TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 29


__ADS_3

"Haish,,, " Keluh Neftaza lagi.


"Apa kau pangeran Felis Zerlander yang terkenal dengan ketampanan nya itu?" tanya Neftaza ke arah pangeran Felis.


Menoleh nya ia ke arah Neftaza.


"Benar, Felis Zerlander. Putra Mahkota kerajaan Switzerland, putri Neftaza Zenquille!" tukasnya menjawab seraya tersenyum.


Terlihat dari raut wajah, seperti nya pangeran Felis Zerlander menyukai Neftaza.


"Ya kau sedikit tampan pangeran." Ucap Neftaza acuh.


Mendengar jawaban Neftaza, Pangeran Felis beserta pangeran Arien dan putri Gazelle sangat terkejut.


'Dasar cewek barbar.' Bisikku di telinga nya. Ia hanya cengengesan tanpa menjawab ku.


"Kau.. Apakah itu caramu berbicara dengan yang lebih tua darimu?" ungkap pangeran Arien menatap Neftaza.


"Haha santai dong pangeran..!" jawabnya santai seperti di pantai.


Mereka semakin kesal dan akan selalu kesal dengan sikap kami.


"Aku hanya bercanda, maafkan putri ini.!" ucap Neftaza tersenyum lembut.


Lagi-lagi mereka di buat terkejut oleh sikap Neftaza. Ku arahkan pandangan mataku ke arah Hasper dan Casper, tampak Hasper tengah santai meminum teh melihat kecanggungan ini. sedangkan Casper hanya sibuk dengan pikirannya. Apa aku harus memecahkan keheningan ini? Akan ku coba.


"Putri Gazelle, senjata apa yang kau gunakan untuk berburu besok?" ucapku menatap ke arahnya.


"Saya akan menggunakan panah putri." Jawabnya tersenyum.


"Panah?" tanyaku lagi.


"Dari kecil saya sudah belajar memanah, dan sedikit bisa bela diri putri." Ucapnya tersenyum kembali.


"Berarti kau cukup hebat putri Gazelle Zerlander.!" Ungkap Angela memuji Gazelle.


"Hanya sedikit putri, bagaimana dengan kalian putri Angela dan Neftaza?" Ungkapnya tersenyum. Ah, dia memang banyak tersenyum.


"Kami akan menggunakan panah, seperti anda putri." Ungkapku ke menatap ke arahnya.


"Apa kaisar benar-benar hanya mengundang pangeran dan putri kerajaan besar saja?" Tanyaku ke arah mereka.


"Sepertinya ia putri," jawab pangeran Felis menatap ke arahku.


"Jika ku tebak, perburuan besok pasti terdiri dari beberapa team." seru Neftaza kepada kami.


" Hemm.. mungkin kita akan menjadi satu team." Tukas pangeran Casper dingin seraya memakan cemilan yang di sediakan oleh pelayan.


"Ku harap kita bisa bekerja sama." Ungkap pangeran Felis.


Bangkit aku dari tempat duduk untuk kembali ke kamar karena aku sudah sangat mengantuk.


"Aku permisi." ungkapku melihat ke arah mereka.

__ADS_1


Brukk...!!!


Ujung kaki ku menabrak sesuatu, aku terjatuh. Aku sangat terkejut. Padahal aku berjalan dengan hati-hati, dan di depanku tidak ada benda apapun. Ah mungkin karena aku merasa lelah.


"Astaga El,,," teriak Neftaza.


"Aku hanya tersandung." Ungkapku seraya berdiri menatap mereka yang juga berdiri karena suara terjatuh yang ku sebabkan.


"Hati-hati putri." tukas putri Gazelle dengan wajah sedikit khawatir.


"Aku akan masuk." Ungkapku membuka pintu kamar.


Aku langsung ambruk di atas ranjang. Haishh.. Hari yang melelahkan. Aku memejamkan mata mengingat kejadian yang ku alami hari ini. Aku mencoba berkomunikasi dengan Zu tapi tetap tidak ada sahutan darinya. Aku mengingat Hazel. Aku melihatnya di ranjang Neftaza, ia masih tertidur.


Aku menghampiri nya.


"Hazel.." Panggilku.


Ia masih belum terbangun, aku kembali ke ranjang ku. Tapi saat aku beranjak berdiri, aku mendengar suara erangan.


"Argh.." Ucapnya seraya tangannya memegang kepalanya yang terasa pusing itu.


Aku menghampiri nya kembali.


"Kau baik-baik saja?"


"Aku seperti terkurung di suatu tempat yang membuat ku terjebak." ucapnya takut.


"Sebentar, aku akan memanggil Neftaza." Aku beranjak pergi.


