TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 171


__ADS_3

Dua jam sudah kami melakukan perjalanan tanpa henti, sampai saat ini pun kami tak menemukan jejak apapun.


"Lebih baik kita beristirahat putri..." Ucap pangeran Darren yang sudah berhenti di depan ku.


Ku arah kan pandangan mata ku menatap ke arah Gazelle yang sedang menunggu jawaban ku. Pada akhir nya aku melihat mereka berdua bergantian.


"Baik lah... Kita akan beristirahat di sini..." Ucap ku seraya turun dari kuda ku, ku ikat kuda ku di batang pohon yang cukup besar tak jauh dari ku.


Aku berjalan ke arah sebuah pohon besar yang berada di kanan kiri ku, dengan putri Gazelle dan pangeran Darren mengikuti ku di belakang.


Aku mengeluarkan tiga buah tenda berukuran sedang untuk tempat kami beristirahat pagi ini.


Aku masuk ke dalam tenda yang berada di paling kanan dari tenda yang lain. Setelah nya ku baring kan tubuh ku dengan cepat.


Saat ingin ku pejam kan kedua mata ku, aku menatap seseorang sedang membuat perapian di luar tenda. Aku melihat pangeran Darren membawa beberapa kayu untuk membuat perapian yang agak lebih besar dari sebelum nya.


Kemudian tampak lah ia kembali melangkah kan kaki nya masuk ke dalam tenda yang berada di ujung paling kiri.


Yah, bayangan nya terlihat sangat bagus dan gagah.


"Zu... Apa kau mendengar ku?"


"My lord..."


Aku sangat terkejut ketika Zu sudah bisa berkomunikasi dengan ku, aku langsung duduk dengan cepat.


"Apa yang terjadi dengan mu? Kenapa kau baru bisa di hubungi sekarang?"


"Maaf my lord, sesuatu terjadi. Aku tak bisa menjawab mu karena aku tak bisa menjawab mu."


"Apa yang terjadi? Bagaimana keadaan kalian?"


"Untuk sekarang kami baik-baik saja my lord..."


"Syukur lah..."


"Kenapa aku tak merasakan sihir pelindung di sekitar mu my lord?"


"Kami sedang berada di luar, kami menyusul kalian Zu."


"Jangan my lord, keadaan sangat genting sekarang, kalian harus kembali masuk ke dalam mansion itu. Ku mohon, percayalah kepada ku..."


"Apa yang terjadi? Kami sudah terlalu jauh dari mansion..."


"Sekarang kalian harus benar-benar bersembunyi my lord. Pergilah ke sebuah gua yang berada di air terjun my lord, pergilah sekarang."

__ADS_1


"Baik lah kami akan mencari nya..."


"Berhati-hatilah my lord... Jangan gunakan pencahayaan apapun."


Aku langsung beranjak berdiri keluar dari tenda ku, aku menatap kedua tenda yang sudah tertutup tanpa terlihat aktivitas apapun.


Ku matikan perapian yang masih menyala dengan cepat, setelah nya aku membangun kan putri Gazelle dan pangeran Darren.


"Putri, pangeran cepat lah bangun..." Teriak ku...


Kemudian tampak lah mereka berdua keluar dengan tergesa-gesa...


"Ada apa putri?" Ucap Gazelle panik.


Tanpa menjawab nya aku sudah memasukkan tenda kami bertiga kembali ke dalam ruang dimensi ku.


"Kita harus mencari air terjun..." Ucap ku seraya berjalan ke arah kuda ku dengan cepat.


Kemudian mereka berdua mengikuti ku tanpa menanyakan hal yang lebih lanjut.


Ku tunggangi kuda ku seraya ku arah kan pandangan mata ku menatap putri Gazelle yang ingin menyalakan senter nya.


"Jangan gunakan pencahayaan apapun putri..." Ucap ku mencegah nya.


"Pangeran, kami percaya pada mu..." Ucap ku menatap pangeran Darren yang masih terlihat dari celah-celah sinar rembulan.


"Baiklah... Ikuti jalan yang ku ambil putri... Dan berhati-hatilah..." Ucap pangeran Darren seraya mulai menarik tali kekang kuda dengan sedikit kencang.


