Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 10


__ADS_3

Asyifa tersungkur ke gundukan sampah, dengan sisa tenaga yang ada Asyifa bangkit berdiri, mencoba merapihkan baju dan kerudungnya.


Bani dan Fariz menoleh ke arah Asyifa dan langsung tertawa terbahak - bahak karena melihat di bagian kerudung dan baju Asyifa sudah di penuhi dedauan kering yang menempel di kerudung hingga bajunya.


"Bukannya minta maaf malah mentertawakan dasar ustaz gak tau diri !" bentak Asyifa dengan wajah yang sangat kesal.


"Itu salah kamu sendiri kenapa kamu berdiri di jalan".ujar Ustaz Bani yang tak terima bahwa itu salah dirinya.


"Saya tidak berdiri, saya sedang membersihkan halaman ini" ujar Asyifa yang tak mau kalah dengan Bani.


Dan terjadilah perdebatan di antara Bani dan Asyifa. Fariz yang berada di situ tidak mampu melerai ku duanya. Keributan tersebut hingga terdengar ke gedung utama, membuat Kyai Hasan yang sedang di sama langsung keluar mencari sumber keributan tersebut.


"Ada apa ini ?" tanya Kyai Hasan sontak membuat Bani dan Asyifa langsung terdiam. "Ada apa ini Fariz ?" tanya Kyai Hasan kembali karena tidak mendapat jawaban.


"Pak Kyai, ustaz Bani duluan yang menyeggol saya hingga aku tersungkur ke gundukan sampah" ujar Asyifa.


"Dia yang salah kenapa dia berdiri di jalan" timpal Bani yang tak mau kalah.


"Sudah - sudah lebih baik kalian saling meminta maaf, karena tidak enak kalau di dengar santri yang lain" perintah Kyai Hasan.


"Ustaz Bani yang harus duluan minta maaf karena dia yang menyenggol saya" ujar Asyifa.


"Enak aja, harusnya kamu yang minta maaf karena gara - gara kamu saya telat datang ke kantor" timpal Bani karena merasa tidak bersalah.


"Fariz apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Kyai Hasan pada anak bungsunya karena dari tadi Asyifa dan Bani terus saling melempar tuduhan.


"aku dan kak Bani sedang berjalan dengan terburu - buru. karena kak Bani jalan sambil memainkan ponselnya maka ia tidak melihat Kalau ada Asyifa di situ sehingga tanpa sengaja kak bani menyenggolnya hingga membuat dia tersungkur ke dalam gundukan sampah". Fariz menjelaskan pada Kyai Hasan.


"Bani cepat kamu minta maaf, Abah tidak mengajarkan anak - anak Abah bersikap seperti itu " Perintah Kyai Hasan pada Bani.


"Ya sudah aku minta maaf" ujaf Bani dengam sedikit ketus. "Bani langsung berangkat karena ini sudah telat" Bani menyalami Abahnya dan langsung pergi, begitupun dengan Fariz menyalami Abah dan langsung pergi menyusul kakaknya.

__ADS_1


Semua santri langsung melanjutkan kerjaannya karena takut kena tegur oleh Kyai Hasan.


"Nak maafkan anak Abah ya, sebenarnya dia baik ko, mungkin sedang ada sedikit masalah jadi sedikit emosi" ujar Kyai Hasan pada Asyifa.


"Iya tidak apa - apa pak Kyai, saya juga minta maaf tadi sudah marah - marah karena terbawa emosi, saya mau melanjutkan pekerjaan saya dulu" ujar Asyifa yang tak enak hati sudah marah - marah, Asyifa takut kalau Kyai Hasan akan menceritakan ini pada Abinya.


Sementara di dalam mobil Bani masih terlihat kesal dengam kejadian tersebut.


"Kanpa tadi kamu tidak membela kakak, yang ada malah mempermalukan" Bani mengeluarkan kekesalannya pada Adiknya.


"Aku hanya berkata sesuai faktanya" jawab Fariz karena ia merasa tidak ada yang salah dengan perkataannya tadi.