Masih terdapat pangeran Felis dan pangeran Arien, mungkin Gazelle sudah pergi ke kamarnya.


"Kami permisi." ungkap pangeran Hasper.


Mereka berdua hanya mengangguk.


Beranjak mereka dari tempat duduknya berjalan ke arahku.


"Ada apa?" Tanya pangeran Casper.


"Hazel sudah terbangun." ungkapku kepada mereka.


"Hazel, apa kau baik-baik saja?" tanya Neftaza setelah masuk ke dalam kamar.


"Aku terjebak di sebuah tempat Nefta, tempat itu memiliki sihir hitam yang sangat kuat." Ungkap Hazel takut sampai menggigil, terlihat keringat keluar dari dahinya.


"Maksudmu?"


"Aku terjebak di sebuah tempat yang membuat ku tidak bisa terbangun dari tidurku, namun aku bisa kembali tapi aku tidak tau kenapa aku bisa kembali walau dalam keadaan lemah seperti ini." Ucapnya meneteskan air mata.


"Jangan menangis, kau baik-baik saja." tukas pangeran Hasper menatap ke arahnya.


"Kau istirahat lah Hazel." Ucapku menatap ke arahnya.

__ADS_1


Hazel hanya mengangguk, ia terbaring lemah di tempat tidur.


Ku alihkan pandangan ku ke belakang, pangeran Hasper dan pangeran Casper mulai melangkah kan kakinya menuju pintu. Mereka kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Aku melangkah kan kakiku menuju tempat tidur. Brukk...Kami tertidur karena kelelahan.


--------


Aku baru saja tersadar dan aku terkejut. Aku berada dimana sekarang? Padahal beberapa saat yang lalu aku sedang tidur di kamar, tapi sekarang aku berada di tengah hutan. Apa ini mimpi ku?


Aku berjalan tanpa arah, mengikuti jalan setapak yang ada di depanku, entah ada dimana aku sekarang, tapi yang jelas aku mulai takut. Aku melihat sekeliling tampak pohon besar menjulang tinggi dengan kabut lumayan tebal mengelilingi hutan ini.


Aku berjalan terus mengikuti jalan setapak yang aku sendiri tidak tau akan pergi kemana.


Awalnya gelap, tapi tiba-tiba cahaya datang menyilaukan mataku. Ada apa sekarang? Namun tiba-tiba ada yang memanggil ku.


"My Lord."


"Zu, kau dimana?"


"Maaf My Lord, aku hanya bisa memanggil mu dari alam bawah sadar mu."


"Apa yang terjadi?" tanyaku khawatir.


"Aku merasakan sihir hitam yang sangat kuat di kekaisaran ini, aku juga merasakan adanya naga lain My Lord." ungkapnya.


"Jadi kita tidak bisa berkomunikasi?"


"*Mereka mengetahui jika ada di antara pangeran atau putri kerajaan yang mereka undang memiliki naga, maka dari itu aku dan Ryu tidak bisa berkomunikasi dengan kalian. Itu akan membahayakan kalian.."


"Hati-hati My Lord, mereka memiliki sihir yang sangat kuat. Bukan kah Hazel sulit terbangun dari tidurnya? Itu karena sihir hitam yang mengurungnya di sebuah tempat. Aku yang menolong nya, namun itu sangat sulit karena mereka memiliki sihir hitam yang sangat bertentangan dengan aura dunia ini*." Ungkapnya lagi.


"Apakah kami harus pulang dari kekaisaran ini Zu?"


"Terlambat My Lord,,, kalian sudah tidak bisa kembali."


"Maksudmu apa Zu?"


"Kalian akan berburu besok bukan? Itu adalah masalah terbesar untuk kalian."


Aku hanya terdiam tidak mengerti apa yang harus aku lakukan.


"Kalian akan celaka jika tidak berhati-hati, karena kaisar ingin membunuh kalian. Mereka akan bilang ke kerajaan lain bahwa kalian mati karena di makan binatang buas saat sedang berburu."


"Binatang buas?"


"Naga My Lord, kalian akan berada di alam yang berbeda, bukan lagi hutan yang kalian lihat dari luar, melainkan alam yang di kuasai oleh makhluk-makhluk iblis salah satunya naga."


Aku sangat terkejut dengan apa yang di ungkapkan Zu. Kami harus gimana? Pulang? Tidak mungkin, jika kami pulang keluarga kekaisaran akan menghancurkan kerajaan Rosewaltz karena dengan alasan kami tidak menghormati acara ulang tahun putra mahkota. Ini sangat menyiksa ku.


Tunggu kelanjutannya ya guys.


Jangan lupa like, vote dan komen yah...

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2