
Tepat ketika kuda kami berhenti di pinggir jurang, aku melihat sebuah kilatan sihir melindungi kami bertiga ketika sesuatu tak sengaja terinjak oleh salah satu kaki kuda kami.
Aku turun, seraya ku arah kan pandangan mata ku menatap ke arah suatu benda kuno berbentuk persegi panjang dengan ukuran empat kali enam yang terdapat tulisan yang sama sekali tak ku mengerti. Aku meraih nya, aku menyimpan nya di dalam ruang dimensi ku.
"Apa yang baru saja kau temukan Nefta?" Teriak Hazel yang tiba-tiba keluar dari ruang dimensi ku, ia terbang tepat di hadapan ku.
"Lihat lah, aku juga gak tau..." Jawab ku, ku arah kan pandangan mata ku menatap ke arah sekumpulan prajurit yang sudah berdiri tepat di hadapan kami dengan tatapan kebingungan.
Tanpa menunggu lama, mereka semua kembali menunggangi kuda dan pergi meninggalkan tempat ini.
"Bukan kah itu seperti mereka tak melihat kita?" Ucap Esmeralda yang menoleh menatap ke arah kami dengan kebingungan.
Aku hanya mengedikkan bahu, tanda tak mengerti.
"Seperti ada sesuatu yang melindungi kita bukan?" Jawab Hazel yang terbang mendekat ke arah Esmeralda.
"Ya, seperti itu..." Jawab Esmeralda mengangguk kan kepala nya.
"Itu tandanya kita beruntung." Jawab ku, mereka menatap ke arah ku dengan sedikit jengah.
"Lalu sekarang? Apa kita harus kembali masuk ke dalam hutan itu?" Tanya Esmeralda, aku hanya terdiam menunggu jawaban dari Hazel dan pangeran Crystaldy berbicara.
"Apa kita akan ke jurang jika kita gak masuk ke dalam hutan lagi?" Tanya ku kesal.
"Kenapa gitu aja gak ngerti sih..." Jawab ku pelan.
__________
Ku tatap seseorang yang duduk sendirian bersandar di sebuah batu besar di bawah pohon besar, dengan pakaian yang sedikit buruk berwarna hitam, iya pakaian itu compang-camping. Seseorang itu adalah laki-laki berumur sekitar tiga puluhan, dengan rambut berwarna hitam pekat sedikit gondrong serta memiliki manik mata berwarna biru terang.
Tampak Crystaldy turun dari kuda beranjak berjalan ke arah laki-laki itu, ia menundukkan tubuh nya seraya memberikan satu bungkusan yang berisi beberapa makanan kepada nya.
Kembali ia beranjak berdiri berjalan ke kudanya, namun laki-laki itu memanggilnya.
"Terimakasih..." Ucap nya.
Aku sedikit bingung, laki-laki itu terlihat tenang dan sopan tak seagresif seperti yang lain.
"Apa yang terjadi dengan mu?" Tanya ku, ia mengalihkan pandangan mata nya menatap ku lekat.
"Entahlah... Aku tersesat.." Jawab nya, ia menunduk kan kepala nya lesu.
__ADS_1
"Kau dari kerajaan mana?" Tanya Esmeralda.
"Aku berasal dari kerajaan Everlatz." Jawab nya, ia mengangkat kepala nya. Tatapan nya begitu hangat.
"Bukan kah kau tersesat terlalu jauh?" Tanya ku lagi, ia menatap ku terdiam.
Aku turun dari kuda ku, berjalan ke arah nya. Aku mendekat dengan pandangan ku tak luput melihat pakaian nya, aku baru menyadari jenis pakaian yang ia gunakan. Itu adalah kain mahal.
"Kau berasal dari kerajaan?" Tanya ku lagi.
Laki-laki itu hanya terdiam, tak menatap ku maupun menjawab ku.
"Apa kau ingin mati sekarang?" Teriak pangeran Crystaldy, ia mencengkram baju laki-laki itu dengan paksa.
Aku hanya melihat kedua nya, tak satupun dari mereka berdua yang ingin mengatakan sesuatu.
"Gege..." Panggil Esmeralda, ia mendekat ke arah kami.
