
Syifa berusaha menahan gelora api cemburunya, ada rasa senang karena suaminya mau jujur, namun ada rasa sedih juga karena Syifa takut kalau Bani bakal kembali ke cinta pertamanya.
"Bani Abah harap kamu segera menyelesaikan masalah kamu ini, inget Bani kamu itu sudah menikah" ucap Abah tegas.
"Ketika Bani memberikan surat undangan, Bani rasa semuanya udah selesai, Bani gak menyangka jika akan terjadi seperti ini" jawab Bani.
"Intinya Abah dan Umi ingin masalah ini segera selesai" ujar Abah lagi.
"Besok Bani akan menemui Syifa dan tentunya bareng Syifa" ucap Bani, ia ingin masalah ini cepat selesai karena tak ingin membuat istrinya berpikiran macem - macem. Bani meminta bantuan pada Tio untuk menghubungi Aisha untuk bertemu di cafe yx.
Malam Hari Bani dan Syifa duduk di atas ranjang tempat tidur, Syifa menyandarkan kepalannya di dada bidang milik Bani. "Bang kalau Aisha tetep ingin menagih janjinya bagaimana ?" tanya Syifa.
"Lupakan soal itu, insya allah semuanya akan baik - baik saja" ucap Bani pada Syifa. "Hmm bagaimana kalau minggu depan kita liburan" usul Bani tentunya Syifa senang mendengar kata liburan.
"Syifa mau,tapi bagaimana dengan kantor abang, belum lagi masalah Aisha belum selesai, lebih baik kita liburannya nanti setelah semua selesai" ucap Syifa, sebenarnya ia ingin pergi berlibur, namun nama mungkin mereka berlibur dalam kondisi seperti ini.
"Makasih kamu selalu ngertiin Abang" ucap Bani lalu mendaratkan satu kecupan di keningnya lalu turun ke bibir indahnya. Bani ******* dengan lembut menikmati bibir indah milik istrinya.
Syifa kaget dengan aksi spontan Bani, namun sensai yang di berikan Bani membuat Syifa menikmati, entah nikmat apa yang Syifa rasakan, karena ini baru pertama kalinya Syifa berciuman bibir. Bani melepaskan ciumannya saat Syifa sudah mulai ke habisan nafasnya, Pipi Syifa merah merona karena ia masih ingin menikmatinya namun Bani malah mengakhirnya.karena waktu semakin larut Syifa dan Bani akhirnya tidur saling berpelukan.
Hari ini sesuai janjinya, Bani dan Syifa akan menenui Aisha di cafe yx. tak lupa Bani juga mengajak Tio untuk datang ke sana. Syifa dan Bani berangkat menuju cafe tersebut, dan di sana Aisha sudah menunggu. Bani berjalan mendekati meja Aisha, tangan Bani selalu menggandeng tangan Syifa.
__ADS_1
Aisha tak menyangka jika Bani datang dengan istrinya dan juga Tio. Aisha pun menyambut kedatangan Bani dengan senyuman manisnya, ia seakan melupakan Syifa yang sedang di genggam oleh Bani. Bani menarik kursi untuk istrinya duduk. membuat Aisha di bakar cemburu.
"Langsung saja ya, apa sebenarnya alasan kamu datang ke ruamah ku ?" tanya Bani to the point. ia tak ingin membuang waktunya hanya untuk hal yang tidak penting.
Syifa hanya terdiam mendengarkan apa yang suaminya katakan, begitu pun dengan Tio iya hanya menjadi pendengar setia, Aisha menatap tajam ke arah Asyifa, namun Asyifa pura - pura tak melihatnya dan bersikap biasa saja.
"Aku sudah bilang Bani, aku kembali hanya untuk mu, aku mau kamu menepati janji mu untuk melamar ku setelah aku kembali ke sini, Bani aku mohon beri aku kesempatan satu kali lagi saja, aku akan memperbaikinya" ucap Aisha memohon pada Bani, saat Aisha ingin menggenggam tangan Bani, dengan spontan Bani langsung menghindar.
