Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 175


__ADS_3

"Sayang kamu pilih buah - buahan ya, biar aku pilih sayuran, biar cepet selesai belanjanya" ujar Syifa pada Suaminya.


Bani sudah biasa membantu Syifa dalam hal berbelanja, jadi memilih buah - buah merupakan hal mudah bagi bagi Bani.


"Iya, Sayang" sahut Bani.


Syifa memilih berbagai jenis sayuran yang akan di belinya. namun ketika sedang asik memilih sayuran yang akan di beli, tiba - tiba ada seseorang yang menegur Syifa.


"Ini Syifa ya, istrinya Bani" tegur seorang perempuan, membuat Syifa menoleh ke arah perempuan tersebut, melihat wajahnya seperti tidak asing bagi Syifa, tapi ia tidak mengenali sosok perempuan tersebut.


Sepertinya aku pernah pertemu dengannya tapi di mana ya. batin Syifa.


"Alhamdulilah ya, kita bisa bertemu kembali" ujar perempuan tersebut. namun Syifa masih diam tidak merespon.


"Ini aku Ratna, istrinya eh salah tepatnya mantan istrinya Malik" ujar perempuan yang yang mengaku bernama Ratna. "Ini bener Syifa kan ?" sambung Ratna.


"Masya Allah, maaf mbak aku bener - bener tidak mengenali mba" ujar Syifa.


"Tidak apa - apa " sahut Ratna.


Syifa bener - bener tidak mengenali Ratna yang dulu pernah datang ke rumah, karena penampilannya sangat jauh berbeda, dulu waktu datang kerumah Ratna masih menggunakan pakaian yang terbuka, namun sekarang ia menggunakan pakaian tertutup bahkan Ratna juga menggunakan jilbab.


"Apa kabar Mbak ?" tanya Syifa basa - basi.


"Alhamdulilah baik, kamu gimana ? sepertinya sedang hamil ya ?".


"Alhamdulilah baik juga mbak, iya nih udah jalan lima bulan" jelas Syifa seraya mengelus perutnya.


"Selamat ya, oh iya gimana kabar suami kamu ?".


"Alhamdulilah baik juga mbak".


Bani baru saja mengambil buah - buahan sesuai yang di perintahkan istrinya, namun pas ingin menghampiri istrinya, Bani melihat istrinya tengah berbincang - bincang dengan seseorang.

__ADS_1


"Sayang, buah - buahannya sudah nih" ujar Bani.


"Eh iya sayang" sahut Syifa. "Bang, ini ada mbak Ratna" ujar Syifa memberitahu.


"Ratna ?" Bani mengingat - ngingat siapa Ratna.


"Iya Mbak Ratna,Istrinya Malik" jelas Syifa.


"Astagfirullah, Maaf saya hampir tidak mengenali kamu, penampilan kamu sangat berbeda" ujar Bani. "Bagaimana keadaan kamu, dan juga Malik ?" tanya Bani.


"Alhamdulilah saya baik, Bani. saya dan Mas Malik sudah bercerai jadi saya kurang mengetahui persis keadaannya, menurut keluarganya sih beliau pernah beberapa kali mencoba untuk kabur tapi ketahuan" jelas Ratna.


"Astaghfirullah, maaf saya tidak tahu jika kalian sudah berpisah". sahut Bani.


"Mbak ada waktu Enggak, gimana kalau kita ngobrol - ngobrol dulu sambil makan ?".


"Boleh" sahut Ratna.


Karena belanja nya sudah selesai, Syifa dan Bani mengantre di bagian kasir untuk membayar belanjaan mereka, begitu pun dengan Ratna yang ikut mengantre untuk membayar belanjaan nya.


"Kamu sudah lama bercerai dari Malik ?" tanya Bani.


"Sejak keputusan hukuman buat mas Malik di putuskan. mungkin orang akan mengira jika aku tidak tahu diri karena aku mengajukan cerai ketika suami ku sedang dalam masalah. tapi sebenarnya rencana ini sudah ada sebelum ia tertangkap, namun ia menolak untuk bercerai dan bahkan mengancam akan memisahkan aku dan anak ku" jelas Ratna dengan raut wajah yang sangat sedih.


"Maaf mbak jika pertanyaan suami saya membuat mbak kembali bersedih" ujar Syifa merasa tak enak hati.


