Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 177


__ADS_3

Hari terus berlalu, Aisha telah selesai menjalani masa hukumannya selama tiga bulan. selama tiga bulan di dalam jeruji besi, Aisha mencoba mendekatkan dirinya pada sang maha kuasa. tafakur dan memohon ampun pada sang ilahi.


Senyum sumringah saat dirinya bisa menghirup kembali udara luar, namun ada satu yang mengganjal di pikiran Aisha, apakah dirinya masih di terima dengan baik di lingkungan masyarakat ? sebuah pertanyaan yang sulit di pecahkan namun Aisha sudah ketakutan duluan.


Bayu menjemput Aisha di rutan khusus perempuan pada jam delapan malam, harusnya Aisha keluar besok pagi, tapi karena bekas Aisha lengkap maka pihak rutan memperbolehkan Aisha pulang malam ini juga.


Sujud syukur Aisha lakukan saat dirinya keluar dari rutan, tak henti - hentinya ia mengucapkan rasa Syukurnya.


"Aku ingin langsung menuju tempat yang pernah aku minta" ujar Aisha.


"Apa harus sekarang, kenapa gak besok saja, kamu istirahat dulu di rumah ku, besok pagi aku akan mengantar mu ke sana" bujuk Bayu.


"Lebih baik sekarang saja" ujar Aisha.


Sebelum menuju tempat yang di minta Aisha, Bayu terlebih dahulu menuju ke rumahnya karena untuk mengambil beberapa baju ganti untuk Aisha.


Suasana malam yang gelap, mobil melaju dengan kecepatan rata - rata membawa penumpangnya menuju sebuah tempat yang jauh dari pusat perkotaan.


Dua Minggu yang lalu


Hari ini Aisha kembali mendapat kunjungan, yang bisa di tebak pasti itu adalah Bayu, karena selama dirinya di dalam tahanan hanya Bayulah yang peduli dengan dirinya.


"Gimana kabar kamu, dua minggu lagi kamu bebas" ujar Bayu.


"Kabar ku baik, Iya aku tahu. jujur jika aku bisa memilih aku lebih baik tinggal di sini saja". ujar Aisha dengan raut wajah yang sendu.


"Kenapa kamu ngomong seperti itu ?" selidik Bayu.


"Aku takut jika masyarakat menolak kehadiran ku, aku ini janda lalu mantan narapidana" ujar Aisha dan mulai menangis.


"Jangan pernah perpikir sampai sana, aku yakin kamu pasti akan di terima kembali di masyarakat" ujar Bayu menguatkan dan juga meyakinkan Aisha.


"Aku tidak yakin, bahkan aku tidak ingin berharap banyak" ujar Aisha yang pasrah.


"Aisha, kamu harus bangkit, tunjukan pada mereka bahwa kamu tidak seburuk yang mereka pikir" ujar Bayu.


"Bay, tolong carikan aku sebuah tempat untuk aku menenagkan diri" pinta Aisha.


"Hmm aku punya villa di puncak, jadi untuk sementara kamu bisa tinggal di sana" ujar Bayu.

__ADS_1


"Bukan itu maksud ku".


"Lalu ?".


"Aku ingin menenangkan diri di tempat seperti padepokan atau pendopo, biasanya banyak orang yang datang ke sana untuk memperbaiki diri mereka" jelas Aisha.


"Tapi di kota seperti ini mana ada tempat seperti itu".


"Ya memang tempat itu tidak ada di kota, namun menurut orang - orang tempat itu ada di sebuah pelosok dengan suasana yang asri, jauh dari keramaian.


"Baiklah akan aku carikan" ujar Bayu dan berlalu pamit karena jam besuk sudah habis.


Pulang dari mengunjungi Aisha, bayu langsung mencari tempat yang di inginkan Aisha, ia bahkan sempat bertanya pada beberpa temannya dan juga ia mencarinya di situs internet.


Setelah berhari - hari mencari, Bayu akhirnya menemukan yang cocok. ia pun mengunjungi sebuah pendopo bernama Yayasan peduli kasih, dia berangkat ke sana dengan bermodalkan Gps yang ada di ponselnya.


