TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 81


__ADS_3

Ku tatap mereka bertiga yang tersenyum gembira karena akan segera keluar dari istana ini, kami akan melanjutkan perjalanan mencari bunga mawar api hitam itu, perjalanan kami masih sangatlah panjang untuk mendapatkan nya.


Aku sadar bahwa kami akan melewati begitu banyak hal yang luar biasa sedang menanti kami di masa depan, tapi ku harap kami masih bisa bersama untuk menghadapi semua hal itu.


Bagaimana pun aku akan selalu melindungi mereka bertiga dengan sangat baik. Ku harap aku selalu melihat mereka tersenyum seperti ini dan segera kembali ke rumah dengan selamat.


"Apa nona sedang mencemaskan sesuatu?!" Ungkap seseorang yang mengejutkan ku. Aku menoleh ke arahnya... Dia adalah bibi Lena.


"Ah... tidak bibi, aku hanya merasa bahagia memiliki mereka..." Ungkapku tersenyum menatap mereka bertiga.


"Nona memang sangat beruntung memiliki saudara seperti mereka,,," Aku menoleh menatap bibi Lena yang juga menatap mereka bertiga dengan tatapan sendu.


Ku rasa ada sesuatu hal yang membuat bibi Lena terlihat sedih.


"Nona,,, saya permisi dulu..." Ungkapnya seraya berbalik meninggalkan ku sendirian di sini.


Ku tatap Neftaza yang sedang mengalihkan pandangan matanya ke arahku, ia tersenyum.


"Apa yang Lo lakuin di sana?!" Ungkapnya sedikit berteriak.


"Kagak ada..." Aku menghampirinya seraya duduk di kursi samping Neftaza.


Kami berbicara tentang sesuatu yang akan kami lakukan di masa depan.


Cukup lama kami berbicara, dan sekarang kami melakukan kegiatan masing-masing.


Ku tatap Hasper yang sedang memakan buah apel berwarna merah dengan pandangan matanya masih mengarah kepada buku yang ia baca. Aku melihat sampul buku itu yang tertulis "The Secret Of The Worldlander", ia memeriksa apa yang telah tertulis di buku itu setelah kami mengalami semua hal ini.


Kembali ku arahkan pandangan mataku ke arah Neftaza yang beranjak berdiri dari kursi berjalan ke arah tempat tidur seraya mengeluarkan handphone dari balik sakunya, sekarang ia tidak perlu berhati-hati karena mereka sudah mengetahui tentang handphone itu.


Neftaza berbaring seraya memainkan gadgetnya, tak lama kemudian terdengar suara dari handphone nya "Welcome to mobile legend", ternyata dia bermain mobile legend.


Ku tatap Casper yang duduk di dekat jendela dengan sebuah buku yang tidak ku ketahui buku apa itu, sepertinya ia sedang membaca tentang suatu hal. Aneh memang... Tapi sekarang dia lebih suka membaca daripada memainkan handphonenya.


Aku sangat bosan, melihat mereka melakukan hal-hal yang selalu mereka lakukan.


Kembali ku arahkan pandangan mataku ke arah Hasper yang meletakkan buku itu di atas meja, ia beranjak berdiri seraya menatap ku datar.


"Bosan??!!" Ungkapnya menatapku.

__ADS_1


Aku mengangguk.


"Tidur lah..." Ungkapnya membuat ku menatap nya tajam.


Haishh... ku kira dia bakal ngajak aku kemana gitu atau main game... tapi malah nyuruh tidur, memang abang laknat... Persis banget sama bang Andara, ah aku jadi kangen sama dia...


"Tidur, bukan melamun..." Ungkapnya lagi.


Aku mengabaikan nya, seraya ku langkahkan kaki ku ke arah jendela depan Casper duduk. Ku tatap keluar jendela, tampak seseorang sedang menatap ke arahku, aku mengeluarkan teropong untuk melihat siapa yang berada di sana.


Ia memakai jubah berwarna hitam dengan rambutnya yang berwarna putih keabu-abuan melayang-layang karena terkena hembusan angin, ia sedang berdiri di atas pohon besar di dekat air terjun itu. Ia adalah pangeran Alendra. Kembali ku arahkan pandangan mataku ke sekitar pangeran Alendra, aku bisa melihat beberapa kesatria nya sedang berdiri di pohon dekatnya.


