Asmara Jajar Genjang

Asmara Jajar Genjang
AJG 54


__ADS_3

Sementara keadaan Sammuel, ia tengah mendalami renungannya mengingat kejadian beberapa saat lalu kala sang kakak tercinta menatap sayang istrinya.


Hanya dari tatapan Hanson terhadap istrinya, Sammuel mampu menyibak sebuah makna bahwa sang kakak tercinta tengah memiliki rasa istimewa terhadap istrinya.


Ini tidak boleh terjadi. Sammuel protes pada keadaannya. Bagaimana jika kakak ketiganya ingin mengikat kasih dengan wanita yang akan di jodohkannya dengan kakak keduanya.


Nicky yang selalu berada di sekitarnya jelas melihat sang atasan yang tengah memaparkan kegundahannya dari raut wajah gelisahnya. "Kenapa lo?" Nicky melangkah hingga mendaratkan bokongnya di sebrang atasannya.


"Bangke lo ganggu aja gue lagi mikir." Sewot Sammuel seraya meraih bungkus rokoknya yang sudah berserakan di atas meja kebangsaannya, di ambilnya sebatang hingga menyulutnya lalu menghisapnya berusaha menepis kekacauan otaknya dengan sepuntung rokok itu.


"Mikirin bini lo?" Terka Nicky ikut merampas bungkusan rokok yang masih di genggam atasannya.


Sammuel membisu seraya menatap sinis wajah asisstannya.


"Salah lo pake acara rahasia -rahasiaan segala." Ujar Nicky membuat Sammuel menggeleng di sana.


"Bukan masalah itu, si Jack__"

__ADS_1


"Sam lo tau? Lo yang bego gue yang repot." Penghal Nicky dengan santainya menghisap rokoknya. "Jangan bilang gue yang harus pantau tuh orang." Imbuhnya.


Sammuel memiringkan bibirnya menyiratkan senyum iblisnya. "Ga usah repot, si Hanson udah sewa bodiguard kembar buat mantau tuh cewe."


"Iya gue tau itu, gue juga tau lo bingung antara si Hanson sama si Jack siapa yang harus lo kasih tuh cewe kan?"


"Si Hanson udah tunangan kali." Senggalnya merupakan jawaban pada hatinya yang selalu merisau jika saja wanita itu menerima hati kakak ketiganya.


"Lah lo juga tau dia tunangan cuma buat saham doang." Nicky kembali menghisap rokoknya menjeda perkataannya. "Sam__ gue tau lo pengen bahagiain si Hanson yang kesisih terus sama bokap lo, tapi lo juga bingung sama anaknya si Jack yang apet sama bini lo. Bukan cuma itu, lo juga tau tuh cewe udah di incer si Jack dari dulu."


Sammuel terkekeh berusaha menolak pembenaran atas ucapan sahabatnya. “Harusnya gue ga usah mikir lebih, gue udah bantu mereka sampe sini, seterusnya mereka bisa bersaing sendiri kan?" Tuturnya penuh keragun dalam tatapan kosongnya.


Keheningan terlerai kala seseorang mengetuk pintu ruang itu hingga tanpa sambutan sang wanita bertubuh aduhai memasuki ruang tersebut.


Sang wanita melangkah dalam keyakinannya hingga menepi tepat di belakang Nicky, tanpa bicara ia menyerahkan sebuah map berwarna biru kepada Sammuel.


"Ini jaminan dari Spanyol hasil kerja boss kamu Jess?" Sapa Sammuel meraih map itu lalu membukanya yang menampakkan selembaran kertas yang telah bercoret tinta hitam di atasnya.

__ADS_1


"Yes sir, tinggal di tanda tangani olehmu saja baru bisa di usut ke pemerintah." Jelas Jasslyn di balas anggukan keras oleh pria yang sudah menatap lekat barisan kalimat yang tertera di atas kertas di hadapannya.


Sammuel segera mencari kolom untuknya menggoreskan tanda tangannya. Di dapatinya, iapun melakukannya. "Kapan dia balik?"


"Besok sore kayanya, beliau udah nyiapin pertemuan sama bapak dan juga pak Hanson di ruang biasa." Balas Jesslyn menyiratkan senyuman yang mampu menggoda para lelaki namun tidak dengan Jackson serta seluruh adiknya.


"Mau sampai kapan dia maen petak umpet kaya gini?" Meski nadanya melemah, namun Nicky masih mampu mendengar perkataannya.


"Bentar lagi juga dia nunjukin batang hidungnya kalo tau tuh cewe ada di sini." Tebas Nicky membuat Jesslyn menyiratkan senyum manisnya seolah mengerti dengan ucapan penuh misteri itu.


Sammuel segera menyerahkan map yang tengah usai di tanda tanganinya sebelumnya kepada Jesslyn. Jesslynpun membungkuk meminta pamit kepada atasan ke duanya.




__ADS_1


Tbc


__ADS_2