Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 66


__ADS_3

"Tio ini bukan waktunya untuk becanda, paham kamu !" bentak Bani.


Syifa melihat Bani yang sedang marah,hanya bisa diam, karena jika ia bertanya apa yang terjadi bisa - bisa Bani akan tambah marah. Marah Bani kini lebih serem ketika Bani memarahi dirinya waktu di pesantren.


"Bani aku tidak sedang becanda, kalau tidak percaya lihat pesan wa dari aku, sudah ku kirim barang buktinya" ucap Tio, karena penasaran Bani langsung mematikan teleponnya, dan melihat pesan wa yang di kirim Tio.


Tio banyak mengirim pesan gambar tentang kondisi di lapangan. "Astagfirullah" ucap Bani saat melihat satu persatu foto yang di kirim Tio, jantungnya terasa berhenti berdetak. tempat usahanya hancur ketika ia baru saja menikmati kebahagiaan.


"Kenapa bang ?" tanya Syifa saat melihat raut wajah suaminya menjadi pucat pasi. Bani tak banyak bicara ia hanya menunjukan gambar yang di kirim oleh Tio pada istrinya.


"Astagfirullah" ucap Syifa ikut kaget. " Bang ayo kita ke sana" ajak Syifa.


Syifa langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, sedangkan Bani masih di atas tempat tidur sambil mencoba menghubungi Fariz adiknya.


"Cepetan cuci muka dulu" titah Syifa pada Suaminya. Bani langsung bangkit dari tempat tidurnya.


Syifa sudah mengganti baju tidurnya dengan sebuah gamis yang ia bawa, kemudian memakai kerudung yang semalam ia taruh di sofa, begitu pun Bani langsung mengganti pakaian tidurnya di dalam kamar mandi, karena Fariz gak bisa di hubungi akhirnya Bani menuju kamar Fariz yang tak jauh letaknya dari kamar Pengantin, Sambil menunggu Bani ke kamar Fariz, Syifa pun menghubungi ke dua orang tuanya dan menceritakan musibah yang menimpa suaminya.


Semua keluarga tahu tentang musibah ke bakaran kantor Bani, termasuk Kyai Hasan dan juga istrinya, akhirnya semua ikut ke tempat kejadian perkara,Tiba di sana polisi dan juga tim pemandam kebakaran sedang berusaha memadamkan api, Bani langsung menemui Tio yang sedang bersama polisi.


"Tio jelaskan apa penyebabnya ?" tanya Bani panik.


"Ban kamu tenang dulu, bagian yang ke bakar hanya bagian belakang, yaitu tempat bagian kantin, toilet karyawan, mushola dan juga merembet ke bagian penyimpanan bahan baku, untuk gudang dan ruang produski aman, namun ruangan kamu kayanya ikut terbakar juga" ucap Tio menjelaskan.

__ADS_1


"Apa penyebabnya ?" tanya Bani lagi. ia merasa belum tenang walau api sudah dapat di padamkan oleh tim pemadam kebakaran.


"Menurut satpam yang bagian jaga malam api berasal dari belakang gedung, itu biar nanti polisi yang menyelidiki" jelas Tio lagi.


Untung saja pihak ke amanan langsung tau ketika ada kepulan asap dari belakang gedung, ia pun langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran yang lokasinya hanya berjarak beberapa kilometer dari kantor Bani, Satpam juga menghubungi Tio untuk memberi tahu kejadian ini, karena untuk memberi tahu Bani langsung satpam tak ada keberanian.


Matahari mulai terbit, Api pun sudah dapat di padamkan hanya tinggal proses pendinginan, pihak polisi sudah memasang garis polisi, sebagian polisi mulai penyelidikan di dampingi tim pemadam kebakaran. Sedangkan untuk yang lain tidak di izinkan masuk karena masih dalam proses penyelidikan.


"Fariz ajak yang lainnya untuk kembali ke hotel, kita harus cek out nanti jam sepuluh" titah Bani pada adiknya. Setelah perdebatan panjang akhirnya keluarga pulang kembali ke hotel termasuk Syifa.


Bani, Tio dan beberapa satpam yang bertugas pun di mintai keterangan oleh pihak polisi, Jalanan yang mulai ramai dan macet kana ada sebagian orang yang datang dan parkir sembarangan hanya untuk menonton kebakaran tersebut. pihak polisi pun akhirnya turun tangan saat kemacetan terjadi.


