TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 104


__ADS_3

"Tunggu..."


Ungkap nya yang menyadari sesuatu.


"Pohon yang paling besar dari pohon yang lain? Fiks itu petunjuk..." Ungkap nya yang beranjak berjalan ke arah pohon itu tanpa menghiraukan ku.


Dasar sahabat laknat.


Ku langkahkan kaki ku mengikut Neftaza dari belakang, kami berhenti di depan pohon yang terlihat normal pada umum nya namun pada kenyataan nya sekarang, pohon itu adalah sebuah petunjuk untuk kami menemukan Hasper dan Casper yang hilang.


Aku dan Neftaza mengelilingi pohon di arah yang berbeda karena pohon nya sangat besar, bahkan jika kami memeluk pohon ini tangan kami tidak akan bisa bersentuhan. Kurang lebih kita memerlukan empat orang untuk bisa menyentuh tangan masing-masing.


Ku fokus kan pandangan mata ku menatap setiap sisi pohon yang berdiri kokoh di hadapan ku, sesekali aku memanjat dengan sedikit kesusahan namun aku tidak menemukan apapun di atas.


Aku kembali turun memfokuskan diri ku untuk mencari sesuatu di celah-celah akar yang tumbuh keluar dengan ukuran yang sangat besar.


Namun aku sama sekali tak menemukan apa pun. Aku terduduk beristirahat seraya memperhatikan Neftaza yang juga beristirahat bersandar di pohon.


Aku meluruskan kaki ku di atas akar pohon yang ku gunakan sebagai tempat penyangga kedua kaki ku yang sangat kelelahan berjalan terus-menerus tanpa mendapatkan hasil apapun.


"Tadi gue liat cahaya sekilas dari pohon ini..." Ucap ku menatap Neftaza yang memejamkan mata nya. Tampak di dahinya keringat bercucuran keluar dengan sedikit membasahi pipi nya, sesekali ia mengelapnya dengan jubah yang ia kenakan.


Ia membuka matanya menatap ku lekat.


"Kita udah satu jam muter-muterin pohon ini nyari petunjuk tapi gak ketemu apapun." Ungkap nya kesal.


Kami berdua hanya perlu beristirahat sebentar untuk menjernihkan pikiran kami, aku memejamkan mata ku seraya merilekskan tubuh ku. Aku mendengar suara hembusan nafas Neftaza yang terdengar sangat keras karena berada di tempat yang sangat sepi bahkan jangkrik pun tidak ada di sini.


Tanpa tersadar aku tertidur karena kelelahan. Aku tidak bisa mendengar apapun selain angin yang membuat ku semakin nyenyak tertidur. Bahkan aku tidak bisa memikirkan apapun selain terlelap.


______


Aku terbangun karena merasakan tubuh ku berada di tempat yang tidak nyaman seperti berada di tumpukan kayu yang tidak rata. Aku membuka mata ku menatap keadaan sekitar yang membuat ku sangat terkejut.


Karena menatap Hasper dan Casper yang tergantung tak sadarkan diri di ikat dengan tubuh yang terbalik (Kepala di bawah sedangkan kaki di atas) dengan kedua tangannya yang di ikat menggunakan tali yang sangat kuat.


Mereka berdua di ikat di tali yang di sangga dua buah kayu tepat di atas sebuah kuali besar yang mulai mendidih.

__ADS_1


Mereka mau di masak? Astaga, mereka mau di rebus.


Aku terkejut menatap ke sekitar, tempat ini terlihat sangat luas dan besar bahkan peralatan makan, alat masak dan semua hal yang berada di sini sangat lah besar.


Tak hanya itu, di bawah ku terdapat tumpukan tulang binatang dan beberapa tengkorak manusia yang menumpuk berantakan.


Aku menatap diriku yang berada di kurungan, seperti sangkar burung yang setiap sisi nya terbuat dari kayu yang di ikat menjadi satu menggunakan tali yang sangat besar dan kuat, menggantung di atap.


Ini bukan mimpi kan?


