
Salwa mempersiapkan acara untuk malam, sedangkan Robby memilih untuk istirahat di kamar. segela persiapan pun di lakukan untuk acara kejutan nanti malam.
Sebuah alat tes kehamilan yang menandakan dirinya positif hamil, Salwa masukan ke sebuah kotak yang di hiasi pitak layaknya seperti kado.
"Kamu lagi ngapain sih, sepertinya sibuk sekali ?" tanya Robby melihat istrinya dari tadi mondar mandir terus.
"Hmm aku mau ngajak makan malam tapi di rumah saja" ujar Salwa mengutarakan niatnya.
"Bukannya tiap hari juga kita makan malam di rumah !" seru Robby bingung.
"Bukan begitu, sayang".
"Lalu ?".
"Aku mau makan malam di taman belakang rumah kita, nah nanti setelah makan malam aku punya hadiah sepecial untuk kamu". ujar Salwa.
"Hadiah ?" Robby berpikir sejenak. "acara ulang tahun ku masih lama, kenapa kamu memberi hadiahnya sekarang ?". tanya Robby penasaran.
"Emang kalau ngasih hadiah itu harus kalau lagi ulang tahun saja ?".
"Ya tidak juga sih".
"Ya sudah, makanya kamu diem saja, pokoknya semua aku yang ngatur".
Acara malam pun tiba, Bi Tinah menyiapkan semuanya dengan rapih, sedangkan Salwa sedang bersiap - siap.
"Kenapa kita gak makan malam di luar saja " usul Robby.
"Ini juga di luar sayang, kan makan malamnya di taman belakang" sahut Salwa.
"Bukan itu maksudnya, tapi kenapa gak di resto makan malamnya" ujar Robby.
"Di taman belakang akan lebih indah" sahut Salwa.
__ADS_1
Acara tersebut di mulai dengan memakan hidangan yang sudah di sediakan bi Tinah, Salwa berusaha menahan mualnya yang di sebabkan oleh aroma makanan tersebut.
"Sayang aku punya hadiah buat kamu, buka pelan - pelan hadiahnya dan sebelum membukanya baca bismillah dulu" ujar Salwa ketika mereka selesai makan. Salwa memberikan kotak kecil tersebut.
"Apa ini sayang ?" tanya Robby sambil memperhatikan ini kotak tersebut. Kecil, ringan lagi. batin Robby saat menimbang - nimbang kotak hadiah tersebut.
"Buka dong" titah Salwa dengan senyum sumringah di bibirnya.
Robby membuka kotak hadiah secara perlahan - lahan. Ini adalah pertama kalinya Salwa memberikan hadiah pada Robby, hingga membuat Robby sulit menebak isi kotak tersebut, apalagi kotak tersebut ringan dan juga kecil.
Robby membelalakan matanya, mengucek - ngucek matanya takut salah lihat, benda kecil di dalam kotak di angkat secara perlahan dan di perhatikan secara seksama.
"Garis dua ? berarti kamu hamil ?" tanya Robby seakan - akan tidak percaya.
Senyum sumringah terukir di bibir Salwa, ia pun langsung menganggukan kepalnya. seketika Robby langsung memeluk Salwa, air mata bahagia lolos begitu saja.
"Ini beneran kan sayang ?" tanya Robby lagi untuk memastikan lagi.
"Kemaren aku sudah cek berkali - kali hasilnya garis dua, kemaren aku juga ke klinik tapi klinik yang aku kunjungi kurang lengkap, maka dari itu aku putuskan untuk ke rumah sakit nanti setelah kamu pulang dari luar kota, biar kita sama - sama melihat calon anak kita". jelas Salwa.
"Iya sayang, maka dari itu kita harus menjaga titipan ini". ke dua insan tersebut berpelukan penuh ke bahagiaan. rasa syukur terus mereka panjatkan tiada henti - hentinya.
Bi Tinah yang mengintip dari sebuah jendela pun sampai meneteskan air matanya, ia begitu terharu melihat kebahagiaan yang sedang di rasakan majikannya.
