
Aisha bener - bener gelisah menunggu kedatangan mantan suaminya. mulut Aisha tak berhenti melantunkan doa - doa agar tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap dirinya.
Aisha berusah tentang saat mantan suaminya sudah duduk tepat di hadapannya. Rico memanggil seorang pelayan ia pun memesan makanan dan minuman untuk dirinya dan juga Aisha.
"Aku tau kamu pasti tak sanggupkan hidup tanpa aku" ujar Tuan Rico dengan gelak tawanya. "Katakan saja jika ingin rujuk, biar asistenku yang akan mengurusnya" ujar Tuan Rico.
Aisha hanya tersenyum kecut ke arah mantan suaminya."Aku di sini hanya ingin bilang ke kamu jangan pernah ganggu orang - orang yang ada di sekitarku, mereka tidak tahu apa - apa tentang kepergian aku" ujar Aisha dengan tegas.tapi dalam hatinya ia gemeteran ketakutan.
"Hahaa, oke aku tidak akan menganggu mereka lagi asal kamu mau ikut dengan aku lagi".
"Jangan pernah harap itu terjadi !".
"Jika kamu tidak ikut dengan ku maka aku akan melakukan lebih dari ini !" ancam Tuan Rico.
"Anda mengancam saya ?".
"Silahkan pilih, ikut dengan ku atau orang - orang yang ada di sekitar mu akan merasakan akibatnya !".
"Aku tak takut dengan ancaman kamu !" Seru Aisha tegas.
"Kamu !!" Tuan Rico menuding Aisha, ia tak menyangka jika Aisha akan berani melawan kepadanya. "Jika itu mau mu, maka aku akan melakukannya sekarang !" ancam tuan Rico lagi.
"Lakukan lah sesuka hati mu. Maka aku akan menuntut mu kembali, apa kamu lupa kita punya surat perjanjian" ujar Aisha seraya tersenyum mengejek.
"Kamu !!" Tuan Rico kembali menuding Aisha.
"Iya kenapa dengan aku, Tuan Kira saya bisa diam saat anda perlakukan seperti ini, saya juga manusia biasa di mana punya letak batas kesabaran !" tegas Aisha.
Empat orang Polisi masuk dan langsung memborgol Tuan Rico dan juga kedua anak buahnya, membuat Tuan Rico terkejut karena dia tidak punya persiapan apapun untuk melawan petugas ke polisian.
__ADS_1
"Ini apa - apaan, Lepaskan saya !" Tuan Rico memberontak saat kedua polisi sedang memborgol kedua lengannya sedangkan anak buahnya hanya pasrah saat tangan mereka di borgol oleh anggota polisi.
"Kaget ? Maka jangan pernah remehkan aku yang lemah, karena ketika batas kesabarannya habis ia akan melakukan cara apapun di luar dugaan !" ujar Aisha seraya tersenyum mengejek.
Satu polisi datang dari arah dapur, ia membawa anak buah Tuan Rico yang menyamar menjadi pelayan di cafe tersebut.
"Kejahatan anda sudah terbaca tuan Rico, minuman dan makanan yang ada di meja ini sudah anda racuni lewat anak buah anda yang berpura - pura menjadi pelayan di sini". suara seseorang yang sejak tadi duduk di belakang tuan Rico.
"Jangan sembarangan kalau bicara, anda bisa saya tuntut dengan tuduhan pencemaran nama baik" ujar Tuan Rico pada lelaki itu.
"Apa anda tidak kenal dengan saya ?" tanya lelaki itu. Kemudian lelaki itu membuka kedok penyamaranya.
"Bayu !" pikik tuan Rico yang terkejut ternyata lelaki itu adalah Bayu saudaranya Aisha.
"Anda terkejut, Sama saya juga !" ujar Bayu. "Satu hal yang harus tuan Rico tau, jika cafe ini sudah saya setting" ujar Bayu sambil tertawa.
"Kurang ajar ternyata kalian menjebak saya, tunggu pembalasan dari saya" ujar Tuan Rico.
"Baik pak, dan kami juga tunggu kehadiran ibu dan bapak di kantor polisi untuk memberikan keterangan juga". Tuan Rico dan juga ketiga anak buahnya langsung di gelandang menuju mobil polisi. selanjutnya mereka dibawa ke kantor polisi tempat Bayu membuat laporan..