Aku menatap Neftaza yang masih tidur di kurungan sebelah ku, bahkan tak hanya Neftaza aku bisa melihat sekumpulan binatang seperti kambing, kerbau dan binatang lain terkurung di sebelah kurungan Neftaza.


"Hust... Hust... Hust... Nef bangun..." Ungkap ku pelan membangunkan nya yang masih terlelap.


Berkali-kali aku memanggilnya, namun ia tidak mendengar sama sekali.


Sebenarnya dia pingsan apa tidur sih? kebo bener, padahal kebo di sampingnya gak tidur.


Aku mencari sesuatu untuk membangunkannya, namun aku tidak bisa menemukan apapun.


Aku membuka tali yang menutup pintu kurungan dengan sedikit kesulitan karena tali nya sangat tebal dan alot.


Tak beberapa lama, aku berhasil membuka pintu kurungan dan bersiap-siap untuk keluar.


"Astaga tinggi banget, aku gak berani lompat..."


Ungkap ku sedikit gemetaran karena melihat tingginya lantai dengan tempat ku di kurung, aku kembali masuk dan mencari sebuah cara untuk turn dari sini.


Aku menatap ke atas kurungan, terdapat sebuah tali yang menyatu ke kurungan yang lain. Ku rasa itu adalah satu-satunya cara untuk aku keluar dan membangunkan Neftaza.


Aku harus cepat keluar. Aku masih berusaha memanjat ke atas kurungan yang bergoyang-goyang karena pergerakan ku yang kasar.


Aku meraih tali yang menghubungkan ke kurungan Neftaza, aku bergegas bergantung di tali dan sampai di atas kurungan Neftaza.


Aku menggoyangkan kurungan Neftaza agar Neftaza terbangun, namun ia hanya menggeliat malas.


"Be*o bener ini anak..."

__ADS_1


Aku mencobanya lagi, dan untung saja berhasil membuatnya terbangun dan terduduk. Ia menatap sekitar dengan kebingungan karena berada di tempat yang sangat aneh.


"Ela..." Ungkapnya seraya berdiri mencari keberadaan ku, namun saat ia menyadari jika Hasper dan Casper berada di atas rebusan air, ia sangat terkejut dan tiba-tiba berdiri membuat kurungan nya menjadi bergoyang-goyang.


"Hust... Bisa diem kagak..." Ungkap ku yang menyadarkan nya.


"Tanya nya nanti, mending Lo cepetan keluar." Ungkap ku memaksa nya.


Tak berpikir lama, ia mulai memotong tali yang mengikat pintu kurungannya, tak buruh waktu lama ia sudah berhasil membuka pintu itu dan hampir terjatuh karena tidak waspada.


"Huhh... Hampir saja..." Ungkap nya seraya memegang dadanya.


"Cepetan naik..." Ungkap ku menyuruhnya cepat.


Aku bergerak terlebih dahulu agar sampai di ujung tali agar cepat berada di atas lemari yang sangat besar.


Binatang-binatang yang kami lewati terkadang membuat kami ketakutan karena sangat berisik, itu bisa mengundang makhluk yang menculik kami muncul.


Aku berhasil berada di atas lemari dan menunggu Neftaza yang masih berusaha menenangkan kerbau kembaran nya yang sibuk mengeluarkan suara.


"Hufthhh kerbau yang berisik..." Ungkap nya yang sedikit kesal.


Ku tatap Hasper yang mulai tersadar dari pingsannya, ia menatap sekitar dengan perasaan yang aneh. Mungkin dunia terbalik pikirnya. Ia masih terlihat mencerna dengan sesuatu yang telah ia alami sekarang, tiba-tiba tubuhnya menggeliat berusaha melepaskan diri. Ia tersadar bahwa ia berada di atas air yang mendidih.


Tak beberapa kemudian terdengar lenguhan dari Casper yang juga sudah membuka matanya menatap ke sekitar, itu adalah raut wajah yang sama seperti Hasper tadi.


Mereka terdengar berbicara dan merencanakan sesuatu, kemudian mereka terlihat mencoba melepaskan tali yang mengikat tangannya menggunakan pisau yang mereka ambil dari bawah sepatunya.


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2