TWO PRINCESS

TWO PRINCESS
Chapter 51


__ADS_3

Dua jam sudah kami menunggangi Zu dan Ryu. Tampak dari kejauhan, kami melihat istana kerajaan Rosewaltz yang sangat megah dengan dekorasi khas kerajaan modern. Sangat tenang. Kami akan turun di bagian belakang istana, hutan.


Aneh! Kami, pangeran dan putri kerajaan Rosewaltz menghilang. Tidak, kami belum kembali selama delapan hari. Tetapi mereka terlihat seperti kami baik-baik saja.


"Zu kembalilah.." Ungkapku ketika kami sudah turun, menginjakkan kaki di tanah.


Aku pandangi keadaan istana bagian belakang, tampak para kesatria bertugas seperti biasanya. Aku mengambil teropong untuk dapat melihat sedikit jauh. Tapi tetap saja, semua tampak baik-baik saja.


Aku menurunkan teropong ku, berbalik aku menatap mereka yang tak kalah bingung dariku. Bukankah seharusnya mereka merasa cemas, karena kami sudah pergi selama delapan hari ini?


"Aneh.!"


"Ada yang tidak beres.!" Ungkap pangeran Hasper serius melihat keadaan istana menggunakan teropong yang ku berikan.


"Harusnya mereka tidak sesantai itu bukan?." Ungkap pangeran Casper bingung dengan para kesatria yang terlihat biasa-biasa saja dari balik teropong nya.


"Hazel...!"


"Bisakah kau melihat dengan jarak lebih dekat?" Ungkap Neftaza menatap istana.


Hazel mengangguk.


"Berhati-hatilah..."


Ia terbang ke istana.


Kami menunggu Hazel selama lima belas menit, tapi Hazel belum kembali. Kami menunggu nya dengan perasaan cemas.Tiga puluh menit sudah kami menunggu Hazel. Kami memeriksa keberadaan Hazel dari balik teropong, tapi kami tidak menemukan nya sama sekali.


Empat puluh lima menit kemudian.


"Apa yang terjadi dengan Hazel? Ia pergi terlalu lama." Ungkap Neftaza bingung.


Hazel, sudah pergi terlalu lama.


"Hazel kembali..."


Namun, aku melihatnya terbang dengan sangat cepat. Tampak dari raut wajahnya, ia sedikit ketakutan.


"Lari.." Ungkap Hazel tak jauh dari tempat kami berdiri. Apa yang terjadi?


Aku kembali melihat ke arah belakang Hazel. Tampak gerombolan kesatria berlari cepat ke arah kami, ku arahkan pandangan mataku ke tangan mereka yang sedang membawa sebilah pedang di genggaman kesatria masing-masing.


Kami berlima berbalik lari masuk ke dalam hutan, langkahku semakin cepat melewati rumput-rumput kecil yang tumbuh di tanah. Nafasku terdengar tak beraturan.


Kembali ku langkahkan kakiku dengan cepat lurus ke depan seraya mencari tempat untuk persembunyian kami.


"Di ujung sana..." Teriak pangeran Hasper seraya menunjuk ke arah barat. Tampak bebatuan besar terletak di sana. Kami berlari sekuat tenaga ke arah bebatuan itu.

__ADS_1


Kami sembunyi di balik bebatuan yang cukup tinggi. Nafasku dan nafas mereka terdengar sangat tak beraturan. Kami menutup mulut kami agar nafas kami tak terdengar oleh mereka.


Tunggu, untuk apa kami lari?


Terdengar suara langkah kaki mereka berhenti tepat di balik bebatuan tempat kami bersembunyi.


"Penyusup itu hilang..." Ungkap salah satu dari mereka dengan suara yang cukup serak karena sehabis berlari mengejar kami.


Hah? Penyusup?


"Cepat cari..." Ucap yang lainnya dengan suara serak basah namun tegas.


Mereka kembali berlari mencari penyusup itu. Penyusup? Apakah kami yang mereka cari?


"Huh... Syukurlah..." Ucapku seraya melepaskan tangan ku dari mulutku. Aku menghirup udara sebanyak mungkin.


"Hazel..."


"Apa yang terjadi?" Ucapku melihatnya sedang kelelahan duduk di atas batu lebih pendek dari batu yang lain.


Ia mengatur nafasnya untuk berbicara.


"Aku merasakan sihir hitam di istana, ketika aku ingin memeriksa apa yang terjadi aku melihat wujud pangeran Hasper sedang duduk di gazebo taman dengan kesatria pribadinya." Ucapnya.


"Apa maksudmu?" Ucap pangeran Hasper terkejut.


"Sihir hitam yang ku rasakan berada di dalam tubuh mereka,.." Ucapnya lagi.


