
Syifa tidak mengenali Bayu karena saat bertemu Bayu menggunakan baju santai. namun kali ini Bayu menggunakan setelan jas rapih. kemudian Syifa memperhatikan lelaki yang di sebut sebagai suami sah dari Aisha.
Ada urusan apa lagi suaminya Aisha ingi bertemu dengan Abang ? Batin Syifa terus bertanya - tanya penasaran.
"Silahkan masuk dan duduk, saya permisi mau memanggilkan suami saya" ujar Syifa dan berlalu untuk menemui suaminya.
"Abang, ada Bayu dan juga tuan Rico" ujar Syifa pada suaminya.
"Bayu saudaranya Aisha ?" tanya Bani dan Syifa pun mengangguk.
"Lalu siapa tuan Rico, pengacara dari Aisha ?" tanya Bani lagi.
"Bukan pengacara tapi ngakunya sih suami sahnya" jelas Syifa.
"Suaminya ? untuk mereka datang ke sini ?".
"Mana Syifa tau" Syifa menganggat kedua bahunya. "Udah sana temuin dulu, Syifa mau ke dapur dulu, membuat minum untuk mereka" ujar Syifa pada Suaminya.
Bani melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, benar saja di sana ada bayu dan satu orang lelaki yang sudah Bani tebak itu pasti lelaki yang mengaku suami sahnya Aisha.
"Sore pak Bani, maaf jika kedatangan kami menganggu" ujar Bayu.
"Oh tidak apa - apa, tapi mohon maaf sebelumnya ada keperluan apa ya ?" tanya Bani.
"Pak Bani perkenalkan beliau adalah tuan Rico dari bali, beliau merupakan suami dari Aisha". ujar Bayu memperkenalkan Tuan Rico.
"Rico".
"Bani".
Bani dan Rico pun berjabat tangan memperkenalkan nama mereka masing - masing. kemudian Syifa datang dengan membawa tiga gelas minuman es jus jeruk dan menyajikannya.
"Dan perkenalkan ini Asyifa istri saya" Bani memperkenalkan istrinya.
"Langsung saja pak Bani, kedatangan saya ke sini, saya ingin meminta anda untuk mencabut laporan tentang kasus Aisha. Saya sudah mendengar semuanya dari Bayu, saya janji akan membawa istri saya kembali ke bali dan saya jamin istri saya tidak akan menganggu keluarga anda lagi" ujar Tuan Rico menjelaskan maksud kedatangannya.
"Tapi, maaf sebelumnya. berkas kasus Aisha sudah masuk ke persidangan mana mungkin laporannya bisa di cabut" ujar Bani.
__ADS_1
"Jika pak Bani bersedia mencabutnya maka saya akan membayar berapa pun yang pak Bani minta" terang Tuan Rico membuat Syifa dan Bani terkejut.
"Maaf tuan kami tidak butuh uang anda" ucap Bani tegas.
"Lalu apa yang pak Bani inginkan agar pak Bani mau mencabut laporannya ?" tanya Tuan Rico dengan sangat angkuh. "Jika kurang yakin saya yang akan menjadi jaminannya". Sambung tuan Rico.
Bani dan Syifa saling lirik. "Begini saya pak, saya akan membicarakan masalah ini dengan pengacara saya, jika bisa di cabut laporannya maka saya akan hubungi anda dan kita bisa bertemu langsung di kantor polisi" ujar Bani.
"Baik saya setuju" ucap Tuan Rico.
Tuan Rico dan Bayu pun pamit pulang, sebelum pulang Tuan Rico meninggalkan kartu namanya agar memudahkan Bani menghubunginya.
"Huhhh mereka kira kita mata duitan apa" gerutu Syifa kesal.
"Hmm, ya begitulah kalau orang tidak pandai bersyukur".
"Tapi bentar deh bang, Emang Aishanya mau gitu di ajak ke bali lagi, bukannya dulu Aisha yang kabur" ujar Syifa.
"Mungkin sekarang suaminya sudah menyadari ke salahannya, makanya dia ingin memperbaiki rumah tangga mereka" sahut Bani.
"Lalu bagaimana dengan istri yang lainnya, apa mereka mau menerima Aisha ?".
"Tapi aku penasaran sayang".
"Gak baik ngurusin rumah tangga orang" Bani mengingatkan istrinya. "Sayang nanti malam Abang mau ngundang Tama ke sini buat bahas masalah ini, soalnya abang gak mau ninggalin kamu di rumah sendirian".
