Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 12


__ADS_3

Setelah Abian pergi dokter keluar dari ruangan tempat Shela di periksa.


"Dengan Keluarga Shela" ujar dokter.


"Iya kami keluarganya" ujar Abi sambil menghampiri dokter.


"Bagaimana menantu saya ?" tanya Ummah khawatir.


"Pasien baik - baik saja dan sekarang sudah sadar" jawab dokter sambil tersenyum ramah.


"Kami boleh masuk ?" tanya Abi.


"Oh silahkan ".


Ummah dan Abi menghampiri menantu mereka yang sedang terbaring lemas.


"Sayang kamu kenapa ?" tanya Ummah.


"Ummah aku baik - baik saja, namun akhir - akhir ini aku sering pusing, dan tadi ketika di supermarket aku sudah gak kuat pusing banget" ujar Shela sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing.


"Dokter apa yang terjadi dengan menantu saya ?" tanya Ummah cemas.


"Pasien baik - baik saja, pusing itu timbul akibat pasien ini sedang mengandung" Tutur dokter menjelaskan.


"Dokter serius ?" tanya Shela sambil menatap ke arah perutnya yang masih rata.


"Iya mbak Shela sedang hamil dan kandungannya sudah menginjak usia 6 minggu. tolong di Jaga ya, karena usianya masih sangat muda" ujar dokter menjelaskan.


"Ummah aku hamil !" Seru Shela sambil memeluk mertuanya.


"Selamat ya sayang" ucap Abi


Shela melepaskan pelukan mertuanya, ia merasa ada yang kurang dalam ruangan ini, dan ia baru sadar ternyata suaminya tidak ada di sana.


"Ummah Abang Bian kemana ?" tanya Shela sambil mencari sosok suaminya.


"Bian pergi ke toko tas yang tadi, karena dia mengira kamu pingsan gara - gara menginginkan tas yang kamu impikan." jelas Ummah.


"Ya salam, aku pingsan karena gak kuat menahan pusing bukan karena menginginkan tas" ujar Shela sambil menepuk jidatnya.


Dokter ke luar ruangan untuk menuliskan resep obat buat Shela.


Tiba - tiba Abian datang dengan ngos - ngosan.


"Sayang kamu sudah sadar ?" tanya Abian "ini tas impian yang kamu inginkan, tapi aku mohon jangan pingsan lagi dan buat aku khawatir" ujar Abian dan menyerahkan tas yang menjadi impian istrinya.

__ADS_1


Ummah dan Abi hanya tersenyum geli melihat tingkah anak sulungnya.dokter datang dan membawa resep obat yang harus di tebus di bagian apotek.


"Bu ini resep obatnya, dan untuk mendapatkan informasi yang lebih detail bisa di lakukan di rumah sakit yang peralatannya lengkap". ujar dokter menjelasakan dan juga memberikan resep obat itu pada Ummah.


Abian bingung dan tidak mengerti dengan keterangan dokter langsung menatap tajam ke arah dokter.


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan istriku, kenapa istri saya harus di bawa ke rumah sakit yang peralatannya lengkap ?" tanya Abian penuh selidik.


"Tenang pak, istri bapak baik - baik saja" jawab dokter sambil tersenyum ramah.


"Kalau baik - baik saja kenapa anda menyarakan untuk kerumah sakit ?" tanya Abian yang masih bingung dengan ucapan dokter.


"Karena itu untuk mengetahui kondisi janin yang ada dalam kandungan istri anda" jawab dokter.


"Maksud apa ? terus apa hubungannya dengan pingsan tadi ?" tanya Abian yang mulai panik hingga ia tidak dapat mencerna dengan baik setiap penjelasan dokter.


"Sabar dulu sayang" ujar Shela yang melihat suaminya yang mulai panik.


"Jangan nyerocos mulu, dengarkan baik - baik setiap perkataan dokter" protes Abi pada Abian.


"Selamat pak istri anda sedang mengandung dan usianya sudah enam minggu, pingsan tadi di karnakan kondisi si ibu kelelahan, untuk mengetahui keadaan janin saya sarankan untuk melakukan USG di rumah sakit yang peralatannya lengkap" tutur dokter menjelaskan.


