
Matahari pagi muncul dari peraduannya, Bani berangkat ke kantor dengan rasa riang gembira, sampai di kantor Bani di bantu Tio memilih desain undangan yang akan di jadikan kartu undangan pernikahanya. Tak lupa Bani juga mengirimkan contoh undangannya pada Syifa. Bani sengaja membedakan antara undangan teman dan keluarga / kerabat hal itu setujui Syifa.
Hari - hari Asyifa dan Bani kini di sibukan dengan persiapan pernikahan mereka, dari mulai tempat acara, konsep acara hingga seragam keluarga yang akan keluarga mereka kenakan, perdebatan karena beda pendapat pun kadang terjadi.
Keluarga Kyai Hasan tak banyak yang di undang hanya ada lima ratus undangan dan tidak termasuk santri pesantren. Kyai Hasan punya niatan akan mengadakan acara ngunduh mandu di pesantren.
Berbeda dengan keluarga pak Umar yang mengundang banyak keluarga dan rekan bisnisnya, karena ini pernikahan terakhir dan juga pernikahan putri satu - satunya.
Mereka sudah sepakat memilih hotel bintang lima yang tak jauh dari kediaman Keluarga pak Umar, bahkan pak Umar memboking beberapa kamar untuk keluarganya dan juga keluarga kyai Hasan.
Hari ini Asyifa dan Bani melakukan fitting baju pengantin, Bani sudah berjanji akan menjemput Syifa ke rumahnya.
"Nak Bani Ummah boleh ikut ?" Tanya Ummah ragu - ragu.
"Tentu boleh dong, tadinya juga Umi juga pengen ikut namun ternyata gak bisa karena ada kegiatan" jelas Bani.
"Aku boleh ikut ?" Tanya Shela yang baru keluar dari kamarnya, kini kamar Shela pindah ke bawah di kamar tamu karena mereka khawatir jika shela naik turun tangga akan membahayakan kandunganya.
"Boleh kak" jawab Bani sopan.
Shela kembali masuk ke dalam kamarnya dan bersiap - siap untuk ikut Syifa dan Bani Fitting baju pengantin. tak lupa Shela juga meminta izin pada suaminya, Awalnya Abian melarangnya namun bukan Shela namanya kalau tak bisa meluluhkan hati Abian.
Mereka berempat pergi menuju butik yang telah di rekomendasikan oleh Shela dan Ummah. kedatangan mereka telah di tunggu oleh pemilik toko.
Syifa langsung mencoba satu persatu baju pengantinnya.ada banyak perdebatan di sana antara Syifa, Ummah dan juga Shela, sedangan Bani hanya tersenyum saat mendengarkan perdebatan di antara mereka. hampir dua jam mereka melakukan fitting baju pengantin. setelah itu Bani mengajak Syifa dan keluarganya untuk makan siang, namun karena Shela sudah lelah dan ingin istirahat, ummah pun memutuskan untuk makan siang di rumah saja.
__ADS_1
Tak banyak pembicaraan antara Syifa dan Bani, mereka masih sama - sama merasa canggung, pernikahan mereka hanya tinggal empat minggu lagi, semua persiapan pun di kebut termasuk renovasi rumah yang kini hanya tinggal finising.
Ustaz Bani duduk di ruang tamu, Syifa pergi ke kamarnya untuk menaruh tasnya,Shela yang sudah lelah langsung masuk kamar dan membaringkan tubuhnya di atas kasur, sedangkan Ummah langsung membantu Bi Ida dalam menyiapkan makanan siang untuk mereka.
Azdan dzuhur sudah berkumandang Syifa langsung melakukan shalat dzuhur sebelum menemui Bani.
"Syifanya ke mana ?" tegur Ummah saat melihat Bani sedang duduk di ruang tamu sendirian.
"Tadi izin ke kamar untuk naro tas" jawab Bani Sopan. "Hmm boleh Bani izin ke mushola dulu mau shalat dzuhur dulu" Sambung Bani.
"Mau ke mesjid apa di rumah ?" tanya Ummah.
"Ke mesjid saja, biar berjammah" jawab Bani.
Selesai Shalat dzuhur Syifa turun menuju ruang tamu namun ia kaget karena ustaz Bani sudah tidak ada. Syifa pun menemui Ummahnya di dapur.
