
Tubuh ku bergetar melihat mereka berempat terlihat seperti itu, apa yang telah mereka lakukan kepada kalian.
Langkah kaki ku perlahan mendekati mereka berempat, aku berjalan ke arah sisi paling kiri seraya ku lepaskan ikatan tali rantai yang mengikat Hasper.
Brukkkk...
Suara rantai yang jatuh bersamaan dengan tubuh Hasper yang jatuh di tubuh ku membuat ku meneteskan air mata yang tak kunjung berhenti.
Ku gerakkan tubuh nya menyandar di dinding seraya bangkit kembali aku berjalan menghampiri Casper, aku kembali melepaskan tali rantai itu dari tangan dan kaki nya. Lagi-lagi ia ambruk menubruk tubuh ku dengan kesadaran yang menghilang.
Aku hanya bisa menangis membayangkan apa yang terjadi kepada mereka sebelum nya. Ku gerakkan tubuh nya bergerak ke arah aku meletakkan Hasper, ia duduk di samping nya.
Kembali aku beranjak berdiri berjalan mendekati pangeran Felis yang memiliki nasib sama seperti Hasper dan Casper begitu pun dengan Airen yang sudah tak sadar kan diri.
Mereka berempat benar-benar terlihat seperti mayat dengan denyut nadi yang sangat lemah.
"Apa yang harus aku lakukan? Bagaimana cara nya aku bisa menyelamatkan kalian jika tak menggunakan darah Zu? Ahhhh...." Aku hanya bisa berteriak, menangis melihat nasib mereka berempat yang begitu tragis. Terduduk lemas di hadapan ku dengan bau amis darah melekat sampai mengering di salah satu pakaian mereka.
"Bisakah kalian bangun?" Ucap ku seraya mengelapi wajah mereka satu persatu, seraya ku letakkan mereka berbaring di atas alas yang sudah ku sediakan di sana.
Aku membersihkan luka-luka mereka bergantian dengan waktu yang cukup lama, aku mengobati nya dengan obat yang ku tau.
Setelah nya aku duduk bersandar di dinding melihat mereka berempat yang terbaring dengan luka yang sudah ku balut dengan perban, goresan-goresan bekas pukulan yang ada di wajah mereka membuat ku menjadi geram.
"Setidaknya aku tak terlambat."
Berjam-jam sudah aku menunggu mereka terbangun, sampai dimana aku mendengar suara rintihan seseorang yang mengejutkan ku. Aku bergegas ke arah nya, tampak Casper terbangun dengan terbatuk-batuk.
"Gege..." Panggil ku, tangis ku kembali pecah akhir nya aku bisa melihat mata nya terbuka lagi.
"Ela..." Ucap nya, ia meneteskan air mata ketika melihat ku.
"Tidur lah... Kalian baik-baik saja sekarang..." Ucap ku, seraya menyuruh nya untuk kembali berbaring.
__ADS_1
"Maafkan aku, seharus nya aku ikut dengan kalian..." Tangis ku pecah sepecah-pecah nya melihat Casper dalam keadaan seperti itu.
"Ini bukan salah mu Ela, kami lah yang terlalu lemah... Maafkan kami Ela karena kami, Zu sekarat..." Ucap nya, aku terdiam sejenak. Aku sulit mencerna apa yang di katakan Casper saat ini.
"Ceritakan itu ketika gege merasa baikan ok... Percayalah Zu pasti baik-baik saja, jadi tenang lah Gege..." Ucap ku seraya mengelus tangan kanan nya.
Casper hanya terdiam, kemudian ia mengangguk. Ia memejamkan mata nya, aku kembali beranjak berdiri melihat keadaan sekarang. Bagaimana cara nya aku membawa mereka keluar dari penjara ini? Aku harus menghubungi Darren dan Gazelle. Aku mengirim sebuah pesan kepada mereka berdua, setelah beberapa menit aku sudah mendapat balasan dari pangeran Darren.
"Aku hanya berharap mereka berdua bisa membantu ku tanpa ketahuan."
