
Berhenti kami di luar, berbalik ku arahkan pandangan mataku ke arah pangeran Hasper begitupun Neftaza. Kami melepaskan tangan mereka yang yang terlihat sedikit memerah di kulit putih mereka. Memang kulit seorang pangeran yang terawat.
Pangeran Hasper dan pangeran Casper terlihat marah ketika melihat kelakuan kami yang sedikit aneh.
"Kami ingin memberi tahukan sesuatu kepada kalian..." Ungkapku serius.
Mereka berdua hanya menatap serius.
"Zu,,, keluarlah..."
"Ryu, keluarlah..."
Ungkap ku dan Neftaza memanggil mereka...
Tampak di langit terdapat gumpalan awan bersinar merah api seakan-akan sedang mengeluarkan sesuatu, dengan di samping awan merah itu juga terdapat gumpalan awan berwarna putih salju.
Perbedaan warna yang sudah membuat kami mengerti bahwa mereka memiliki elemen api dan es.
Udara di sekitar memiliki hawa yang cukup stabil karena hawa keseimbangan yang mereka berdua keluarkan.
"Apa itu?" Ucap pangeran Casper bingung.
Detik berikut nya tampak dua kepala naga keluar dari gumpalan-gumpalan awan tersebut, mereka terbang mengelilingi kapal kami dengan gagahnya.
"Awas,,, itu naga..." Teriak pangeran Hasper melindungi kami seraya mengeluarkan pistol.
"Na... naga?" Ucap pangeran Casper gemetar.
"Eh,,, Gege jangan tembak, mereka adalah teman kami..." Ungkap Neftaza terkejut dengan perilaku kedua pangeran.
Mereka mengabaikan ucapan Neftaza karena terlalu terkejut melihat adanya naga yang mereka pikir itu adalah mitos. Kalian tahu? Melihat tingkah mereka ingin membuat ku tertawa terbahak-bahak tapi aku takut dosa, eh malah....
"Hahahaha..." Aku tertawa lepas sampai merasakan sakit di bagian perutku.
"Lihatlah raut wajah kalian yang begitu lucu..." Ungkapku seraya memegang perutku.
Mereka memandangi ku dengan penuh tanda tanya, terlihat jelas di wajah mereka yang begitu kebingungan melihat kami terlihat sangat santai.
"Apa yang kalian lakukan?" Ucap pangeran Casper lagi.
"Ah,,, mereka adalah teman kami Gege..." Ungkap Neftaza seraya memegang tangan mereka yang sedang mengarahkan pistol ke Ryu dan Zu.
Sebenarnya jika para pangeran menembak mereka pun tidak akan merasakan kesakitan tapi kan sayang kulit mereka akan ternoda dengan peluru-peluru itu.
Zu dan Ryu turun mendekati kami. Zu mendekatiku dengan mengepakkan sayapnya yang membuat angin bertiup kencang di dekatnya.
Wosh wosh wosh....
__ADS_1
"My lord." Ungkap Zu seraya menundukkan kepalanya. Begitupun Ryu.
Aku mengelus kepalanya yang terasa hangat di telapak tanganku.
"Apa kabarmu Zu? Kau terlihat lebih gagah sekarang..." Ungkapku memperhatikan tubuhnya yang semakin membesar.
"Kau juga Ryu, kalian terlihat semakin cantik.." Ucap Neftaza mengelus leher Ryu.
Kembali ku arahkan pandangan mataku ke tempat pangeran Hasper dan pangeran Casper berada, mereka masih penuh dengan kewaspadaan melihat naga-naga yang ada di hadapannya sangat mengerikan. Bagi mereka.
"Gege,,, kemari lah..." Ucapku melambaikan tangan.
Mereka terlihat ragu-ragu mendekati kami, mereka sangat lambat. Aku menarik tangan mereka untuk menyentuh Zu.
Terasa tubuh mereka sedikit gemetar di tanganku.
"Tidak apa-apa Gege... mereka adalah teman kami.." Ungkapku meyakinkan mereka.
"Apa kalian yakin?" Ungkap pangeran Casper sedikit ragu.
Aku mengangguk, mengiyakan pertanyaannya.
Mereka berdua memberanikan diri untuk menyentuh Zu, walau masih terlihat ketakutan di raut wajah mereka yang tampan itu. Tanpa mengurangi kewaspadaan, mereka menyentuh leher Zu.
"Sedikit panas.." Ungkap pangeran Casper menyentuh leher Zu berkali-kali.