"Jangan kotori tangan mu dengan budak seperti nya..." Ucap Esmeralda.
"Bisakah kau berbicara? Sebelum nya aku tak pernah sesabar ini, hanya ingin kau tau." Ucap ku, aku menatap nya sedikit kesal.
"Apa keuntungan ku jika aku membicarakan semua nya kepada kalian? Kalian akan membunuh ku?" Ucap nya, laki-laki itu terlihat menyedih kan.
"Baik lah, aku akan menggunakan sikap Angela..." Ucap ku pelan.
"Tuan yang terhormat, jika kau tak berguna untuk apa hidup? Lebih baik kau mengatakan apa yang kami tanya deh, daripada menyesal loh..." Aku tersenyum smirk seraya menatap nya dengan kesal.
Cukup lama laki-laki itu terdiam, aku berbalik melangkah kan kaki ku berjalan ke arah kuda ku. Ia membuat ku sangat kesal.
"Tunggu..." Teriak nya, aku berhenti seraya ku gerak kan tubuh ku berbalik menatap ke arah nya.
"Aku adalah seorang kesatria pribadi putri kerajaan Everlatz. Seseorang menjebak ku, dan membuang ku ke tempat ini." Jelas nya singkat.
"Kenapa kau begitu bodoh sampai terjebak oleh nya? Bukan kah kesatria pribadi seorang putri dari kerajaan besar harus memiliki kepintaran yang layak?" Ucap pangeran Crystaldy tajam, itu lah yang di namakan laki-laki. Ah, semakin di lihat semakin tampan.
"Lalu apa kau tak mendengar jika putri Dafania Alfonsa meninggal?" Tanya ku, aku berjalan mendekat ke arah nya.
"Aku mendengar beberapa bulan yang lalu." Jawab nya menunduk, aku tahu bagaimana perasaan nya. Sepertinya ia sudah sangat lama berada di tempat ini.
"Lalu kenapa kau tak kembali?" Tanya Esmeralda.
__ADS_1
"Entah lah, setiap aku ingin keluar dari wilayah ini aku sama sekali tak bisa menemukan jalan..." Ucap nya, ia terlihat terheran dengan apa yang ia alami selama ini.
"Pasti kena sihir deh elu, dasar lemah..."
"Ikut lah dengan kami..." Ucap ku, aku menoleh menatap ke arah pangeran Crystaldy saat ia menatap ku dengan mengernyitkan dahi nya.
"Apa kau serius putri?" Bisik nya pelan.
"Tenang, jika ia berkhianat aku tak akan membuat nya mati tanpa sengsara..." Ucap ku, aku tersenyum.
"Aku juga memiliki kesatria pribadi, mereka sangat tampan... Jadi tak masalah jika mantan kesatria pribadi milik orang lain menjadi milik ku bukan?" Ucap ku, laki-laki itu tampak kebingungan.
"Siapa nama mu?" Ucap pangeran Crystaldy.
"Nama ku Alert Ezagio..." Ucap nya sedikit menunduk kan tubuh nya, ia memperkenalkan diri dengan wibawa seorang kesatria.
"Baik lah, aku akan memanggil mu kesatria Alert..." Ucap ku, seraya berbalik berjalan ke arah kuda ku.
"Tunggu... Aku mendengar suara air terjun..." Ucap Esmeralda menghentikan ku.
"Lebih baik kita ke sana..." Ucap pangeran Crystaldy yang berjalan ke arah kuda nya, dengan Alert berdiri tak bergerak.
Aku tahu maksud pangeran Crystaldy.
"Mau gimana pun, gue harus ngehormatin yang lebih tua..." Ucap ku pelan.
"Kesatria Alert, kau bisa menggunakan kuda ku..." Teriak ku, seraya menoleh ke arah nya.
"Tapi putri..." Ucap nya menatap ku penuh keraguan.
"Apa aku harus mengulangi ucapan ku?" Ucap ku kesal.
"Baiklah... Aku akan menunggangi kuda mu putri..." Ucap nya seraya berjalan ke arah kuda ku. Ia menaiki kuda nya dengan cepat, dia memang lah seorang kesatria dari cara ia menunggangi kuda tersebut.
_
_
_
❤️❤️❤️
__ADS_1