
"Ini makanan terlezat yang pernah aku rasakan." Gazelle
"Kami pun..!" Ungkap mereka setelah selesai makan.
"Yuhu, masih banyak makanan lain yang belum pernah kalian rasakan." Neftaza.
"Kalian juga bisa membuat nya sendiri ketika kalian pulang ke kerajaan kalian masing-masing." Ungkapku menatap ke arah mereka.
"Benarkah?" Ucap Esmeralda.
"Ya, kalian bisa membuatnya, kami akan memberikan resepnya nanti."
"Terimakasih." Ungkapnya.
"Semoga kita bisa selamat." Ungkap mereka sedikit sendu.
"Pasti kita akan selamat." Ungkap Neftaza menyemangati mereka.
"Apa kalian tidak merasa kan jika bahasa kami sedikit berbeda dengan kalian?" Ungkapku lagi.
"Kami merasakannya, tapi kami bisa mengerti sedikit tentang cara kalian berbicara atau bahasa kalian. Kami sudah mulai terbiasa dengan itu."
"Haha,,, syukurlah." Ungkap Neftaza tersenyum ke arah mereka.
Sekarang kami merasakan kenyamanan saat berbicara dengan mereka. Ya, mungkin lain kali kami akan saling bertukar rahasia sebelum kami pergi.
Ku arahkan pandangan mataku ke kanan gua, terlihat pangeran Felis dan pangeran Airen sedang duduk di depan perapian, kemudian ku arahkan mataku ke ujung gua pangeran Darren terlihat murung di sudut gua dengan pandangan matanya terarah ke perapian.
Ku alihkan lagi pandangan mataku ke arah sisi kiri gua, tampak pangeran Hasper sedang duduk di atas batu besar dengan memperhatikan pedangnya. Sedangkan di bebatuan lain terlihat pangeran Cristaldy dan pangeran Casper sedang mengobrol sesuatu.
"Apa kalian tidak bisa melepaskan cadar yang kalian gunakan itu?" Tanya Gazelle.
"Apa kalian tidak jijik melihat wajah kami yang buruk rupa?" Ungkapku mengetes ke arah mereka.
"Haha,,, kami tidak seburuk itu untuk menilai orang lain." Sekarang giliran Esmeralda yang berbicara.
"Kalian bisa mempercayakan semua hal kepada kami, aku melihat kalian kesusahan untuk makan jika tetap menggunakan cadar." Ungkap Gazelle.
Ku arahkan pandangan mata ku ke Neftaza, ia kemudian mengangguk.
"Jangan terkejut..!" Ungkap Neftaza sebelum membuka cadarnya.
Kami membuka cadar secara bersamaan dan...
Mereka terkejut dengan wajah kami setelah melihat wajah kami yang tidak tertutup cadar.
__ADS_1
"Kyaaak..!" Ucap Gazelle terkejut membuat para pangeran menghampiri kami.
"Apa yang terjadi?" Tanya pangeran Felis kebarah Gazelle.
"Mereka..!" Ungkapnya seraya menunjuk ke arah kami berdua. Membuat para pangeran terkejut juga.
"Ka... Kalian putri Angela dan Neftaza kan? Kalian begitu cantik..!" Ungkap Esmeralda jujur.
Kami berdua hanya bertingkah biasa melihat reaksi mereka semua, karena pada dunia kami sudah biasa melihat para laki-laki terpesona dengan kecantikan kami. Wkwk... sombong banget aku dah ah.. hehe.
Tak sengaja ku melihat pangeran Darren memperhatikan ku, ia seperti terpesona dengan kecantikan ku. Bukan hanya dia tapi semua pangeran itu memperhatikan kami , seakan-akan ini baru pertama kalinya mereka melihat kecantikan yang luar biasa bersinar. Wkwk..
"Kenapa kalian membuka cadar kalian?" Tanya pangeran Hasper dingin.
"Jangan marah Gege...!" Ungkap Neftaza seraya mendekati pangeran Hasper manja.
"Kami akan memakai cadar lagi setelah kita keluar dari hutan ini, jika kami ingat haha.." Canda Neftaza mendapat tatapan tajam dari kedua pangeran. Siapa lagi kalau bukan pangeran Hasper dan pangeran Casper.
"Lihatlah mata pangeran itu, kalian seperti hewan yang akan di terkam oleh mereka." Ungkap pangeran Casper menatap tajam ke arah pangeran lain.
"Haha,,, kami sudah biasa Gege..!" Ungkapku tersenyum ke arah mereka.
