untuk segera menemui ayah.
"Tunggu, jangan tergesa-gesa..." Ungkap Hasper yang menghentikan langkah kami.
"Hazel, bisakah kau memeriksa keadaan di dalam istana?" Ungkap Neftaza memohon.
"Baiklah..." Ungkap Hazel yang langsung terbang ke arah istana untuk mengetahui situasi di sana.
Aku terduduk bersandar menunggu Hazel kembali, cukup lama kami menunggu akhirnya Hazel terbang ke arah kami dengan raut wajah yang tampak kebingungan.
"Bagaimana?" Ungkap Neftaza penasaran.
"Aneh,,, istana terlihat sepi, bahkan aku tak menemukan ayah kalian maupun kesatria pribadi kalian di dalam istana..." Ungkapnya kebingungan.
"Benarkah? Itu terlihat sangat aneh... Apa yang tidak kita ketahui? Bukan kah seharusnya mereka berada di dalam istana?" Ungkap ku memikirkan semua hal.
"Jika ayah menghadiri sebuah undangan, setidaknya ada kesatria kita di dalam bukan?" Ungkap Casper yang juga tak mengerti.
"Ada yang aneh, apa yang terjadi...???" Ungkap Neftaza yang berjalan mondar-mandir bak setrikaan.
"Apa seharusnya kita ke kota untuk mencari tau?" Ungkap Neftaza yang tiba-tiba berhenti menatap kami.
"Ide bagus..." Ungkap kami bersamaan.
_
_
_
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
❤❤❤
__ADS_1