
Aku menatap Casper yang beranjak berdiri menjauhi tempat perkemahan, ia berjalan ke arah sebuah pohon yang cukup rimbun di belakang pohon tempat kami berkemah.
Ku tatap ia yang memandang sekitar seperti sedang memastikan tidak ada yang melihat nya. Namun pandangan mata nya bertemu dengan pandangan mata ku.
Casper memberikan isyarat untuk ku mengalihkan pandangan mata ku.
Ohhh, dia hanya ingin berada di sana...
Ku alih kan pandangan mata ku menatap Neftaza yang menyiapkan beberapa makanan di depan nya, dengan Esmeralda dan Gazelle membantu nya meletakkan beberapa peralatan makan di meja yang berada di dekat perapian.
"Apa kau lelah Ela?" Ucap Hazel yqng yang menatap ku seraya memakan potongan apel nya.
"Bukan kah kau bisa melihatnya Hazel?" Ucap ku seraya menoleh menatap nya tersenyum.
"Ah,,, aku tau..." Ucap nya yang terlihat gelisah lalu terbang ke arah Neftaza, ia duduk di atas meja makan nya.
_____________
Aku menunggangi kuda ku dengan cepat seraya menatap mereka semua yang sudah siap berada di atas kuda nya. Aku menatap Hasper yang mengendalikan kuda nya yang sedikit memberontak, ia menatap kami bergantian dengan raut wajah yang sangat serius.
"Ingat ini, jika kita berpisah dalam perjalanan apapun yang terjadi kita harus segera sampai di perbatasan, kita harus keluar dari wilayah kerajaan Neverlanz..." Ucap nya seraya menarik tudung kepala yang hampir jatuh ke punggung nya.
"Jika situasi darurat terjadi dan kita harus berpisah gunakan handphone milik kalian, dan bersembunyi lah jika kalian tidak bisa terus berjalan ke arah perbatasan..." Ucap Felis menatap kami serius.
"Benar, maka salah satu dari kami akan menjemput kalian..." Ucap Hasper lagi.
Aku mengangguk begitu pun yang lain.
Kuda kami berjalan dengan pelan ke arah selatan hutan, itu adalah jalan satu-satunya menuju ke perbatasan dengan cepat.
Hutan yang kami lewati semakin lebat dengan tumbuhan merambat menjadi parasit di setiap pohon besar yang menjulang tinggi.
Pandangan mata ku terjatuh di salah satu pohon yang cukup membuat ku tertarik, pohon itu memiliki ruang yang cukup besar.
Langkah kaki kuda kembali melaju dengan cepat ke arah selatan tanpa menghiraukan apapun, setidaknya kami harus menjauh dari tempat ini.
Sesekali kami berhenti sejenak untuk mengistirahatkan kuda kami yang terlihat sangat kelelahan.
Ku angkat kaki kanan ku melewati kepala kuda ku seraya beranjak turun mengikat kuda ku di salah satu pohon kecil yang tak jauh dari kuda-kuda lain beristirahat.
__ADS_1
Ku langkah kan kaki ku berjalan ke arah mereka yang sedang duduk di bawah pohon yang penuh dengan bebatuan dengan pandangan mata ku menatap Hazel yang sedang terbang ke atas pohon.
"Apa yang kau katakan?" Terdengar suara Gazelle sedikit berteriak menatap Esmeralda yang sedang memakan sebuah roti yang ia pegang di tangan kanan nya.
"Ah,,, aku hanya mengatakan jika makanan ini lezat..." Ucap Esmeralda yang terus mengunyah roti nya.
"Tidak, kau berbohong... Kau mengatakan jika aku putri yang jelek..." Ucap Gazelle marah.
"Apa aku salah bicara?" Ucap Esmeralda yang terlihat sedang meremehkan Gazelle, ia hanya bercanda.
"Dasar sialan...." Ucap Gazelle yang membuat mereka semua menatap nya.
Ku tatap Felis yang berjalan ke arah nya dengan pandangan nya lekat menatap Gazelle.