Keesokan paginya, Robby sangat antusias mengajak istrinya untuk kontrol ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya. Setelah sarapan pagi Robby dan Salwa langsung berangkat menuju ke rumah sakit. Robby sudah tak sabar ingin melihat calon anak dari mereka.
Sampai rumah sakit Robby langsung mendaftarkan Salwa ke spesialis dokter kandungan. tak menunggu lama kini giliran Salwa yang masuk dalam ruangan dokter.
"Apa ini kehamilan pertama untuk ibu ?" tanya dokter. Salwa pun hanya menganggukan kepalanya.
"Dok istri saya beneran hamilkan ? sudah cek pake tes pack dan hasilnya garis dua, itu tandanya istri saya hamilkan dok ?".
"Sabar dulu ya pak, kita akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan bahwa istri bapak bener - bener hamil" jelas dokter tersebut.
__ADS_1
ternyata sebelum masuk ke ruangan dokter Salwa telah menjalani serangkaian pemeriksaan Urin dan juga darah.
"Kita tunggu hasil lab ya pak" ujar dokter dengan ramah. "Apa selama ini ibu ada keluahan ?" tanya dokter.
"Keluahan saya cuma kadang suka tiba - tiba pusing dan jika mencium aroma yang menyengat kadang membuat mual juga, tapi kalau untuk muntah sepertinya jarang dok" jelas Salwa.
"Hal seperti itu memang umum di rasakan wanita yang sedang hamil muda. yang terpenting ibu harus tetap menjaga nutrisi dan gizi yang baik agar janin yang ada di kandungan ibu bener - bener berkembang dan juga sehat" jelas dokter. "Kapan ibu terakhir haid, itu untuk menentukan usia kandungan ibu dan juga untuk memperkirakan hari kelahiran ?".
"Dok saya bener - bener lupa kapan terakhir saya haid". jawab Salwa.
"Ya sudah gak papa, nanti bisa kita ketahui usia kandungan ibu lewat usg" ujar dokter.
Lalu seorang perawat memasuki ruangan tersebut dengan membawa hasil lab milik Salwa. dokter pun membuka hasil labnya kemudian menerangkannya pada Robby dan Salwa.
Kini giliran Salwa melakukan ugs, seorang perawat membantu dokter dalam menuangkan gel di perut Salwa. dan dokter pun mulai melakukan pemeriksaan.
"Hmm sepertinya kandungan ibu sudah memasuki enam minggu". ujar dokter.
"Dan untuk janin masih belum terlihat jelas, karena usia kandungannya masih sangat muda" jelas dokter.
Salwa pun kembali pulang dengan perasan yang sangat bahagia, ternyata sekarang dirinya benar - benar hamil.awalnya dirinya pasrah dan siap untuk menjalani program bayi tabung, namun allah memberikannya sebuah keajaiban dengan mengirimkan malaikat kerahimnya sebelum ia benar - benar menjalankan program bayi tabung.
"Sayang telepon mamah, pasti mamah senang dengan kabar ini, mamah sudah mendambakan seorang cucu". ujar Salwa.
"Gimana kalau kita ke rumah mamah saja, sekalian ke rumah ibu dan ayah juga, mereka juga pasti senang dengan kabar ini" usul Robby.
"Ya sudah terserah kamu saja, ia aku juga kangen sama ibu dan ayah" sahut Salwa.
Robby pun sudah tak sabar untuk menyampaikan kabar gembira tersebut, ia berharap mamahnya akan kembali baik pada Salwa setelah mendengar Salwa sekarang sedang mengandung cucunya.
"Sayang, ada yang mau di beli gak ?" tanya Robby.
"Nggak ah, mau langsung pulang saja". sahut Salwa, kepalanya sudah mulai kembali pusing, perutnya terasa di jungkir balikan, ia berusaha menahan mual.
__ADS_1
"Sayang tapi aku pingin makan rujak mangga muda" ujar Robby.
"Ya beli kalau mau mah, masa harus nunggu aku mau dulu baru beli" ucap Salwa seraya memegang kepalanya yang mulai pusing.