Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 52


__ADS_3

Hari minggu pagi, Syifa sudah mengambil ke putusan, bahwa ia tak akan kembali ke pesantren, namum ia akan ke pesantren untuk mengurus surat keluar dari pesantren dan juga mengambil barang - barang miliknya yang masih berada di pesantren termasuk mengambil surat yang pernah di beri oleh ustaz Bani.


"Bi nanti kita berangkat habis dzuhur saja, Syifa mau ke pesantren dulu ambil barang".


"Iya nak" jawab Abi Umar.


"Ummah sebelum kepesantren ke Mall dulu yuk, Syifa mau cari hadiah dan juga kenang - kenangan buat Nayla dan Mila" ucap Syifa pada Ummahnya.


"Ya sudah sekalian nanti cari makanan buat di bawa ke pesantren" jawab Ummah setuju.


"Shela ikut" timpal Shela.


"Kamu gak usah ikut, nanti ke capean lagi" protes Abian pada Shela.


"Ya sudah" jawab Shela seraya memonyongkan bibirnya.


"Kak Shela boleh nitip apa pun yang ka Shela mau" tawar Asyifa pada kakak iparnya.


"Kakak hanya ingin rujak serut tapi isinya mangga semua, mangganya jangan yang mengekel harus masih mentah" ucap Shela seraya membayangkan memakan rujak tersebut.


"Kalau mangganya mengkel bagaimana ?" Tanya Syifa.


"Gak mau, Harus yang masih muda banget" ucap Shela.


"Biar nanti abang yang cari saja" ucap Abian.


"Maksih sayang" ucap Shela seraya memeluk suaminya, Ummah, Abi dan Syifa hanya menggelengkan kepala saat melihat adegan romantis tersebut.


Ummah dan Asyifa yang diantar Abi Umar pun berangkat ke mall, sedangkan Abian mencarikan rujak serut ke inginan istrinya dan Shela menunggunya di rumah di temani oleh Bi Ida.


"Syifa mau ngasih hadiah apa buat temen - temen kamu ?" Tanya Ummah.

__ADS_1


"Syifa mau belikan hijab buat mereka, gimana kalau menurut Ummah " Asyifa meminta pendapat pada Umminya.


"Gak sekalian sama bajunya juga ?" Tanya Ummah. "Atau Bajunya Ummah saja yang beli itu hadiah dari Ummah" tawar Ummah.


"Ya sudah terserah Ummah saja".


Tak terasa mereka sudah sampai di Mall, mereka memasuki mall Ummah dan Syifa langsung memasuki toko busana muslim, Abi Umar menunggu di ruang tunggu toko tersebut, Abi Umar memberi ke bebasan Pada anak Istrinya dalam soal belanja pakaian.


"Ummah lihat gamis ini bagus banget, kayanya cocok buat Nayla dan Mila" Asyifa memperlihatkan sebuah gamis model remaja pada Ummahnya.


Setelah keliling dalam toko tersebut, akhirnya Pilihan Syifa pada sebuah gamis warna salem dan sebuah hijab warna senada. Syifa pun meminta pada kasir toko untuk membungkusnya menjadi sebuah kado. Kado untuk temen Syifa sudah di dapat, kini Ummah berjalan ke sebuah toko kue yang akan di jadikan buah tangan ketika datang ke pesantren, Ummah memesan beberapa macam kue, Syifa pun memesan sebuah donat lalu minta di tuliskan nama Asyifa, Nayla dan Juga Mila.


Mereka akhirnya pulang kerumah setelah mendapatkan semua yang mereka mau, mereka tiba tepat pas adzan dzuhur. Keluarga pak Umar melakukan makan siang dan juga shalat berjamaah sebelum berangkat ke pesantren.


"Bi kita berangkat ke pesantren dulu, bibi jaga rumah baik - baik ya" ucap Ummah pada Bi Ida.


"Iya baik Bu, hati - hati juga di jalan" ucap Bi Ida.


Cuaca sangat terik jalanan tak terlalu macet membuat Abian bisa melajukan mobilnya agak cepat. Hanya butuh satu setengah jam mereka sudah tiba di pesantren. Kedatangan mereka di sambut baik oleh pengurus pesantren.


"Alhamdulilah Syifa sudah kembali" ucap ustazah Aisyah. Dan lagi - lagi Syifa hanya membalasnya dengan senyuman.


"Ustazah, jadi gini Syifa mau keluar dari pesantren ini" jelas pak Umar.


"Kenapa ?"tanya ustazah Aisyah kaget karena mendengar Asyifa akan keluar.


