
Akhirnya Umi mengajak Asyifa untuk berbelanja kebutuhan dapur pesantren. Umi dan Asyifa menunggu Bani di gedung utama pesantren bersama Kyai Hasan dan beberapa ustaz dan ustazah.
"Maaf tadi saya di suruh ke sini sama ustaz Ali" ujar seorang santri laki - laki dan menjelaskan maksud kedatangannya.
"Oh iya nanti kamu ikut ke pasar untuk membantu Umi" ujar Umi pada santri laki - laki yang bernama Rizal.
Sebelum ke dapur pesantren Umi telah meminta tolong pada ustaz Ali untuk mencarikan santri laki - laki yang akan di ajak ke pasar.
"Bani lama sekali, nanti ke buru siang" ujar Umi yang terlihat cemas karena Bani tak kunjung datang.
Karena takut kesiangan Umi menyusul Bani ke rumahnya.
"Nak kakak kamu mana ?" tanya Umi saat berpapasan dengan Fariz di depan halaman rumah mereka.
"Kakak Bani ada urusan mendadak, tadi Kak Bani minta tolong sama Fariz buat antar Umi ke pasar". Ujar Fariz pada Uminya.
Tanpa banyak tanya Umi dan Fariz langsung menuju ke gedung utama dimana Asyifa dan Rizal sudah menunggu.
Fariz sudah duduk di belakang kemudi dan di sampingnya ada Rizal, sementara Umi dan Asyifa duduk di bangku belakang.
"Umi kita pergi ke pasar mana ?" tanya Fariz.
"Kita ke pasar bersih saja" Jawab Umi.
Fariz melajukan kuda besinya, namun sepanjang perjalanan menuju pasar Fariz penasaran dengan sosok yang duduk di samping Uminya karena dirinya baru melihatnya. Mungkin dia santri baru. gumam Fariz dalam hatinya.
Selama perjalanan Fariz mencoba mencuri padang ke arah Asyifa lewat kaca spion. Cantik juga yah, Andai aku tidak ada Umi di dalam mobil ini, sudah ku ajak kenalan itu cewek. ucap Batin Fariz sambil sesekali tersenyum.
Perjalanan ke pasar membutuhkan waktu tiga puluh menit, setelah sampai Fariz memarkiran kendaraannya, kemudian semua penumpang turun dari mobil.
"Fariz dan Rizal kalian ikut juga ke dalam yah, nanti tolong bantu Umi bawakan barang belanjaan" ujar Umi pada Fariz dan Rizal, tanpa banyak bicara Fariz dan Rizal langsung mengangguk tanda setuju. "Asyifa kamu pegang catatan belanja dan tandai kalau yang sudah di beli". Umi memberikan selembar kretas dan satu buah pensil pada Asyifa.
Oh Namanya Asyifa, cantik seperti orangnya. Gumam Fariz dalam hatinya.
...******...
Dirumah Bani langsung terburu - buru mandi setelah mendapat kabar bahwa ada klien yang ingin bertemu dengannya jam 7 pagi,
tak lupa Bani meminta tolong pada Adiknya untuk mengantar Uminya ke pasar.
Jarak rumah Bani dan kantornya bisa di tempuh tiga puluh menit ketika jalanan lancar namun ketika macet bisa di tempuh empat puluh lima atau lebih tergantung kondisi jalanannya.
__ADS_1
Sampai di kantor Bani di sambut beberapa Kayrawan yang sudah mulai berdatangan. Bani berjalan keruangannya dan mempersiapkan beberapa berkas untuk nanti di bahas saat bertemu dengan kliennya.
"Pagi pak bos " Sapa Tio saat melihat bosnya datang.
"Pagi " jawab Bani. " Tio kamu ikut ke ruangan saya !" perintah Bani pada sekertarisnya itu.
"Baik pak " jawab Tio sambil mengikuti Bani dari belakang.
Sampai di ruangan kerjanya Bani langsung duduk di kursi kebanggannya sedangkan Tio masih berdiri di dekat meja kerja bosnya.
"Tio kenapa pak Roger minta bertemu sepagi ini ?" tanya Bani pada Tio.
"Saja juga tidak mengetahui secara detailnya". jawab Tio sambil menundukan kepalanya.
