Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 158


__ADS_3

Robby dan Dan Salwa baru saja sampai di depan rumah mamah Erni. karena tujuan utama mereka adalah mendatangi rumah mamah Erni.


Robby mengetuk pintu rumah dan berkali - kali mengucapkan salam namun tak ada jawaban dari pemilik rumah rersebut.


"Mas, sepertinya Mamah gak ada di rumah" ujar Salwa karena sudah lima belas menit mereka berdiri di sana namun tak ada yang membukakan pintu.


"Kita ke rumah Abi dan Ummah dulu, nanti kita balik lagi ke sini" ujar Robby. Salwa pun setuju, Namun saat mereka melangkah meninggalkan rumah tersebut.ada sebuah mobil memasuki halaman tersebut dan ternyata itu mamah Erni.


"Untuk apa kalian datang ke sini ?" tanya mamah Erni sinis saat ia keluar dari dalam mobilnya.


Salwa dan Robby langsung meraih tangan mamah Erni untuk memberikan Salam dan tak ada penolakan dari mamah Erni.


"Apa kalian akan pindah lagi ke sini ?" tanya Mamah Erni.


"Tidak mah, kita hanya berkunjung ke sini" sahut Robby.


"Jadi kamu memilih wanita ini dari pada mamah mu sendiri ?" mamah Erni menekan intonasi bicaranya.


"Mah, wanita ini, dia adalah istri sah ku dan beliau juga calon ibu dari anak - anak ku" ujar Robby. "Mah, Aku ke sini datang dengan membawa kabar bahagia, Salwa hamil mah, mamah akan punya cucu dan yang lebih bahagia lagi Salwa hamil anak kembar tiga mah" terang Robby dengan sangat bahagia.


"Apa hamil kembar tiga ?" Mamah Erni sangat terkejut dengan penuturan Robby.


"Iya mah, mamah akan mendapat cucu langsung Tiga. Allah telah mengabulkan doa - doa kita mah" ujar Robby.


"Di keluarga kita tidak ada riwayat keturunan kembar, apa di keluarga kamu ada riwayat keturunan kembar ?" tanya mamah Erni pada Salwa.


"Mah, ini kuasa Allah, walaupun di keluarga kita maupun keluarga Salwa tak ada keturunan kembar tapi Aku dan Salwa di kasih anak kembar" ujar Robby yang begitu sangat bahagia.


Mamah Erni terdiam. "Ahh jangan - jangan itu bukan anak kamu lagi, mana bisa gak ada keturunan kembar punya anak kembar" ucap mamah Erni seraya menatap Salwa dengan tatapan yang sangat sinis.


"Mah, jaga bicaranya" bentak Robby.


"Mamah hanya menebak saja, kan kamu gak tau keseharian wanita ini ketika di tinggal kerja oleh kamu" ujar mamah Erni tanpa ada rasa bersalah.


"Mah, kemaren mamah ingin - ingin cepat - cepat Salwa hamil, sampai - sampai mamah rela tiap hari datang ke apartemen kita membawakan Salwa madu dan juga obat penyubur kandungan. tapi kenapa ketika Salwa hamil mamah tetap tidak suka dengan Salwa ?".


"Mamah bukannya tidak suka, hanya mamah curiga saja, anak siapa yang di kandung dia".

__ADS_1


Robby sangat kecewa dengan sikap mamahnya, hingga ia langsung menarik tangan istrinya untuk segera pergi meninggalkan rumah tersebut.


"Robby tunggu jangan pergi dulu" teriak mamah Erni.


"Aku dan istri ku akan kembali nanti setelah mamah mau menerima Salwa dan juga anak - anak kami" ujar Robby seraya berlalu meninggalkan ruamah orang tuanya.


Mamah Erni mendengus kesal. "Hamil kembar tiga, dia tuh hamil anak kucing apa anak manusia, banyak banget" gerutu mamah Erni kesal.


Robby melajukan mobilnya menuju rumah Abi dan Ummah. namun saat mereka sampai, menurut asisten rumah tangga yang bekerja di sana, Abi dan Ummah sedang tidak ada di rumah, menurutnya Abi dan Ummah sedang berkunjung kerumah Abian dan Shela.


