TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 142


__ADS_3

Aku melangkahkan kaki ku perlahan mengikuti hasper yang berjalan ke arah suatu tempat yang berada di sebuah tikungan jalan.


Tampak sebuah penginapan yang cukup bagus berada di hadapan ku, aku menatap ke sekitar dengan tatapan takut. Sesekali Casper memegang ku dengan erat, seperti nya ia sangat takut ketika aku mencoba untuk melihat keadaan luar.


"Tunduk kan kepala mu Ela... Apa kau akan membantah perkataan ku?" Ucap nya berbisik dengan suara tegas.


Apa harus seperti ini? Dia terlalu menakutkan...


Ku tatap langkah kaki ku yang melewati gerbang pintu penginapan, aku mendengar suara seseorang berbicara tak jauh dari hadapan ku.


Dengan berani aku menggerakkan sedikit kepala ku untuk melihat seseorang yang berbicara dengan Hasper, ia adalah seorang laki-laki yang masih seumuran dengan Hasper. Memakai pakaian yang cukup layak dan terpandang, seperti nya ia adalah pemilik penginapan ini.


Ku arah kan pandangan mata ku menatap Hasper yang menoleh ke arah kami, ia memberikan isyarat agar kami cepat mengikuti nya.


Laki-laki yang berbicara dengan Hasper tadi berjalan lebih dulu masuk ke dalam sebuah ruangan di lantai dua, kami mengikuti nya dengan perlahan. Berdiri laki-laki itu di depan sebuah pintu ruangan yang terlihat sangat apik memakai ukiran bunga dengan warna dasar cokelat tak jauh dari tangga utama.


Laki-laki itu membuka pintu seraya menoleh ke arah kami, ia mempersilahkan kami semua untuk segera masuk.


Ku tatap Hasper melangkah kan kaki nya masuk ke dalam ruangan itu tanpa berpikir dua kali, aku mengikuti nya dengan tangan ku masih memegang lengan kiri Casper.


Aku menoleh ke arah pintu yang sudah tertutup, laki-laki yang mengantar kami tak terlihat lagi.


Arah pandangan mata ku menatap mereka semua yang sedang berdiri menatap ku dengan tatapan lega.


"Kenapa Lo pingsan segala?" Ucap Neftaza yang berjalan ke arah ku dengan cepat.


"Lo gak papa kan?" Ucap nya lagi seraya memegang kedua pundak ku.


Aku menurunkan tudung kepala beserta cadar yang membuat ku sedikit pengap, aku melepaskan kedua tangan Neftaza yang menggoyangkan tubuh ku.


"Apa Lo mau buat gue tambah puyeng? Haishhh... Lo tau gue phobia ular, gue ketemu ular banyak banget..." Ucap ku seraya duduk di kursi yang berada di samping kiri ku.


"Hah... Syukurlah..." Ucap Gazelle lega.


Aku menatap mereka semua yang berdiri dengan keadaan tegang seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu. Sesekali aku bisa melihat raut wajah Hasper yang terlihat sangat gelisah.


Apa yang terjadi?


"Nef, kenapa kalian di sini?" Ucap ku, ia sedang duduk di samping ku menatap Hazel yang sedang membuat sesuatu dengan Airen di sudut kamar.


"Kita lagi sembunyi nj*r..." Ucap nya menatap ku kesal.

__ADS_1


"Sembunyi?"


"Lo tau, saat Lo pingsan kami hampir ketahuan oleh mereka... Untung aja mereka berdua datang (Hasper dan Casper)." Ucap nya seraya menunjuk mereka berdua.


"Terus kenapa pangeran Felis bisa bareng sama mereka berdua?"


"Cerita nya panjang sih, tapi gue singkatin... Dia nyariin elu... Terus yang gue tau dia nemuin elu bareng mereka berdua..." Ucap nya acuh, ia memakan buah anggur yang ada di atas meja.


"Terus kenapa kalian bisa nyampe ke sini? Dan kenapa harus sembunyi di tempat ini?" Ucap ku menatap ke seluruh ruangan kamar yang cukup sempit untuk kami semua.


