TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 52


__ADS_3

Ceklek...


Suara pintu terbuka.


Ku langkahkan kakiku mendekatinya, terlihat ia sedang mengangkat sebuah pintu ke atas, di balik pintu itu terdapat sebuah lorong penghubung jalan menuju ke suatu tempat.


"Cepat masuk..." Ucap pangeran Hasper berbalik menatap kami.


Ku langkahkan kaki ku memasuki pintu, begitupun Neftaza dan pangeran Casper kami menuruni beberapa anak tangga untuk mencapai dasar ruangan itu.


Kembali ku berbalik menatap pangeran Hasper dan pangeran Casper yang sedang melihat keadaan sekitar sebelum menutup pintu itu dengan hati-hati. Mereka kembali mengunci pintu itu dengan meletakkan kuncinya di tempat yang sudah tersedia di dekat pintu.


Sebenarnya letak pintu itu cukup sulit untuk di lihat dari luar. Hanya tampak seperti tanah datar yang yang tertutup semak-semak, bahkan aku tidak menyadari nya tadi.


Ruangan yang sangat gelap, kami mengeluarkan empat buah senter untuk masing-masing. Ruangan? Ini sebuah lorong yang menuju ke suatu tempat dengan dinding-dinding nya terbuat dari kayu dengan penyangganya menggunakan kayu berukuran besar berbentuk segi empat.


Ku langkahkan kakiku mengikuti langkah kaki Hasper yang melangkah cepat. Jika ku perhatikan tempat ini penuh dengan debu, mungkin sudah lama tidak di kunjungi oleh manusia. Bahkan jaring laba-laba mengganggu langkah kami.


Tinggi tempat ini hanya dua meter, yah sangat mengganggu bagi Hasper dan Casper karena mereka yang terlalu tinggi. Aku sangat penasaran, kita akan kemana?


"Aku baru tau jika di hutan belakang istana mempunyai tempat seperti ini."


"Hanya anggota kerajaan yang mengetahui tempat ini." Tukas Hasper yang sedang serius berjalan ke depan tanpa menoleh ke belakang tempat kami bertiga mengikutinya.


"Benarkah?"


"Terakhir kami ke sini adalah tujuh belas tahun yang lalu, saat bunda akan melahirkan kalian." Tukas Casper menatap ke arahku.


"Itu sangat lama, bagaimana kalian tahu tempat ini berada?"


"Kau hanya perlu percaya dengan insting mu." Tukas Hasper menoleh sebentar ke arahku.


"Hebat.." Ucap Neftaza seraya menunjukkan ekspresi kagum.


"Ini adalah tempat yang di jadikan sebagai tempat persembunyian anggota kerajaan jika terjadi perang atau hal lain yang membahayakan nyawa kita." Tukas Casper tampak serius.


"Keren juga ide mereka, buat persembunyian di bawah tanah." Bisik Neftaza di telinga kiri ku.

__ADS_1


Kembali ku arahkan pandangan mataku ke tempat Hasper berhenti, tampak di depannya terdapat sebuah pintu berwarna cokelat dengan ukiran-ukiran bunga mawar yang sangat klasik. Ia membukanya.


Ku langkahkan kakiku mengikutinya.


Terlihat sebuah ruangan kosong yang cukup luas, seperti ruang persegi yang tidak memiliki apapun kecuali dinding yang terbuat dari kayu dengan penyangga yang tak kalah besar dari penyangga di lorong. Mungkin ruangan ini sekitar tujuh kali sepuluh meter luas persegi. Sedangkan panjang lorong yang kami lewati sepanjang seratus sampai seratus sepuluh meter.


"Kenapa kosong?" Tukas Neftaza bingung seraya melihat sekeliling ruangan.


"Para kesatria pribadi ayah membersihkan tempat ini beberapa tahun lalu." Ucap Casper seraya duduk bersandar di dinding kayu.


Kesatria pribadi? Ternyata beberapa dari mereka mengetahui tempat ini.


"Apa kita akan bersembunyi di sini?"


"Sejauh ini, tempat inilah yang paling aman untuk kita..." Ucap Hasper seraya memeriksa dinding-dinding kayu di depan kami.