"Ummah, Ustaz Bani sudah pulang ? tanya Syifa.
"Belum, dia sedang shalat dzuhur dulu di mesjid" jawab Ummah.
Syifa hanya menanggapi jawaban ummah dengan kata Oh, lalu ia juga membantu ummah dalam menyiapkan makan siang mereka. Syifa terlihat manja namun sejak kecil ummah sudah mengajarkan Syifa pekerjaan rumah membuat Syifa terbiasa saat membantu pekerjaan rumah.
Bani sudah kembali dari mesjid, Syifa menyambutnya dan langsung mengajaknya langsung ke ruang makan. "Bentar aku panggil kak Shela dulu" ucap Syifa.
Setelah makan siang Bani pamit pulang karena ia akan memantau percetakan undangan pernikahanya. Bani melajukan Mobilnya dengan kecepatan sedang, jalanan yang lancar membuat Bani lebih santai dalam mengendarai mobil.
__ADS_1
namun di tengah perjalan tiba - tiba mobil Bani mogok, Bani mencoba memerikasa mesin mobil namun tetap saja ia tak menemukan kerusakan di bagian mesin mobil, Akhirnya Bani meminta Tio untuk menjemputnya, Bani juga menghubungi pihak bengkel untuk memeriksa ke adaan mobilnya.
Dua puluh menit pihak bengkel datang dan menjelaskan bahwa mobil Bani hanya ke babisan bensin saja kalau yang lainya aman.
"Ya allah kenapa aku sampai lupa mengisi bensin" gerutu Bani kesal akan kebodohanya, Bani pun meminta bantuan pada pekerja bengkel untuk membelikannya bensin agar mobilnya bisa kembali jalan,Bani pun memberikan uang untuk membeli bensin tersebut. Bani menghubungi Tio kembali memberitahu kalau mobilnya hanya ke habisan bensin saja, Bani juga melarang Tio untuk menejmputnya karena mobilnya juga sudah di isi bensin.
"Huh dasar ngerjain orang saja" gerutu Tio.
Mobil Bani pun di isi bensin eceran, walaupun tidak banyak yang penting bisa cukup untuk sampai di pom bensin terdekat. Bani pun membayar upah para pekerja bengkel tak lupa juga mengucapkan terima kasih telah membantunya.
Bani melanjutkan perjalanannya dan mencari pom bensin terdekat untuk mengisi bahan bakar mobilnya agar tak mogok kembali. Bani pun membelokan mobilnya di sebuah pom bensin, dan mengisi pull bensinnya. setelah selesai Bani memarkirkan Mobilnya karena ia ingin ke toilet sebentar. "Ahh lega" ucap Bani saat keluar dari toliet pom bensin, sebelum masuk ke mobilnya Bani masuk ke dalam minimarket untuk membeli minuman. karena cuaca sangat panas membuat ia kehausan.
Bani kembali ke mobilnya, namun ketika ingin masuk ke dalam mobil ada sessorang yang memanggil namanya.
"Bani" teriak seseorang memanggil Bani, Awalnya Bani tak menghiraukan panggilan tersebut karena menurutnya nama Bani itu banyak bukan hanya dirinya. namun panggilan itu terus berulang - ulang bahkan suara tersebut semakin mendekat ke arahnya. karena penasaran Bani pun menoleh ke arah sumber suranya.
Seorang wanita berdiri di dekat mobil Bani, membuat Bani bingung siapa wanita tersebut.
"Maaf kamu siapa ya, kenapa memanggil nama saya" tegur Bani.
"Ya allah Bani apa kamu lupa ini aku Aiyra Samia Rumaisha, masa kamu lupa si" jawab seseorang tersebut.
Mendengar nama yang di sebut wanita tersebut membuat Bani semakin bingung apa bener itu Aisha tapi saat melihat penampilannya Bani kurang yakin, karena Aisha yang di kenal Bani itu sering menggunakan pakaian gamis dan bahkan memakai hijab yang menutupi dadanya namun wanita yang sedang berdiri di dekatnya hanya menggunakan bawahan celana jeans ketat baju switer dan hijab yang di lilitkan di leher.
"Kamu benar Aisha ?" tanya Bani yang kurang yakin.
__ADS_1