Kami berdua mengikuti pangeran Darren perlahan, dengan putri Gazelle berada di tengah-tengah kami.


Setelah lima belas menit kami melakukan perjalanan di kegelapan, tiba-tiba pangeran Darren menghentikan kami.


"Berhenti..." Ucap nya, seraya ia turun dari kuda nya.


Ia menyuruh kami untuk turun mengikuti nya, setelah kaki ku sudah menapak kan di atas tanah. Pangeran Darren menarik tangan kanan ku dengan Gazelle tiba-tiba memegang tangan kiri ku dengan erat.


"Ada apa pangeran?" Ucap ku pelan seraya berlari mengikuti nya dengan hati-hati.


"Aku melihat sekumpulan makhluk aneh mendekat ke arah kita, kita tak bisa membawa kuda kita dengan kondisi tak bisa melihat putri." Ucap nya berlari tanpa henti.


Kami bertiga tetap berlari dengan berhati-hati, namun ada dimana tak sengaja salah satu dari kami menginjak kumpulan ranting kering yang membuat kami semakin ketakutan.


Keringat dingin mulai bercucuran di tubuh kami ketika sesuatu bergerak ke arah kami dengan cepat, aku sama sekali tak bisa melihat begitu pun Gazelle. Hanya pangeran Darren yang tahu makhluk seperti apa yang bergerak ke arah kami.


"Terus lah berlari..." Ucap pangeran Darren dengan suara yang terdengar ngos-ngosan.

__ADS_1


Sesekali aku menoleh ke arah Gazelle yang tak mengeluarkan suara sedikit pun, ia terlihat sangat panik. Aku bisa merasakan tangan nya bergetar dengan kuat, bahkan ia berkeringat seperti ku.


"Berhenti..." Ucap pangeran Darren, saat kami bertiga sampai di depan pohon yang sangat besar. Kami bersembunyi di belakang pohon itu dengan waspada.


"Berlari lah ke arah kanan tubuh mu my lord, aku bisa merasakan sihir perlindungan di gua itu tak jauh dari mu."


"Tapi, makhluk apa yang mengejar kami Zu? Aku tak bisa melihat nya sama sekali."


"Itu adalah salah satu makhluk yang kalian temui di alam naga kaisar Bleferald my lord. Pendengaran mereka sangat tajam, lebih baik kalian segera berlari ke arah air terjun tersebut."


"Baik lah Zu..."


Aku menatap mereka berdua dengan bantuan sinar rembulan, seraya ku pegang tangan Gazelle dengan erat.


"Kita harus mencari air terjun..." Ucap ku sedikit tergesa-gesa.


"Kita harus berlari ke arah kanan..." Ucap ku lagi.


Detik kemudian pangeran Darren menarik ku, ia menuntun kami dengan cepat. Kami kembali berlari mendekati ke arah suara air terjun yang sudah terdengar di telinga kami.


Ketika kami sudah mulai mendekat ke arah air terjun itu, aku tidak merasakan tangan Gazelle memegang tangan ku.


Aku berhenti, tatkala mendengar suara Gazelle yang merintih kesakitan.


"Awww..." Teriak nya, aku tak bisa melihat apapun. Namun dengan tiba-tiba pangeran Darren melepaskan tangan ku dan menghampiri Gazelle yang seperti nya terjatuh karena tersandung sesuatu.


"Apa yang terjadi?" Ucap ku masih berdiri di tempat ku.


"Aku tersandung putri... Kaki ku terkilir..." Ucap nya merintih kesakitan.


"Aku akan membantu mu putri..." Ucap pangeran Darren, seperti nya ia membantu Gazelle berdiri.


"Sekarang terus lah berlari..." Ucap nya mendekat ke arah ku.


Aku membantu memegangi Gazelle, dengan pangeran Darren masih setia membantu Gazelle di sebelah kanan tubuh Gazelle.


Kami tak bisa berlari dengan maksimal karena keadaan Gazelle. Dari kejauhan aku bisa mendengar suara berisik yang berlari ke arah kami. Kami bertiga sangat ketakutan karena kami belum sampai di air terjun yang di maksud Zu.


_


_


_


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2