
Sore hari Robby telah pulang dari kantor, namun ada pemandangan yang aneh, biasanya ketika ia pulang akan di sambut oleh sang istri, namun hari ini berbeda saat ia memasuki rumahnya ia melihat istrinya tengah melamun, bahkan Salwa pun tak menyadari akan ke datangan Robby.
"Sayang, ko melamun ?" tegur Robby saat mendekati istrinya.
"Mas, sudah pulang" ucap Salwa kaget dengan suaminya yang sudah berada di sampingnya.
"Kenapa melamun ?" tanya Robby.
"enggak apa - apa" jawab Salwa. ia masih ragu untuk bercerita tentang mertuanya.
"Sayang besok kita kedokter, jika dokter mengizinkan kamu melakukan perjalanan maka lusa kita akan ke rumah mamah" ucap Robby.
Salwa hanya menganggukan kepalanya, pikirannya melayang tentang mertuanya. apa iya harus bercerita sekarang, tapi jika ia bercerita ia takut jika suaminya akan mengurungkan niatnya untuk mengunjungi rumah orang tuanya.
Di malam yang gelap gulita, di temani angin malam yang menusuk hingga ke pori - pori .di saat orang - orang tengah nyenyak tertidur pulas dan menikmati mimpi indahnya, Salwa melakukan shalat malam, mengadahkan tanganya, mengadu pada sang pencipta tentang apa di rasakannya. tak lupa juga Salwa mengucapkan rasa syukur atas karunianya di berikan keturunan. Salwa menutup shalat malamnya dengan zikir dan doa.
gelap malam telah berganti dengan sinar mentari pagi yang menghangatkan dan siap menyambut hari dengan suka cita. Salwa dan Robby sudah bersiap - siap untuk mengunjungi dokter untuk memeriksakan kandungan Salwa.
perjalanan menuju rumah sakit membutuhkan satu atau satu setengah jam perjalanan. membuat Salwa dan Bani memilih untuk sarapan pagi terlebih dahulu.
Di rumah sakit Salwa dan Robby menunggu giliran. setelah menunggu hampir satu jam kini giliran mereka masuk ke ruangan dokter.
Dokter pun bertanya tentang keluhan apa saja yang di rasakan olehnya, dan setelah itu baru Salwa melakukan pemeriksaan menggunakan alat ultrasonografi. dokter mulai mengutak - ngatik alat tersebut.
Mata Robby fokus pada layar monitor, dari layar tersebut Robby dapat melihat calon buah hatinya.
"Sekarang usia kandungan ibu Salwa sudah memasuki minggu ke sepuluh, semua janinnya baik - baik saja, mereka tumbuh sempurna. ini janin pertama, ini janin kedua dan ini janin ke tiga". ucap dokter menunjukan satu persatu calon buah hatinya.
__ADS_1
"Maksud dokter apa ya, ko ada janin satu, janin dua dan janin tiga ?" tanya Robby bingung.
Dokter pun tersenyum. "Ada dua kantong ke hamilan dan ada tiga janin yang kini tubuh di rahim ibu Salwa" terang sang dokter.
Jantung Robby serasa terhenti berdetak, bibirnya tertutup rapat, tubuhnya lemas tak berdaya. begitupun dengan Salwa ia menitikan air mata harunya, ia seperti sedang dalam sebuah mimpi.
"Dok anak saya tiga ?" tanya Robby lagi seakan tak percaya.
"Iya, pak. triplet baby. kehamilan multipel dan kembar tiga" jelas sang dokter.
Robby dan Salwa saling lempar pandangan, dalam benak mereka bertanya - tanya apa semua ini benar ? apa semua ini sedang mimpi ?.
"Kehamilan kembar ini bisa terjadi ketika dua atau lebih sel telur di buahi oleh sel ****** yang berbeda. apalagi menurut riwayat, pak Robby dan Ibu Salwa melakukan program kehamilan terbantu, jadi kemungkinan terjadi kehamilan ganda fraternal lebih besar. obat kesuburan yang rajin di minun juga akan merangsang pertumbuhan beberapa telur sekaligus. hal tersebut meningkatkan kemungkinan lebih dari satu telur akan di buahi" dokter menjelaskan secara detail kenapa Salwa bisa hamil kembar walau pun tak ada riwayat ke turunan kembar.
