Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 57


__ADS_3

Bani masih tak percaya dengan wanita yang mengaku Aisha menurutnya Aisha tak seperti itu.


Wanita itu sedikit kecewa karena lelaki yang selama ini di carinya kini tak mengenalinya, wanita itu kemudian menunjukan kartu tanda penduduk untuk meyakinkan Bani.


Ktpnya si bener tapi kenapa tampilannya seperti ini ? tanya Bani dalam hatinya.


"Bani kita ngobrol - ngobrol bentar boleh" pinta Aisha.


"Maaf kalau sekarang aku gak bisa" Bani menolaknya karena kerjaan Bani masih menumpuk.


"Ya sudah kapan - kapan saja" ucap Aisha kecewa. "Kalau gitu aku minta nomor kamu deh" pinta Aisha.


Bani memberikan nomornya pada Aisha, lalu pergi meninggalkan Aisha di pom bensin tersebut. di pikiran Bani masih bertanya - tanya tentang perubahan Pada Aisha. Sampai di kantor Bani langsung ke ruangannya karena banyak kerjaan yang harus di kerjakan.


"Ini undangan lo udah jadi semua, tinggal nunggu dua ratus lagi paling sore udah selesai" ucap Tio seraya meletakan kartu udangan di meja kerja Bani.


"Thanks bro atas bantuannya" ucap Bani


Tio ingin kembali keruangannya namun Bani menahannya. "Jangan pergi dulu gue mau cerita" ucap Bani saat melihat Tio melangkah meninggalkan ruanganya.


"Apa bos ?" tanya Tio penasaran.


Bani pun menceritakan pertemuanya dengan Aisha di pom bensin pada Tio, Tak lupa Bani juga menceritakan penampilan Aisha yang sekarang.


"Kamu yakin dia Aisha ?" tanya Tio.

__ADS_1


"Awalnya juga gue ragu tapi dia nunjukin ktpnya membuat gue yakin kalau itu Aisha" jawab Bani.


"Bukannya dia dulu dapat kerjaan di Bali, dan dari gosip beredar dia sudah menikah sama orang bali juga" ujar Tio.


"Mana aku tau, dia dulu cuma bilang ada kerjaan di bali selama dua tahun, dan habis itu gak pernah kontekan lagi, menurut keluarga terdekatnya katanya soal isu nikah itu hoax" jawab Bani.


"Terus kamu masih menyimpan rasa dengan dia, inget bro bentar lagi lo akan nikah" ucap Tio memberi peringatan pada Bani agar dapat melupakan masa lalunya.


Flashback on


"Ban aku dapat kerjaan tapi di bali" ucap Aisha senang karena ia mendapat pekerjaan susuai keinginannya.


"Berapa lama kamu di sana ?" tanya Bani.


"Kontrak awal dua tahun, kalau kerja ku bagus nanti bisa naik jabatan dan masa kerjaku akan di tambah" jelas Aisha dengan wajah berseri - seri.


"Tapi ini merupakan cita - citaku sejak dulu, izinkan aku, hubungan kita akan tetap berjalan sesuai komitmen awal" ujar Aisha agar Bani mengerti.


Bani berpikir sejenak, apa yang harus ia lakukan, membiarkan Aisha mengejar cita - citanya atau menahannya agar ia tak pergi.


"Bani izinkan aku pergi, semua ini aku lakukan demi kedua orang tua ku, mereka ingin melihat anaknya sukses dan meraih cita - citanya" Aisha menggunakan nama orang tuanya agar Bani mengerti dan memberi izin.


"Aku izinkan kamu pergi tapi dengan satu syarat" ucap Bani.


"Apa itu ?" tanya Aisha penasaran.

__ADS_1


"kita akan menggelar lamaran sebelum kamu berangkat ke bali" ucap Bani tegas.


"Bani jangan lakukan itu, menurutku akan menjadi beban ketika aku pergi mempunyai ikatan itu, apa kamu gak yakin dengan ke setiaan ku ?".


"Tapi hanya itu satu - satunya agar aku tenang ketika kamu pergi" ujar Bani.