Robby pun memutuskan untuk mendatangi rumah Abian dan Shela. kedatangan Robby dan Salwa membuat Ummah sangat terkejut dan juga bahagia.


"Sejak kapan kalian ada di kota ini ?" tanya Ummah.


"Kami baru datang, tapi tadi kita mampir ke rumah mamah dulu baru ke sini" jelas Salwa.


"Kenapa kalian tidak menghubungi Ummah dulu, kalau tau kalian datang ummah pasti siap - siap".


"Ini kejutan, Kami juga punya kabar bahagia" ujar Robby dengan wajah sumringah.


"Apa itu ?" tanya Abi Umar yang sudah penasaran.


"Alhamdulilah" ucap semuanya senang.


"Selamat ya nak, Ummah ikut bahagia. penantian kalian berbuahkan hasil, allah pun langsung memberikannya tiga sekaligus. Ummah bener - bener terharu". Ummah berkata - kata dengan lelehan air mata. kemudian di peluknya Salwa dengan erat.


"Ada apa ya dengan tahun ini, Syifa hamil kembar dua sekarang Salwa hamil kembar tiga" ucap Abian seraya menghitung menggunakan jari tangannya


"Sayang gimana kalau kamu hamil lagi, kali saja anak kita kembar empat" ujar Abian pada istrinya dan langsung mendapat lemparan bantal dari sang istri.


"Anak satu saja kamu kelabakan ngurusnya, gimana empat" gerutu Shela.


Mereka berbincang - bincang seputar kehidupan Salwa dan Robby di tempat yang baru, dan setelah hampir satu jam, akhirnya Salwa dan Robby pamit karena harus mengunjungi rumah orang tua Salwa dan mereka juga akan menginap di sana.


Sementara di sebuah rumah sakit, sepasang suami istri sedang berjalan menyusuri koridor rumah sakit, mereka baru saja selesai berkonsultasi masalah kehamilan. mereka juga melakukan program ke hamilan dengan cara mengonsumsi obat - obatan yang sesuai resep dokter.


"Denger sayang, tadi kata dokter kamu gak boleh beraktivitas yang berlebihan dan juga gak boleh stres apa lagi berpikiran yang aneh - aneh, karena itu semua akan menghambat proses kehamilan kamu" ujar Fariz menasehati istrinya.

__ADS_1


"Iya sayang, maafkan sikapku yang kemaren ya" Rara bergelayut manja di tangan Fariz. tak peduli banyak orang yang melihat kemesraaan mereka.


"Iya sayang. kita hanya bisa ikhtiar dengan cara melakukannya setiap malam dan untuk hasilnya biar allah yang menentukan" ujar Fariz.


"Apa ia harus setiap malam ?" tanya Rara.


"Harus dong, apalagi kalau pagi, siang, sore, malam, peluangnya semakin banyak sayang" ucap Fariz dengan tatapan yang sangat mengoda.


"Ahh itu mah mau kamu saja" gerutu Rara.


Mobil mereka meninggalkan rumah sakit dan menuju ke resto milik suaminya.


"Sayang berhenti" tiba - tiba Rara meminta Fariz menghentikan mobilnya.


Fariz pun mengikuti perintah sang istri, ia menghentikan laju mobilnya di pinggir jalan.


"Kenapa berhenti ?" tanya Fariz bingung.


"Itu ada yang jual mangga muda, sepertinya segar sekali" ujar Rara seraya menunjuk penjual buah mangga.


"Kamu ngidam ?" tanya Fariz dengan tatapan penuh selidik.


"Biasa saja kali menatapnya" protes Rara. "Emang harus orang ngidam saja yang beli mangga muda ?".


"Ya sudah sana beli kalau mau mah" titah Fariz.


"Sayang ?".


"Kalau mau, beli saja sayang" ucap Fariz seraya menatap lembut pada sang istri.


"Liat mangga muda itu, aku jadi ke inget Syifa" ujar Rara.


"Ada apa dengan Syifa ?".


"Kemaren ketika ia pamit pulang aku menatapnya dengan sinis bahkan aku bersikap dingin padanya, aku merasa jadi gak enak sama Syifa" terang Rara.


"Lalu ?".

__ADS_1


"Boleh gak aku main ke rumah Syifa, sekalian mau meminta maaf ?" Rara meminta persetujuan dari suaminya.


__ADS_2