"Namanya adalah Zu, ia naga api yang Ela temukan di gua ketika Ela menghilang sewaktu berburu itu Gege..."
"Naga yang cantik.." Ungkap pangeran Casper lagi.
Kemudian mereka kembali mendekati naga milik Neftaza, Ryu.
"Namanya Ryu bukan? Apakah ia naga es? Tubuhnya sangat dingin." Ungkap pangeran Casper.
"Gege benar, Ryu adalah naga es yang Nefta temukan di gua sewaktu mencari Ela.." Ungkap Neftaza.
"Mereka berada di gua yang sama namun di tempat yang berbeda..." Ungkap Hazel keluar dari jam Neftaza.
"Kau darimana saja Hazel?" Ungkapku menatap ke arahnya yang terlihat happy.
"Haha... aku berada di ruang dimensi Neftaza yang penuh dengan benda-benda aneh, aku betah berada di sana.." Ungkapnya terbang hinggap di atas kepala Ryu.
"Ohh,,, sangat menyenangkan? Kami sengsara menghadapi makhluk-makhluk menjijikkan itu, sedangkan kau enak-enakan di ruang dimensi ku." Teriak Neftaza kesal.
"Bukankah kau yang menyuruhku masuk?" Ungkap Hazel angkuh seraya melipat kedua tangannya.
"Huh.." Neftaza hanya menghembuskan nafas kasar, karena memang dia yang memasukan Hazel ke dalam ruang dimensinya.
__ADS_1
"Sudahlah,,, lebih baik kita segera pulang."
Kembali ku arahkan pandangan mataku ke pangeran Hasper dan pangeran Casper yang masih memperhatikan Zu dan Ryu.
"Aku Hasper, pangeran pertama kerajaan Rosewaltz..." Ungkap pangeran Hasper seraya menatap ke arah Zu dan Ryu dengan sikap gagah seorang pangeran.
Kemudian kembali terdengar suara dari pangeran Casper.
"Aku Casper, pangeran kedua kerajaan Rosewaltz..." Ungkapnya.
Aku memandangi mereka yang terlihat sangat gagah memperkenalkan diri kepada Zu dan Ryu, mereka akan menjadi teman yang baik untuk mereka berdua. Ku harap ketika kami pergi, Zu dan Ryu tetap terus menjaga kalian pangeran.
"*Li**hatlah mereka Zu, kau harus melindungi mereka seperti kau melindungi ku Zu.."
"Perintah mu adalah perintah mutlak untukku My lord, aku dan Ryu akan melakukan yang terbaik untuk melindungi kalian sebaik mungkin."
"Terimakasih Zu,,,, aku sangat berharap kau, aku dan mereka terus hidup bahagia*."
"Bukankah sekarang waktunya kita berangkat?" Ungkapku melihat mereka.
"Ok lah,,, " Ungkap Neftaza seraya ia menunggangi Ryu.
Tampak Zu merendahkan tubuhnya agar mempermudah ku untuk menaikinya. Kemudian pangeran Hasper mengikuti ku duduk di punggung Zu begitupun pangeran Casper yang mulai naik untuk duduk di punggung Ryu.
Zu dan Ryu mulai mengepak kan sayapnya terbang di udara. Ku alihkan pandangan mataku ke sekeliling, kami menabrak awan putih yang mengudara di depan kami. Kami menikmati semilir angin yang menyentuh kulit kami.
Kembali ku alihkan pandangan mataku ke bawah tempat kapal kami berlayar, namun Kapal itu hilang seperti di telan bumi. Hilang? Haha... Maksudku kembali ke ruang dimensi Neftaza.
"Wah..." Teriak pangeran Casper.
"Pemandangan yang sangat indah..." Ungkapnya lagi.
"Ini baru pertama kalinya Gege terbang.." Ungkap pangeran Hasper di belakangku.
"Rasanya sangat menyenangkan." Ungkapku seraya mencoba merentangkan tangannya.
"Hati-hati Ela.." Ucapnya seraya memeluk erat tubuh ku.
"Haha,,, tenang Gege, ini seimbang kita tidak akan jatuh.." Ungkapku kembali memegangi leher Zu.
"Wow... Rosewaltz, kami kembali..." Teriak Neftaza senang.
Aku memandanginya, tampak Hazel duduk di pundaknya menikmati angin yang menyentuhnya. Ia terlihat sangat lucu.
"Zu, terbang lebih cepat..." Ungkapku.
Zu mengepakkan sayapnya dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
Jangan lupa like vote dan komen yah...
❤️❤️❤️