Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 37


__ADS_3

Asyifa keluar dari antrian setelah minta izin terlebih dahulu pada Ummahnya. Ayifa membawakan minuman untuk seseorang tersebut.


"Minum dulu yah, biar agak tenang" ucap Asyifa seraya memberikan segelas minuman yang ada di tangannya.


Seseorang tersebut menoleh ke arah Asyifa.


"Kamu ngapain di sini ?".


"Ini kan acara pernikahan, ya otomatis saya di sini sebagai tamu undangan " jawab Asyifa.


"Maksud saya kenapa kamu ada di sini siapa yang mengundang kamu, bukannya kamu harusnya ada di pesantren, kamu kabur ya ?".


"Saya datang ke sini nyerobot karena ingin makan gratis, puas ! Jawan Asyifa ketus.


"Nih minum dulu, biar otaknya bisa berpikir jernih" sambung Asyifa.


"Kenapa kamu peduli dengan saya ?".


"Minum saja, gak usah banyak tanya, saya cuma kasian liat ustaz lagi patah hati gara - gara di tinggal nikah, ustaz coba kasih selamat sama pengantinnya lalu nanti aku videoin terus di kasih lagu harusnya aku yang di sana dampingimu" ujar Asyifa seraya menahan tawanya.


"Terus saja meledeknya sampai puas !" ketus Bani. Namun dalam hatinya ia ingin tertawa melihat tingkah kocak Asyifa.


"Ustaz yang sabar yah, mungkin ini jalan yang terbaik buat ustaz. Saya doain biar cepet ketemu jodoh terbaiknya, biar gak galau terus" ucap Asyifa.


Bani dan Asyifa terlibat percakapan yang membahas segela macam dengan kekocakan Asyifa yang sering ceplas - ceplos akhirnya mampu membuat Bani tersenyum dengan tingkah Asyifa.


Sepasang mata memperhatikan tingkah Asyifa dan Bani, hatinya segitu sakit, dadanya begitu sesak melihat pemandangan tersebut, apalagi melihat keduanya saling tertawa seakan - akan tidak ada masalah.


Keluarga Asyifa dan Keluarga Kyai Hasan sedang berbicang - bincang, pandangan Fariz terus menatap tajam ke arah Bani dan Asyifa. Fariz ingin bergabung dengan Bani dan Asyifa namun entah kenapa Kyai Hasan melarangnya. Membuat Fariz sedikit curiga.


Asyifa kini sudah kembali berkumpul dengan keluarganya.


"Nak nanti sore kamu sudah harus kembali ke pesantren" ucap Abi Umar.


"Iya Abi" jawan Asyifa.


Setelah semua serangkaian acara selesai satu persatu tamu undangan pergi meninggalkan tempat acara termasuk keluarga Kyai Hasan.

__ADS_1


Keluarga Asyifa pun ikut pamit dengan alasan mereka akan mengantar Asyifa ke pesantren. Sepanjang perjalanan pulang Asyifa lebih banyak diam, ia masih kepikiran ustaz Bani, ia merasa iba melihat ustaz Bani yang biasanya terlihat sangar namun kini hanya tertunduk lesu dan penuh kekecewaan.


...******...


Keluarga Kyai Hasan sudah sampai di pesantren, Bani langsung turun dari mobilnya tanpa memperdulikan yang lain.


Berbaring di atas tempat tidur itulah ke inginannya, setalah telah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan menurutnya. Sekelebat bayangan Asyifa yang mampu membuat dirinya tertawa dan mampu menghilangkan semua ke sedihan di hatinya. "Ya allah jika dia jodohku, permudahkanlah segalanya" doa Bani dalam hatinya.


Fariz masuk ke kamarnya dengan hati yang masih di landa cemburu."Kenapa Abah dan Umi seakan mendukung ke dekatan Asyifa dan kak Bani" gerutu Fariz dalam Hatinya.


Nayla dan Mila tengah bersantai ria di dalam Asramanya, setelah dzuhur mereka tidak ada kegiatan lain, Nayla dan Mila pun memanfaatkannya dengan bersantai Ria sambil sesekali ngerumpi.


"Sudah hari selasa Syifa belum balik juga" ujar Nayla yang sedang berbaring di tempat tidurnya.


"Iya, kira - kita Syifa kenapa ya, ko aku jadi khawatir" sahut Mila.


"Hmm gimana kalau kita tanya udatzah Sari saja" usul Nayla.


"Ide yang bagus, tapi nanti saja pas shalat Ashar" ujar Mila.


Tanpa mereka sadari akhirnya mereka terlelap tidur, hingga suara adzan Ashar membangunkan Nayla dari tidurnya.


