TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 177


__ADS_3

Suara ringikan kuda terdengar dari arah kesatria Alert datang, aku menatap ke raut wajah Alert yang sedikit ragu.


"Aku tak sengaja mendapatkan kuda itu putri.." Ucap nya yang masih menunduk.


"Bagus lah, maka aku tidak perlu berjalan lagi..." Jawab ku, seraya ku tunggangi kuda ku kembali.


__________


Kuda-kuda kami melangkah kan kaki nya dengan perlahan menyusuri hutan, sesekali kami berhenti ketika sesuatu terjadi.


Berhenti dan turun Crystaldy dari atas kudanya itu, berjalan ia mendekati pohon sembari di kaitkan nya tali kekang yang ia pegang ke pohon itu.


Ikut turun aku dan Esmeralda mengikuti langkah nya, ku tarik perlahan tali kekang milik kuda ku tersebut. Kuda itu mengikuti langkah kaki ku di belakang dengan perlahan, ku lingkar kan lengan ku melingkari pohon di samping pohon tempat pangeran Crystaldy mengikat kuda nya seraya ku ikat kan tali itu dengan kuat.


Aku menoleh ke arah samping kiri ku, tampak kesatria Alert juga melakukan hal yang sama seperti ku.


"Apa kau masih belum bisa menghubungi tuan Fegis putri?" Ucap Crystaldy seraya mengambil satu bungkusan kain yang ia letak kan di atas punggung kuda nya.


"Aku belum mencoba nya." Jawab ku seraya ku langkah kan kaki ku berjalan ke arah sebuah tempat duduk yang berada di pinggir jalan setapak yang menjadi tempat kami berada saat ini. Aku duduk bersandar sembari ku buka gadget ku dengan tenang.


"Aku tak mendapat kabar apapun." Ucap ku, kembali ku masukkan handphone ku ke dalam saku milik ku.


"Bahkan, Ryu tak mendengar panggilan ku." Gumam ku pelan.


Tiba-tiba suara handphone kami bertiga bergetar dengan hebat, aku sedikit terkejut ketika membuka sebuah pesan group yang menyatakan ada sebuah peperangan besar yang terjadi antara kerajaan Everlatz dengan kekaisaran. Itu adalah sebuah pesan dari Robert.


"Apa kalian membaca berita itu?" Tukas Esmeralda dengan panik.


"Bagaimana bisa mereka berperang ketika mereka adalah sekutu pangeran?" Ucap ku, seraya berdiri aku berjalan ke arah nya.


"Sepertinya ada sesuatu yang tak kita ketahui, bukan kah saat ini seharusnya kita kembali?" Ucap nya, ia menatap ku dengan lekat. Aku tahu apa yang ada di dalam pikiran nya.


"Apa kau tahu, kerajaan Everlatz berperang dengan kekaisaran saat ini?" Tanya ku, berjalan aku mendekati kesatria Alert yang tampak terdiam menatap ku kebingungan.


"Maksud putri? Aku tak mendengar kabar itu dari siapapun." Ucap nya mengelak, seperti nya dia memang belum mengetahui tentang peperangan itu.


"Bagaimana bisa kau tidak tahu ketika kau menjadi mata-mata di sini?" Teriak ku menggema di seluruh pendengaran nya.

__ADS_1


"Ma... Maksud putri? Aku benar adalah kesatria Alert aku bukan mata-mata..." Ucap nya, ia masih berdiri dengan kokoh ketika apa yang ia ucap kan seperti bukan sebuah kebohongan.


"Hemmm... Abaikan jika kau memang kesatria Alert." Ucap ku memelan. Kembali ku langkah kan kaki ku berbalik menjauhi nya.


"Tunggu..." Aku berhenti, seraya kembali aku mendekati nya dengan sebuah pistol sudah berada di genggaman ku.


"Apa kau masih belum ingin mengakui nya? Apa kau kira kami bodoh?" Teriak ku lagi, sembari ku arah kan pistol ku ke arah nya.


"Lihat ini..." Ucap ku, seraya ku tarik pelatuk pistol dan ia terkejut.


Dorrr.....


"Bagaimana?" Ucap ku tersenyum, tubuh nya bergetar tak karuan.


