
Kami berjalan dengan cepat namun santai untuk tidak menimbulkan keanehan. Ku arahkan pandangan mata ku menatap ke sekitar melihat para laki-laki menggoda Ribery dan di balas Ribery dengan jawaban menggoda balik.
Dia memang benar-benar seseorang yang sangat baik dalam berakting. Sesampainya di depan penginapan, aku tak sengaja melihat kamar pangeran Reverdine dan anehnya aku bisa melihat pangeran Reverdine berada di atas balkon kamar nya.
"What? Nef, itu pangeran Reverdine kan?" Ungkap ku menyuruh Neftaza untuk melihat balkon kamar.
"Nj*r, bener... Terus yang di restauran tadi siapa?" Ungkap nya berhenti menatap ku.
"Kita bahas di dalam..." Ungkap Ribery yang mengerti arah pembicaraan kami.
Ku langkahkan kembali kaki ku berjalan masuk ke dalam penginapan mengikuti Ribery dan Neftaza yang berjalan terlebih dahulu menaiki tangga.
Di saat kami melewati kamar pangeran Reverdine aku merasa nafas ku begitu berat berada di sekitar sini, apa yang terjadi dengan ku? Ini sungguh menyesakkan.
Ku langkah kan kaki ku dengan cepat masuk ke dalam kamar dan langsung mengambil air putih di atas meja, aku meminumnya dan mengistirahatkan tubuh ku duduk di atas kursi.
"Apa yang terjadi?" Terdengar suara Gazelle khawatir seraya mendekati ku.
Saat ku arah kan pandangan mata ku menatap Neftaza sepertinya ia mengalami hal yang sama seperti ku.
"Mereka mengalami sesak saat melewati kamar sebelah..." Ungkap Ribery yang berubah wujud menjadi Robert saat masuk di dalam kamar.
"Ada apa di kamar sebelah?" Ungkap pangeran Darren yang tak mengerti.
"Apa kalian tidak mengetahui jika di kamar sebelah, tempat dimana pangeran Reverdine menginap?" Ungkap Robert serius.
"Pangeran Reverdine? Pangeran kekaisaran? Apa yang dia lakukan di sini?" Ungkap pangeran Cristaldy marah.
"Tenang lah pangeran...."
"Putri Angela, putri Neftaza kalian sangat penasaran bukan kenapa pangeran Reverdine bisa berada di tempat yang berbeda hanya dalam sekejap?" Ungkap Robert menatap ku serius.
Kami semua terdiam menunggu penjelasan dari Robert.
"Dulu, ayah ku pernah mengatakan sesuatu kepada ku. Mereka, pihak kekaisaran bukan lah makhluk biasa seperti kita... Mereka memiliki hal yang sulit kita pahami..." Ungkap nya terhenti.
"Setiap keturunan kaisar, maka mereka memiliki kekuatan yang bisa membuat mereka melakukan apapun sesuai apa yang mereka ingin kan, misalnya pengganda tubuh..." Ungkap nya yang membuat ku mengerti.
"Jadi bisa di bilang apa yang kita lihat itu tak salah? Pangeran Reverdine sedang melakukan sihir pengganda tubuh?" Ungkap ku menatap Robert serius.
__ADS_1
"Benar putri... Namun mereka hanya bisa mengganda tubuh menjadi dua dan itu memiliki batas waktu..." Ungkap Robert lagi.
"Tunggu, jangan bilang kaisar adalah penyihir?" Ungkap Neftaza yang membuat kami terdiam.
"Benar..." Ungkap Robert yang membuat kami terdiam lesu mendengar kebenaran nya.
"Pupus sudah harapan kita..." Ungkap Neftaza kesal.
"Penyihir? Itu adalah sesuatu yang sangat sulit di kalahkan.." Ungkap Esmeralda yang terdengar sangat putus asa.
Sebenarnya aku tak perlu terkejut sih kalau memang mereka penyihir, karena kalau bukan penyihir gimana mereka punya sekutu yang notaben nya susah banget di ajak berkerja sama...???
"Lalu apa yang membuat ku sesak ketika melewati kamar pangeran Reverdine?" Ungkap ku bertanya serius kepada Robert.
"Mungkin itu bisa di bilang efek dari sihir pengganda tubuh." Ungkap nya yang membuat ku semakin bingung.