"Aku berjanji akan melamar setelah kamu kembali, dan kamu janji dua tahun akan kembali tapi nyatanya tiga tahun lebih kamu baru kembali setelah aku menemukan cinta sejati ku, aku sudah berjuang selama dua tahun lebih untuk menemukan mu namun semuanya gagal, bahkan hatiku sakit ketika mendengar ketika kamu sudah menikah, dari situ kamu sudah menghianati cinta ku" ucap Bani tegas.
"Selama tiga tahun kamu ke mana, kamu pergi tanpa kabar sedikit pun, jadi wajar jika aku mencari kebahagiaan ku sendiri, jadi aku mohon hargai ke putusan ku, aku sudah menikah, aku yakin kamu akan menemukan ke bahagiaan luar sana selain bersama ku" sambung Bani berharap Aisha akan mengerti.
"Ya aku salah telah membohongi mu, tapi beri aku ke sempatan sekali saja untuk memperbaikinya, Bani aku tahu di hati kecilmu masih tersimpan nama ku" ujar Aisha masih memohon.
"Syifa aku mohon pada mu, kita sesama perempuan, kamu pasti paham betapa besarnya cinta ku pada Bani, aku mohon pada mu, mintalah Suamimu untuk memberikan kesempatan satu kali lagi" ujar Aisha memohon pada Syifa.
Syifa kaget dengan permintaan Aisha, sebagai sesama perempuan Syifa paham akan perasaan Aisha, namun di sisi lain Syifa gak rela jika suaminya memberikan ke sempatan pada wanita lain. Syifa hanya terdiam, ia bingung harus bagaimana.
"Aisha walaupun Syifa yang memohon, tapi aku tidak akan goyah, karena aku sudah tidak memiliki perasaan apapun pada kamu" ucap Bani. "Jadi aku mohon agar kamu tak lagi mengganggu rumah tangga ku" ucap Bani tegas.
Aisha hanya menunduk air matanya tak terbendung lagi, ia tak menyangka jika Bani benar - benar melupakannya, perjuangannya serasa sia - sia selama ini, perjuangannya tak ada gunanya, kepergiannya dulu ternyata menjadi akhir kisahnya dengan Bani, saat ia kembali ternyata Bani telah mendapatkan ke bahagiaannya.
__ADS_1
"Perjuangan ku sia - sia, untuk apa aku hidup, kenapa aku gak ikut dengan kedua orangku saja" ucap Aisha lirih.
Syifa merasa iba dengan kondisi Aisha, mendekat ke tempat duduk Aisha dan memeluknya memberi ketenangan. "jangan bicara seperti itu, Allah masih sayang kak Aisha, hingga allah masih memberikan sempatan untuk memperbaiki semuanya, inget ada adik kakak yang masih butuh perhatian dari kakak, aku yakin kakak adalah perempuan hebat dan kakak juga berhak bahagia, cinta itu tak harus memiliki, kadang cinta itu harus merelakan" ucap Syifa sontak membuat Aisha merenung, ia kaget dengan sikap Asyifa yang begitu peduli padanya.
"Maafkan aku, aku akan pergi" ucap Aisha dan langsung pergi berlari meninggalkan cafe tersebut, Syifa menatap kepergiaan Aisha dengan nanar, ia bingung harus bahagia atau sedih dengan ini semua.
Bani merasa tabjuk dengan kedewasaan Asyifa dalam menyikapi sebuah masalah, membuat Bani semakin yakin kalau Syifa bener - bener jodoh yang allah siapkan untuknya.
"Syifa Hati kamu terbuat dari apa, harusnya kamu menampar wanita tadi bukan malah meneluknya" ujar Tio yang dari tadi hanya jadi patung di antara mereka.
"Aku wanita dia juga wanita, mana aku berani memukulnya yang ada nanti aku masuk penjara" jawab Asyifa santai, padahal hatinya sedang merasakan sakit dan cemburu.
"Istriku memang teh best" ucap Bani seraya memeluk Syifa.
"Kalau ingin bermesraan lihat kondisi dong" tegur Tio, Bani dan Syifa pun hanya tertawa pelan.
.
.
.
__ADS_1
.