Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 109


__ADS_3

Senyum yang terpancar adalah senyum kebahagiaan bahkan tanpa beban, berbeda halnya jika mereka pergi berdua banyak diamnya, canda tawa pun hanya sesekali tercipta, dan untuk menciptakan canda tawa pun butuh perjuangan yang sangat ekstra.


Rasa iri timbul di hati, bercampur dengan gejolak cemburu yang kian membara. Fariz merapatkan giginya, wajah memerah menaham emosi.


"Woy kenapa, kesambet ?" tanya Zidan yang melihat ekspresi Fariz yang berubah seketika. namun tak ada jawaban dari Fariz, matanya hanya tertuju pada dua insan yang terlihat sangat bahagia.


Zidan mengikuti pandangan mata Fariz, kini ia paham kenapa orang di sampingnya menjadi seperti itu, ternyata sedang mengalami yang namanya cemburu.


"Sudah gue bilang, wanita itu butuh kepastian jangan di gantung nanti bisa - bisa di ambil orang" ledek Zidan, ia tertawa puas melihat bosnya sedang di landa cemburu berat.


"Diam kau" bentak Fariz. "Bayar semua makanan ini, kita pulang sekarang" ketus Fariz seraya menyodorkan beberapa lembar uang pada Zidan.


"Tapi ini makananya belum di sentuh, dan minumannya juga baru di teguk satu kali" protes Zidan.


"Pulang sekarang atau gue tinggal" ancam Fariz.


Akhirnya Zidan pun menuruti kemauan bosnya yang sedang di landa cemburu, ketika melewati meja ya di tempati kedua insan tersebut Fariz menatap lelaki tersebut dengan tatapan yang sangat sinis, membuat lelaki tersebut di buat heran.


"Kamu kenapa ?" tanya wanita tersebut.


"Itu lelaki yang lewat aneh banget, dia natap gue sinis banget" sahut lelaki tersebut.


Wanita itu menoleh ke arah orang di maksud lelaki yang yang duduk di hadapannya, seketika ia pun terkejut, ia sangat mengenali orang yang di maksud tersebut.


"Fariz dan Zidan, apa dia tadi melihat ku di sini tapi kenapa dia tak menyapaku, ahh mungkin hanya mirip saja kalau itu Fariz pasti dia menyapaku " gumam wanita tersebut.


"Ti kamu kenal dengan lelaki tadi ?" tanya lelaki yang ternyata bernama Arsya.


"Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, tapi dari postur tubuhnya aku seperti mengenalnya" jelas Tiara.


"Apa dia lelaki yang sering kamu ceritakan itu ?" tebak Arsya.


"Sepertinya iya".


"Wah pasti dia tadi cemburu,melihat kita berdua, makanya dia menatapku dengan sinis".


"Aku gak bisa pastikan lelaki tersebut siapa, mungkin saja hanya postur tubuhnya saja yang sama, lelaki yang sering aku ceritakan dia baik orang nya, masa ia cemburu sama kamu sih" jelas Tiara, ia tak yakin jika itu adalah Fariz.

__ADS_1


"Gimana kalau benar itu lelaki yang sering kamu ceritakan".


"Biasnya jam segini dia sedang sibuk, mungkin itu hanya orang lain yang hanya mirip saja" Tiara tak ingin soudzon terlebih dahulu walaupun hati kecilnya sangat yakin jika itu adalah Fariz.


Siang ini Tiara atau Rara sedang mengadakan acara reunian bersama teman - temanya ketika mereka duduk di bangku sekolah menengah atas, dan kebetulan Arsya dan Tiara satu sekolah bahkan satu kelas, awalnya banyak yang menyangka bahwa keduanya berpacaran karena sering berangkat dan pulang bareng, namun dengan seiringnya waktu temen - temennya tahu bahwa mereka hanya sepupuan.


Tak butuh waktu lama teman - teman Tiara sudah kumpul semua, mereka asik menceritakan kehidupan mereka masing - masing membuat Tiara dapat melupakan sejenak masalah yang akan di hadapai jika itu beneran Fariz.


Tiara izin ke toilet, dan di dalam toilet ia mencoba menghubungi Fariz namun tak ada jawaban dari sang pemiliknya. "Ia marah atau sedang sibuk ?" tanyanya dalam hati.


Sementara Fariz sedang marah - marah sendiri di restonya, pikirannya sedang kacau rasa cemburunya membuat pikirannya tak bisa berpikir dengan jernih.


