TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 176


__ADS_3

"Lalu putri, bagaimana dengan mu?" Ucap Esmeralda, aku mengabaikan nya. Seraya ku langkah kan kaki ku berjalan ke arah pangeran Crystaldy yang sudah menunggangi kuda nya.


Ku gerak kan tangan kanan ku ke atas, aku menunggu tarikan dari pangeran Crystaldy namun ia hanya terdiam.


"Apa aku harus berjalan kaki pangeran?" Ucap ku, ia lagi-lagi hanya terdiam. Telinga nya memerah, aku tahu kenapa ia tak merespon ku.


"Astaga pangeran, apa kau malu kepada ku?" Teriak ku, aku menggoda nya. Ia memalingkan wajah nya dari ku.


"Lihat lah tangan ku, apa kau tak kasihan kepada ku?" Ucap ku memelas.


"Gege, apa kau akan membiarkan putri Neftaza menunggu mu seperti itu?" Teriak Esmeralda yang berada di arah belakang ku.


"Ku rasa kau tak akan menemukan perempuan pujaan hati mu jika sikap mu seperti itu Gege..." Teriak Esmeralda lagi.


"Lihat lah, adik mu berpihak pada ku bukan?" Ucap ku mengejek. Ku langkah kan kaki ku berjalan mendahului mereka, aku memutuskan untuk tak menerima ajakan apapun dari mereka.


"Haishhh... Kalau gak ada kesatria Alert itu, gue udah munculin sepeda gunung..." Gumam ku kesal, aku berjalan terus menerus.


"Lihat lah Gege... Kau laki-laki brengsek..." Teriak Esmeralda yang masih terdengar oleh ku. Aku mendengar suara langkah kaki kuda mendekat ke arah ku.


"Putri, maafkan Gege ku..." Ucap nya, ia masih menunggangi kuda nya dengan pelan.


"Ogah banget gue maafin laki-laki kayak gitu, kalau Andira tau udah ngakak gak karuan dia nya mah... Malu gue..." Jawab ku sinis, aku hanya terus berjalan dengan kesal.


__________


"Capek banget, sial..." Aku duduk bersandar di sebuah batu yang berada di sekitar air terjun itu, tatapan ku menatap ke arah kesatria Alert yang berjalan menghampiri ku.


"Maafkan aku putri..." Ucap nya, seraya ia menundukkan tubuh nya.


"Kesatria Alert, lebih baik kau segera mandi. Aku sudah menyiapkan pakaian untuk mu..." Ucap ku seraya menyerahkan satu set pakaian kepada nya. Ia menerima nya, namun tatapan nya sedikit tertegun.


"Gak usah banyak tanya, cepat mandi..." Teriak ku, ia mengangguk. Kemudian ia berjalan ke arah air terjun itu dengan pakaian yang ia bawa ia letakkan di atas sebuah batu besar yang berada di sekitar nya.


"Nefta..." Teriak Hazel yang tiba-tiba muncul di hadapan ku, aku hanya menatap nya.


"Apa kau tak sadar Jika, kesatria yang kau panggil Alert itu mencurigakan?" Ucap nya berkacak pinggang.


"Huhhh... Biarlah, urus nanti... Gue capek..."


"Terserah deh..." Jawab nya kesal.

__ADS_1


Setelah cukup lama aku menunggu, tampak pangeran Crystaldy berjalan ke arah ku dengan aura yang cukup membuat ku menatap nya lama. Ia menatap ku penuh arti.


Ia berdiri tepat di hadapan ku dengan salah satu tangan nya bergerak menuju ke arah ku.


"Aku bisa sendiri..." Jawab ku ketus, seraya ku arah kan pandangan mata ku menatap nya lekat.


"Maafkan aku putri..." Ungkap nya seraya sedikit menunduk kan tubuh nya, ia menghormati ku dengan tulus.


"No problem..." Balas ku, aku berjalan meninggalkan nya ketika pandangan mata ku tak sengaja melihat sebuah rumah yang tak berada jauh dari keberadaan kami.


