
Ku arahkan pandangan ku sekeliling tampak pangeran Felis duduk di sofa sedang meminum segelas anggur sendirian. Aku menghampirinya seraya mengambil anggur yang di bawakan pelayan.
"Kau sedang apa di sini pangeran?" Ungkapku sedikit mabuk.
"Aku hanya merasa lelah menari." Ungkapnya.
Ia memang sangat tampan jika di lihat dari dekat, ia menggunakan jas yang sangat cocok melekat di tubuhnya.
"Apa kau menikmati pesta seperti ini?" Tanyaku lagi seraya duduk di dekatnya.
"Aku menikmati nya, pesta yang sungguh berbeda dengan pesta yang ada di kerajaan ." Ungkap nya seraya menikmati suasana pesta.
"Jika seperti itu, nikmatilah pangeran. Mungkin pesta seperti ini akan menjadi pesta pertama dan terakhir untuk pangeran." Ungkapku tersenyum ke arahnya.
Ia tersenyum.
"Benar yang di katakan putri..."
"Saya permisi dulu.." Ungkapnya meletakkan gelas yang ia pegang di meja seraya beranjak berdiri meninggalkan ku.
Aku duduk seraya memperhatikan mereka yang sedang menari. Ku alihkan pandangan mataku ke sisi pojok bar tampak pangeran Airen sedang minum anggur bersama pangeran Cristaldy.
Kembali ku alihkan pandangan mataku ke tengah-tengah ruangan, tampak Neftaza dan yang lainnya sedang menari dengan hebohnya.
Aku menikmati suasana malam ini di temani dengan segelas anggur dan lantunan musik DJ yang sangat aku rindukan keasyikan nya.
"Huh..." Terdengar hembusan nafas seseorang.
"Gue lelah..." Ungkapnya menghampiri ku seraya duduk di sampingku.
"Kenapa Lo diem aja? Lo sakit?" Ucapnya memegang dahiku.
Aku menyingkirkan tangannya.
"Gue capek ngeliat Lo joget-joget macem tante-tante." Ungkapku bercanda.
"Asw Lo ya.." Ungkapnya kesal.
Aku hanya tertawa kecil melihatnya seperti itu.
"Gue lanjut lagi.." Ucapnya beranjak berdiri meninggalkan ku.
"Silahkan..."
Ku langkahkan kaki ku pergi meninggalkan ruangan pesta. Tampak sebuah pemandangan malam yang gelap dengan bertaburan bintang di langit malam, bukankah ini adalah suasana yang romantis?
Bulan tampak bersinar terang namun tidak seterang masa depanku, hehe...
Hembusan angin menerbangkan rambut yang menghalangi pandangan ku, aku terpejam menikmati udara dingin yang menusuk kulitku.
"Sangat menenangkan.."
Aku membuka mata seraya berbalik duduk di atas sebuah kursi. Aku memandangi langit malam yang begitu indah. Bintang? Aku ingin menjadi kegelapan yang bisa membantu para bintang terlihat bersinar terang di angkasa.
__ADS_1
"Bukankah sangat indah?" Ungkap seseorang dengan suara baritonnya. Aku menoleh ke arahnya...
Ia menghampiri ku lalu duduk di kursi sebelahku.
"Kau benar Gege.. mereka terlihat sangat indah."
"Bukankah menyenangkan jika kita bisa menjadi bintang-bintang itu?" Ungkap pangeran Hasper seraya memandangi bintang-bintang di langit.
"Gege benar, tapi aku lebih tertarik dengan kegelapan yang membuat mereka bersinar."
"Kau aneh Angela, saat orang lain ingin bersinar terang namun kau malah ingin menjadi kegelapan yang membantu mereka bersinar." Ungkapnya menoleh ke arahku.
"Aku adalah adikmu, jadi kau juga aneh Gege.. hehe..."
"Ah,,, aku salah bicara." Ungkapnya tersenyum aneh.
"Haha,, aku hanya bercanda Gege.."
"Apa kau merindukan kerajaan?" Ungkapnya serius.
"Aku merindukannya, tapi aku lebih sangat merindukan ayah..." Ungkapku sendu.
"Mungkin sekarang ayah sedang sedih karena kita menghilang."
"Kau benar El, kita sudah pergi selama tujuh hari, pasti ayah sangat mencemaskan kita.." Ungkapnya sendu.
Aku memegang tangannya yang terasa dingin di telapak tanganku.