"Enggak apa - apa, aku dan Bani dulu berteman baik ko, jadi wajar jika Bani bertanya seperti itu karena Bani merupakan salah satu orang yang menjadi saksi kisah cinta aku dan Mas Malik".


"Sekarang kamu tinggal di mana ?" tanya Bani lagi.


"Sekarang aku tidak bersama orang tua ku di luar kota, aku gak sanggup jika harus terus tinggal di rumah yang dulu, karena banyak orang yang menganggap ku sama seperti suami ku, padahal nyatanya aku tidak tahu apa - apa, menurut ku pindah itu jalan terbaik demi tumbuh kembang anak ku" jelas Ratna.


Semenjak berita tentang penangkapan Malik, Ratna menjadi bahan gosip hangat oleh para tetangganya bahkan banyak mereka yang menyarankan Ratna untuk pindah dari sana karena mereka tidak mau ada warganya yang berurusan dengan barang yang terlarang tersebut.

__ADS_1


"Sekarang aku juga membuka usaha jualan online untuk memenuhi kebutuahan aku dan anak ku" jelas Ratna.


"Terus tujuan kamu ada di kota ini apa ?" tanya Bani.


"Aku ke kota ini datang untuk menjenguk ibunya mas Malik yang sudah empat hari terbaring di rumah sakit, sejak Mas Malik di tahan ibu sering sakit - sakitan" jelas Ratna.


"Hmm, kasian sekali" gumam Syifa pelan.


Makanan mereka telah tersaji rapih di meja makan. "Kita makan dulu, nanti kita lanjut cerita lagi" ujar Syifa. mereka pun menyantap makanan mereka masing - masing.


"Oh Iya makasih ya buat bantuan kalian, aku jadi bisa membuka usaha jualan online, jadi uang yang niatnya aku kasih ke kalian sebagai bentuk ganti rugi tapi kalian malah mengembalikannya, maka aku gunakan buat modal". ujar Ratna ketika mereka telah selesai makan


"Syukur alhamdulilah, jika uang itu bisa berguna" ujar Syifa senang.


"Kalian itu memang orang baik, jadi saya malu jika bertemu dengan kalian apalagi jika mengingat bagaimana jahatnya mantan suami saya terhadap kalian". ujar Ratna seraya menunduk.


"Sudah mbak tak perlu di ungkit - ungkit lagi, lagian sekarang mbak sudah punya kehidupan yang baru, semoga mbak bisa bahagia dengan kehidupan mbak yang sekarang" ujar Syifa. Namun tiba - tiba ponsel Ratna berdering tanda bahwa ia mendapat sebuah panggilan.


"Maaf aku angkat telepon dulu" ujar Ratna seraya menjauh dari meja tempat mereka makan.


"Kasian ya Bang, mbak Ratna harus jadi seorang ibu sekaligus ayah untuknya, belum lagi cemoohan dari orang - orang yang mengangap dirinya terlibat dalam kasus mantan suaminya" ujar Syifa seraya melirik ke suaminya.


"Kita doakan saja semoga Allah selalu melindungi mereka, dan juga di beri rezeki yang halal untuk keluarganya" sahut Bani seraya mengusap kepala sang istri lembut.


Ratna telah kembali. "Maaf aku harus segera pulang, katanya anak ku menangis mencari aku, soalnya tadi saat aku pergi dia sedang tidur" jelas Ratna.


"Oh iya silahkan mbak Ratna, terima kasih sudah mau berbagi cerita dengan, jika butuh bantuan jangan sungkan untuk menghubungi kami" ujar Syifa.


"Terima kasih juga buat traktirannya". Ratna bergegas pergi dengan sangat buru - buru.


Syifa hanya memandang kepergian Ratna hingga sosok Ratna tak terlihat lagi oleh matanya.


"Abang gak ada niatan untuk mengunjungi Malik ?" tanya Syifa.

__ADS_1


"Hmm. . belum sayang, sepertinya Malik masih belum menyadari ke salahannya, kamu tadi gak denger tadi Ratna bilang dia bahkan berkali - kali mencoba kabur, Abang takut jika ke sana dengan situasi seperti ini dia akan tambah membenci abang". jelas Bani


__ADS_2