"Putri..." Panggil pangeran Crystaldy. Aku berhenti seraya ku gerakkan tubuh ku, aku menoleh ke arah nya.


"Aku memaafkan mu, sekali lagi jangan ganggu aku ok..." Ucap ku.


Kembali ku langkah kan kaki ku berjalan ke arah rumah itu dengan sebuah pistol sudah tergenggam manis di tangan kanan ku.


Aku berjalan dengan berhati-hati ketika pandangan mata ku melihat beberapa burung merpati mati di depan rumah itu. Aku terus mendekati rumah itu, namun sebuah teriakan menghentikan ku.


Aku menoleh ke asal suara itu, tepat suara itu berasal dimana Esmeralda berdiri dengan beberapa orang menyergap di belakang nya. Tampak pangeran Crystaldy di kepung oleh beberapa orang yang lain. Mereka adalah prajurit yang mengejar kami kemarin.


"Sialan... Ini jebakan."


Dorr...


Peluru itu menembus punggung salah satu prajurit yang sedang menghentikan pergerakan Esmeralda yang memberontak.


Dorr... Dorr.. Dorr...


Aku terus menembakkan peluru ke arah mereka, namun detik berikut nya sebuah bayangan gelap keluar dari tubuh prajurit itu.


Peluru ku habis, aku meraih sebuah pedang yang tergeletak di dekat prajurit yang sudah terbunuh terkena tebasan pangeran Crystaldy.


"Yakkk...." Teriak ku sembari bertarung dengan beberapa prajurit yang lain.


"Putri, awas di belakang mu..." Teriak Esmeralda, aku menoleh ke belakang dan melihat salah satu prajurit ingin menebas ku. Namun tiba-tiba tampak tusukan pedang tembus di jantung nya.


"Terimakasih pangeran..." Ucap ku tersenyum, dan melanjutkan latihan ku. Yups, anggap saja ini latihan.


Setelah beberapa menit bertarung, akhirnya suasana kembali tenang. Aku duduk menatap cipratan darah yang berada di tubuh ku.


"Dasar pengganggu..."

__ADS_1


Ucap ku seraya berjalan ke arah air terjun untuk membasuh tubuh ku yang tercium sangat amis dan kotor, begitupun mereka.


"Apa kau tak kehilangan sesuatu?" Ucap seseorang yang berada di dekat ku, aku menatap nya.


"Kesatria Alert?" Tanya ku.


Hazel mengangguk.


"Lalu, kau darimana saja baru kelihatan sekarang?" Ucap ku ketus, ia duduk di atas sebuah batu, ia duduk dengan manis.


"Aku tak ingin mengotori tubuh ku." Balas nya.


"Ternyata, kau menyelamatkan orang yang ingin membunuh mu." Sambung nya lagi.


"Benarkah?" Tukas ku mendekat ke arah nya.


"Ternyata kau tak sebodoh yang ku pikirkan." Sambung ku, aku berjalan keluar dari air dan berjalan ke arah kuda ku yang berada di salah satu pohon yang cukup jauh dari tempat pertarungan tadi.


"Kau dari mana kesatria Alert?" Ucap ku, saat melihat nya berjalan dari balik semak-semak.


"Maafkan aku putri, aku baru saja pergi mencari makanan untuk kita..." Ucap nya, seraya menodongkan beberapa buah di sebuah kain di hadapan ku.


"Kau pergi tanpa permisi..." Balas ku acuh, aku mengabaikan nya.


Tampak ia berjalan mendekati pangeran Crystaldy dan Esmeralda yang sedang duduk di bawah pohon.


Ia menjatuh kan buah yang ia bawa ketika ia tak sengaja melihat mayat-mayat tergeletak tak bernyawa di hadapan nya.


"Maaf kan aku putri, tak seharus nya aku meninggalkan kalian tadi..." Ucap nya, ia duduk bersujud dengan suara yang terdengar berasalah. Pangeran Crystaldy menatap ke arah ku dengan diam.


"Lain kali pergilah tanpa kembali." Jawab ku ketus.


"Kali ini aku maafkan..." Sambung Esmeralda dengan tegas.


_


_


_


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2