"Kamu ganggu saja, aku sedang mimpi indah" gerutu Mila.


"Cepetan ambil wudhu, kita kan mau nanyain soal Syifa" tegas Nayla.


"Iya bawel bentar". ucap Mila seraya berlari kecil kamar mandi.


Mila dan Nayla bergegas menuju surau untuk melakukan shalat berjamaah. ketika mereka sampai di surau shalat berjamaah sudah di mulai membuat Mila dan Nayla tak bisa menemui ustazah Sari.


"Tuhkan kita hampir telat, gagal deh nemuin ustazah Sari" gerutu Nayla.


"Setelah Shalat juga bisa" jawab Mila santai


Setelah shalat ashar mereka mengikuti kegiatan menghapal al- quran.


Sementara di rumah Asyifa udah siap - siap untuk berangkat ke pesantren, Abian memasukan semua barang - barang akan di bawa oleh Asyifa, sedangkan Asyifa sedang melepas rindu dengan sang kakak ipar.

__ADS_1


"Maafin kak Shela ya, gak bisa anter kamu" ucap Shela.


"Iya gak papa, kak Shela harus jagain calon ponakan Syifa dengan baik yah" jawab Asyifa seraya mengelus perut kakak iparnya yang mulai membuncit.


Asyifa dan keluarganya melakukan shalat ashar berjamaah sebelum berangkat ke pesantren, kini yang mengantarkan Asyifa adalah Abi Umar dan Ummah.


Hujan rintik - rintik menemani sepanjang perjalanan menuju pesantren, di tambah waktu tersebut merupakan jam pulang kantor membuat jalanan semakin macet. hingga Asyifa teridur di pelukan sang ibu.


Karena jalanan macet mereka tiba di pesantren pas waktu magrib. Hingga mereka langsung di arahkan untuk mengikuti shalat berjamaah di pesantren. Karena baru adzan Syifa berlari menuju asramanya untuk mengambil perlengkapan shalat.


"Tunggu" suara seseorang memberhentikan langkah Asyifa.


"Maaf saya sedang buru - buru" jawab Asyifa dan kemudian melanjutkan langkah kakinya.


Tiba di kamar Asrama Asyifa tidak bisa membuka kamarnya, pintu kamarnya terkunci, dan berarti kedua temennya telah pergi ke surau. Tak banyak berpikirr Asyifa kembali ke tempat dimana orang tuanya menunggu.


"Ada apa dengam Asyifa kenapa dari tadi lari - lari terus, apa yang terjadi " gumam seseorang yang memperhatikan Asyifa.


"Ummah kamar Asrama Syifa di kunci lalu bagaimana ?" tanya Syifa Panik.


"Kamu pakai mukena Ummah saja, biar nanti Ummah pakai mukena yang ada di surau" ucap Ummah membuat Asyifa sedikit tenang.


Akhirnya Asyifa dan kedua orang tuanya berjalan menuju surau, mereka mengikuti shalat berjamaah. Selesai Shalat tiba - tiba Mila dan Nayla datang menghampiri Syifa dan Ummah.


"Syifa !!" Seru Mila dan Nayla berbarengan, karena suara mereka lumayan kenceng apalagi itu di dalam surau membuat semua orang menoleh ke arah Asyifa yang sedang di peluk oleh kedua temennya.


"Suara kalian membuat kita jadi pusat perhatian" gerutu Asyifa "Lepaskan pelukan kalian, malu di lihat yang lain" perintah Asyifa ke pada kedua temennya.


"Hey kenapa kamar asrama kalian kunci, aku gak bisa ngambil alat sholat ku, ini pake punya ummah ku" protes Asyifa pada temennya.


"Hey kan kamu juga punya kunci kamar, kenapa kamu tidak menggunakannya ?" tanya Mila Heran.


"Uppss aku lupa, tadi aku buru - buru karena sudah Adzan magrib" jawab Asyifa yang merasa dirinya bodoh kenapa tidak berpikir sampai ke situ.


"Ini sedang berdzikir jadi harap tenang, tidak boleh ada yang berbicara, Paham !" Seru ustazah Aisyah yang sontak membuat Asyifa, Mila dan Nayla langsung menutup mulut mereka dengan tangan mereka, membuat ke tiganya langsung menundukan kepalanya karena aksi mereka ketahuan oleh ustazah Aisyah.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Terus dukung Author dalam melanjutkan cerita ini. Jangan lupa Like dan juga Vote terus yah. . jika rangking sudah bagus maka Author akan usahakan agar bisa up lebih banyak lagi.


__ADS_2