Aisha dan Bayu langsung mengikuti mobil polisi, tak lupa juga Bayu menghubungi Tama untuk memberi tahu hal ini.
...*****...
Sudah beberapa hari ini Syifa melihat keanehan dari sikap sang suami. hal itu membuat Syifa jadi penasaran, sebenarnya apa yang terjadi dengan suaminya. biasanya Bani selalu bercerita tentang kesehariannya, namun setelah kejadian ledakan itu Bani menjadi banyak diam, bahkan Bani akan berangkat kerja lebih pagi dari biasanya dan pulang pada malam hari. Syifa merasa suaminya sedang menghindar dari dirinya.
"Abang gak sarapan di rumah lagi ?" tanya Syifa saat melihat sang suami sudah siap untuk berangkat.
"Sepertinya Abang sarapan di kantor lagi. bikinin bekal saja untuk sarapan pagi" sahut Bani.
__ADS_1
Hati Syifa merasa sakit dengan jawaban sang suami. dengan langkah gontai Syifa mengambil tempat bekal untuk Bani.
"Ini bekalnya bang" Syifa menyerahkan bekal untuk suaminya.
"Terima kasih, sayang".
"Apa kamu akan pulang malam lagi ? tanya Syifa.
"untuk hari ini, Abang usahakan untuk pulang cepat" ujar Bani dan langsung pamit untuk berangkat bekerja.
Beribu pertanyaan yang ada di pikiran Syifa tentang perubahan yang terjadi dengan suaminya. tak ingin mempunyai pikiran yang buruk tentang sang suami Syifa lebih memilih menyibukan dirinya dengan berbagai akitivitas jelang melahirkan.
Sementara hari ini Bani tidak pergi ke kantor melainkan pergi ke sebuah pengadilan untuk menjadi saksi di dalam kasus yang menjerat Tuan Rico dan juga anak buahnya.
Tiba di gedung pengadilan, Bani tak langsung turun, ia terlebih dahulu menghabiskan sarapannya di dalam mobil seraya menunggu Tama dan Tio datang.
Acara sidang itu di gelar pukul delapan, seluruh petugas sudah menduduki posisinya masing - masing, begitu pun dengan Bani yang sudah siap duduk di kursi saksi. jika hari ini sidang berjalan dengan lancar maka sidang vonis pun akan di bacakan hari ini juga.
Sidang berjalan dengan sangat tegang, semua yang di ucapkan Bani sebagai saksi di bantah mentah - mentah oleh timnya Tuan Rico. banyak terjadi perdebatan di sana saat semua saksi dari Aisha di hadirkan. hingga untuk sidang bacaan vonis ketua hakim memutuskan untuk menunda satu jam acara sidang tersebut.
Tuan Rico tak menyangka jika Aisha dan Bayu akan menghadirkan Bani dalam sidang tersebut karena selama ini Bani tak terlihat aktif dalam pelaporannya. itu membuat Tuan Rico semakin terpojokan.
Tim tuan Rico sedang berembuk untuk menyusun rencana bagaimana caranya klien mereka bisa bebas dari kasus yang menjeratnya. mereka berusaha semaksimal mungkin agar menang dalam persidangan, atas permintaan Tuan Rico timnya juga menghadirkan dua orang sebagai Saksi.
Sidang pun di lanjut kini adalah waktunya menghadirkan saksi dari pihak Tuan Rico. ke dua orang itu memberikan ke saksiannya. Bayu dengan emosi membatah semua tuduahan yang di katakan saksi dari pihak Tuan Rico.
Semua saksi sudah di hadirkan dalam sidang tersebut. kemudian Bayu memohon izin untuk memberikan beberapa bukti lagi yang sebenarnya belum Bayu keluarkan, di antaranya perjanjian tentang setelah Aisha melunasi hutang serta sebuah rekaman di cafe yang di ambil diam - diam oleh anak buah Tio pada waktu itu.
Ketua hakim kembali menunda sidang hingga dua jam kedepan. karena ada bukti baru uang harus di analisa tentang ke asliannya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita kalah, mereka pintar dalam mengelak" ujar Aisha yang sudah ketakutan. jika mereka akan kalah dalam persidangan.