"Terserah kamu saja lah" Bani mengalah karena malas untuk berdebat. " Tapi bentar dari mana kamu tau nama santri tadi ?" tanya Bani yang penasaran. " Kakak saja yang kadang ikut mengisi tausiah atau acara lain di pesantren , tapi tidak mengenal satupun nama santri kecuali santri laki - laki. jangan - jangan kamu diam - diam sering menyelinap ke asrama santri perempuanya ?" kini tatapan Bani tertuju pada Fariz yang sedang berada di balik kemudi


"Makanya jadi laki itu jangan terlalu dingin sama perempuan, jadinya susah lakukan, dan kenapa aku mengenal Asyifa karena waktu itu dia ikut ke pasar dan Umi mengenalkannya pada Fariz". tutur Fariz menjelaskan kenapa ia bisa mengenal Asyifa. "kakak tau siapa Asyifa ?" tanya Fariz dengan tersenyum.


"Dia santri baru, yang kerjaanya kalau ikut tausiah atau kegiatan apa pun itu sukanya tidur dan orangnya ngeselin juga" jawab Bani sesuai isi hatinya.


"Kakak salah, dia memang santri baru tapi ternyata dia juga anak dari temennya Abah" tutur Fariz.


"Dia cantik kakak, apa kakak tidak tertarik dengannya, inget umur, masa ia mau sendiri terus " Fariz mencoba menggodanya.


"Dia memang cantik karena dia perempuan, tapi dia ngeselin bin nyebelin !" Jawab Bani penuh dengan kekesalan.


"Nyebelin tapi lama - lama makin cinta". Goda Fariz pada kakaknya.


"Sudah diam kamu !!" Bentak Bani kesal karena ulah adiknya.


"Kakak kalau nanti aku nikah sama dia, kakak jangan cemburu yah" lanjut Fariz yang belum puas menggoda kakaknya.


"Nikah aja sono, nanti juga lama - lama kamu gila karena sifat dia yang ngeselin".

__ADS_1


"Iya nanti aku gila karena aku sangat menyukainya" ujar Fariz dan langsung tertawa terbahak - bahak.


"Dasar Bucin" Ketus Bani.


"Dari pada kakak gak laku - laku " timpal Fariz yang tak mau kalah.


"Bukan gak laku tapi menunggu jodoh yang terbaik dari Allah" Bani membetulkan kata - kata Fariz.


"Gimana kalau Asyifa jodoh terbaiknya".


"Sudah diam kamu, atau mau kakak turunin di sini !" bentak Bani.


Karena sudah lelah berdebat Fariz lebih baik tidak menjawab perintah kakaknya, Kini Fariz fokus mengemudi, dengan sangat lihai Fariz menyalip beberapa mobil yang ada di depannya.


Sampai di Resto Fariz dan Bani di sambut oleh Zidan.


"Pagi pak " Sapa Zidan pada kedua bosnya sambil membungkukan sedikit badannya tanda ia memberi hormat.


"Zidan ayo ikut ke ruangan saya !" Seru Fariz.


Di dalam ruangan Bani, Fariz dan Zidan membicarakn tentang penambahan chef baru untuk resto mereka, setelah membaca beberapa surat lamaran pelamar, Bani menyuruh pada Zidan untuk memanggil semua pelamar untuk melakukan sesi interview.


Semua serangkaian tes telah di lakukan Bani dan Fariz memputuskan dia hanya akan memgambil dua orang dari sepuluh pelamar yang datang. Bani dan Fariz memilih Erik dan Rena untuk menjadi chef di resto mereka.


Erik dan Rena langsung di antar oleh Zidan ke bagian dapur untuk langsung bekerja. Karena waktu sudah menunjukan jadwal makan siang, Akhirnya Bani memutuskan untuk makan siang di restonya dan kembali ke kantornya setelah makan siang.


Sementara di pesantren Asyifa sedang mempersiapkan diri untuk shalat dzuhur berjamaah.


"Kenapa dari tadi kamu kelihatan bete sekali ?" tanya Nayla.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Haii para Reader 👋👋


Jangan lupa like dan vote biar Author tambah semangat updatenya


__ADS_2