Tiga jam setengah akhirnya Bayu sampai di pendopo tersebut. setelah melewati rimbanya hutan.


"Ada yang bisa di bantu nak ?" tanya seseorang yang sudah paruh baya.


"Saya ingin bertemu dengan pemilik yayasan di sini" ujar Bayu dengan sopan.


"Silahkan duduk nak" ujar lelaki paruh Baya tersebut.


Lelaki paruh baya itu berlalu, dan kembali dengan seorang wanita paruh baya dan membawa satu gelas teh hangat.


"Perkenalkan nama saya Abah Anom, begitulah warga di sini memanggilnya" lelaki paruh baya itu memeperkenalkan dirinya. "Ini istri saya Umi Lilah" sambung Abah anom.


Bayi menganggu seraya menundukan kepala ya memberi hormat. "Saya Bayi dari kota x, kedatangan Saya, apa bener di sini menerima orang yang ingin menenangkan dirinya sambil belajar agama ?". tanya Bayu langsung.


"Iya benar, banyak orang yang datang ke sini hanya untuk menenangkan dirinya dari berbagai macam masalah kehidupan, di situ juga mereka akan belajar agama" ujar Umi Lilah.


"Saudara saya ingin tinggal di sini, apa bisa ? tanya Bayu.


"Silahkan saja" jawab Abah anom ramah.


"Berapa biayanya ?" tanya Bayu.


Sepasang suami istri itu pun hanya tersenyum. "Nak, kami tidak mematok tarif, hanya menerima seikhlasnya saja, dan jika tidak punya pun tak masalah" ujar Abah Anom sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


Setelah berbicara panjang lebar Bayu pun pamit dan akan kembali dua minggu lagi.


...*****...


"Apa tempatnya masih jauh ?" tanya Aisha, karena sudah dua jam perjalanan mereka belum sampai di tempat tujuan.


"Satu jam setengah lagi kita sampai" ujar Bayu yang masih terfokus pada jalan yang gelap gulita.


Aisha memejamkan matanya karena rasa ngantuk yang mulai mendera. hingga ia tersadar ketika bayu membangunkannya. lamat - lamat Aisha membuka matanya dan mengedarkan padangannya. terlihat sebuah gapura yang bertulisakan yayasan peduli kasih.


"Apa kita sudah sampai ?" tanya Aisha.


"Ia kita sudah sampai" ujar Bayu kemudian ia turun dari mobilnya di ikuti oleh Aisha.


"Sepi sekali" gumam Aisha pelan.


Ketika Aisha sedang berdiri mengamati sekitar dari dalam ada seorang lelaki paruh baya mengampiri mereka.


"Nak Bayu yah ?" tanya lelaki paruh baya tersebut.


"Iya, maaf saya datang malam banget, pasti mengganggu Abah sedang istirahat" ujar Bayu.


"Ayo masuk" ajak Abah Anom.


Bayu kembali ke dalam mobil sedangkan Aisha menunggu bersama Abah Anom. sebuah portal yang menghalangi gapura itu di buka oleh Abah Anom agar mobil Bayu bisa masuk ke area yayasan tersebut.


Aisha dan Bayu mengikuti ke mana arah Abah Anom, mereka berdua di ajak ke rumah pribadi Abah Anom.


"Silahkan masuk dan duduk" titah Abah Anom Ramah dan berlalu meninggalkan Aisha dan Bayu di ruang Tamu.


Lima menit kemudian Abah Anom kembali bersama Istrinya dan membawa dua gelas teh yang masih hangat.


"Silahkan di minum dulu tehnya biar badannya anget" ujar Umi Lilah ramah.


"Terima kasih Umi" ujar Bayu.


"Maaf jika kedatangan kami terlalu malam, perkenalkan ini saudara saya, namanya Aiyra Samia Rumaisha" Bayu memperkenalkan Aisha.


"Saya Abah Anom dan ini istri saya Umi Lilah" Abah Anom memperkenalkan diri dan juga istrinya pada Aisha. "Jadi kamu yakin ingin tinggal di sini untuk sementara waktu ?" tanya Abah Anom pada Aisha.

__ADS_1


__ADS_2