"Pemilik penginapan ini ternyata orang kepercayaan pangeran Felis, makanya kami bisa sampai di sini..." Ucap Esmeralda yang mendekat ke arah kami berdua.


"Oooo... Sungguh beruntung..." Ucap ku memikirkan semua hal yang telah terjadi.


Mungkin kah mencari ku hanya sebuah alasan? Seperti nya pangeran Felis memang bertemu dengan pemilik penginapan ini sebelum nya.


_______________


Mata ku terbuka, menatap ke sekitar ruangan yang penuh dengan teman-teman ku yang sedang tertidur. Aku terduduk menatap para pangeran yang sedang tertidur di lantai dengan alas kasur yang cukup empuk untuk mereka semua.


Ku arahkan pandangan mata ku ke samping kiri ku, Hazel tertidur di atas bantal yang sama dengan milik Neftaza. Ia tertidur dengan nyenyak sekali.


Ku gerak kan tangan kanan ku menyingkap kain gorden yang menghalangi pandangan mata ku, dengan perlahan aku membuka kunci jendela untuk melihat cahaya apa yang ku lihat.


Cahaya apa itu?


Aku menatap fokus ke cahaya yang membuat ku sangat penasaran, cahaya itu menghilang di balik hutan yang di liputi kegelapan.


"Aneh... Apa aku cuma salah lihat?" Bisik ku pelan.


Aku menatap ke seluruh desa yang terlihat sangat sepi, ini benar-benar desa perompak. Bahkan pencahayaan saja sangat minim, aku sangat merindukan kerajaan ku. Setidak nya di sana masih ada listrik.


Ku tarik jendela kamar ku dengan perlahan, aku mengunci nya kembali dengan kain gorden yang menutupi nya. Aku berbalik berjalan ke tempat tidur ku dengan hati-hati.


Aku terkejut ketika pangeran Cristaldy terbangun, ia sedang duduk bersandar di sebuah penopang kayu dengan tatapan datar.


"Apa yang kau lakukan putri?" Ungkap nya menatap ku dengan lesu.


"Ahhh... Aku hanya terbangun..." Ucap ku tersenyum menatap nya.


"Apa kau lelah putri?" Ucap nya yang beranjak berdiri. Ia berjalan ke arah meja yang ada di sudut ruangan, ia mengambil secangkir air minum dan langsung meminum nya.

__ADS_1


Kembali ia berjalan ke arah tempat tidur nya, ia duduk seraya menatap sekitar dengan tatapan sendu.


"Kita... Kita semua sebelumnya adalah seorang pangeran dan putri yang bergelimang harta... Tapi sekarang, kita seperti seorang gelandangan yang sedang bertahan hidup..." Ucap nya menunduk.


Aku berjalan mendekati nya, aku duduk di samping nya dengan pandangan mata ku menatap para pangeran dan putri yang sedang tertidur lelap.


Maafkan aku pangeran... Seperti nya ini semua terjadi karena kami berdua...


"Kau, aku dan kita semua merindukan itu semua bukan? Ku harap kita bisa memperjuangkan itu semua..." Ucap ku tersenyum menatap nya.


"Apa kau ingin mengetahui rahasia ku pangeran?"


Ia menatap ku dengan tatapan datar nya.


"Aku bukan berasal dari kehidupan ini..." Ucap ku tersenyum menatap nya.


Ia tertegun, ia menatap ku dengan tatapan yang aneh.


"Maksud mu?" Ucap nya.


"Jika kau percaya, percayalah..." Ucap ku tersenyum.


"Kau, apa kau bosan hidup?" Ucap nya kesal.


Tiba-tiba terdengar seseorang berbicara.


"Bisakah kalian diam? Kalian berdua sangat berisik..." Ucap Casper yang sadar, ia menatap kami berdua dengan tatapan kejam nya.


Aku dan Cristaldy hanya saling menatap terkejut dengan perubahan sikap Casper yang begitu mengerikan ketika sedang marah.


_


_


_


Jangan lupa like vote dan komen yah guys...


(Btw, maaf loh jarang update... Seperti nya author mau Hiatus (Tapi gak tau juga)... Eh jangan lupa mampir di novel ku yang lain yah, ada yang baru loh... Selamat membaca...)


❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2