Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 122


__ADS_3

Setelah Selsai makan siang Fariz dan Rara jalan bareng, mereka pergi kesebuah mall untuk menonton filem di bioskop, Fariz meluangkan waktunya untuk menebus semua kesalahpahaman, walaupun kerjaannya masih menumpuk.


"Oh iya maaf sepertinya nanti aku tak bisa mengantarkan kamu pulang" ujar Fariz.


"Kenapa ?".


"Aku harus jemput Umi di rumah mertua kak Bani" jelas Fariz.


"Oh, tidak papa, nanti aku bisa pulang sendiri".


"Maaf ya".


"Tidak apa, orang tua itu lebih penting, terimakasih ya buat hari ini. aku tau kamu pasti lagi banyak kerjaan".


"kerjaan bisa di kerjakan nanti malam, yang terpenting kita nikmati kebersamaan antara kita hari ini" ujar Fariz, mereka berjalan beriringan menuju tempat pembelian tiket bioskop, mereka menonton filem pilihan Rara yang berjudul Dilan 1990.


...*****...


Kedatangan Bani dan keluarganya langsung di sambut ramah, Bani memperhatikan raut wajah bahagia sang istri saat menimang sang keponakan.


"Selamat ya Shela dan Abian" ucap Ummi.


"Terimakasih sudah mau datang" sahut Abian.


Shela masih menjalani proses pemuliha setelah operasi caesar yang di lakukan, hingga ia belum di izin kan pulang kerumah. orang tua Shela yang setia menemani anaknya di rumah sakit karena Ummah dan Abi harus pokus terhadap pemulihan Syifa.


"Sayang pulang yuk" ajak Bani.


"Ko pulang sih" protes Syifa.


"Kamu harus banyak istirahat, besok bisa balik lagi ke sini" Jelas Bani.


"Iya nak, kamu pulang saja, besokkan bisa ke sini lagi" sahut Ummah.


"Sebentar lagi ya" pinta Syifa dan di setujui oleh Bani dan juga yang lain.


Kehadiran sang ponakan membuat warna baru di hidup Syifa, bahkan dengan kehadiran Bayi mungil tersebut membuat Syifa melupakan semua permasalahan yang telah terjadi. Syifa sudah kembali menampilkan senyuaman terindahnya, tak ada lagi air mata, bahkan keluarga pun tak ada yang berani menyinggung masalah kehamilan Syifa, hal ini membuat Bani bisa sedikit bernafas lega, Bani benar - benar takut masalah kehamilan kemaren akan membuat istrinya down.


Setelah puas bermain bersama sang ponakan Syifa pun pamit pulang, dan berjanji akan kembali esok hari.Ummah dan Abah pun ikut pulang kerumah Syifa, karena nanti Fariz akan menjemputnya kesana.


"Kalian pulang duluan, nanti Abi dan Ummah nyusul" ujar Ummah.

__ADS_1


"Iya Ummah" sahut Syifa.


Tiba di rumah Syifa ternyata Fariz juga baru tiba di kediaman Abi Umar, Syifa pun mempersilahkan ke Umi, Abah serta Fariz untuk masuk ke rumah. namun mereka menolak, Abah dan Umi memilih langsung pulang saja.


"Hati - hati di jalan ya" ucap Syifa.


"Kamu juga jangan cape - cape ya, jaga kesehatannya" ujar Umi sebelum masuk ke dalam mobil.


Syifa memilih untuk membersihkan badannya, sedangkan Bani sambil menunggu istrinya mandi ia memilih untuk mengecek email kerjaan yang sudah di kirim tadi siang oleh Tio.


"Abang tadi jadi melaporkan Aisha ?" tanya Syifa saat keluar kamar mandi.


"Jadi" sahut Bani.


"Abang gak kasian sama dia apa" ujar Syifa yang merasa kasian dengan kehidupan Aisha.


"Kita doakan saja semoga dia cepat sadar, dan juga bebas" ujar Bani yang masih fokus dengan laptopnya.


"Gimana reaksi dia saat tau Abang yang melaporkannya ?" tanya Syifa penasaran.


"Dia kaget dan juga gak nyangka" sahut Bani.


"Bang nanti ajak Syifa buat jenguk Aisha ya" ujar Syifa.


"Ya buat silaturahmi saja" jawab Syifa santai.


"Gak boleh, Abang gak mau kamu termakan omongan dia lagi, Abang gak mau kamu down lagi" Bani menolak mempertemukan Aisha dan Syifa, karena alasan tak ingin membuat istrinya down lagi.


"Maaf mungkin kemaren pikiran Syifa sedang kalut, makanya Syifa langsung termakan omongannya, gak berpikir panjang lagi" sahut Syifa.


Apapun alasan Syifa, Bani tetap menolak, namun Syifa tak patah semangat ia terus mengeluarkan jurus rayuannya agar suaminya mau menuruti keinginannya.


