Asmara Jajar Genjang

Asmara Jajar Genjang
AJG 70


__ADS_3

"Cukup pinter juga." Puji Jackson tersenyum di akhir kalimatnya. "Kelvin bawa dia ke bagian HRD, tulis surat kuasa pemindahan jabatan buat dia jadi sekertaris General Manager." Titahnya membuat Tara terhentak menahan gejolak kejutannya.


***


Jabatan General Manager itu Tara tau betul siapa orang yang menyandangnya hingga ia terperangah dalam kejutannya. "Tuan Jordan, maaf saya lancang, tapi jika harus jadi sekertaris, saya tidak akan punya cukup waktu."


Jackson mengangguk dalam hembusan napas kasarnya, ia yakin wanita itu akan menolaknya. "Ya aku lupa kalau kamu kuliah, tapi aku ga lupa buat atur semua."


"Benar itu nyonya jangan khawatir, boss kita ini orangnya penuh persiapan." Bujuk Kelvin menginterupsi dalam seringai rajukannya.


Panggilan Kelvin terhadapnya membuat jantungnya berdegup kencang lantaran ia mengira bahwa dirinya di akui sebagai nyonya Jordan. "Tuan saya hargai ucapan anda di sini karna anda atasan saya, saya__"


"Lagian siapa yang nyuruh pake bahasa jijik kaya gitu?" Arogan nada bicara itu kembali terlontar dari Jackson membuat Tara melega hingga pori-porinya terbuka lebar melambaikan bulu kuduk yang sebelumnya terangkat kini melunglai sudah.


Meski melega, Tara mendengus sebal menyikapi tingkah konyol atasannya. "Yang jelas saya keberatan untuk jabatan itu."


"Apa kamu maunya jadi sekertaris aku?" Tawar Jackson merengkuhkan tubuhnya memberi jarak tipis pada Tara. "Sayangnya bakal ada orang yang ngamuk kalau kamu ambil jabatan itu."


"Jack!" Bentak Tara tidak terima seraya menatap mata atasannya yang sudah berada pada jarak sejengkal tangannya itu.


"Art Tara__" Jackson membalas tatapan Tara dengan tatapan bengisnya agar rasa tolak dari wanita itu segera enyah. "Percaya sama aku, aku udah atur semuanya."


"Jack!"


"Kamu tinggal duduk manis aja terima hasilnya."


"Jack!"


"Nyonya saya harap nyonya mau melakukannya."


"Jack!" Tara menatap wajah Kelvin setelah berucap. "Maaf saya_." Lantas menundukkan wajahnya menahan rasa malunya.


Jackson terkekeh gemas melihat tingkah wanita di hadapannya yang sudah belingsatan menyembunyikan rona wajahnya. "Aku udah menampakkan diri di sini, mulai sekarang sore hari kerjaan GM aku yang handle."

__ADS_1


Meski menghembuskan napas leganya, Tara memutar bola matanya. Selalu saja demikian, Jackson berhasil mengintimidasinya dengan beribu akal busuknya. "Mulai kapan?"


Jackson menyeringai meraih kemenangannya. "Setelah bapak GM kembali."


"Oke." Putus Tara bangkit lalu membungkukkan tubuhnya meminta pamit terhadap atasannya.


"Makasih." Sindir Jackson di iringi senyuman ledekannya membuat Tara segera mengangkat tubuhnya dari rengkuhannya lalu menatap garang wajah pria yang masih tersenyum kepadanya.


"Kembali kasih." Dan melangkahkan kakinya tanpa ragu untuk segera menepis situasi yang membuatnya kikuk itu.


"Art Tara! Kamu tega bikin pacar kamu mendem kangen." Panggil Jackson memekik lantaran Tara sudah melangkah agak menjauh darinya.


Tara menghentikan langkahnya, memutar kepalanya menatap Jackson. "Kamu berani ngakuin aku cewe kamu di sini?"


"Kenapa engga?" Balas Jackson tak acuh dengan wajah yang penuh emosi dari wanita itu.