"Jadi, bisa di bilang jika penyihir menggunakan sihir pengganda tubuh maka itu membuat kami para manusia mengalami sesak?" Ungkap Neftaza menatap Robert lekat.
"Hemmm.... Penyihir membutuh kan energi untuk melakukan mantra sihir, maka bisa di bilang kami memerlukan energi dari manusia atau makhluk lain untuk memperkuat sihir kami..." Ungkap nya yang membuat ku tak habis berpikir.
"Itu bisa saja membahayakan nyawa manusia atau makhluk lain..." Ungkap pangeran Cristaldy marah.
"Jika seperti itu, setidaknya kami mengerti sekarang..." Ungkap Gazelle menghela nafas lega.
___________
Ku tatap jam tangan ku yang sudah menunjukkan pukul dua belas malam lewat sepuluh menit. Namun Hasper, Casper atau pun Felis dan Airen belum tampak muncul di pintu maupun di lingkungan desa yang ku lihat dari jendela kamar.
Mereka semua yang ada di kamar belum juga bisa tidur karena merasa cemas akan keadaan mereka yang tidak memberikan kabar sama sekali.
Sebenarnya apa yang terjadi? Mereka baik-baik saja bukan? Lalu apa alasan mereka tidak memberi kabar kepada kami? Apakah mereka dalam bahaya?
Tampak pangeran Darren berjalan mondar-mandir memikirkan sahabat nya yang tak kunjung kembali maupun memberikan kabar. Di lain sisi aku bisa melihat Gazelle dan Esmeralda yang terlihat sangat khawatir tentang keadaan mereka.
Ku arah kan pandangan mata ku menatap ke luar jendela, tampak di sana suasana nya sangat sepi, bahkan hanya beberapa orang yang terlihat sedang berjalan ke toko obat ataupun ke toko yang lain.
Terdengar suara langkah kaki berjalan ke arah ku.
"Mereka gak di culik kan ya?" Ungkap Neftaza yang terdengar sangat khawatir.
__ADS_1
"Mereka hebat, setidaknya mereka akan melakukan perlawanan jika benar-benar ada yang menyerang mereka..." Ungkap ku yang masih menatap ke luar jendela.
"Lo bener, mereka kuat... Pasti mereka akan menang jika ada yang menyerang nya, tak semudah itu untuk menculik mereka..." Ungkap nya yang terdengar penuh keyakinan.
"Tapi..." Ungkap nya terhenti.
"Gak usah tapi-tapi..." Ungkap ku menatap nya geram.
"Ok ok... Gue cuma khawatir, gak usah melotot gitu..." Ungkap nya kesal.
Ia berbalik pergi duduk di dekat pangeran Cristaldy yang sedang membaca buku di kursi pojokan samping tempat Gazelle dan Esmeralda berada.
Kembali ku arah kan pandangan mata ku menatap ke luar jendela, aku mengeluarkan teropong ku untuk memeriksa keadaan luar agar lebih jelas.
Namun dari kejauhan aku melihat empat orang berpakaian serba hitam berjalan dengan tergesa-gesa ke arah penginapan, mungkin kah itu mereka?
"Nef, lihatlah...!!!" Ungkap ku menoleh ke belakang membuat mereka semua menatap ke arah ku.
Tampak Neftaza beranjak berdiri menghampiri ku begitupun yang lain...
"Lihatlah empat orang laki-laki di sana yang berjalan tergesa-gesa..." Tunjukku kepada Neftaza dan yang lain.
"Sepertinya itu memang mereka..." Ungkap pangeran Darren yang berada di belakang ku.
"Tapi, siapa mereka yang di belakang empat orang laki-laki itu?" Ungkap Gazelle yang membuat ku melihat ke arah belakang mereka berempat.
Siapa mereka? Apa mereka mengejar empat orang laki-laki itu? Bahkan kami tidak mengetahui secara pasti siapa empat orang laki-laki itu. Apakah benar-benar mereka berempat atau hanya orang lain?
_
_
_
Jangan lupa like vote dan komen yah guys...
❤❤❤
(Sad nih, akhir-akhir ini kesehatan author terganggu dan gak bisa mikir maupun nulis karena efek dari kecelakaan waktu itu... Maaf ya guys 😊)
__ADS_1