"Aku janji, aku di Bali hanya dua tahun saja, setelah pulang dari bali maka kita akan menggelar lamaran" ucap Aisha meyakinkan Bani.Dengan berat hati Bani pun menyetujui keberangkatan Aisha ke bali, dan akan menggelar lamaran setelah Aisha pulang dari Bali.


Ke esokan harinya Bani mengantarkan ke bandara, tak banyak yang Aisha janjikan, ia hanya berucap ketika kita berjodoh seberapa jauh kita di pisahkan jarak maka suatu haru kita akan bertemu di ikatan yang suci. namun ketika takdir mengatakan kita tidak berjodoh maka dengan cepat allah akan menurunkan jodoh terbaik untuk kita masing - masing.


Seminggu Aisha di bali hubungan mereka biasa saja, mereka masih berkomunikasi, namun satu bulan kemudian Aisha semakin sulit di hubungi, Aisha selalu beralasan ia sibuk dan sibuk, Bani mencoba memahami pekerjaan Aisha, Bani selalu menunggu kabar Aisha yang tak kunjung menghubunginya. bahkan di dua bulan ke pergian Aisha ke Bali, Bani bener - bener sudah hilang kontak dengan Aisha, nomor Aisha sudah tak bisa di hubungi lagi, Bani tak tinggal diam semua temen dekat Aisha, Bani hubungi hanya untuk menanyakan nomor Aisha, temen - temennya pun sudah tidak tau keberadaan Aisha mereka sama - sama kehilangan kontak dengan Aisha. Bani tak tinggal diam, ia menuju rumah kediaman Aisha untuk bertanya langsung pada keluarganya, namun rumah kosong, menurut tetangga kalau keluarga Aisha sudah pindah ke Bali sejak sebulan yang lalu.


Bani bener - bener stres, bingung harus mencari ke mana lagi keberadaan orang terkasihnya, hingga ia memutuskan untuk datang kembali, namun jika ia datang ke bali menurutnya percuma saja, karena Bani tak mengetahui di mana Aisha kerja, Bani bertanya ke sana kemari tentang kerjaan Aisha namun hasilnya zonk tak ada satupun yang mengetahu pekerjaan Aisha, bahkan Pada Bani sendiri Aisha tak pernah menceritakan di mana ia kerja, karena setiap Bani bertanya tentang itu Aisha selalu mengalihkan pembicaraan mereka. hingga suatu hari beredar tentang gosip tentang pernikahan Aisha dengan seorang pengusha asal Bali.


"Apa bener Aisha telah menikah, bahkan aku beberapa bulan yang lalu datang kerumahnya, kata tetangga mereka sudah pindah ke bali ?" tanya Bani pada Bayu yang merupakan sepupunya Aisha.


"Kalau soal itu aku juga gak tau, Tau sendiri keluarga saya dan keluarga Aisha kurang baik, tapi menurut keluarga yang lain katanya itu hoax doang" jawab Bayu.


Dua tahun menunggu Aisha namun tak kunjung kembali, sudah banyak cara untuk mencari keberadaannya Aisha, bahkan Bani pernah nekad berangkat kebali namun tetap hasilnya nihil.Bani pun pasrah dengan ke adaan ia perlahan melupakan Aisha namun Bani tak ingin membuka kembali hatinya untuk siapa pun.


Umi pun berkali - kali mengenalkan anaknya pada anak temen pengajiannya namun tak ada satupun yang dapat menaklukan hati Bani. hingga Bani menerima perjodohannya dengan Salwa. namun kenyataan pamit kembali ia rasakan, bahkan sampai melibatkan kelaurganya.


Flasback off


Suara ponsel Bani berdering, menyadarkan Bani dari lamunan masa lalunya. dilihat di layar ponselnya tak ada nama yang tertera di layar ponsel menandakan bahwa itu nomor baru yang mengubunginya. Karena takut penting akhirnya Bani menjawab panggilan tersebut.

__ADS_1


"Asalamualikum, dengan siapa ini ?" tanya Bani.


"Walaikumsalam Bani ini aku Aisha, kamu lagi sibuk gak, boleh kita bertemu ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan" ucap Aisha dari sebrang telepon.


__ADS_2