"Iya tapi Nanti yah" sahut Bani.


"Terima kasih suami ku" ujar Syifa senang, lalu berlari ke arah suaminya dan peluk erat sang Suami.


"Kalau ada maunya tuh pinter banget ngeluarin jurusnya" gerutu Bani, gemas melihat tingkah laku manja sang istri.


Sementara di sebuah rumah sakit, Bayu masih setia menunggu Ayla sadar, namun ada sesuatu yang mengganjal pikirannya yaitu sejak dari tadi pagi hingga sore hari Aisha belum balik, awalnya Bayu mengira kalau siang mungkin Aisha ada acara karena ia pernah mengatakan siang itu bakal ada urusan, namun sampai sore hari Aisha belum kembali bahkan nomornya pun tidak bisa di hubungi. Bayu harus segera pulang tapi ia tak mungkin menginggalkan Ayla sendirian.


Seorang dokter keluar dari ruangan Ayla dan menghampiri Bayu.

__ADS_1


"Pasien sudah sadar dan ia ingin bertemu dengan kakaknya" sahut dokter tersebut.


Bayu pun langsung berlari ke ruangan tempat Ayla di rawat, sebelum memasuki ruangan tersebut Bayu terlebih dahulu menggunakan pakaian khusus yang sudah di sediakan oleh perawat.


"Ayla kamu sudah sadar" ujar Bayu menang.


"Kak Bayu, kak Aisha mana ?"tanya Ayla dengan suara lemah.


"Hmmm, kakak kamu sedang ada urusan sebentar" jelas Bayu.


Entah kenapa perasaan Ayla menjadi tak enak, ia merasa jika kakaknya sedang tidak baik - baik saja. "Kak Bayu tau kak Aisha pergi kemana ?" tanya Ayla. Bayu pun langsung menggelengkan kepalanya.


"Ayla istirahat dulu saja, jangan pikirkan apa - apa, nanti kak Bayu akan cari kakak kamu" ujar Bayu.


Karena Ayla masih dalam kondisi sangat lemah maka kunjungan Bayu pun di batasi oleh waktu.


"Waktu kak Bayu sudah habis, kamu istirahat, kakak akan mencari kakak kamu" sahut Bayu dan berlalu meninggalkan ruang perawatan Ayla.


Bayu kembali mencoba menghubungi Aisha namun nomornya masih tidak bisa di hubungi, Bayu pun memutuskan untuk mendatangi kantor polisi, untung saja tadi Bayu sempat menanyakan kepihak ke polisan dari mana mereka, dan kepolisian tersebut letaknya tidak jauh dari tempat kecelakaan Alya hingga membuat Bayu berpikir jika Aisha akan di mintai keterangannya tentang kecelakaan Alya.


Bayu memacu kendaraannya dengan cepat, tiba di kantor polisi sudah pukul lima sore.


"Salamat Sore pak ada yang bisa kami bantu" ucap salah satu anggota kepolisian.


"Saya ke sini mencari saudara Aisha, dia tadi pagi di bawa pihak polisi sini untuk di mintai keterangan tentang kecelakaan adiknya" Jawab Bayu.


"Bapak Silahkan tunggu di sini, saya akan menanyakan hal ini ke dalam dulu"Sahut polisi tersebut dan berlalu meninggalkan Bayu di ruang tunggu. tak berapa lama polisi tersebut kembali menghampirinya.


"Maaf pak, sejak tadi pagi tim kami tidak ada yang menangani sebuah kasus kecelakaan, apa mungkin saudara anda bukan di bawa ke polres sini" ujar polisi tersebut.


"Tapi saya sempat bertanya dari polres mana, dan mereka jawab dari sini" jawab Bani.


"Apa boleh tau nama lengkap saudara anda, biar kami gampang mencari identitas saudara anda" sahut pak polisi.


"Nama lengkapnya Aiyra Samia Rumaisha" ucap Bayu.


"Baik tunggu sebentar" sahut pak polisi dan kembali berlalu meninggalkan Bayu.


Kenapa perasaan ku jadi tak enak seperti ini, Jika Aisha tak ada di polres ini, lalu Aisha kemana dan dua polisi tadi siapa, tak mungkin Aisha di culik, atau jangan - jangan itu suruhan suaminya dari bali, tapi dari mana mereka tau jika Aisha sedang di rumah sakit.


Ketika Bayi sedang melamun, bapak polisi tadi kembali menghampiri Bayu. "Saudara yang anda cari ada di dalam" mendengar penuturan tersebut membuat Bayu seketika menjadi lega.

__ADS_1


"Saudara yang anda maksud sudah kami tetapkan sebagai tersangka dalam sebuah kasus perbuatan yang tidak menyenangkan, bukan kasus kecelakaan yang anda sebutkan tadi" jelas bapak polisi membuat Bayu sangat terkejut.


__ADS_2