__________
Ku raih handphone ku seraya ku cari kontak Neftaza dengan cepat, aku memanggil nya dengan segera. Butuh beberapa menit untuk ia mengangkat telepon itu.
"Ada apa?" Ucap Neftaza yang terdengar lesu, aku bisa tahu jika ia baru saja bangun dari tidur nyenyak nya.
"Aku menemukan Hasper dalam keadaan hampir tak bernyawa Neftaza, apa yang kau lakukan di sana?" Teriak ku marah, aku menangis ia tak berada di sini sekarang.
"Aku menemukan mereka di penjara bawah tanah, dan sekarang aku tak bisa membawa mereka keluar dari sini! Apa yang harus aku lakukan?" Teriak ku lagi, aku memukul-mukul dinding ketika melihat mereka berempat masih berbaring dengan lemah di sana.
"Aku berada di kerajaan Zeffligha." Ucap ku lirih.
"Bisakah kau bertahan beberapa jam? Aku harus mencari Ryu untuk membantu kalian." Ucap nya yang terdengar panik, seraya terdengar suara benda berjatuhan di sekeliling nya.
"Baik lah, aku akan bertahan beberapa jam di dalam sini." Ucap ku seraya ku matikan panggilan telepon itu.
Aku terduduk dengan mengusap air mata ku dengan kasar, aku hanya duduk sambil memikirkan apa yang terjadi jika Neftaza tak bisa menemukan Ryu dan kemari tanpa terlambat. Aku harus melakukan sesuatu.
____________
Neftaza pov-
Sebuah nada dering yang tak asing terdengar di kedua telinga ku, aku mencari nya seraya ku angkat handphone agar aku bisa melihat siapa yang menelepon ku tengah malam seperti ini.
__ADS_1
"Andira?"
Aku mengangkat panggilan nya dengan lesu, aku masih memejam kan mata ku seraya mengucapkan ada apa kepada nya.
Ia berteriak menangis kepada ku, aku terkejut ketika ia mengatakan jika ia menemukan Hasper dan yang lain nya di dalam penjara dalam keadaan hampir tak bernyawa.
Aku terperanjat, aku duduk seraya menenang kan nya agar ia tak melakukan apapun. Aku beranjak berdiri seraya memakai pakaian ku dengan cepat sampai benda-benda di sekeliling ku jatuh membuat kebisingan. Sambungan telepon itu berakhir.
"Kerajaan Zeffligha? Baik lah aku akan ke sana walau tak menemukan Ryu sama sekali."
Aku memeriksa pakaian dan alat yang harus ku siap kan dengan matang.
Seseorang mengetuk pintu kamar ku beberapa kali, aku beranjak berjalan ke arah pintu itu seraya membuka nya. Tampak Devmir terlihat di sana dalam keadaan sedikit panik.
"Ada apa dengan wajah mu tuan Devmir yang terhormat?" Ucap ku, seraya berjalan meninggal kan nya.
"Apa yang membuat mu menjadi tergesa-gesa seperti ini?" Ucap nya yang berjalan mengikuti ku. Aku berhenti seraya menoleh ke arah nya.
"Bisakah kau tetap di sini menjaga bang Andara? Aku harus pergi." Ucap ku kembali berjalan meninggalkan nya.
"Apa maksud mu? Sangat berbahaya jika kau pergi dari sini putri." Ucap nya yang mencoba menghentikan ku.
"Aku tahu..." Ucap ku tanpa menghiraukan omongan nya.
"Jangan membuat semua nya menjadi curiga tuan Devmir, aku bisa menjaga diri ku." Ucap ku tanpa menoleh ke arah nya.
"Ohhh ya... Katakan kepada bang Andara, kalian harus lekas kembali ke mansion tanpa diri ku. Karena aku akan kembali dengan mereka." Ucap ku seraya berhenti aku di depan kuda ku, aku menoleh ke arah nya dengan ia yang berhenti tak jauh di belakang ku.
_
_
_
__ADS_1
❤️❤️❤️