"Kau tau Gege,,, aku sangat... sangat menyayangi kalian. Gege tau itu, bukan?" Ungkapku menatapnya.
Ia menoleh ke arahku dengan tatapan sendu.
"Bisakah kau dan Nefta, tidak pergi meninggalkan kami?" Aku diam mendengar kalimat yang ia baru saja katakan. Aku menatap matanya yang terlihat sangat sedih ketika ia mengucap kan kalimat itu.
"Apa kau percaya takdir Gege?"
"Jika aku dan Nefta di takdirkan untuk pergi bukankah kita harus menerimanya dengan lapang dada?"
"Tapi jika takdir berkata lain, mungkin kita akan selalu menginginkan sesuatu yang baik bukan?"
Ia mengangguk mengerti.
"Aku dan Nefta masih punya banyak waktu, jika takdir menginginkan kami untuk tetap tinggal maka di dunia masa depan, kami akan menghilang selamanya, namun sebaliknya. Aku harap, kita akan selalu bahagia bagaimanapun keadaannya." Ungkapku tersenyum menatap matanya yang juga tersenyum.
Ia memelukku dengan sangat erat, ia persis seperti bang Andara. Pelukannya hangat, sangat nyaman. Namun, aku merasa sesak karena ia memelukku dengan begitu erat..
"Ah... Gege kau mau membunuh ku." Ungkapku berusaha melepas pelukannya.
"Ah maaf..." Ia tersenyum aneh.
"It's ok lah.."
"Di sini dingin, ayo kembali.." Ungkapnya seraya menarik tanganku untuk mengikuti nya.
__ADS_1
------------
Kring kring kring...
Aku mendengar alarm yang sangat berisik, memaksaku untuk terbangun. Aku mencari jam tersebut tanpa membuka mataku. Ah.. sial*n...
Aku terpaksa bangun mematikan alarm itu.
"Huh... Pukul delapan pagi..." Ungkapku dengan suara khas bangun tidur.
Aku beranjak turun dari ranjang, aku berjalan ke arah jendela dan membuka tirainya.
"Cuaca yang sangat cerah..."
Aku menikmati udara pagi yang sangat menyejukkan. Berbalik ku langkahkan kakiku mengambil handuk. Aku akan mandi.
Aku memakai gaun kerajaan ku, dengan riasan tipis. Aku keluar meninggalkan kamarku berjalan ke ruang makan. Tampak mereka sedang duduk menungguku.
"Selamat pagi Putri..." Ungkap mereka bersamaan.
Aku tersenyum seraya duduk dekat pangeran Hasper. Terlihat sepanjang meja makan terdapat makanan laut yang sangat menggiurkan.
"Selamat makan..."
"Makanan yang sangat lezat.. Aku akan merindukan makanan seperti ini." Ungkap putri Gazelle sedih.
"Kau benar putri, kita akan merindukan makanan lezat seperti ini." Ucap putri Esmeralda sedih.
"Tenang, kami sudah menyiapkan buku resep makanan untuk kalian..." Ungkap Neftaza memberikan buku resep makanan kepada mereka.
"Ah,, benarkah... Terimakasih putri..." Mereka menerimanya dengan sangat senang. Mereka membuka satu persatu halaman buku itu.
"Wah... terimakasih putri.."
"Kita akan sampai beberapa jam lagi, sebelum itu kalian harus ingat. Apa yang kalian lihat dan apa yang kalian dengar tentang kami tolong rahasiakan.." Ungkap pangeran Casper serius...
"Kami akan menjaga janji itu dengan nyawa kami pangeran dan putri..." Ungkap pangeran Felis serius.
"Benar, kami akan menjaga rahasia ini dengan sangat baik." Tukas pangeran Cristaldy tegas.
"Kami akan merahasiakan ini semua pangeran." Tukas pangeran Darren menimpali.
Pangeran Hasper dan pangeran Casper hanya mengangguk menjawab mereka.
"Jika kalian mengingkari nya, kalian akan tahu apa yang terjadi dengan kerajaan kalian." Ungkapku serius.
Mereka bergidik ngeri dengan ancaman ku yang tak seberapa itu.
"Kalian tau, kami bisa membunuh orang dengan sangat mudah..." Ungkap Neftaza menimpali perkataan ku.
"Kami akan menjaga nya dengan sangat baik putri..."
(Catatan: Semua benda yang Angela dan Neftaza keluarkan akan otomatis kembali ke ruang dimensi jika mereka tidak membutuhkan benda itu lagi)
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yah...
❤❤❤