Dasar cewek ada di deketin cowok ganteng dikit langsung saja nempel. gerutu Fariz kesal.


Fariz mendatangi Zidan dan menyerahkan semua tugasnya pada Zidan.


"Mau kemana ?" tanya Zidan.


"Pulang" ketus Fariz dan berlalu meninggalkan Zidan begitu saja.


Ponselnya yang sejak tadi berbunyi pun di biarkan begitu saja, dan saking kesalnya Fariz melemparkan ponselnya ke jok belakang mobilnya.


Hatinya begitu hancur melihat kedekatan Rara dengan lelaki tadi, bahkan Rara bisa tersenyum lepas saat dengan lelaki tersebut. sampai rumah Fariz mengurung dirinya di kamar, rasa kecewanya melebihi ketika Asyifa lebih memilih kakaknya di banding dirinya.


ponselnya kembali berdering, karena kesal ponselnya langsung di banting ke lantai hingga terpecah belah. suara bantingan tersebut hingga terdengar oleh Umi yang sedang merapihkan kamar yang berada di sebelah kamar Fariz.


"Nak apa itu ?" teriak Umi dari luar kamar.


"Itu barang Fariz gak sengaja ke tendang" sahut Fariz dari dalam kamarnya.


"Kamu bener - bener gak papa kan, buka pintunya".


"Fariz gak papa Umi".


Umi pun melanjutkan kegiatannya dan Fariz pun membaringkan tubuhnya berharap pikirannya akan segar.


...********...

__ADS_1


Aisha dan Ayla terlibat pertengkaran hebat gara - gara Aisha melarang adiknya untuk ikut campur tentang urusan pribadinya.


"Kakak harap kamu tidak ikut campur urusan kakak lagi, tugas kamu itu hanya sekolah belajar yang bener. kakak melakukan ini semua demi masa depan kita" bentak Aisha pada adiknya.


"Aku malu kakak, jika mereka tau kalau kakak itu pernah jadi istri ketika dan sekarang kakak malah mengejar suami orang" ujar Ayla.


"Makanya kamu diam saja, mereka gak tau yang kita lakukan kalau kita tidak cerita ke mereka, ini keluarga kita, jadi terserah kita mau bagaimana pun, kita gak pernah minta makan sama mereka".


"Kakak mending kakak cari laki - laki lain saja".


"Kamu ngerti apa tentang cinta, masih bocah juga" teriak Aisha yang bener - bener sudah habis kesabarannya.


Keributan mereka hingga terdengar keluar rumah, suara bentakan Aisha membuat warga sekitar berkerumum, mereka tidak menyangka dengan status Aisha yang pernah menikah, mereka kira Aisha belum menikah, bahkan mereka tak pernah melihat Aisha membawa pria kerumah kontrakannya, karena kini berstatus janda kembang, warga langsung beramai - ramai mendatangi rumah Rt setempat agar mengusir Aisha dan adiknya dari kontrakannya karena mereka takut jika aisha akan menggoda para suami mereka, apalagi Aisha memiliki paras yang cantik.


Warga dan pak Rt mendatangi kontrakan Aisha, pak Rt bisa mendengar dengan jelas ada suara orang menangis di dalam rumah tersebut, pak Rt langsung saja mengetuk pintu kontrakan Aisha.


"Asalamualaikum" ucap pak Rt.


Karena ada yang mengetuk pintu dan juga mengucapkan salam membuat Aisha terkejut.


"Diam kamu jangan menangis, ada tamu, nanti mereka kira kakak sudah menyiksa kamu" ujar Aisha dan berlalu untuk membukakan pintu.


"Walaikumsalam" sahut Aisha, kemudian ia membukakan pintu rumahnya, namun betapa kagetnya Aisha saat melihat warga berkumpul di depan kontrakannya, dan di situ juga ada pak Rt.


"Ada apa ini pak ?" tanya Aisha bingung.


"Usir dia dari kampung ini" teriak warga kompak. pak Rt menenangkan warganya.


"Aisha bisa kita bicara di dalam" ujar pak Rt.


"Silahkan". Aisha mempersilahkan pak Rt untuk masuk dalam rumahnya. "Mau minum apa pak ?".


"Tidak usah, saya hanya sebentar ko".


"Maaf pak ini ada apa ya, kenapa mereka berkumpul di depan kontrakan saya ?" tanya Aisha bingung.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃...

__ADS_1


__ADS_2