
Ku tatap seseorang yang berjalan ke arah ku dengan pandangan mata nya menatap ku lekat, ia berjalan dengan anggun ke arah ku.
"Apa yang kau lakukan di sini putri?" Ucap nya, ia berhenti di samping kiri ku dengan tatapan nya menatap ke arah Padang rumput.
Sekarang kami berdua berada di balkon lantai dua yang menghadap langsung ke arah Padang rumput yang cukup luas di hadapan kami.
"Tidak ada... Aku hanya bersantai." Ucap ku seraya duduk di kursi yang ada di belakang ku.
"Kau sangat hebat, bisa membuat sesuatu yang tak bisa di lakukan oleh penyihir kuat seperti ku..." Ucap nya sedikit memuji namun masih terdengar sombong.
"Itu hanya sesuatu yang mirip dengan sihir... Jika di pikir kan dengan logika itu tak terdengar nyata namun ada..." Ucap ku, seraya menatap seseorang yang berjalan ke arah halaman depan.
"Kau mempunyai saudara yang sangat hebat dan kuat..." Ucap nya lagi, ku alih kan pandangan mata ku menatap mata nya yang menatap ke bawah. Di sana terdapat Hasper, Casper dan Bang Andara sedang melakukan sesuatu.
Siapa yang dia maksud? Apa dia tahu jika bang Andara Abang kandung ku di dunia modern?
"Lalu, apa kau menginginkan mereka untuk menjadi saudara mu?" Ucap ku menatap nya dengan sedikit kesal.
"Tidak... Aku hanya memuji mu karena begitu beruntung memiliki semua nya..." Ucap nya tersenyum menatap ku dengan warna mata nya yang berwarna biru terang memancar kan cahaya yang begitu pekat, mata nya begitu indah.
"Jika ku ulangi ucapan ku, aku menginginkan mereka sebagai saudara ku namun melalui kau putri..." Ucap nya tersenyum kembali.
"Tuan Devmir yang terhormat, aku akan melupakan apa yang kau ucap kan barusan. Aku permisi." Ucap ku, seraya ku langkah kan kaki ku berjalan masuk ke dalam rumah.
Apa dia menyukai ku? Memang wajar sih, tapi gak gitu juga...
Kembali ku langkah kan kaki ku berjalan ke arah tangga, dari tempat ku berjalan aku tidak melihat Neftaza dimana pun. Sepertinya ia berada di ruang pelatihan dengan Gazelle dan Esmeralda.
Ku langkah kan kaki ku menuruni tangga dengan pelan, aku berjalan ke arah kursi sofa yang tak jauh dari ku.
Aku berhenti, tatkala seseorang memanggil ku dengan suara khas yang sudah ku yakini itu adalah suara pangeran Felis Zerlander.
"Apa kau tidak ikut para tuan putri yang lain putri Ella?" Ucap nya, aku berbalik menoleh ke arah nya.
__ADS_1
"Tidak... Aku sedang malas, apa kau baru saja berlatih pangeran? Pakaian mu basah." Ucap ku sembari ku perhatikan tubuh nya yang bercucuran keringat serta ia membawa sebuah pedang di tangan kanan nya, jari jemari nya masih terlihat bergetar ketika ia mengangkat pedang nya.
"Aku dan pangeran Darren baru saja berlatih pedang putri..." Ucap nya seraya berjalan ke arah kursi tengah, ia duduk dengan meletakkan pedang nya di atas meja.
"Dimana pangeran Airen dan pangeran Crystaldy?" Ucap ku seraya ku arah kan pandangan mata ku menatap ke sekitar mencari mereka berdua.
"Mereka berada di tempat lain..." Ucap nya.
Kembali ku arah kan pandangan mata ku menatap pangeran Darren yang baru saja masuk melewati pintu yang sama dengan pangeran Felis, ia tersenyum menatap ku lalu ia pergi menaiki tangga begitu saja.
