Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 110


__ADS_3

Pak Rt melihat sekeliling isi kontrakan Aisha, ia bisa meyakini jika suara tangisan tadi itu adalah suara adiknya Asiha. pak Rt mengela nafasnya panjang sebelum menceritakan maksud kedatanganya bersama warga yang lainya.


Tak ada satupun warga yang di perbolehkan masuk oleh pak Rt karena ia takut akan terjadi keributan, warga hanya boleh menunggu di depan rumah Aisha dengan jarak dua meter, pak Rt juga menjanjikan bahwa ia akan benar - benar mengusir Aisha dan adiknya.


"Jadi gini, mereka tidak sengaja mendengar pertengkaran kamu dan adik kamu, mereka terkejut dan marah saat mengetahui status mu sebagai janda, mereka takut kalau suami mereka akan tergoda oleh kamu, hingga mereka datang kerumah saya dan meminta saya untuk mengusir kalian dari sini" jelas pak Rt membuat Aisha syok.


"Maaf pak jika saya menyembunyikan identitas saya, tapi selama tinggal di sini saya tidak pernahkan berbuat yang aneh - aneh".


"Saya tau, tapi jika kalian tidak segera pergi, saya takut mereka akan berbuat lebih dari ini, seperti mengarak kalian keliling kampung dan mengusirnya secara paksa" jelas pak Rt membuat Aisha bingung harus bagaimana. karena ia tak tau harus pergi ke mana.


"Pak, saya boleh minta waktu dua sampai tiga hari untuk mencari kontrakan yang baru" pinta Aisha.


"Gak bisa, warga pasti akan mengusir kalian secara paksa kalau tidak pergi sekarang juga" jelas pak Rt, ia tak ingin ada keributan di kampungnya sehingga ia memohon pada Aisha agar mengerti dengan kondisi sekarang.


"Tapi saya harus pergi ke mana, ini sudah sore" ujar Aisha kebingungan.


"Maaf saya tidak bisa membantu, tapi yang saya tau di jalan x ada banyak kontrakan harganya juga murah - murah dan mayoritas orang yang tinggal di situ orang rantau semua, rata - rata mereka merupapakan Kayrawan kantor atau pabrik, bahkan ada juga yang mahasiswa, coba saja kalian ke sama, pemiliknya tidak jauh dari situ ko" jelas pak Rt.


"Saya beri waktu dua jam dari sekarang untuk kalian berkemas" sambung pak Rt.


"Kalau begitu saya akan merapihkan barang - barang saya dulu" ujar Aisha dengan raut wajah yang sedih.


pak Rt pun pamit keluar, kemudian pak Rt memerintahkan warganya untuk bubar karena Aisha sudah setuju untuk pindah dari kontrakanya.


Sedangkan Aisha memasuki kamar adiknya dengan emosi, ia bener - bener kesal dengan tingkah adiknya yang so bijak dan juga dewasa.


"Pak Rt mengusir kita dari sini, ini semua gara - gara kamu yang selalu ikut campur dengan urusan kakak, beresin baju kamu, kita pergi sekarang" bentak Aisha pada adiknya.


"Ini sudah sore kak, kita mau tidur di mana nanti malam" ujar Ayla lirih.


"Gimana nanti saja, sekarang beresin barang - barang kamu, kita harus segera pergi sebelum warga mengusir kita secara paksa dan juga mengaraknya keliling kampung" jelas Aisha.


"Harusnya kakak dengerin kata - kata aku, untuk mencari pendamping yang lain, agar bisa melindungi kita dari masalah seperti ini, bukan malah mengejar suami orang" gerutu Ayla kesal karena menurutnya kakaknya terlalu egois.

__ADS_1


"Diam kamu !!" bentak Aisha dan berlalu menuju kamarnya.


Air matanya kembali mengalir, hidupnya serasa tak berguna statusnya sebagai janda ternyata berdampak buruk, bahkan orang menganggapnya sebagai wanita murahan. menjadi janda bukanlah keinginannya tapi sebuah takdir yang harus ia jalani, Aisha hanya manusia biasa, ia selalu berharap bisa seperti wanita lainnya yang mendapat kasih sayang dari pasangannya.ia pun berusaha mendapatkannya walaupun jalan yang ia tempuh sangatlah salah.


Dengan raut muka yang sembab Aisha dan Ayla keluar dari kontrakan tersebut, pemilik kontrakan dan juga pak Rt sudah menunggu mereka di luar, sedangkan para warga di himbau untuk tidak berkerumun.


"Bu ini kuncinya terimakasih sudah mengizinkan saya mengontrak di sini" ujar Aisha seraya menyerahkan kunci kontrakan tersebut.


"Saya mengizinkan itu karena saya tidak tau status kamu yang seorang janda" ketus sang pemilik kontrakan.


"Pak saya pamit" ujar Aisha lirih pada pak Rt.