"Enggak sendirian ko, kan ada bi Tuti" sahut Syifa.
"Iya sih, tapi biarkan saja Tama yang ke sini gak apa - apa kan ?" tanya Bani.
"Terserah Abang saja".
Sinar senja semakin tenggelam, berganti dengan cahaya rembulan kedua insan tengah memanjatkan doa - doa terbaik untuk kehidupan rumah tangga mereka, dan sudah menjadi tradisi Bani membacakan ayat - ayat allah untuk calon buah hatinya.
Sesuai janji Tama datang ke kediaman Bani pukul delapan tiga puluh malam dan untung saja Bani dan Syifa telah selesai melaksanakan shalat isya. kedatangan Tama sudah di tunggu oleh Bani.
Sebelum membicarakan tentang Aisha, Bani terlebih dahulu mengajak Tama untuk makan malam bersama. dan setelah itu baru mereka membicarakan permintaan Tuan Rico. mereka membicarakan masalah tersebut di ruang Tamu.
__ADS_1
Sedangkan Syifa di bantu bi Tuti menyiapkan minuman dan juga cemilan untuk menemani perbincangan mereka.
Bani menceritakan dari awal ke datangan Tuan Rico dan Bayu kemudian ia juga menceritakan niatnya tuan Rico hingga masalah imbalan tersebut tak lupa Bani ceritakan.
"Kasus ini sudah masuk persidangan, dan jika kamu ingin mencabut gugatan tersebut harus melalu persidangan dengan menanyakan kepada tergugat apakah dia setuju atau tetap ingin melanjutkan kasus tersebut. tapi menurutku jika kamu mencabutnya sama saja kamu menerima penawaran dari tuan Rico". jelas Tama.
"Lalu bagaimana jadinya ?" Bani meminta pendapat pada Tama.
"Menurutku biarkan saja kasus ini berjalan, dan di persidangan nanti kan akan ada juga saksi dari pihak Aisha yang dapat meringankan hukumannya". Saran Tama.
"Tapi Bagaimana jika nanti Tuan Rico berbuat macam - macam, menurut cerita Aisha kan suaminya kejam sekali, apa saja bisa di lakukan, tadi saya sampai dia bilang akan bayar berapa pun yang kita minta asal mau mencabut laporan tersebut" ujar Syifa.
Tama terdiam, ia berpikir sejenak menjalan keluar dari masalah ini.
"Gimana kalau kita sama - sama mengunjungi tahanan untuk bertanya langsung pada Aisha, jika dia mau ikut suaminya maka kamu akan mencabut laporan tersebut tapi jika dia tidak mau ikut suaminya maka kasus ini akan terus berjalan". saran Tama.
"Bagaimana jika Tuan Rico tidak setuju ?".
"Nanti aku yang akan bicara dengan Tuan Rico" ujar Tama.
Malam semakin larut, Tama pun pamit pulang setelah semua urusan mereka beres, karena tak enak menganggu waktu kebersamaan Bani dan juga Syifa.
Bani dan Syifa berjalan menuju kamar mereka secara beriringan. "Sayang aku takut jika Tuan Rico menuntut balik kita" ujar Syifa ada rasa ketakutan apalagi mengingat tampang Tuan Rico yang menurutnya dingin, sangar dan juga angkuh.
"Atas dasar apa dia menuntut kita ?" tanya Bani.
"Gak tau" sahut Syifa.
"Sudah mending sekarang bersih - bersih dan bersiap - siap tidur. jangan berpikiran aneh - aneh gak baik itu". ujar Bani menasehati istrinya.
Syifa menuruti perintah suaminya, ia pergi ke kamar mandi mengganti pakaiannya dan juga membersihkan dirinya sebelum tidur, setelah ia selesai kini giliran Bani yang melakukan hal tersebut.
Lantunan shalawat yang begitu merdu merupakan pengantar tidur untuk Syifa, dekapan sang suami merasa dirinya lebih tenang dan nyaman. tangan Bani mengelus perut sang istri yang kian hari semakin membuncit. tak lupa ia juga membacakan ayat - ayat Allah untuk calon buah hatinya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Assalamualaikum
__ADS_1
Selamat menunaikan puasa bagi yang menjalankan.
Sebelumnya Author mohon maaf jika ada salah - salah kata 🙏🙏