"Apakah mereka makhluk-makhluk menjijikkan yang menyamar menjadi kita?"


"Aku juga menduga nya.


Ternyata memang benar, bahwa kaisar sudah merencanakan ini sejak awal... Mereka membunuh para keturunan kerajaan dan menggantikan nya dengan makhluk-makhluk menjijikkan itu." Ungkap Neftaza terlihat sangat kesal.


"Aku mendengar dari beberapa pelayan, mereka kembali pada hari ke empat." Ucap Hazel mengingat.


"Jadi, mereka melakukan sesuai dengan yang tertulis di undangan.. Kita telat kembali selama empat hari ini."


"Jika kaisar mengutus peliharaan nya untuk menyamar menjadi kita, apa yang terjadi dengan kerajaan yang lain? Apa mereka melakukan hal yang sama?"


"Sepertinya ia, tapi ku harap mereka baik-baik saja.." Ucap Neftaza sedikit cemas.


"Sekarang apa yang akan kita lakukan?"


"Lebih baik kita bersembunyi..." Ungkap nya dengan raut wajah serius.


"Benar yang di katakan Gege, kita harus bersembunyi untuk merencanakan sesuatu." Tukas pangeran Casper seraya menggenggam tangannya dengan kuat.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan ayah? Apa ia baik-baik saja?" Ungkapku menatap Hazel.


"Aku juga mendengar dari para pelayan kalau ayah kalian sedikit lebih kejam dari sebelumnya..." Ungkap Hazel.


"Apa kau melihat ayah?"


"Aku belum sempat melihatnya, karena aku menjatuhkan sebuah vas bunga di koridor, karena itu mereka mengira aku adalah penyusup. Maka dari itu aku menyuruh kalian untuk lari." Ungkapnya tersenyum meringis.


"Huhh,,," Kami berempat menghela nafas kasar.


"Akan lebih bagus jika ayah mengetahui kebenaran nya." Ungkap Neftaza lesu.


"Ayah bukanlah raja yang bodoh Nefta.." Tukas pangeran Hasper dingin.


Neftaza hanya tertawa kikuk mendapat tanggapan dingin dari pangeran Hasper.


"Kita akan bersembunyi dimana Gege?" Ungkapku menatap ke arahnya yang sedang duduk di bebatuan.


"Kita akan pergi ke hutan?"


"Hutan?" Ungkap Neftaza bingung.


Pangeran Hasper beranjak berdiri berjalan ke dalam hutan. Ku langkahkan kakiku mengikuti nya dari belakang. Kembali ku ingat, bukankah beberapa Minggu yang lalu kami ke hutan ini menemukan bunga daffodil kuning? Tapi aku sejak tadi tidak melihat bunga itu sama sekali. Mungkin aku bukan melewati arah bunga daffodil tumbuh.


Tampak pangeran Hasper berhenti semenjak kami berhenti sekitar tiga puluh menit yang lalu. Ia melihat sekeliling, mungkin ia sedang mencari arah yang tepat.


Ia melangkahkan kaki kembali ke arah selatan hutan, kami mengikutinya dengan sangat tenang. Ku rasakan Hasper berhenti beberapa kali untuk melihat keadaan sekitar, ia sedang waspada.


Kembali kami melangkah dengan keadaan diam tanpa berbicara, ku angkat tanganku ke depan untuk menyingkirkan ranting pohon yang menghalangi pandangan ku. Kami berjalan dan terus berjalan tanpa henti. Ini terlalu jauh.


Ku rasakan kakiku yang sangat lelah di bagian lutut ku. Aku berhenti sebentar memukul-mukul kecil lutut ku untuk menghilangkan sedikit rasa lelah yang menyerang kaki ku.


Kembali ku melangkah, mengikuti mereka yang terlihat lelah dari cara mereka berjalan.


"Bukankah ini terlalu jauh?" Ungkap Neftaza di depanku sedang memukul-mukul lututnya pelan.


"Sabar..." Ungkapku mendahului nya.


"Kita akan segera sampai..." Tukas pangeran Casper.


Kami berjalan menuju semak-semak belukar yang cukup tinggi menghalangi pandangan kami. Tampak pangeran Hasper membuka tumpukan daun kering di bawah pohon besar dekat semak-semak.


Ia seperti sedang ingin menggali sesuatu. Ya, ternyata benar.. Ketika ia menyingkirkan daun kering itu, terlihat sebuah tanah yang di tutup dengan rumput hijau. Namun tangan pangeran Hasper sedang mencari sesuatu. Ia mencari sebuah lubang kecil.


Ia membukanya dengan sebuah kunci yang ia ambil dari balik pohon besar itu.


Jangan lupa like vote dan komen yah...

__ADS_1


❤️❤️❤️


__ADS_2