"Karena suatu alasan, dan saya sudah menceritakan ini juga pada Kyai Hasan, kata Kyai Hasan saya tinggal minta surat keluar saja ke bagian administrasi" jelas pak Umar lagi.


"Hmm kalau gitu nanti saya akan konfirmasi ke bagian administrasi, bapak dan keluarga silahkan tunggu di sini dulu" ucap ustazah Aisyah ramah.


"Ustazah saja izin mau ke asrama, mau membereskan barang saya, apa boleh ?" Tanya Asyifa ragu.

__ADS_1


"Tentu boleh Syifa, dan kebetulan siang ini tak ada kegiatan jadi temen - temen kamu juga pasti ada di asrama sedang istirahat". Jelas ustazah Aisyah Seraya berlalu.


Syifa, Ummah dan kak Shela menuju asrama Asyifa sedangkan Abi Umar dan Abian menunggu di gedung utama pesantren. Sebelum ke bagian administrasi Ustazah Aisyah terlebih dahulu menghubungi Kyai Hasan lewat sambungan telepon dan melaporkan ke datang pak Umar dan kekuarga, ustazah Aisyah juga menceritakan tentang pengunduran diri Syifa dari pesantren.


Syifa melangkah melewati lorong, ke hadiran Syifa di sambut baik oleh orang - orang yang berlalu lalang di lorong asrama, hingga ia bertemu seseorang di lorong tersebut.


"Kamu udah balik, aku kira gak bakalan balik lagi karena ke enakkan tinggal di rumah" sindir seseorang tersebut.


Syifa tak menggubris omongan seseorang tersebut, membuat seseorang tersebut menyindiri kembali dirinya. "Baru beberapa bulan nyantri aja udah sombong banget" sindir seseorang tersebut.


Awalnya Syifa ingin menjawab namun ummah melarangnya, tiba di depan kamar asramanya Syifa mengetuk pintu kamarnya.


Nayla membuka pintu ia kaget campur bahagia karena Asyifa telah kembali, Nayla langsung spontan memeluk Syifa dengan erat.


Kedatangan Syifa di sambut bahagia oleh Nayla dan Mila. Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama setelah Syifa menjelaskan bahwa ia gak akan tinggal di pesantren lagi, hal itu sungguh mengejutkan, walaupun sedih Nayla dan Mila membantu Syifa membereskan barang - barangnya.


"Ummah dan Kak Shela duluan, nanti Syifa nyusul" ucap Syifa.


Ummah dan Shela pun setuju, ummah membawa satu koper berisi pakaian Asyifa. Setelah kepergian Ummah dan Kak Shela Syifa langsung menutup rapat pintu asrama.


"Aku mau cerita tentang kenapa aku keluar dari pesantren, tapi kalian harus janji dulu jangan sampai rahasia ini bocor kepada siapa pun" ucap Syifa dengan suara pelan.


"Ia siap, rahasia di mulut kami amat" ucap Nayla dan Mila berbarengan sambil memperagakan mulut mereka di kunci.


"Tapi sebelumnya ini aku ada hadiah kenang - kenangan dari aku" Syifa menyerah sebuah paperbag yang isinya kado untuk Mila dan Nayla. "Dan yang ini dari Ummah, katanya terima kasih udah jagain aku dan juga udah mau nyuciin baju aku" ucap Syifa lagi dan menyerahkan paperbag yang ke dua. "Dan yang ini special dari aku" Syifa memberikan sebuah kotak yang agak gedean dari paperbag.


Dengan antusias Mila dan Nayla membuka hadiah mereka, sebuah kerudung motif yang lagi trandi menjadi hadiah kenang - kenangan dari Syifa dan Sebuah gamis remaja hadiah dari Ummah. Mereka berpelukan bahkan Nayla sampai menangis haru.


Nayla dan Mila membuka kotak terakhir yang berisikan donat yang di lukis dengan nama mereka bertiga, moment tersebut Syifa abadikan lewat ponselnya. Tak lupa mereka juga berselfi ria untuk kenang - kenangan.


"Ayo sekarang cerita kenapa kamu keluar dari pesantren" pinta Mila yang sudah sangat penasaran.

__ADS_1


Syifa mulai bercerita, ia menceritakan tentang keluarga Kyai Hasan yang datang kerumahnya, tak lupa Syifa juga menceritakan tentang surat yang di beri oleh ustaz Bani.


"Hmm jadi surat itu surat cinta dari ustaz Bani ?" Tanya Nayla.


__ADS_2