Tak beberapa lama kemudian aku bisa melihat seseorang datang menghampiri pangeran Alendra, ia adalah pangeran Leandra. Tampak pangeran Leandra berbicara serius kepada pangeran Alendra, setelah pangeran Leandra selesai berbicara raut wajah pangeran Alendra tiba-tiba terlihat sangat serius, kemudian mereka pergi meninggalkan tempat itu dengan sekejap.


Apa yang terjadi? Apakah ada masalah?


Aku mengembalikan teropong ku ke dalam ruang dimensi, aku merasa sesuatu hal buruk akan terjadi. Jangan sampai salah satu dari mereka mengalami kesulitan gara-gara menteri Hagrit.


Lalu kenapa mereka berada di sana? Bukankah seharusnya hubungan pangeran Alendra dengan pangeran Deffin sudah membaik? Apa yang tidak ku ketahui?


Aku hanya bisa bertanya kepada Zu.


"Zu, apa kau bisa mendengar ku?!"


"Aku tau yang kau pikirkan my lord, mereka bangsa elf dari pangeran Alendra mengalami kesulitan, karena perempuan yang ia suka menduduki wilayah kerajaan nya."


"Apa yang terjadi? Bukankah pangeran Alendra sudah tau jika Ervada Amaris hanya mempermainkan dia?!"


"Benar, tapi perempuan itu memiliki taktik untuk menghancurkan pangeran Alendra dan kerajaan nya, dia bersekutu dengan seseorang yang sangat hebat."


"Seseorang yang sangat hebat?!"


"Dia adalah salah satu elf yang sangat membenci keluarga besar kerajaan, bahkan dia adalah salah satu penyebab keretakan keluarga kerajaan."


"Maksudmu bukan hanya menteri Hagrit satu-satunya yang menjadi dalang di balik ini semua?"


"Mereka bekerja sama untuk menghancurkan keluarga kerajaan selama bertahun-tahun my Lord, bahkan sudah sampai ratusan tahun mereka menunggu waktu ini tapi my lord menghancurkan rencana mereka."


"Apa kau bisa mengetahui siapa elf itu?!"

__ADS_1


"Tidak my lord, aku tidak tau siapa dia yang ku tau dia memiliki kekuatan yang sangat terlarang bagi para elf, yaitu sihir hitam seperti sekutu kaisar bleferald."


"Mungkinkah dia salah satu dari mereka, Zu?!"


"Aku hanya bisa merasakan sihir mereka, namun aku tidak bisa mengetahui siapa mereka."


"Terimakasih Zu..."


"Kalian harus berhati-hati my lord."


Ternyata permasalahan ini belum selesai, boleh kah aku mengeluh? Kenapa kok jadi beranak sih masalahnya, jangan-jangan masih ada cicitnya segala. Haishh....


Aku menatap mereka bertiga yang masih sibuk dengan kegiatan mereka, mereka akan sedikit kecewa karena permasalahan para bangsa elf belum lah selesai, kami masih harus membantu mereka.


Tapi siapa elf yang di bicarakan Zu? Kenapa selama ini dia tidak terlihat? Apakah begitu hebatnya sampai tidak ada yang menyadari tentang keberadaan nya. Aku harus bertanya kepada pangeran Deffin.


"Apa yang Lo pikirin?!" Ungkap Neftaza yang duduk di kursi depanku.


Kapan dia duduk di sana?


"Permasalahan mereka belum selesai Nef, masalahnya semakin rumit." Ungkapku menghela nafas kasar.


"Maksud Lo..." Ungkapnya berteriak.


Membuat Hasper dan Casper menatapku.


"Ternyata, bukan hanya menteri Hagrit dalang di balik semua ini, tapi ada elf lain yang menjadi dalang di balik ini semua..."


"Hah,,, Lo gak bercanda kan?!" Ungkap Neftaza kurang percaya.


"Gue gak bohong."


Ungkapku menatapnya serius.


-


-


Jangan lupa like vote dan komen yah...

__ADS_1


❤❤❤


__ADS_2