"Ya sudah sekarang siapkan berkas yang berhubungan dengan dia !" perintahnya lagi pada Tio.
"Baik Bos !".
Setelah menunggu selama setengah jam, akhirnya pak Roger datang dan langsung menemui Bani di ruang kerjanya.
"Pagi pak " sapa Bani sambil menyalami pak Roger.
"Langsung saja pada intinya, karena saya sedang banyak urusan" ujar Pak Roger dengan wajah yang datar.
"Jadi begini pesenan yang pertama kan sudah selesai, maka saya akan memesannya lagi dengan jumlah tiga kali lipat dari jumlah yang kemaren " ujar pak Roger menjelaskan ke datangannya.
"Bapak serius ?" tanya Bani yang terkejut karena dia mendapat pesanan kaos sablon yang begitu banyak.
"Iya dan harus selesai dalam kurun tiga minggu, nanti saya yang akan ambil ke sini, jadi bapak tidak usah repot - repot mengantarnya" jelas Pak Robet.
"Insya allah saya usahakan, akan selesai dalam waktu tiga minggu pak " jawab Bani dengan begitu antusias karena ia mendapat pesenan yang begitu banyak.
"Saya akan membayar dp nya sebesar 20% dulu, gimana pak ?". pak Roger meminta persetujuan pada Bani.
"Boleh pak " jawab Bani sambil tersenyum.
"Kalau begitu, berarti Deal ya pak " Pak Roger menjulurkan tangannya ke arah Bani.
"Deal" Ujar Bani sambil sambil menyambut uluran tangan pak Roger.
"Saya langsung transfer Dpnya ke rekening kantor" ujar Pak Roger.
__ADS_1
Setelah semua beres pak Roger pergi meninggalkan ruang Bani. di ruangannya hanya tinggal dirinya dan Tio.
"Tio kita dapat orderan besar !" Seru Bani pada Tio.
"Maaf bos, apa bos yakin ?, tapi saya curiga". ujar Tos yang merasa ada hal yang tidak mengenakan.
"maksud kamu apa ?" tanya Bani yang tidak mengerti maksud perkataan Tio.
"Entah kenapa saya merasa ada yang tidak beres dengan pesenan yang sekarang" ujar Tio pada Bani.
"Sudahlah gak usah soudzon gak baik itu, apalagi gak ada bukti" ujar Bani pada Tio,
"Saya mau langsung ke ruang produksi untuk mempersiapkan pesenan pak Roger" ujar Bani sambil melangkah meninggalkan Tio yang masih merasa banyak ke anehan.
"Ya allah lindungilah kami, jauhkan kami dari orang - orang yang ingin berbuat jahat". doa Tio dalam hatinya.
Tio pun langsung menyusul Bani yang sudah berjalan duluan. di ruang produksi Bani kini sedang memberikan arahan kepada semua pegawainya. sedangkan Tio masih merapalkan doa - doa dalam hatinya,entah kenapa dia bisa mempunyai pemikiran sepertu itu.
Kayrawan merasa senang setelah mendengar penjelasan Bani, karena banyak pesanan berarti mereka akan lembur dan otomatis gaji mereka akan bertambah.
"Kalian kerja yang semangat, tapi harus di ingat. kita harus umatakan kualitas !" Seru Bani bawahannya.
"Siap pak " Jawab semua Kayrawan dengan kompak dan penuh semangat.
Di tempat lain seorang pria yang umurnya hampir seumuran dengan Bani sedang duduk di meja kerjanya, tak lama ponsel ya berdering dan ia segera mengangkatnya.
"Gimana hasilnya ?" tanya pria tersebut pada orang yang di sebrang telepon.
"Oke beres bos, semuanya berjalan lancar !" jawab seseorang dari sebrang telepon.
"Bagus !" Seru pria tersebut, kemudian mematikan ponselnya dan kembali duduk di kursi kebanggaannya.
Pria tersebut tersenyum penuh kemenangan. setelah mendapat laporan dari anak buahnya.
Nikmatilah permainan ku. ucap pria tersebut dan langsung di barengi dengan suara tawa.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
***Maaf yah kalau Author updatenya lama, Author lagi ada kesibukan di dunia nyata.
Bantu like dan Vote. jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar.
__ADS_1
Terima Kasih***