Hari semakin siang penyelidikan terus berlanjut, Tim pemadam kebakaran pada pulang, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan hingga ia menemukan sebuah tangga di tembok belakang yang merupakan pembatas bangunan, dari situ juga Polisi menemukan sebuah jerigen yang tergeletak di lahan kosong belakang gedung Bani, dan jerigen itu mengeluarkan bau semacam bahan bakar kendaraan seperti bensin. Polisi menyimpukan jika kebakaran itu di sengaja dan di lakukan dari belakang hingga sulit di ketahui pelakunya karena tak ada camera cctv yang mengarah ke sana. polisi pun menceritakan dugaan awal dan juga menunjukan barang bukti.


"Apa perusahaan ini punya musuh atau pesaing ? tanya salah satu polisi.


"Apa ada seseorang yang anda curigai ?" tanya polisi lagi.


"Saya tidak mau soudzon dulu, semuanya saya serahkan pada pihak kepolisan, dan saya percaya bapak bisa menyelidiki ini semua" jawab Bani. ia masih menganggap kejadian ini hanya musibah.


Penyelidikan pertama selesai, setelah di izinkan masuk Bani dan Tio pun masuk ke dalam gedung, melihat beberapa bagian gedung yang hancur dan gosong, Bani hanya menghela nafasnya kasar, entah ia harus marah sama siapa atas kejadian ini, apa ini sebuah teguran karena ia lalai dalam kehidupan dunia.


Bani berjalan ke arah bagian produksi dan juga gudang, hanya sebagian ruang produksi yang ikut terbakar, dan beberapa mesin juga ikut gosong. saat melihat gudang aman Bani dapat bernafas lega, karena barang yang sudah siap di ambil pemesan aman, hal itu membuat Bani tak mengalami kerugian yang banyak.

__ADS_1


Barang - barang yang masih bisa di pakai lagi di keluarkan dari gedung tersebut, rencananya barang tersebut akan di pindahkan sementara ke rumah baru milik Bani. semua karyawan pun ikut membantu.


ponsel Bani berdering, dengan segera ia menjawab panggilan tersebut.


"Bang Syifa harus pulang kemana ?" tanya Syifa dari sebrang telepon.


"Terserah Syifa maunya ke mana, insya allah nanti ba'da Ashar Abang pulang, sekarang Abang sedang memindahkan barang yang masih bisa di gunakan" ucap Bani pada istrinya.


Syifa terdiam sesaat, dia bingung harus pulang ke mana. Kalau pulang ke rumah Ummah dan Abi nanti kejauhan. gumam Syifa dalam hatinya.


"Bang Syifa pulang ke rumah Umi dan Abah saja gimana, kalau ke rumah Ummah dan Abi pasti nanti abang kejauhan" ucap Syifa.


Bani pun setuju, sejak awal ia ingin Syifa pulang kerumahnya namun ia juga harus menjaga perasaan istrinya. Syifa pun memutuskan panggilannya dan langsung meluncur pulang, karena gak banyak baju yang di bawa, akhirnya Syifa meninta pada Ummah dan Abinya untuk di antarkan beberapa pakaian ke rumah Kyai Hasan.


Adzan Dzhur berkumandang, Bani pun mengajak kayrawannya untuk istirahat, dan juga melaksanakan Shalat dzuhur terlebih dahulu.


"Bani apa kamu tidak mencurigai seseorang ?" tanya Bani penuh selidik.


"Nggak ada" jawab Bani bohong. di dalam hati kecilnya ia telah menduga seseorang telah membakarnya dengan sengaja apalagi setelah melihat barang bukti, menurut Bani orang tersebut adalah orang yang tak suka dengan ke suksesan usaha Bani.


"Kamu gak curiga sama si kutu kupret, yang dulu mau menipu kamu ?" tanya Tio lagi.


"Kita gak punya bukti, nanti jatuhnya fitnah" ucap Bani lagi.

__ADS_1


Setelah makan siang dan juga shalat dzuhur Bani dan yang lainnya kembali bekerja memindahkan barang yang masih bisa di pakai kembali, Tepat jam tiga sore semuanya sudah selesai, Bani menugaskan dua satpam untuk berjaga di rumahnya dan juga dua satpam berjaga di kantornya. dan beberpa Karyawan di minta untuk datang setiap hari ke rumahnya untuk pengiriman barang. dan sisanya di rumahkan hingga waktu yang belum di tentukan.


berita kebakaran kantor Bani sudah sampai ketelinga para klien, mereka pun langsung menghubungi Tio untuk menanyakan tentang pesenan mereka, Tio pun meminta pengertian pada setiap klien untuk bersabar, ia akan merekap orderan mana yang sudah jadi dan siap di kirim dan juga orderan yang belum di produksi maka akan ada pengembalian dp dan juga ganti rugi. Tio membutuhkan waktu tiga sampai empat hari.


__ADS_2