"Bagaimana bisa benda itu lebih cepat daripada panah?" Gumam nya pelan, ia masih menatap ku dengan keraguan.


"Apa kau masih bisa berpikir, sekian detik waktu mu bisa berhenti ketika peluru ku menembus jantung mu kesatria Alert..." Teriak ku kembali menggema di seluruh hutan ini.


"Kesabaran ku mulai habis..." Teriak ku lagi, aku kembali menarik pelatuk pistol ku ke arah atas, tiba-tiba burung terjatuh tepat di hadapan kami berdua tanpa sengaja.


"Gilaaa, gue hebat juga bisa nembak burung tanpa ngelihat..."


"Pangeran..." Panggil ku, seraya kembali ku langkah kan kaki ku berjalan ke arah tempat duduk ku tadi dengan Esmeralda sudah berada di sana dengan sebuah popcorn sudah berada di tangan kiri nya.


"Bukan kah itu milik ku?" Ucap ku, seraya ku raih popcorn itu dari nya.


"Kau terlalu tegas putri, tidak bisakah kau melihat raut wajah nya yang tak bersalah itu?" Ucap Esmeralda, yang masih mengambil beberapa popcorn jagung dari ku.


Bughhh....


"Ahhh..." Teriak kesatria Alert yang kesakitan.


"Awww..." Teriak Esmeralda dengan mengerutkan dahi nya ngeri.


Bughh... bughh... bughhh...


"Awww... Aww... Aww..."

__ADS_1


"Tidak enak jika kau tak merasakan langsung putri..." Ucap ku tersenyum, ia menatap ku dengan tatapan takut.


"Aku hanya bercanda..." Ucap nya, ia bergegas beranjak berdiri menjauhi ku.


Aku hanya menikmati perlakuan pangeran Crystaldy kepada kesatria Alert itu, apa segitu tidak mau nya ia membicarakan siapa yang menyuruh nya? Toh, aku juga tau siapa tuan nya.


"Bunuh saja pangeran..." Teriak ku, aku malas meladeni nya. Aku sudah memberi kesempatan untuk dia mengakui itu, tapi sepertinya dia tidak berniatan untuk hidup.


"Maafkan aku putri, pangeran kedua kekaisaran lah yang menyuruh ku untuk mengikuti mu putri..." Ucap nya, ia bersujud ampun di hadapan pangeran Crystaldy dengan diri nya yang sudah terlihat babak belur karena pukulan tadi.


"Dari tadi keg, tapi gak papa masih tetap ganteng kok hehe..." Aku mendekati nya seraya tersenyum aku ketika melihat Esmeralda yang terdiam melihat ku.


"Sebenarnya aku tau, jika kau adalah salah satu dari mereka." Ucap ku santai, seraya ku tatap pangeran Crystaldy yang tampak heran mendengar ungkapan ku.


"Sejak kapan putri mengetahui hal itu?" Ucap Crystaldy yang mengernyitkan dahi bingung.


"Hemmm.... Apa kalian tidak ingat ketika pangeran Darren mengatakan jika dia mengenal salah satu dari mereka, maksud ku kumpulan orang-orang yang mendekati perkemahan pangeran Reverdine Bleferald?"


"Aku melihat wajah nya sekilas, ketika dia membuka tudung kepala nya..." Ucap ku seraya ku arah kan pandangan ku menatap ke arah kesatria Alert yang masih menunduk menunggu keputusan ku.


"Hemmm... Mata mu memang tajam putri." Ucap Esmeralda yang berjalan mendekat ke arah ku.


"Ku harap, itu pujian..."


"Sebenarnya apa tujuan pangeran Reverdine ke tempat ini?"


"Pangeran mencari saudara nya yang kabur putri, aku mendengar jika ia merasakan sihir saudara nya di Padang rumput itu..." Ucap nya, ia tampak memberanikan diri menatap ku.


"Lalu?"


"Aku hanya budak kecil bagi nya putri, aku tak mengetahui apapun setelah nya... Ketika kebakaran itu terjadi, ia melanjutkan perjalanan nya untuk mencari saudara nya yang hilang itu." Jelas nya lagi.


_


_


_

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2