"Sayang kamu hamil" ucap haru Abian dan memeluk istrinya.


...******...


Bani melajukan kendaraannya menuju tempat ia bekerja, sampai di kantornya ia memilih pergi ke ruang produksi untuk mengecek pesanan dari pak Roger.


Bani memangil kepala bagian produksi untuk datang keruangannya.


"Coba kamu jelaskan kenapa kamu menunda pesenan pak Roger ?" tanya Bani penuh amarah.


"Maaf pak ini perintah dari pak Tio " jawab Kepala produksi yang bernama Wahyu.


"Sejak kapan dia mengentikannya ?" tanya Bani.


"Dari empat hari yang lalu" jawab Wahyu dengan ketakutan.


"Sudah berapa banyak yang sudah jadi ?" tanya Bani.


"Dari dua ribu seratus pcs kita sudah menyelesaikannya dua ratus pcs" jawab Wahyu.


Tio kenapa kamu melakukan ini apa dia ingin melihat aku jelek di mata klien, gara - gara aku tidak bisa menepati janji. Gumam Bani dalam hatinya.


"Sekarang kamu boleh kembali bekerja, tapi sebelum kembali keruangan mu tolong panggilkan Tio suruh datang keruangan ku" perintah Bani.

__ADS_1


"Siap pak !".


Wahyu pergi dari ruangan Bani dan kini berjalan ke arah ruangan Tio.


"Mohon maaf pak Tio, ada di suruh menghadap ke pak Bani" ucap Wahyu.


"Baik, terimkasih " jawab Tio sambil menutup laptopnya.


"Maaf pak kayanya pak Bani sedang marah karena anda telah menghentikan pesenan pak Roger, Kalau ada apa - apa sayang tidak ikut campur" tutur Wahyu yang takut dirinya bakal di pecat.


"Ya sudah saya akan menyelesaikannya sekarang, kamu tenang saja karena ini hanya salah paham saja" ucap Tio.


Bagaimana salah paham, sudah jelas pak Bani sangat marah karena anda menghentiakan pesanan yang akan menguntungkan pak Bani. Gumam Wahyu dalam hatinya sambil berjalan ke arah tempat kerjanya.


Tio mengetuk pintu ruangan bosnya.


"Masuk !" perintah Bani.


"Bos memanggil saya ?" tanya Tio seakan tidak tau apa - apa.


"Saya tidak ingin basa - basi, cepat kamu jelaskan kenapa kamu melakukan ini semua !" perintah Bani.


Tio terdiam dia bingung harus menjelaskannya dari mana .


"Hey aku menyuruh mu untuk berbicara bukan untuk diam !" bentak Bani.


"Saya. . " ucap Tio menggantung dia tidak menyangka kalau Bani semarah ini padanya.


"Apa kamu mau saya pecat ?" bentak Bani kembali.


"Silahkan kalau mau pecat saya, tapi pecatnya setelah mendengarkan penjelasan saya" tutur Tio dengan gemeteran.


"Makanya cepat jelaskan !".


Tio mengambil nafas dan membuangnya secara kasar, untuk menenangkan dirinya.


"Pertama saya minta maaf karena telah bertindak tanpa memberi tahu bapak terlebih dahulu. maaf jika tindakan ini membuat bapak marah". tutur Tio mulai menjelaskan.


"Bicara cepat, jangan sepotong - sepotong !".


"Kenapa saya melakukan ini, karena saya ingin menyelamatkan perusahaan ini, karena bapak seminggu ini sibuk di luar kantor jadinya saya berinisiatif untuk bertindak sendiri, dan akan saya jelaskan ke bapak setelah bapak tidak sibuk" tutur Tio.


"Asal bapak tau, Setelah pak Roger pulang, secara diam - diam menyuruh orang kepercayaan saya untuk menyelidiki tentang pak Roger, karena saya merasa curiga dengan gelagat dia, setelah tiga hari penelusuran ternyata kecurigaan saya terhadap pak Roger terbukti, pak Roger adalah orang suruhan Malik, ia sengaja ingin membuat perusahaan kamu gulung tikar". tutur Tio menjelaskan panjang lebar.


******Ayo Bantu Like dan Votr biar Author semakin rajin upnya******.

__ADS_1


__ADS_2