"Lagian sejak kapan aku jadi cewe kamu?" Jengah Tara menolak secara tidak sengaja. Seharusnya bukan menolak, ia lebih memastikan hubungannya untuk segera melapor kepada suaminya.


"Sejak lomba basket di mall." Sahut Jackson membuat Tara melenguh menyangkal kebenarannya.


Ucapan Jackson membuat Tara hanya mampu berdecak menyembunyikan rasa leganya seraya melangkahkan kembali kakinya hingga hilang di balik pintu ruang kebangsaan atasannya.


Seperginya Tara dari hadapannya, Kelvin segera menyerahkan beberapa dokumen kepada Jackson. Kini Kelvin mengambil alih kursi yang tengah menumpu tubuh Tara sebelumnya.


Jackson mencerna barisan kata yang tersirat di balik selembaran kertas yang telah di serahkan asisstantnya itu. "Si Sam terima kerjasama dengan Sonia Maretta?" Janggalnya dalam cibirannya. "Mikir apaan dia?"


Sudah seperti tradisi, nama Sonia Maretta adalah nama yang selalu di hindari keluarga Charington. Kini Sammuel menerima wanita itu, jelas membuat Jackson menjanggal di sana.


"Gue yakin si Sam punya alesan." Sahut Kelvin membuat Jackson mengangguk faham. Seperti biasanya, Sammuel akan bertindak tanpa sepengetahuannya. Namun itu semua tidak pernah merugikannya.


"Oke. Berapa saham si Raymond yang masuk?"


"Ga ada, udah di tolak si Sam."

__ADS_1


Jackson tertunduk dalam jari tangannya mengetuk-ngetuk meja seolah tidak terima dengan keputusan adiknya untuk kali ini. "Lo udah batalin saham atas nama mantan bini gue kan?"


"Udah lama kali."


"Gue lupa berapa sahamnya di sana?"


"20%." Singkat Kelvin namun membuat Sudut binir Jackson terangkat lebar.


"Pemegang saham terbesar berapa sekarang?"


"7% buat si Hans, seluruhnya sekarang saham dia 20%. Saham si Sam total 15%."


Jackson menyiratkan senyuman iblisnya, menyeringai yang terlihat Kelvin menyeramkan. "Masukin 10% saham buat si Sam pake nama cewe tadi." Titahnya, membuat Kelvin menatapnya penuh murka.


Kelvin meraih paksa dokumen yang masih berada pada genggaman Jackson. "Sinting lo!" Umpatnya. Bagaimana bisa seorang wanita yang di nyatakan hanya sebagai kekasihnya di berikan kedudukan tinggi dalam perusahaan itu? Ia meruntuk berprotes ketat.


Jackson mengabaikan kekhawatiran sahabatnya dengan tidak membalas ucapan itu. "Konfensasi dana 15 milyard ke bagian transportasi tender premium masih pake nama tuh cewe." Ia melirih yang baru pertama kali terlihat assistantnya. Entah mengapa sebabnya, Jackson sendiripun tidak mengerti dengan isi hatinya.


"Jack otak lo udah kegeser apa?"


"Vin!" Suara Jesslyn yang duduk di atas kursi kerjanya di samping meja milik Jackson melerai aksi Kelvin. "Lo udah tau siapa dia kan?"


"Justru karna gue tau alesannya apa, baru gue bisa larang dia." Protes Kelvin memekikkan nada bicaranya mengumbar emosinya. Namun Jackson terkekeh menyikapinya.


"Udahlah lo jangan banyak nyegah dulu, dia orang kepercayaan Celia, dapet dukungan dari bokap gue juga."


Kelvin serta Jasslyn menganga lantaran belum menelusuri tentang hubungan Tara dengan ibu tiri dari atasannya. "Oke kalo gitu gue faham."


Akhirnya situasi tegang terlerai, merekapun kembali melakukan rutinitasnya masing-masing.



__ADS_1



Tbc


__ADS_2