TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 134


__ADS_3

"Kenapa kau sampai pingsan di sini Nefta..." Ucap ku gelisah seraya melepaskan ikatannya yang sangat sulit di lepas.


Kreeekkkk....


Aku menoleh menatap salah satu dari mereka yang berjalan ke arah kami dengan membawa sebuah kapak di tangan kanan nya.


Saat ku arahkan pandangan mata ku ke belakang laki-laki itu, aku melihat orang-orang yang tadi nya pingsan mulai terbangun satu persatu, karena lagi yang ku putar kan berhenti.


"Sialan..." Ucap Gazelle yang membuat ku menatap nya.


Dengan segera dia menembakkan peluru ke arah mata laki-laki yang berjalan menghampiri kami, tak hanya itu Gazelle juga menghidupkan lagu bayi menangis dengan cepat. Orang-orang yang mulai terbangun kembali tak sadarkan diri.


"Cepat..." Teriak Felis yang berada di depan pintu seraya membawa Hasper yang terlihat terluka parah.


Kami berdua membawa Neftaza dan Esmeralda keluar dari rumah ini menuju ke gerbang keluar.


"Kenapa kau sangat berat Nefta, please deh bangun..." Ucap ku yang menggendong nya kesusahan.


Cukup lama kami berjalan keluar dari pedesaan itu, sekarang kami berada di sebuah hutan yang cukup lebat tak jauh dari pedesaan.


"Ku harap mereka tak mengejar kita..." Ucap Gazelle yang terdengar sangat kelelahan.


Nafas ku tak beraturan, Neftaza ku sandarkan di pohon dengan tanah yang penuh dengan daun-daun kering yang berserakan. Aku mengambil nafas seraya duduk memejamkan kedua mata ku.


"Apa kau baik-baik saja?" Ungkap Gazelle.


Aku membuka mata ku menatap ke arah nya yang tak kalah lelah nya dari ku.


"Ini pertama kali aku menggendong nya dengan keadaan pingsan..." Ucap ku menatap nya.


"Bukan hanya kau, ini juga pertama kalinya aku menggendong seseorang sampai sejauh ini..." Ucap nya yang tersenyum menatap ku.


"Awww....." Aku menoleh menatap ke arah samping kiri ku, Neftaza mulai terbangun.


Seperti nya ia merasakan sakit di bagian pundak sebelah kanan.


"Apa kau terluka Nefta?" Ucap Gazelle yang bergerak menatap nya.


Neftaza hanya menatap kami berdua tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, ia memeriksa pundak nya yang seperti nya benar-benar terluka.

__ADS_1


"Sialan..." Umpat nya seraya memegang pundak nya.


"Kau lemah..." Ucap ku menatap nya kesal.


"Kami di jebak, aku tak menyadari sedari awal... Mereka benar-benar membuat kami tertipu..." Ucap nya dengan tatapan mata yang sangat menyeramkan.


"Apa maksud mu?"


"Saat kami benar-benar akan keluar dari pedesaan itu, tiba-tiba salah seorang dari mereka memukul ku dengan sebatang kayu tepat di pundak sebelah kanan ku... " Ungkap nya yang menatap kami bergantian.


"Setelah itu kau pingsan?" Ucap ku.


Dia hanya menganggukkan kepalanya.


"Setidaknya kau masih hidup..." Ucap ku lagi.


Aku menatap ke arah Esmeralda yang mulai terbangun dari pingsan nya, seraya memegang belakang kepala nya. Dia hanya sedikit berdarah di bagian belakang kepalanya. Ku tatap Gazelle yang membantu membersihkan luka Esmeralda dengan bantuan obat yang ku berikan.


Kembali ku tatap keadaan para pangeran yang sedang membangunkan mereka tiga yang pingsan di sebelah depan tempat ku berada. Aku menghampiri nya seraya membawa obat-obatan di tangan kanan ku, aku mengeluarkan kotak p3k.


"Pangeran apa kau terluka?"