Padahal di dalam gua ini hanya ada cahaya api, tapi mereka bisa melihat wajah kami secara jelas.
"Terimakasih." Ucap kami tersenyum.
"Kalian para putri tidurlah, kami para laki-laki akan berjaga." Ungkap Pangeran Cristaldy seraya berjalan ke arah perapian.
Kami bersiap-siap untuk tidur. Semoga malam ini kami bisa istirahat dengan tenang.
Darren pov*
Aku merasa putus asa berada di alam kekuasaan makhluk yang tak pernah ku pikirkan sama sekali. Kami terus berjuang untuk bisa keluar dari hutan ini. Entahlah.. Aku merasa sangat putus asa.
Aku berjalan menuju sudut gua, aku terduduk lesu seraya mataku menatap ke arah perapian. Aku ingin segera keluar dari hutan ini, hanya itu yang selalu terpikirkan di kepalaku. Aku terus merenung memikirkan nasib yang akan kami semua terima.
Aku terkejut dengan suara teriakan putri Gazelle, aku melangkah kan kaki ku ke asal suara putri Gazelle begitupun dengan pangeran yang lain. Aku hanya takut terjadi sesuatu dengan mereka sehingga kami bergegas menghampiri.
Aku menghampiri nya dan aku lebih terkejut dengan hal yang membuat putri Gazelle berteriak.
DEG...
Perasaan apa ini..?
Aku jatuh cinta? Haha gak mungkin. Tapi aku merasakan getaran di hatiku, deg degan. Aku menatap ke arah Angela, dia sangat cantik. Saat dia memakai cadar aku sama sekali tidak perduli dengannya. Namun, sekarang aku jatuh cinta pada pandangan pertama?
__ADS_1
Bukankah ini gila? Serius. Aku merasakan perasaan ini pertama kalinya. Aku pria berhati dingin namun kalah dengan pesona seorang putri dari kerajaan Rosewaltz. Aku seperti menemukan sesuatu yang sangat berharga.
Hati ku benar-benar berdebar melihat nya. Aku tak bisa mengalihkan pandangan mataku darinya. Aku memang benar-benar sedang jatuh cinta.
Tiba-tiba terdengar suara pangeran Hasper berbicara. Hah.. Dia sangat mengganggu ekspetasi ku. Aku terpaksa melangkah kan kakiku ke tempat perapian. Aku akan mendapatkan nya apapun yang terjadi.
Off*
------------
Udara pagi menusuk kulitku, aku terduduk seraya memaksakan mataku untuk terbuka.
Sangat dingin. Ku arahkan pandangan ku ke sekeliling, aku tidak menemukan pangeran Hasper dan pangeran Airen di tempat tidurnya.
Aku beranjak berdiri, membersihkan tempat tidurku sebelum pergi mencari mereka. Aku melangkahkan kakiku dengan pelan agar tidak mengganggu yang lain. Aku mencari mereka.
Aku keluar dari gua, ternyata matahari sudah terbit. Aku melihat ke arah jam ku menunjukkan pukul tujuh pagi. Aku merasa bahwa kami sedang piknik bukan hanya sekedar untuk bertahan. Bukankah ini terlalu santai untuk kami lalui? Para readers pasti merasa gitu kan? Haha... Mungkin kami sedikit beruntung.
Aku melihat pangeran Airen sedang duduk di atas bebatuan besar dekat pohon tidak jauh dari gua tempat kami istirahat. Aku menghampiri nya.
"Pangeran.."
Ia menoleh ke arahku seraya tersenyum.
"Kau terlihat nyaman duduk di batu ini" Ungkapku seraya duduk di dekatnya.
"Aku hanya menikmati udara pagi, putri." Ungkapnya menunduk seraya kedua kakinya di goyang-goyang kan.
"Aku lebih suka kau memanggilku dengan sebutan namaku.."
"Baiklah Angela, kau juga bisa memanggil ku dengan nama yang kau suka."
Aku hanya mengangguk, aku sedikit risih dengan sebutan putri itu terlalu formal. Lagipula umurnya Airen sebaya pangeran Casper.
"Kau tahu? kau sangat cantik.." ungkapnya tersenyum seraya melihat ke arahku.
"Perempuan memang selalu cantik bukan?"
"Hahaha...." Kami berdua tertawa dengan riang.
Aku merasa nyaman dengan pangeran Airen. Dia laki-laki yang tidak banyak bicara, bukankah dia tipeku? Mungkin aku akan menyukai nya nanti.
Jangan lupa like, vote dan komen yah...
❤️❤️❤️
__ADS_1