"Gak usah banyak drama, kalau mau pergi - pergi saja" sahut sang pemilik kontrakan. pak Rt menganggukan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia merasa sangat kasihan karena ia juga mempunyai anak perempuan yang telah dewasa, ia tak bisa membayangkan jika hal ini terjadi pada anaknya.


Aisha dan Ayla berjalan seraya menundukan kepala, membawa tiga buah koper yang berisikan baju mereka. nyinyiran tetangga terdengar silih berganti tak kala mereka melewati rumah warga. Sampai di pinggir jalan raya Aisha menghentikah langkahnya.


"Kenapa berhenti di sini, apa kita mau naik taksi atau angkot ?" tanya Ayla.


"Ini semua gara - gara kamu, harusnya kamu tak perlu urusin ke hidupan kakak, andai tadi kamu tidak ungkit - ungkit masa lalu kita, mungkin kita tak akan di usir, sungguh merepotkan sekali" gerutu Aisha, ia benar - benar kesal dengan tingkah adiknya yang selalu ikut campur dengan urusannya.


"Oh jadi selama ini kakak anggap aku hanya benalu di kehidupan kakak " ujar Ayla meminta penjelasan dengan apa yang di katakan kakaknya. hati Ayla sungguh hancur saat dirinya di anggap sebagai benalu dalam kehidupan sang kakak. dirinya belajar dewasa karena sebuah tuntutan kehidupan tak mungkin dirinya haru merengek manja pada sang kakak yang sudah berbaik hati mencukupi semua kebutuhannya.


"Sudah diam berisik" ketus Aisha.


"Kalau kakak menganggap aku hanya benalu, oke aku akan pergi dari kehidupan kakak, jangan pernah anggap aku sebagai adik mu lagi" ujar Ayla yang sudah terlanjur sakit dan juga kecewa. Ayla berlari meninggalkan kakaknya.


"Ayla berhenti, jangan bikin masalah baru, kakak cape" teriak Aisha. namun Ayla tak menggubris apa yang di katakan Aisha, ia terus berlari tak tentu arah, perasaannya hancur sehancur - hancurnya.


Ayla sudah hilang dari padangan Aisha, rasa sesal pun menyelimuti Aisha, ia bersimpuh pinggir jalan sambil berteriak memanggil nama adiknya. penampilannya sudah acak - acakan, pikiranya sudah buntu, bahkan orang yang berlalu lalang menganggapnya sebagai orang gila.


Tak lama Bayu datang, ia sangat terkejut melihat penampilan saudaranya.


"Kamu kenapa ?" tanya Bayu.

__ADS_1


"Ayla pergi" sahut Aisha.


"Apa sebenarnya yang terjadi, kenapa Ayla bisa pergi ?" tanya Bayu penasaran, karena tadi di telepon Aisha hanya meminta bantuan pada bayu untuk mencari kontrakan, ia tak bercerita tentang kejadian yang sesungguhnya.


"Aku bertengkar dengannya, dan aku mengatakan ia sebagai benalu, aku menyesal, Ayla maafkan kakak" Aisha masih terisak.


Bayu memasukan koper milik Aisha ke bagasi, lalu ia pun meminta Aisha agar segera naik ke mobil agar mereka bisa segera mencari Ayla sebelum malam tiba.


Selama dalam mobil Aisha tak berhenti menangis, keluarga satu - satunya telah pergi meninggalkannya, betapa egosinya dirinya sebagai kakak.


Tiba - tiba pandangan Aisha beralih pada seorang ibu - ibu yang sedang berjalan di pinggir jalan, matanya menatap tajam pada tas yang sedang di bawa oleh ibu - ibu tersebut.


"Bayu berhenti" teriak Aisha tiba - tiba.


"Ada apa, kamu melihat Ayla ?".


"Berhenti sekarang" bentak Aisha.


Setelah mobil berhenti Aisha segera keluar dan berlari ke arah ibu - ibu tersebut.


"Maaf ibu, apakah ibu pemilik tas ini ?" tanya Aisha sopan, walaupun panik namun ia sebisa mungkin untuk terlihat santai.


"Bukan, tadi saya nemu di pinggir jalan, menurut pengendara yang berhenti tadi ini tas milik anak kecil yang menjadi korban tabrak lari" jelas ibu - ibu itu.


"Anak kecil ?" tanya Aisha lagi.


"Iya anak kecil semacam abg gitu".


"Lalu kenapa tas ini bisa ada di ibu ?".


"Oh tas ini, jadi niat saya ingin mengantrkan tas ini kantor polisi di depan, karena polisi tersebut yang membawa anak kecil itu kerumah sakit, dan kebetulan saja akan ke kantor polisi untuk mengantarkan makanan untuk suami saya" jelas ibu tersebut.


"Ayla" Teriak Aisha histeris, ia yakin anak kecil yang di maksud ibu - ibu tersebut adalah adiknya. tubuh Aisha terkulai lemas, mendengar teriak histeris Aisha, Bayu pun turun dan mengampiri Aisha dan ibu - ibu tersebut, bermaksud untuk bertanya apa sebenarnya yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2