"Apa hanya sampai di sini ruang bawah tanah untuk tempat persembunyian kita?"


"Entahlah,,, kami hanya pernah berada di sini tanpa mengetahui ruangan yang lain nya." Ungkap Casper sedikit ragu.


"Entah ruangan lain itu ada atau tidak ada kami hanya mengetahui ruangan ini." Tukas Hasper berbalik berjalan ke arah kami.


Ku arahkan pandangan mataku ke samping kiri ku, tampak Hazel sedang duduk santai di pundak Neftaza yang sedang duduk memakan sebuah apel.


"Hazel..." Ia menoleh ke arahku seraya terbang mendekati ku.


"Apa kau merasakan sihir hitam itu berada di sekitar hutan ini?"


"Tidak, aku hanya merasakan sihir itu berada di dekatku jika jaraknya hanya mencapai kurang lebih seratus meter dari tempat ku berada." Ungkapnya seraya memakan potongan apel kecil ke dalam mulutnya.


"Cukup jauh... Jika kau merasakan sihir sedikit apapun katakan kepadaku, ok."


Ia mengangguk, kembali ia terbang ke arah pundak Neftaza yang sedang memakan apel.


Kembali ku langkahkan kakiku mencoba mencari sebuah pintu lain ketika mereka sedang duduk menikmati buah-buahan.


Aku mencoba mengetuk-ngetuk dinding kayu, namun sangat sulit. Kayu itu terlalu tebal, sulit mengetahui di balik dinding kayu itu ada sebuah ruang lain atau tidak.

__ADS_1


Kembali ku arahkan pandangan mataku ke setiap sudut ruangan dengan senter yang ku pegang, apakah dugaan ku benar jika ada ruang di balik ruangan ini atau tidak. Bermenit-menit aku mencarinya, namun aku tidak menemukan apapun. Aku kembali menghampiri mereka yang sudah mengeluarkan empat buah tempat tidur dengan beberapa lilin berada di atas meja tak jauh dari tempat mereka berbaring.


"Apa yang Lo cari El?" Ucap Neftaza yang sedang berbaring memainkan handphone nya dengan Hazel yang tertidur di bantal miliknya.


"Aku pikir ada ruang lain di balik ruangan ini, tapi aku gak nemuin petunjuk.." Ungkapku seraya duduk di tempat tidurku.


"Huh... Lebih baik Lo makan dulu..." Ungkapnya seraya mengeluarkan empat kotak pizza dengan empat buah minuman dingin.


Ia memang benar-benar menyukai pizza. Ia memberikan ku sebuah kotak pizza rasa jagung dengan sebuah minuman, kemudian ia memberikan pizza yang lain kepada Hasper dan Casper. Aku memakannya dengan masih memikirkan tempat ini.


Ku alihkan pandangan mataku ke arah jam tangan yang aku gunakan. Pukul delapan malam. Ku rasakan nafas ku yang sedikit sesak berada di ruangan ini yang kekurangan oksigen, pengap.


"Udara di sini kurang, apakah kalian merasa sesak?" Ucap Casper khawatir menatap ke arah ku dan Neftaza yang sedang duduk gelisah.


"Sedikit Gege..."


"Bertahanlah..." Ucapnya dengan raut wajah cemas.


Bukankah kita bisa bernafas jika kita mendapatkan angin? Kipas mini? Ya.


Aku mengeluarkan empat buah kipas mini untuk membantu pernafasan kami. Aku memberikan kipas mini itu kepada mereka masing-masing.


Sekarang aku sudah tak merasakan kekurangan oksigen lagi. Huh... untunglah aku mempunyai ruang dimensi yang penuh dengan benda-benda canggih.


Kembali ku perhatikan Hasper dan Casper yang sibuk merancang sebuah strategi untuk mengusir makhluk-makhluk menjijikkan itu, tidak tapi kami akan membunuh mereka.


Mereka terlihat serius duduk di kursi pojokan sedang mrmikirkan strategi mereka dengan di dampingi sebuah lilin di tengah-tengah meja.


Bukan dinner mate yah, hehe...


-


-


-


Jangan lupa like vote dan komen yah...

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2