"Apa kamar nya di lantai yang sama dengan ku?" Ucap ku seraya ku arah kan pandangan mata ku ke arah pangeran Felis yang sedang mengambil segelas air minum.
"Pangeran Darren, pangeran Hasper dan pangeran Casper berada di lantai yang sama dengan mu putri..." Ucap nya, lalu ia menenggak minuman itu sampai habis.
"Ohhh... Apa yang kalian rencanakan selanjutnya?" Tanya ku saat pandangan mata ku tertuju kepada Hasper dan Casper yang terlihat dari kaca ruang depan, mereka sedang membicarakan sesuatu di luar.
"Beberapa dari kami akan pergi putri... Mungkin lusa kami pergi..." Ucap nya menatap ku, tatapan nya terlihat sedikit khawatir namun dengan cepat ia mengalihkan pandangannya dari ku.
"Apa kau membutuhkan sesuatu? Jika kau membutuhkan sesuatu katakan padaku atau Neftaza, kami akan membantu mu..." Ucap ku menatap nya. Ia mengangguk.
"Lalu bagaimana dengan tuan Fegis? Apakah ia akan ikut dengan kalian?" Ucap ku, aku hanya ingin tahu bagaimana hubungan mereka. Sebelum nya aku tak memberitahu tentang siapa bang Andara kepada mereka.
"Tuan Fegis akan pergi ke tempat yang berbeda dengan bawahan nya." Ucap nya.
"Jadi kalian akan pergi ke dua tempat yang berbeda? Apa itu tak terlalu berbahaya?" Ucap ku sedikit khawatir.
"Tenang lah putri, tuan Devmir adalah penyihir yang sangat kuat, ia akan menjaga tuan Fegis dengan baik. Sedangkan kami sudah berpengalaman, kau tak perlu mencemaskan sesuatu." Ucap nya, tatapan nya terlihat kuat saat menjelaskan hal itu.
Aku hanya terdiam, namun aku memikirkan nya kembali. Bagaimana aku bisa membantu mereka jika mereka pergi ke tempat yang berbeda? Apakah aku harus menyuruh Neftaza agar Ryu membantu mereka? Bisakah?
"Baiklah... Aku percaya kepada kemampuan kalian, ingat hubungi kami apapun yang terjadi di luar ok... Aku permisi dulu..." Ucap ku, seraya ku beranjak berdiri melangkah kan kaki ku pergi meninggalkan nya sendirian.
Ku langkah kan kaki ku menaiki tangga dengan berhati-hati seraya ku arah kan pandangan mata ku menatap ke arah balkon tempat Devmir dan aku berbicara tadi. Aku tak melihat nya lagi.
__ADS_1
Aku berjalan masuk ke dalam kamar ku seraya ku kunci pintu kamar ku dengan kuat. Aku ingin tidak ada siapapun yang menganggu ku.
"Zu, apa kau mendengar ku?"
"Aku mendengar mu my lord."
"Aku ingin meminta bantuan mu, bisakah kau membantu ku Zu?"
"Dengan senang hati my lord."
"Apa kau bisa menjaga Hasper dan Casper? Maksud ku mereka akan berencana pergi beberapa hari lagi, kau pergilah bersama dengan mereka."
"Lalu bagaimana dengan mu my lord, aku tak bisa meninggalkan mu begitu saja."
"Aku kuat Zu, lagi pula tempat ini aman untuk sementara. Bukan kah kau merasakan sihir bang Andara, bukan kah sihir nya kuat?"
"Tapi my lord, sihir ku lah yang paling kuat di sini."
"Apa kau tak ingin melakukan perintah ku?"
"Maaf my lord, aku akan menuruti perintah mu."
"Aku akan memanggil mu jika terjadi sesuatu, dan jangan lupakan, kabari aku tentang keadaan mereka setelah pergi dari rumah ini."
"Aku akan selalu mengabari mu my lord, percayalah padaku."
"Baik lah Zu... Terimakasih."
_
_
_
__ADS_1
❤️❤️❤️