Bertemu Jodoh Di Pesantren

Bertemu Jodoh Di Pesantren
Bab 32


__ADS_3

Bani memasuki rumah mereka, Abah dan Uminya sudah menunggu di ruangan keluarga.


"Kalian berdua duduk dulu, ada yang ingin kami sampaikan" ucap Umi. Bani dan Fariz pun menghampiri ke dua orang tau mereka.


"Bani, Fariz , jadi begini, semua orang yang ada di pesantren sudah mengetahui tentang kabar kamu yang tak jadi menghitbah Salwa, bahkan mereka pun tau kalau Salwa akan menikah". Ujar Abah menjelasakan.


"Pantas Jadi tadi orang - orang menatap ku seperti itu" ucap Bani dalam hatinya.


"Siapa yang membocorkan semua ini ?" Tanya Bani.


"Kalau itu Abah tidak tau". Jawab Abah cepat.


...*******...


Malam hari di rumah Asyifa, mereka sedang melalukan acara makan malam, suasana hening tercipta apa lagi di rumah hanya ada mereka bertiga,karena Abian belum kembali, membuat Asyifa tiba - tiba rindu akan suasana pesantren.


"Rumah ini sepi banget, gak kaya di pesantren" ucap Asyifa.


"Wah ternyata anak Abi sekarang sudah betah ya di pesantren, sampai - sampai membandingkan rumah dan pesantren" goda Abi saat sudah selesai makan malam.


"Bukan begitu Abi, tapi" ucap Asyifa terhenti ia bingung harus menjawab apa.


"Sudah ayo bantu Ummah membereskan semua ini". Asyifa dengan sigap langsung membantu Ummah dan ia mendapat bagian untuk mencuci piring.


"Oh ya, kamu libur sampai hari selasa ya" ucap Abi memberitahu.


"Loh ko selasa, bukanya senin pagi Ifa sudah harus kembali ke pesantren, nanti Ifa dapat hukuman kalau telat kembali" ujar Asyifa.


"Abi dan Ummah sudah meminta izin ko, jadi tenang saja kamu gak bakalan di hukum" timpal Ummah.


"Emang kenapa ummah ko harus libur sampai hari selasa ?" Tanya Asyifa penasaran


"Karena kita akan menghadiri pernikahan anak tante Erni" jawab Ummah seraya tersenyum.


"Berarti kak Robby mau menikah, gak mungkin kan kalau Tasya yang nikah dia kan masih SMA" ujar Asyifa.

__ADS_1


"Iya kak Robby mau nikah, tapi hanya di hadiri keluarga inti saja" sahut ummah.


Tante Erni merupakan adik ipar Abi Umar karena suaminya tante Erni adalah adik kandung dari Abi Umar, namun sayang suami tante Erni telah meninggal saat Tasya masih dalam kandungan. Hingga Robby harus ikut keluarga Asyifa karena ke adaan ekonomi. Robby di sekolahkan hingga sekolah menengah atas, ketika kuliah Robby memutuskan untuk Kuliah sambil bekerja, karena tak enak kalau terus merepotkan keluarga pak Umar, selain Robby pak Umar Juga membiayai ke hidupan tante Erni dan juga Sekolah Tasya. Kini Robby sukses di usianya yang tergolong masih muda, toko matrialnya hampir tersebar di seluruh pulau jawa. Robby sukses bikin bangga Ibu, adik serta keluarga pak Umar.


"Siapa nama calonnya, Ifa gak pernah liat kak Robby bawa cewek ?" Tanya Asyifa penasaran akan sosok calon istri Robby.


"Ummah juga kurang tahu, tante Erni bilangnya dadakan, besok kita ke rumah tante Erni, ada acara kumpul keluarga di sana sekalian ngambil baju seragam" ujar Ummah menjelaskan.


Asyifa sudah selesai membantu Ummah, dan langsung ngambil ponselnya yang selama ini di pegang oleh Abi Umar. Asyifa mengaktifkan ponselnya, pesan masuk silih berganti. Asyifa mulai membaca pesan satu persatu, pesan tersebut di kirim oleh teman - temannya di masa sekolah. Tak lupa Asyifa pun membalas pesan dari temen - temennya.


Waktu terus semakin larut, hingga tak sadar Asyifa tertidur di ruang tamu, dengan gagah Abi Umar memindahkan Asyifa ke dalam kamarnya.


"Abi kuat ?" Tanya Ummah yang kurang yakin.


"Hmm jangankan Ifa, Ummah aja kuat ko, kalau mau" jawab Abi seraya tersenyum genit ke arah istrinya.