Memang betul, sejak Robby dan Salwa tinggal di tempat yang baru mereka menjalani program kehamilan sebelum mereka benar - bener memutuskan menjalani program bayi tabung.
"Kehamilan kembar tiga sangat tinggi resikonya, jadi saya sarankan ibu jangan melakukan aktivitas yang berlebihan" ujar dokter. "Saya saran kan juga jiga kalian pergi jalan - jalan lebih baik membawa kursi roda saja agar ibu Salwanya tidak kecapean" sambung dokter.
"Dok saya punya rencana untuk mengunjungi orang tua kami yang berada di luar kota, kami akan pergi menggunakan pesawat agar cepat sampai, menurut dokter apakah istri saya aman jika melakukan perjalanan menggunakan pesawat" ujar Robby.
"Kondisi ibu baik - baik saja, dan janin pun juga baik - baik saja, jadi aman - aman saja menurut saya jika mau melakukan perjalanan menggunakan pesawat, namun saran saya jangan lupa membawa kursi roda" ujar dokter.
Rasa bahagia kembali menangungi dua insan tersebut, sepanjang perjalanan pulang Salwa terus menyunggingkan senyum indahnya, tangannya tak berhenti mengelus perut yang mulai membuncit. tak pernah di pikirkan sebelumnya bahwa ia akan memiliki anak kembar tiga sekaligus.
Buah kesabaran atas semua hinaan terhadapnya kini berbuahkan hasil, Allah menitipkannya tiga sekaligus ke dalam rahim Salwa.
"Sayang, ini semua di luar dugaan kita, waktu kontrol sebelumnya dokter tidak mengatakan bahwa kita hamil kembar". ujar Salwa senang.
__ADS_1
"Hmm, iya sayang, mungkin waktu itu belum terlihat jelas, makanya dokter tidak mengatakan hal itu". sahut Robby seraya fokus dengan kemudinya.
"Terima kasih telah setia menemani aku dalam penantian ini. terima kasih atas dukungan dan motivasinya" ucap Salwa lirih.
"Semoga dengan adanya buah hati, akan mempererat hubungan kita".doa Robby.
"Amin" ucap Salwa dan Robby berbarengan.
Salwa sudah tak sabar untuk memberikan kabar bahagia ini kepada keluarganya. namun berbeda dengan Robby, ia sedikit ada kecemasan dalam dirinya, ia takut jika orang tua tetap tidak suka walaupun kini Salwa tengah mengandung calon cucunya.
Sebelum pulang kerumah Robby mengajak Salwa untuk berbelanja terlebih dahulu, ia mencari oleh - oleh untuk besok, tak lupa juga Robby mengunjungi sebuah toko yang menjual kursi roda, di sana Robby membeli satu kursi roda sesuai keinginan Salwa.
Sampai di kediaman mereka, Robby sengaja menyuruh Salwa untuk duduk di kursi tersebut lalu ia yang mendorongnya. sontak pemandangan itu membuat bi Tinah terkejut, ia berpikiran jika majikannya kenapa - kenapa.
"Apa yang terjadi dengan ibu ? kenapa menggunakan kursi roda seperti ini ?" tanya Bi Tinah panik.
Salwa tersenyum, ia tahu jika asisten rumah tangga sangat mengkhawatirkan kondisinya. "Salwa baik - baik saja bi, namun menurut dokter Salwa lebih baik menggunakan kursi roda agar tidak kecapean" jelas Robby.
"Bener seperti itu ?".
"Iya Bi bener ko, ada yang harus bibi tahu, sekarang Salwa lagi hamil kembar tiga !".
"Tiga ?".
"Iya Tiga bi, doain ya supaya Salwa sehat, dan ketiga janinnya juga ikut sehat" ujar Salwa seraya tersenyum bahagia.
"Selamat ibu, ini semua buah dari kesabaran ibu" keduanya berpelukan larut dalam kebahagiaan.
__ADS_1
Salwa di bantu Bi Tinah mengemasi barang - barangnya yang akan di bawa besok ketika mengunjungi rumah orang tuanya.