"Sekarang, kau benar-benar mirip seperti Ela dan Nefta..." Ucap nya yang di tanggapi dengan tatapan tajam Gazelle.
"Apa aku perlu memusuhi mu Gege?" Ucap Gazelle menatap nya tajam.
"Kau terlihat sangat lucu ketika marah putri..." Ucap Cristaldy yang mengejek nya.
Aku hanya menatap dan mendengarkan pembicaraan mereka yang sedang menggoda Gazelle, seperti nya dia memang sedang datang bulan.
"Apa kau merindukan istana, Gege?" Ucap ku menatap nya. Ia menatap ku seraya memasukkan pedang nya kembali ke dalam sarung pedang.
"Bukan kah kau tau Ela?" Ucap nya seraya memegang kedua tangan ku.
"Aku sangat merindukan bagaimana kita bermain di istana, bukan kah menyenangkan jika hidup kita seperti itu?" Ucap nya menatap ku lekat.
Ku angat tangan kanan ku seraya memegang kembali tangan Casper yang sedang memegang tangan kiri ku.
"Gege... Semua ini akan segera berakhir, aku yakin kita bisa kembali seperti dulu lagi..." Ucap ku menatap nya tersenyum.
"Benarkah? Apa kalian berdua masih berada di dunia ini? Ku rasa tidak..." Ucap nya sendu.
"Aku tidak bisa memastikan itu Gege, tapi setidaknya aku akan berusaha ada ketika kita semua sudah meraih kemenangan..."
"Berjanjilah..." Ucap nya seraya melepaskan genggaman tangan nya di tangan ku, mengangkat jari kelingking nya di hadapan ku.
Apa aku bisa?
Dengan ragu aku mengangkat jari kelingking ku.
__ADS_1
"Aku berjanji..." Ucap ku tersenyum...
"Aku mempercayai mu Ela..." Ucap nya tersenyum.
_______________
Aku tak tau dimana keberadaan kami sekarang, namun semuanya terlihat sangat menakutkan ketika matahari sudah menghilang. Betapa beruntungnya mereka para pria yang bisa melihat dalam kegelapan.
Dengan samar-samar aku hanya bisa menunggangi kuda ku perlahan dengan bantuan senter yang ku gunakan, aku menatap Neftaza yang melakukan hal yang sama seperti ku dengan pandangan mata nya menatap ke sekitar dengan serius.
Ketika pandangan mata ku menatap ke atas, aku bisa melihat rembulan yang berbentuk bulat mulai membantu ku untuk melihat.
Perjalanan kami semakin menakutkan ketika terdengar suara lolongan serigala yang tak jauh dari keberadaan kami.
"Apa kau mendengar nya? Sangat menakutkan..." Ucap Esmeralda menatap sekitar, ia ketakutan.
"Diam lah..." Ucap Gazelle yang terlihat sangat tenang.
Tiba-tiba Hasper dan Felis menyuruh kami untuk berhenti dan terdiam, ku tatap Hasper yang turun dari kuda nya, ia beranjak berjalan ke arah depan dengan pandangan mata nya menatap ke sekitar dengan waspada. Sepertinya ia melihat sesuatu.
Ku tatap raut wajah nya dengan samar-samar, ia terlihat sangat serius seperti melihat sesuatu dari kejauhan.
Casper yang berada di samping ku memberikan ku isyarat untuk mengalihkan pandangan mata ku ke arah kanan, apa yang ku lihat? Aku hanya bisa melihat kegelapan?
"Sekarang, ingat lah perkataan ku...!!!" Ucap Felis yang membuat kami semua terdiam dan mengerti tentang apa yang akan terjadi.
"Dengar kan aku, mereka bukan lah roh jahat... Tapi mereka cukup berbahaya untuk kita..." Ucap Hazel berbisik namun masih terdengar oleh kami.
Kembali ku tatap Hasper yang berjalan ke arah kuda nya dan kembali menunggangi nya. Ia menoleh ke belakang menatap kami bergantian seraya memberikan isyarat untuk berhati-hati.
_
_
_
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
(Btw, maaf ya baru update... Selamat membaca...)
__ADS_1