"Aku baik-baik saja..." Ucap nya yang memegang kepalanya dengan kedua tangan nya seraya duduk menatap kami dengan saksama.


"Ini bukan darah kami..." Ucap nya lagi yang melihat pakaian nya yang penuh dengan darah.


"Lalu kenapa kalian pingsan?" Ucap Felis yang membuat Darren terlihat sangat marah.


"Hazel, ini salah Hazel..." Ucap nya penuh dengan kemarahan.


"Apa maksud nya?"


Tiba-tiba Hazel keluar dari kantong pakaian milik Hasper dengan tubuh nya yang terlihat seperti sehabis bangun dari tidur panjangnya.


"Maafkan aku, aku tak sengaja..." Ucap nya penuh perasaan bersalah.


"Masih untung kau mengeluarkan racun yang hanya membuat kami pingsan, jika tidak apa kita masih bisa berbicara sekarang?" Ucap Darren yang menatap Hazel dengan tatapan kesal nya.


Ternyata mereka pingsan karena tidak ke sengajaan Hazel, aku bisa melihat situasi nya. Neftaza dan Esmeralda pingsan karena serangan dari orang-orang itu, sedang kan mereka bertiga eh maksud ku mereka berempat bertarung dengan orang-orang itu ketika mereka melihat Neftaza dan Esmeralda pingsan. Namun Hazel membuat kesalahan dengan bubuk racun yang seharusnya ia lempar untuk orang-orang itu tapi malah terkena ke mereka berempat sendiri.

__ADS_1


Tunggu... Bukan kah ini aneh? Seharus nya kami mendengarkan keributan, tapi aku bahkan tak mendengar sama sekali...


"Apa yang kau pikir kan?" Ungkap Hasper yang terbangun seraya menatap ku.


"Tidak Gege..." Ucap ku membantu nya berdiri.


Ku alihkan pandangan mata ku menatap ke sekitar hutan, aku bisa merasakan ada seseorang yang mengawasi kami di salah satu tempat yang tidak bisa ku lihat.


"Kita harus segera pergi dari sini..." Ucap ku seraya membantu Hasper berdiri.


Kami kembali berjalan masuk ke dalam hutan yang penuh dengan pohon cemara, berbeda dari hutan sebelum kami masuk ke dalam pedesaan itu. Kami tidak sedang berada di dunia yang berbeda kan?


Darah bercampur keringat memenuhi tubuh Hasper sedikit membuat ku merasa mual karena bau amis yang sangat menyengat. Kamu harus menemukan sungai atau tempat yang penuh dengan air untuk membersihkan tubuh kami dari bau amis itu.


"Apa yang akan kita lakukan setelah ini? Apa kau mempunyai rencana pangeran?" Ucap ku menoleh menatap nya yang berjalan di samping kanan ku.


"Menurut mu? Kau sangat mengerti itu putri..." Ucap nya yang menoleh menatap ku dengan tatapan serius nya.


Aku baru sadar perjalanan kami saat ini sangat membuat ku mengerti, seharusnya kami berempat saja yang pergi untuk mencari sekutu namun aku juga tidak bisa meninggalkan mereka yang juga mengalami bahaya seperti kami.


Tapi apa yang akan terjadi jika ke depan nya kami akan mengalami kesulitan seperti ini, bukan berarti kami akan selalu selamat. Aku sangat menyayang kan, jumlah kami terlalu banyak untuk sebuah perjalanan yang sangat berbahaya.


"Aku mendengar air di sekitar sini..." Ucap Cristaldy yang menatap ke sekitar antusias.


"Kau benar..." Ucap Darren.


Kami berhenti sejenak untuk memastikan keberadaan air itu, aku menatap ke sekitar dengan pandangan fokus. Aku bisa mendengar suara air itu berada tak jauh dari hadapan kami.


Kami kembali berjalan melangkah kan kaki di atas rerumputan yang penuh dengan daun-daun kering yang berserakan, aku bisa merasakan tubuh ku yang terasa sedikit perih di bagian kaki kiri ku, apa yang terjadi?


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2