"Apaan si Bi" ujar Ummah dengan malu - malu.


Tak lama setelah Abi memindahkan Asyifa, ada suara mobil yang berhenti di depan rumah mereka.


"Asalamualikum".


"Waalaikumsalam".


Abi dengan pelan membuka pintu rumahnya. "Kalian kenapa pulang sekarang, bukan kah kalian pulang besok ?" Tanya Abi saat melihat Abian dan istrinya berdiri di hadapannya.


"Itu Abi Shela sudah ingin pulang ketemu Syifa" jawab Abian.


"Ya allah Nak, kalian ko pulang malam - malam gini si" seru Ummah seraya memeluk menantunya.


"Aku rindu sama Ifa Ummah, aku juga ingin memberikan kejutan untuknya" jawab Shela.


"Oh iya Ummah hampir lupa besok Ifa ulang tahun" ucap Ummah seraya melepaskan pelukannya.


Karena waktu semakin larut, Shela dan Abian pamit untuk istirahat, begitu pun dengan Abi dan Ummah mereka pun masuk ke kamar mereka.

__ADS_1


Pagi dini hari, Ummah dan Abi sudah bangun karena mereka sudah terbiasa melakukan shalat di sepertiga malam. Pukul setengah empat pagi ummah, Abi, Abian dan juga Shela berkumpul di meja makan, mereka berencana untuk memberikan kejutan untuk Asyifa.


Pukul empat pas, semua anggota keluarga berjalan menuju kamar Asyifa. dengan sangat pelan Abi membuka pintu kamar Asyifa yang kebetulan tidak di kunci, Asyifa masih tertidur dengan lelap di tempat tidur yang selalu ia rindukan.


Mereka masuk dengan cara mengendap - ngendap, mereka berjejer di samping ranjang, mereka pun menyanyikan lagu selamat ulang tahun.namun ternyata di luar dugaan, Asyifa tidur terlalu nyenyak hingga ia tidak terbangun.


Dengan sifat jail Abian, ia pun menyalakan lampu utama kamar Asyifa, lalu meniup terompet yang ia beli semalam ketika perjalanan pulang. Karena Abian meniup terompet itu dekat kuping, akhirnya Asyifa bangun dengan kaget mendengar suara bising di telinganya.


"Ya allah berisik banget sih, nay , mil jangan iseng deh" ucap Asyifa dengan setengah sadarnya.


"Woy lo di rumah bukan di pesantren" teriak Abian pada Asyifa.


Asyifa kaget, kemudian bangun dan duduk di tempat tidur, Syifa mencoba memandang satu persatu orang yang sedang berdiri di samping tempat tidurnya.


"Selamat ulang tahun Asyifa Sayang" ucap semuanya kompak.


"Ya allah kalian kenapa baru sekarang memberikan kejutannya, aku sudah nunggu dari jam dua belas, aku kira kalian lupa" rengek Asyifa.


"Hahaha kasian ada yang ngarep di ucapain jam dua belas" ledek Abian tertawa puas.


"Kami ingat ko sayang, kami cuma tidak mau mengganggu waktu tidur kamu" ujar Ummah menjelaskan.


Akhirnya Asyifa meniup lilin dan memotong kuenya, potongan pertama di berikan pada Ummah, kemudiam Abi, selanjutnya Shela dan terakhir Abian.


Adzan subuh telah berkumandang Asyifa pun melalukan Shalat subuh berjamaah bersama keluarganya dan di lanjutkan membantu Ummahnya menyiapkan sarapan pagi.


*****


Di pesantren, Bani baru saja bangun dari tidurnya, pagi ini Bani memilih untuk melakukan shalat subuh sendiri di kamarnya, ia ingin menghindari pertanyaan dari rekan sejawatnya.


"Asyifa gadis cantik masih muda dan labil tapi dia tau cara menjaga dirinya dari yang bukan muhrimnya. Tapi dia sangat menyebalkan" gumam Abian dalam hatinya.


"Astaghfirullah, kenapa aku memikirkan dia" gerutu Bani.


Suasan pagi yang asri suasan pesantren sudah ramai ada beberapa santri dan santri wati sedang membersihkan halaman pesantren. Bani melalukan olah raga pagi yang ringan - ringan di halaman belakang rumahnya.

__ADS_1


Ia seakan - akan sedang menghindar dari orang - orang, bukan karena malu gagal khitbah Salwa tapi ia bingung harus menjawab seperti apa jika teman sejawatnya mempertanyakan tentang dirinya dan Salwa. Walaupun ada sedikit rasa kecewa tapi bukan berarti Bani harus mengumbar Aib Salwa.


__ADS_2